Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 220


__ADS_3

Sementara itu di perusahaan Edward datang Natasya ke ruangan Daniel untuk membicarakan sesuatu hal yang penting tentang perusahaan yang bekerja sama di Belanda, tanpa sengaja Natasya terjerembab terkena pintu yang di buka tiba-tiba oleh Daniel, dengan gerakan reflek Daniel langsung menyambar tubuh Natasya kedalam pelukannya sebelum menyentuh lantai


"Natasya, are you okay?" Tanya Daniel


"Sorry, I'm okay" jawab Jawab Natasya


Keduanya sekilas saling pandang dalam Jarak yang sangat dekat, Daniel tersadar kemudian segera melepas kan tubuh Natasya dari pelukannya


"Maaf aku gak sengaja membuka pintu, gak tau juga kamu akan masuk keruangan ku" ucap Daniel


"Iya gak apa-apa Niel, lagian aku juga gak sampai jatuh ke lantai kok, ada kamu yang udah menolongku, makasih ya" ucap Natasya


Daniel segera kembali ke ruangannya sambil mempersilahkan Natasya untuk masuk dan membicarakan hal penting yang akan disampaikan, Rupanya ada undangan dari perusahaan yang ada di Belanda untuk Edward dan juga Daniel, sebuah undangan pertemuan antar pemilik Perusahan elite yang ada di Belanda


"Bagaimana, aku berharap kalian semua bisa datang, tapi kalau memang terpaksa gak bisa, paling tidak ada salah satu dari kalian yang mewakili pertemuan itu disana" ucap Natasya


"Baiklah, aku akan membicarakan hal ini dengan Edward"


"Okey, aku pulang dulu ya, sampaikan salam ku ke Edward dan aku berharap kalian berdua bisa datang bersama"


"Ok Nat, thanks"


Kemudian Natasya segera pergi meninggalkan ruangan Daniel untuk kembali ke perusahaannya yang ada di Jakarta, tak terasa Natasya tersenyum sendiri saat mengingat momen di mana tadi dia berada dalam pelukan Daniel, tak lama kemudian sampai juga Natasya di perusahaan cabangnya


Janeta merasa aneh ketika mendapati Natasya berjalan sambil senyum sendiri dan tidak membalas sapaan para pegawai lainya


"Kamu kenapa Nat, Aneh sekali senyum-senyum sendiri"


Natasya terkejut dan langsung merubah sikapnya, sementara Janeta makin terkekeh melihat tingkah laku Natasya yang semakin aneh


"A,aku gak apa-apa, kamu sudah lama ada di sana?" Tanya Natasya


"Udah, dari pagi aku ada disini, kenapa emang?" tanya Janeta


"Ish, serius aku Janet!" Teriak Natasya


"Kapan aku pernah gak serius sama kamu, dasar!" Ucap Janeta


"Oh ya, aku sekarang senang banget Janet"


"Seneng kenapa, kamu menang lomba atau apa?"


"Gak sih, tapi aku tadi jatuh dalam pelukan Daniel, rasanya masih bisa aku cium aroma tubuh Daniel"


PLAK

__ADS_1


Janeta langsung memukul lengan Natasya


"Aku sudah peringatkan ya Nat, jaga hati dan tingkah laku mu, Daniel pria yang sudah beristri, jangan kebablasan" ucap Janeta


"Ish, sudahlah, ada kerjaan yang harus aku terusin, kamu mau keluar atau bantu aku?" Ucap Natasya


Janeta tidak menjawab dan hanya melangkah kembali masuk ke ruangan Natasya, keduanya kini melanjutkan pekerjaannya, Natasya memeriksa semua berkas yang perlu ditandatangani, sedangkan Janeta kembali mengatur jadwal keberangkatannya kembali ke Belanda


*


Siang itu Daniel mengajak Edward untuk pergi mencari makan siang di Restoran dekat perusahaan mereka, keduanya berbincang tentang perkembangan perusahaan sambil menunggu pesanan makanan datang


"Jadi gimana Ed, apa sebaiknya kita datang ke undangan perusahaan besar yang bekerja sama dengan kita di Belanda?"


"Aku pikir sebaiknya kita datang berdua Niel, ini adalah acara besar perusahaan mereka"


"Iya, aku juga berfikir begitu, acara penting seperti ini pasti banyak di undang orang-orang pemilik perusahaan besar di seluruh dunia, bukankah ini kesempatan yang bagus?"


"Itu yang aku maksud, sekalian kita ajak keluarga kita berlibur, bagaimana?"


"Ide bagus, berapa lama kita akan disana?"


"Satu Minggu aku rasa cukup" ucap Edward


"Oke, apa tidak sebaiknya kamu dan Delia juga menemui profesor untuk konsultasi dulu masalah kalian selama ada di Belanda?"


"Tentu saja Ed, itu juga tujuan utamaku segera pergi Belanda"


Edward dan Daniel segera menghentikan obrolannya ketika pesanan makan siangnya sudah siap diatas meja, keduanya kini menikmati makan siang hingga selesai kemudian kembali lagi ke ruangan kerja masing-masing


Beberapa saat yang lalu


Alena, Delia dan juga Ratu tengah menikmati waktu santainya di kantin, sekalian memesan makan siang bersama


"Kalian sudah mendapatkan undangan makan malam di rumah Anggel?" Tanya Delia


"Sudah kak, tadi Anggel telpon sendiri, katanya ada acara yang sangat penting dan mengharap aku harus datang, emang kak Delia tau ada acara apa?" Tanya Alena


"Sama, Anggel juga menghubungiku barusan, kita suruh ngajak suami juga kan?" Tanya Ratu


"Iya Ratu, kumpul keluarga lah ceritanya ini" sahut Alena


"Ya sudah kalau kalian sudah tau" ucap Delia


"Tapi ada apa apa sih Del, kamu dah tau ini sebenarnya acara apaan?" Tanya Ratu

__ADS_1


"Surprise, aku janji akan merahasiakan sampai kita nanti kumpul, Anggel dan Raka sendiri yang akan memberitahu ke kita, anak-anak kalian di bawa ya, aku kangen mereka" ucap Delia


"Siap kak, jangan pusing kalau nanti di ribetin sama tiga jagoanku ya" ucap Alena


"Siap, kalau aku dah gak bisa jawab pertanyaan si kembar, tinggal serahkan ke Mommy nya kan, gampang itu"


"Hais, kak Del yang gampang, aku yang puyeng"


"Hahaha" Delia dan Ratu tertawa bareng melihat ekspresi wajah menyedihkan dari Alena


"Di syukuri dong Al, punya anak-anak langka kayak gitu, aku aja kalau ngomong hati-hati banget deh sama ketiga bocah kembar mu itu, ampun deh pokoknya" ucap Ratu


"Alhamdulillah, aku selalu bersyukur kok, gak apa-apa extra ribet dulu, nanti bertambah besar pasti juga ilang ribetnya"


"Nah, bagus tu, harus strong women Al, tapi kalau kamu gak sanggup, aku dengan senang hati mau adopsi mereka satu atau dua gitu Al" ucap Delia


"Emang urusan sama Edward kak Del berani, aku aja soal anak hati-hati banget sama tu orang"


Ketiganya kini tertawa bersama, Delia merasa bahagia mengingat nanti malam bisa bertemu dan bercanda tawa dengan bocah-bocah kecil dari Alena, Ratu dan juga Ambar, Delia juga merasa sangat bersyukur keponakan kecil dari semua sahabatnya sangat menyayangi nya, dan hal itulah yang membuat Delia kuat dengan keadaanya


*


Tiba saatnya makan malam di Apartemen mewah dan megah milik Raka, saat semuanya sudah datang, segala macam makanan sudah ada di atas meja yang khusus di sediakan untuk acara malam ini


Anak-anak saling bertemu dan bermain akrab satu sama lain, Ambar yang kini sudah berusia 8 tahun membawa si kembar dan anak cantik Ratu yang baru bisa berjalan di usia hampir dua tahun, kesebuah ruangan bermain yang sudah di sediakan, disana juga ada asisten rumah tangga Anggel dan Beby sitter dari Queen anak dari Ratu


Ambar menyiapkan permainan yang biasa di sukai oleh anak seusia di kembar, namun tentu saja itu membuat Ethan, Evan dan Ailin merasa sangat bosan, hingga akhirnya mereka meminta bermain Game yang lebih seru


"Tapi kita harus ijin sama ayah Edward dan bunda Alena dulu ya" ucap Ambar


"Iya deh kak, biar aku yang minta ijin ke Mommy, kak Ethan dan kak Evan tunggu sini aja" ucap Ailina dan kemudian berlari kecil menuju ke arah Alena dan Edward


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2