
Kini Delia dan Daniel sudah berada di dalam mobil dan menuju ke suatu tempat yang membuat Delia penasaran
"Kita ini mau kemana sih Neil, aneh deh kamu ini, main seret orang aja" ucap Delia
"Sudah ikut aja, nanti kamu juga bakalan tau" jawab Daniel sambil tersenyum
"Ish, ngapain senyam senyum gitu?"
"Senyum ma calon istri, emangnya gak boleh?"jawab Daniel
"Dasar kamu tu, bikin orang bingung aja, ini masih lama?"
"Nggak, nah kita nyampek ni" ucap Daniel
Tak lama kemudian mobil sport mewah milik Daniel sudah memasuki halaman mansion, Delia terkejut dan masih belum mengerti apa tujuan Daniel membawanya ke sini, dengan sedikit Ragu dan takut Delia keluar dari mobil Daniel dan berjalan pelan mengikuti langkah Daniel
"Ayo Del, ngapain sih celingukan gitu" ucap Daniel
"Ini mansion siapa?, Kenapa kita kesini?" Tanya Delia
"Ini Mansion orang tuaku, mereka ada di dalam sudah nunggu kita"
"APA!"
Delia kaget dan shock mendengar perkataan Daniel
"Sudah ayok masuk" ucap Daniel sambil menggenggam dan menarik tangan Delia
"Tunggu, kamu sudah gila, aku mau ketemu orang tua kamu dengan pakaian habis kerja gini?" Ucap Delia
"Nggak apa-apa, malah kelihatan Natural gini baguslah, kamu juga tetap cantik" ucap Daniel
"Ya tapi, gak sopan Niel, ini bau ku juga masih bau Rumah Sakit ni!" Ucap Delia
"Ish, diam, Ribet amat, ikut aku aja, gak usah banyak ini itu"
"Aku takut Niel, masak kesan pertama ketemu calon mertua kayak gini"
"Nggak apa-apa Beby, my love, my sweet, yok ah, lama berdiri disini kakiku pegel ni, gak usah takut, mereka dah jinak"
"Kamu tuh, pengen aku pukul aja kamu Niel, bikin acara aneh-aneh gini sih"
Daniel terkekeh kemudian menggenggam tangan Delia dan mengajaknya masuk ke dalam mansion, ternyata Dady ma mommy nya sudah menunggu di ruang tengah, setelah mengucap salam Delia masuk dan di sambut hangat oleh kedua orang tua Daniel, perkenalan singkat pun dilakukan oleh Delia, beberapa pertanyaan sempat terlontar dari kedua orang tua Daniel, sungguh Delia tidak menyangka kalau ternyata mereka sangat baik dan menerimanya dengan kasih sayang
"Kita makan siang dulu yok, tadi mommy sudah siapkan makanan"
"Bukan mommy, tapi asisten rumah tangga kan Dad?" Ucap Daniel
"Hehehe, begitulah" ucap Rendra
"Kalian ini selalu meledekku, beneran ini tadi mommy Lo yang buat ide masaknya, hehe"
"Nah kan, ngaku sekarang" ucap Daniel sambil terkekeh
"Daniel, sudah!" Ucap Delia sambil menyenggol tangan Daniel
__ADS_1
"Untung ada kamu Del, jadi ada yang belain, bisanya mereka berdua itu bu*li mommy mulu"
"Uluh-uluh, mommy sudah ada yang belain sekarang ya?" Ucap Daniel menggoda
"Sudah Niel, kasihan Tante" Ucap Delia
"Eh, gak bisa, harus panggil mommy dong, jangan Tante lagi" ucap Dinda
Kini mereka makan siang bersama, Dinda merasakan keluarganya kini semakin lengkap dengan keberadaan Delia yang hadir disana, selesai makan mereka melanjutkan perbincangan serius tentang rencana keluarga Daniel yang akan segera melamarnya dan menentukan hari pernikahan sekalian, orang tua Daniel menginginkan pernikahannya di percepat hingga membuat Delia gelagapan, Daniel tersenyum melihat ekspresi Delia yang lucu dimatanya
Orang tua Daniel memberikan kesempatan ke anaknya untuk membicarakan semua rencananya
"Huff, sekalinya ketemu ma orang tua kamu, langsung di todong aku Niel, ini jantung kerja Sampek ekstra gini" ucap Delia
"Masak sih, coba sini aku lihat" ucap Daniel iseng akan menyentuh bagian dada Delia
"Ehh, mau ngapain, jangan coba-coba ya" ucap Delia membuat Daniel terkekeh
"Gak sabar aku pengen nyoba semua Del, nikah sekarang yok" ucap Daniel asal
PLAK
"Aduh, sakit Del" ucap Daniel yang meringis kesakitan mendapatkan pukulan dari Delia
"Emang nikah itu Gambang, kayak beli gorengan gitu, seenaknya aja kamu kalau ngomong"
"Ish, sini, minta cium aja kalau gitu, aku kangen Del"
"Mmhh"
Delia terkejut dan takut akan ketahuan orang tua Daniel, berusaha melepaskan ciumannya, namun yang terjadi bukannya lepas, Daniel malah mendekap erat tubuh Delia, hingga kemudian dilepaskan oleh Daniel
"Merah bibir kamu Del, kayaknya sedikit bengkak" ucap Daniel menggoda
"Daniel!, Ih, keterlaluan kamu itu, udah deh kita cepetan aja nikahnya, kamu nya dah gak sabaran gitu, bisa-bisa aku kamu perkosa nanti"
"Hahaha, siap Beb" ucap Daniel sumringah, sementara Delia sudah menjauh dan menjaga jarak, takut Daniel akan memaksa menciumnya lagi
*
Malam ini seorang gadis cantik dan masih muda sedang tersenyum senang mengikuti acara fashion show yang dadakan disebuah hotel megah, dialah Kirana yang kini menjadi salah satu Asisten menyiapkan semua pakaian yang akan di kenakan model dan ditampilkan di atas panggung
Arumi Saraswati sangat menyukai semangat Kirana saat bekerja, tanpa pernah mengeluh dan selalu tersenyum, ide-ide fashionnya juga sudah mulai terasah hingga terkadang bisa meringankan beban kerja Arumi
Kiran tersenyum puas dengan batuannya merancang busana yang di lakukan oleh Arumi, semua tampilan baju yang dikenakan para model sungguh luar biasa di atas panggung, hingga akhirnya Arumi naik ke atas panggung dan mendapatkan apresiasi dari kerja kerasnya bersama Tim
Saat acara selesai, Arumi memeluk Kirana dan mengucapkan terimakasih, kedekatan Arumi memang mulai terjalin dengan Kirana, dia merasa menemukan sosok anak yang bisa meneruskan cita-cita nya, maklum Delia sudah menemukan jalannya sendiri untuk menyongsong masa depannya
"Terimakasih Kiran, kau memang sangat bisa aku andalkan, maaf ya kalau kadang ada kata-kataku yang kasar atau menyinggung mu" ucap Arumi
"Tidak masalah Bu Arumi, bagi saya itu penyemangat untuk saya bertambah maju dan tau dimana kekurangan saya dalam bekerja" ucap Kirana
"Aku tau, kamu wanita yang liar biasa, apa kamu tidak ingin terjun ke dunia modeling, wajah dan postur tubuhmu sangat mendukung" ucap Arumi
"Saya belum memikirkan hal itu Bu, sementara mau fokus ke pekerjaan ini saja dan kuliah, kebetulan setelah mengumpulkan gaji dari Bu Arumi, saya sudah bisa mendaftar kuliah di Jakarta"
__ADS_1
"Oh, iya, kalau begitu jangan terlalu sering ikut acara malam-malam begini, biar kamu bisa menjalankan kuliahmu dengan baik"
"Saya gak apa-apa kok Bu, kebetulan saya mengambil jurusan Fashion jadi buat pengalaman"
"Wow, aku setuju, seandainya Delia mau seperti kamu mengambil jurusan Fashion, yah tapi sudahlah, dia sudah sukses dengan karier nya sekarang ini" ucap Arumi
Setelah membereskan semuanya, Kirana segera ke toilet untuk membasuh mukanya dan buang air kecil, Kirana berjalan santai Kirana melewati lorong, langkahnya di pelan kan ketika mendengar desa"han aneh dari dalam sebuah lorong yang dia tuju
"Faster honey, ayolah!" Suara itu semakin terdengar oleh Kirana dan sepertinya tidak asing
Betapa terkejutnya Kirana ketika melihat seorang laki-laki sedang duduk di tepian balkon dekat ruang santai sedang memangku seorang wanita yang bagian bawahnya polos dan tengah mengguncang tubuh Laki-laki yang tak lain adalah Alfaro
"FARO?!" Ucap Kirana terkejut
"Oh, Sh*it, apa yang kamu lihat, pergi!" Ucap Alfaro
"Dasar gila, memang siapa yang sudi melihat kelakuan bejat loe, breng*sek!" Ucap Kirana berlalu pergi sambil menahan perutnya yang mual melihat kelakuan Alfaro
Sementara itu Alfaro langsung off dan tidak bisa lagi meneruskan has*ratnya yang belum tersalurkan gara-gara melihat Kirana memergokinya
"Honey, kenapa hem, aku menginginkan mu" ucap sang wanita
"Sudah pergilah, aku tidak ada naf*su lagi untuk meneruskannya"
Wanita itupun pergi sambil membenahi bajunya lagi, sejumlah uang di lemparkan ke wanita itu, kemudian Alfaro merapikan diri dan pergi, saat melewati toilet, Alfaro melihat seorang wanita yang masih muntah di depan closed, saat tau itu Kirana, entah kenapa Alfaro tidak tega, kemudian masuk dan perlahan menggosok punggungnya
"Kamu masuk angin, kenapa muntah Sampek segitunya" ucap Alfaro
Kirana tidak sanggup menjawab dan masih memuntahkan isi perutnya sampai habis, kemudian mengambil tisue dan mendorong tubuh Alfaro agak menjauh
"Kamu kenapa sih, ditolong malah main dorong" ucap Alfaro
"Ditolong kepalamu, aku muntah gini gara-gara melihat kelakuan menjij*ikkan kamu tadi, dasar bren#gsek!" Ucap Kirana dan membuat Alfaro tertawa
"Hahaha, polos sekali kamu ya bocil, belum pernah lihat yang begituan ya, gimana kalau aku kasih tau caranya, kamu mau?"
"Jangan berani mendekat ya, Huek!" Kirana muntah lagi hingga tubuhnya lemas dan Alfaro makin tertawa melihatnya
Bersambung
PERHATIAN
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1