
Edward dan Alena segera pamit undur diri setelah lama mengobrol, Exel setuju untuk bekerja kembali di Royal Murrage Hospital walaupun sebagai Dokter umum biasa, Erdinan sangat bahagia dengan keputusan Exel cucunya
Dalam perjalanan pulang Alena berpapasan dengan Amalia di lorong Klinik Medika Jaya, Alena langsung memanggil Amalia dan melambaikan tangan, Amalia tersenyum hendak mendekat ke arah Alena, namun saat melihat Edward berada di samping Alena, Amalia langsung berhenti dan terdiam
Melihat hal itu Alena segera menarik Edward mengajaknya mendekati Amalia
"Hai Amalia, Akhirnya" ucap Alena dan langsung memeluk Amalia
Amalia hanya tersenyum sambil membalas pelukan Alena dan kemudian melepaskannya
"Kapan mulai kerja disini?" Tanya Alena
"Baru hari ini Al" ucap Amalia
"Alhamdulillah, Akhirnya, ikut seneng aku lihat kamu udah dapat kerjaan"
"Iya Al, Alhamdulillah, makasih bantuanya"
"Udah, gak usah diungkit masalah itu, yang penting kamu dah dapat kerja, oh iya, ada pak Exel Lo dirawat disini juga" ucap Alena
"Iya, aku tau, aku ikut menanganinya juga kok, dari tadi pagi"
"Oh, ya sudah, jadi kalian udah ketemu"
"Udah Al, kamu juga habis njenguk Exel?"
"Iya, kita habis dari sana"
"Oh, iya sudah"
"Hai Amalia, bagaimana kabarmu?" Ucap Edward menyapa Amalia
"Ba, baik pak Edward" ucap Amalia gugup
"Jadi kamu sudah bekerja disini?" Tanya Edward
"Iya pak, saya mau minta maaf atas kelakuan saya dulu" ucap Amalia
"Sudahlah, aku sudah melupakannya, baik-baiklah disini, jaga diri dan jaga kesehatan"
"Iya pak Edward, terimakasih" ucap Amalia
Alena segera pamit ke Amalia untuk segera pulang bersama Edward, Amalia tersenyum dan kembali bekerja
*
Keesokan paginya
Alena sudah bersiap menunggu Edward untuk berangkat kerja, mereka berdua pergi agak pagi, mampir ke resto untuk sarapan pagi diluar, saat sedang menikmati makan paginya, terdengar suara panggilan dari handphone Edward, namun Edward hanya melihat sepintas dan membiarkannya, Alena menatap Edward dan Edward hanya memberikan kode untuk melanjutkan makan paginya, sampai akhirnya selesai dan Alena bertanya
__ADS_1
"Telpon dari siapa, kok gak diangkat?"
"Gak penting, kita juga masih sarapan tadi"
"Tapi sekarang kan bisa di jawab, tu bunyi lagi handphonenya"
"Dari Mona, aku angkat ya?"
"Hem, angkat, load speaker" ucap Alena ketus
Percakapan di saluran telepon dengan load speaker
"Halo, ya Mon, ada apa?"
"Ed ini sudah hari Selasa, dah 2 hari kamu gak menjengukku, aku kangen Ed" ucap Monalisa dengan manja
Alena langsung melototkan matanya ke Edward, sementara Edward hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti
"Halo Ed, Halo, kamu masih mendengar ku Ed?" Tanya Mona lagi
Alena memberikan kode ke Edward untuk menjawab Monalisa lagi dengan tampang ganasnya, Edward hanya tertawa kecil
"Iya, maaf Mon, aku masih sibuk, cepat sembuh ya, aku satu Minggu kedepan akan lebih sibuk, jadi tidak bisa mengunjungi mu lagi" ucap Edward
Alena langsung mengacungkan dua jempolnya di depan Edward, lagi-lagi Edward tersenyum geli melihatnya
"Tapi Ed, aku masih proses penyembuhan, aku ingin kamu yang menemaniku, aku mohon Edward, bukankah kau bilang menyayangi ku?"
Kali ini Alena langsung mengacungkan dua jempolnya lagi lebih dekat ke muka Edward, hingga munculah keusilan Edward yang langsung menyambar salah satu jempol Alena dan menggigitnya
"Auh!, Sakit Ed!"
Teriak Alena kencang yang tentu saya sampai ke telinga Monalisa
Edward terkekeh melihat ekspresi kesakitan Alena yang memegangi jempol dan meniupnya, sementara Monalisa tentu saja makin murka
"Ed!, Kamu dengan seorang wanita?, Siapa wanita itu?!" Teriak Monalisa
"Bukan urusanmu Mona, sudah istirahat saja, semoga cepat sembuh" ucap Edward langsung menutup handphone nya
*
Sementara itu di dalam sebuah Apartemen mewah, Monalisa sudah mengamuk tidak karuan, semua emosi diluapkan hingga sepeti orang gila, kamarnya kini gak berbentuk lagi
"Akh!, Edward Bajin*an, kamu hanya milikku, tidak ada yang bisa memilikimu, aku bersumpah, akan menghancurkan mu kalau kau meninggalkanku, Edward!" Teriak Monalisa dari dalam kamar
Setelah melampiaskan kekesalannya, Monalisa langsung menghubungi seseorang untuk menyelidiki siapa Wanita yan sudah berani dekat dengan Edward, setelah menutup handphone nya Monalisa menyandarkan kepalanya di kursi sofa sambil menyeringai licik
"Kau pikir bisa mempermainkan ku Edward, kau tidak akan pernah menyangka apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan hidup dan bisnismu" ucap Monalisa lirih kemudian tertawa sekeras-kerasnya seperti orang gila
__ADS_1
*
Edward sampai di ruangan kerjanya, tak lama kemudian pak Hari segera masuk dan menyapa Edward, pak Hari segera duduk dan menunjukkan sebuah Video hasil penyadapan yang dilakukan Edward di Apartemen Monalisa
"Wow, jadi Monalisa penikmat Party se*x?, Aku benar-benar tidak menyangka pak Hari" ucap Edward sambil melihat sebuah Video dimana Monalisa melakukan kegiatan se*xnya dengan lebih dari dua pria, lebih menjijikkan lagi Monalisa bahkan di masuki kejan*anan beberapa laki-laki secara bergantian, Edward begidik ngeri dan ji*jik melihatnya
Setelah Video kelakuan menji*jikkan Monalisa, kini di putar lagi sebuah Video tentang rencana busuk Marina dengan Monalisa, yang ingin menjadi pendamping Edward hanya untuk menguasai kekayaan dan kerajaan bisnisnya
"Nona Monalisa benar-benar Wanita yang berbahaya tuan Edward" ucap pak Hari sambil menggelengkan kepala
"Aku tau, kekuasaannya juga lumayan, dia punya beberapa orang berpengaruh yang rela membantunya karena di bayar dengan tubuh Monalisa"
"Iya benar tuan, ada satu Video lagi yang pasti membuat anda sangat terkejut tuan" ucap Pak Hari, kemudian memutar satu video lagi
Benar saja, kali ini menunjukkan permainan ranjang Monalisa dengan seorang pejabat kelas atas, disana Monalisa juga merencanakan sesuatu untuk menghancurkan lawan bisnisnya, semua nama pembisnis yang ingin di diambil alih oleh Monalisa juga di sebutkan dalam perbincangan, hingga membuat Edward tersenyum tipis penuh kemenangan
"Simpan semua ini pak Hari, akan kita gunakan pada waktunya" ucap Edward
"Siap Tuan, Oh iya tuan tentang siapa yang mengunggah berita hoax tentang Nona Alena, saya juga sudah menemukannya"
"Benarkah, katakan semua yang pak Hari dapatkan, jangan terlewat satu pun" ucap Edward kini lebih serius lagi
Pak hari menceritakan semuanya dan pada akhirnya dalang dibalik semua itu adalah Dokter Aditama Raharja, Edward sempat terkejut namun teringat cerita Alena bagaimana dia sakit hati karena penolakan Alena, tentu saja itu semua masuk Akal
"Saya heran tuan, bagaimana dokter seprofesi dan bekerja bareng bisa berbuat Setega itu?" Ucap pak hari
"Tentu saja pak, Dokter Aditama sakit hati dan mungkin mendendam dengan Alena"
"Hah, bagaimana bisa tuan, memang apa yang sudah di lakukan Nona Alena?"
"Menolak Cintanya Dokter Aditama"
"Apa!, Maksudnya Dokter Aditama menyatakan cinta ke Nona Alena?"
"Hem, Begitulah"
"Oh, Jadi Cinta di tolak Dendam bertindak tuan?"
"Sepertinya begitu, istilah pak Hari Boleh juga, hahaha" ucap Edward sambil tertawa bareng dengan pak Hari
"Terus apa yang akan tuan Edward lakukan?"
(Apa kira-kira yang akan Edward lakukan ya?")
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE