
Kaisar segera mengajak Alena dan Delia untuk melanjutkan aktifitas belanjanya kembali, kali ini Kaisar lebih waspada dengan sekitar
Alena mengambil beberapa perlengkapan bayi yang sangat lucu untuk di jadikan hadiah buat Amaya, tak terasa belanjaan yang di beli Alena sudah sangat banyak dan membuat Delia menggelengkan kepala
"Al, kendalikan diri mu, kita ke Surabaya mau jenguk Amaya, bukan pindahan toko perlengkapan bayi" ucap Delia
"Hehe, iya kak, sorry, cukup deh ini, aku pengen makan es krim kak, kita ke tempat jualan es cream yok"
"Ayok, Kai ini barang-barang Alena taruh dalam mobil dulu gih, gak lucu kalau jalan sambil nenteng belanjaan segini banyak"
Kaisar yang di bantu dengan dua pengawalnya membawa belanjaan Alena masuk ke dalam mobil, Alena dan Delia sudah duduk menikmati Es cream sambil menunggu kedatangan kaisar
Sementara itu seseorang yang tadi berhasil mengambil gambar wajah Alena segera menemui seseorang
"Saya sudah berhasil mengambil gambarnya tuan"
"Bagus, ini bayaran mu"
"Terimakasih tuan, saya pergi dulu"
"Pergilah, foto ini sudah cukup untuk aku melakukan Ritual, tinggal mendapatkan sesuatu yang ada di tubuhnya" ucap laki-laki itu yang tak lain adalah suruhan dari Redrik pemilik Luxury Company
Seorang laki-laki yang sudah mendapatkan gambar terbaru dari Alena tersenyum puas dan segera pergi dari tempat itu
*
Kirana kini sedang berlatih berjalan dengan menggunakan high heels, pelatih profesional Mr. Flow yang tak lain adalah teman lama Arumi tersenyum puas melihat kecerdasan dan ketangkasan Kirana mempelajari semuanya dengan waktu yang sangat singkat
"Wow, rupanya anak buah mu ini memang bukan wanita sembarangan beb" ucap Mr. Flow
"Tentu saja, aku melihat bakatnya sejak awal dia bekerja disini, serasa melihat masa mudaku dulu beb" jawab Arumi
"Apa kau akan membiarkan gadis itu begitu saja, kalau aku mejadi dirimu, akan aku jadikan dia model top dan terkenal, aku rasa itu tidak akan sulit"
"Jangan kau kira aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku bahkan sudah merencanakan semuanya dengan matang" ucap Arini sambil tersenyum ke arah Kirana yang masih belajar berjalan sendiri
"Baguslah kalau begitu, aku siap membantu mu beb"
"Ok, aku akan membahas nya nanti dan ingat dia masih gadis yang sangat polos, tapi jangan salah, dia mempunyai keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh model yang lain, yaitu bisa menjaga dirinya sendiri lebih dari yang anda bayangkan Mr Flow"
"Oh ya, amazing, wanita yang istimewa rupanya"
"Tentu saja, dan aku nanti yang akan menjadi manajemen yang menaunginya" ucap Arumi sambil tersenyum penuh maksud ke Kirana
__ADS_1
Kini Kirana sudah semakin lihai dengan cara berjalannya dan tak perlu waktu lama Untuk menguasai semua pelajaran yang di dapat hari ini
Saat semuanya di rasa cukup, kini Kirana segera bersiap di bantu dengan pegawai yang lainnya
Semua peralatan dan barang barang yang akan di bawa waktu lomba sudah dimasukkan semuanya ke dalam mobil
Kini Kirana sudah berada di diatas catwalk dan degup jantungnya semakin kencang, Arumi memberikan semangat untuk Kirana agar mengurangi ketakutannya
Saatnya Kirana beraksi di atas panggung fashion show, banyak mata yang memandang tidak berkedip dan penasaran dengan model yang belum di kenal publik sama sekali, namun mampu menggoncangkan suasana malam ini dengan semua pesonanya yang terpancar luar biasa
Tiba saat di umumkan pemenang dalam perlombaan, Kirana mendapatkan juara 3 terfavorit di festival itu, sontak Arumi berhamburan memeluk dan memberikan selamat ke Kirana
Sungguh Kirana tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan juara, banyak orang yang langsung ingin mengkontrak Kirana untuk dijadikan model, hingga kemudian Arumi memberikan pengumuman bahwa sekarang dialah bos sekaligus manajer model Kirana
Masih tak percaya, dalam perjalanan di dalam mobil bersama dengan Arumi, Kirana tersenyum bahagia, dan pemandangan itu mengingatkan kisah dirinya yang dulu bahkan tidak punya cita-cita apapun, Kirana menoleh ke jendela mobil Sambil mengingat orang yang sangat disayanginya dan selama ini selalu memberikan semangat padanya yaitu Alena
"Terimakasih kak Alena, semua ini terjadi berkat dirimu" batin Kirana
*
Beberapa saat yang lalu
Alena memijit kakinya, seharian beraktivitas diluar membuat kakinya sedikit bengkak, Alena ragu akan menceritakan kejadian tadi siang waktu di mall, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membicarakan hal itu setelah dari Surabaya
"Apa aku terlalu tampan Bee?" Tanya Edward mengagetkan Alena
"Hehe, suamiku sangat tampan dan selalu tampan" ucap Alena
"Hem, pintar merayu rupanya sekarang"
"Aku ngomong kenyataan, bagiku suami ku laki-laki the best, tiada duanya" ucap Arini sambil mengacungkan kedua jempolnya
"Bagaimana dengan Alex?"
"Hah, oh ayolah honey, Kak alex kakak kandung ku, tentu saja penilainya berbeda"
"Hahaha, kau selalu tidak bisa memilih antara aku dengannya ya"
"Karena kalian bukan untuk dipilih, kalian orang-orang yang sangat aku cintai honey"
"Aku tau Bee, masih sakit kakinya?"
"Enggak, sudah lumayan"
__ADS_1
Edward langsung menghampiri Alena yang sedang duduk santai di atas tempat tidur, perlahan Edward memijat kaki istrinya dengan lembut
Pijatan itu berubah menjadi sesuatu yang aneh bagi Alena saat suaminya mulai menaikkan tangannya hingga ke pangkal pa*ha dan membelai sesuatu di sana dengan lembut
Edward tersenyum melihat Alena mulai mendesis, tangannya semakin intens di bagian bawah istrinya sementara tangan yang satunya mulai membuka satu persatu baju yang menempel di tubuh Alena, kini aktifitasnya berganti mengelus perut besar milik istrinya dan menciuminya, perlahan ciuman itu berlabuh di kedua bukit kembar yang sangat berisi dan Edward makin menyukainya
Alena menikmati setiap sentuhan itu, kini dirinya sudah begitu polos, semua sentuhan suaminya membuat gejolak has*rat yang tak terbendung, tubuh Alena mulai menegang, perut besarnya mengharuskan Alena tidak bisa banyak menggerakkan badannya dan hanya menerima setiap sentuhan yang ada
Edward melihat tubuh istrinya yang sangat sek*si baginya, tubuh sebening porselen yang kini semakin berisi seiring dengan kehamilannya yang semakin besar itu kini membuat jantungnya semakin berdetak dengan kencang
Di bukanya kaki istrinya perlahan, sesuatu yang menegang sudah siap di masukkan untuk mendapatkan kenikmatan, perlahan pusaka tegak menantang sudah di masukkan dan Edward selalu merasa milik istrinya legit dan mengigit
Di remasnya tangan Alena dengan tangannya, perlahan irama dorongan penyatuan mulai di hentakkan, tubuh Alena terdorong berulang-ulang
"Pelan honey, jangan terlalu kuat" ucap Alena
Edward tersadar dan mengurangi dorongannya, dirinya sejenak lupa kalau istrinya sudah hampir melahirkan, dan sesuatu yang kuat saat menyentuh mulut rahimnya bisa berbahaya untuk kehamilannya
"Ssh, sorry Bee, mereka baik-baik saja?"
Alena mengangguk dan tersenyum, kini aktifitas sore itu berlanjut kembali, Alena merubah posisi dengan nung**g di depan suaminya, Edward tersenyum sambil mengelus ****** istrinya, perlahan sang pusaka masuk kemudian bergerak aktif di sana
"Faster honey, aku hampir"
"Aman Bee?"
"Iya, Ooh!"
Edward mempercepat gerakannya, tubuh istrinya mulai menegang , terasa remasan di pusakanya, tangan Edward menahan tubuh istrinya dari lonjakan dorongan tubuhnya hingga akhirnya mereka berteriak bersama dan terlempar dalam lembah kenikmatan yang tak terkira
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE