Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 195


__ADS_3

kali ini Kaisar dan Kirana sudah tidak bisa menahan senyumnya, bahkan mereka sempat tertawa lirih sejenak


"Baiklah Ed, apa aku dan Alena bisa meninggalkan kalian?" Tanya Kaisar


"Hem, makasih Kai, Kiran, kalian beristirahat lah"


Keduanya segera pergi meninggalkan kamar pribadi Edward dan Alena


*


Sementara itu di sebuah ruangan yang penuh sesak dengan bau yang menyengat, dua orang laki-laki terkejut dan mengumpat dengan kegagalan ritualnya


Sang guru spiritual memegangi dadanya yang terasa nyeri saat ilmu hitam yang dikirimnya tadi sempat berbalik arah dan hampir mengenainya sendiri, beruntung hal itu segera berhenti, kalau tidak, mungkin kini dia akan terluka cukup Parah


Ditambah lagi sekarang tel*uh yang dikirimkan semakin susah masuk ke dalam tubuh Alena, yang sepertinya mempunyai perisai dan sulit untuk di tembus


"Sialan, apa yang terjadi, siapa orang yang hampir berhasil membalikkan tel*uhku?!" Ucap guru spiritual Redrik


"Bajin*gan, ada apa lagi Ki?, Kenapa hal ini bisa terjadi?" Tanya Redrik marah dan kecewa


"Aku juga terkejut, baru kali ini ada orang yang kuat menahan serangan ku dan bahkan mampu membalikkan tel*uh yang aku kirimkan, siapa sebenarnya wanita ini?" Ucap Sang guru makin terheran dan penasaran dengan Alena


"Aku tidak tau Ki, seingat ku mereka hanya musuh Bisnisku seperti yang lain, aku tidak menduga mereka bisa menghindar bahkan menangkal hal-hal yang berbau sihir dan klenik seperti ini" jawab Redrik khawatir


"Sepertinya wanita ini bukan orang sembarangan, bahkan aku curiga dia dan orang-orang terdekatnya juga bukan manusia polos yang tidak tau apa-apa tentang hal mistis seperti ini"


"Benarkah, lalu apa yang akan kita lakukan Ki, aku tidak ingin rencana kali ini akan gagal, mereka tidak bisa aku habisi dengan penyerangan fisik, ada pengawal dan orang-orang kuat yang menjaga dan melindungi mereka, Ahh!, Bang*sat!, kenapa mereka merepotkan sekali!"


"Tenanglah dulu, untuk malam ini kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ini sudah jam 4 pagi, kita akan menyiapkan besok malam yang lebih dahsyat lagi, mungkin nanti aku akan membutuhkan darah manusia untuk melakukannya"


"Apa!, Maksudnya?" Ucap Redrik terkejut


"Ritual kita akan sangat kuat dan dahsyat kalau kau menggunakan darah manusia untuk sesembahan, bukan darah binatang lagi, kau paham maksud ku?"


"Oh, jadi seperti itu, lalu berapa banyak yang di butuhkan?" Tanya Redrik


"Hanya sedikit, namun manusia itu harus berada disini juga mengikuti ritual yang akan kita lakukan, tugasmu kali ini mencari orang yang mau membantumu, apa kau sanggup?"


Redrik berpikir sejenak sambil mengerutkan alisnya, dan detik berikutnya dia tersenyum iblis sambil mengangguk menyanggupi permintaan sang guru spiritualnya


"Aku sudah menemukan orangnya Ki, aku yakin dia mau membantuku dengan senang hati" ucap Redrik

__ADS_1


"Bagus, segera cari orang itu, persiapkan dirinya dan pastikan malam nanti ada bersama kita disini"


"Baik Ki, jangan khawatir, aku jamin orang itu pasti ada disini bersama kita nanti malam" jawab Redrik


*


Saat subuh datang, Edward mencoba meninggalkan Alena yang masih tidur nyenyak dengan perlahan, dirinya berjalan pelan menjauh dari Alena dan menunggu sejenak takut kalau ada reaksi panas ditubuh istrinya lagi, Edward bernafas lega saat tidak terjadi apapun ketika melepaskan istrinya


Sesaat kemudian Edward segera masuk ke dalam kamar mandi sengaja tanpa menutup pintunya, dia khawatir terjadi sesuatu lagi dengan istrinya, setelah membersihkan diri, Edward segera mendekat ke arah Alena dan seperti biasa menciumi wajah istrinya untuk membangunkannya


Perlahan Alena menggeliat dan terbangun, terlihat matanya sembab karena terganggu tidurnya tadi malam, Edward mengusap lembut perut istrinya dan menyapa ketiga anaknya yang berada di dalam sana


"Selamat pagi, kalian sudah bangun?, Yok ajak mommy kamu sholat berjamaah dengan Daddy" ucap Edward mendekatkan bibirnya ke perut Alena saat berbicara


Alena tersenyum dan mengusap lembut rambut suaminya


"Aku siap Honey, mereka juga sudah mulai bangun, sedang menendang mu rupanya, hehe" ucap Alena


"Oh ya, mereka ingin bertarung dengan Dady nya?" Tanya Edward


"Bukan, mereka ingin ikut sholat bareng Daddy nya" sahut Alena


"Baguslah, anak-anak yang Soleh kalian ya?" Ucap Edward


Sesaat kemudian keduanya sudah melakukan sholat subuh bersama, lantunan dzikir, doa dan bacaan kitab suci sudah terdengar indah dan menentramkan hati yang mendengarkan, sesaat mbok Asih yang menyuguhkan roti dan minuman hangat terdiam sejenak di depan pintu saat mendengar suara lantunan ayat ayat suci dari kedua majikannya


Setelah doa selesai di bacakan, mbok Asih mengetuk pintu dan masuk ke dalam, Alena tersenyum ke arah mbok Asih begitu pula sebaliknya, Edward mengucapkan terimakasih seperti biasanya


Saat tangan kanan mengambil cangkir berisi teh hangat, Alena baru menyadari ada balutan luka di tangan kanan Suaminya


"Tunggu Honey, apa ini, kau terluka?" Ucap Alena terkejut


Edward segera menenangkan istrinya sambil tersenyum


"Bukan, aku hanya mengeluarkan racun dalam tubuhku" jawab Edward


"Apa!, Racun?, Racun apa maksud nya, honey, ceritakan ada apa?" Tanya Alena sambil menatap lekat kedua mata suaminya


"Tenanglah, sini, duduklah di pangkuan ku, akan aku ceritakan semuanya, janji tidak boleh marah atau emosi yang berlebihan, oke Bee?"


Alena kini sudah duduk di pangkuan suaminya, Edward bukannya langsung bercerita malah bermain-main di wajah istrinya hingga membuat Alena kesal

__ADS_1


"Ish, ayo Honey, ceritakan sekarang, nanti saja cium nya!" Ucap Alena sambil menahan wajah suaminya


Edward terkekeh sebentar, kemudian menceritakan bahwa Arini sempat datang ke rumah setelah keberangkatannya, berniat menjebak dengan memberinya obat perangsang di dalam minuman yang di buatnya malam itu, Edward berhasil mengeluarkan racunnya dengan menggores lengannya


Alena sangat terkejut dan tak percaya bahwa orang yang selama ini sudah dia tolong tega berbuat nekad seperti itu


"Ya Alloh honey, kenapa Arini bisa berubah mengerikan seperti itu, keterlaluan!" Ucap Alena


"Hem, beruntung aku masih bisa mengendalikan diriku untuk tidak membunuh nya karena ada Ambar yang aku pikirkan, Bee"


"Iya Honey, aku kasian sama Ambar, Arini sangat menyukaimu rupanya, dan obsesinya untuk memilikimu membuatnya menjadi gila" ucap Alena


"Iya Bee, Kiran dan Bik Asih juga melihat kejadian itu, saat itu juga aku mengusir Arini dari rumah ini"


"Maaf Honey, saat kau membutuhkan ku, aku tidak ada di sampingmu, hingga Arini berani melakukan itu padamu" ucap Alena sambil memeluk suaminya


"Tenang saja Bee, kalau kita saling percaya dan menjaga hati kita untuk kekuatan ikatan kita, insyaallah tidak akan ada yang bisa memisahkan kita my love" ucap Edward sambil tersenyum dan mengusap lembut punggung Alena


sesaat kemudian mereka saling menautkan bibir, melu*mat lembut dan saling menjelajah ke dalam mulut dengan lembut dan hangat


"Kau menginginkan ku Bee?" Tanya Edward menggoda


"Tentu saja tidak honey, ini hampir jam sarapan pagi, apa kau ingin terlambat ke perusahaan Hem?" Jawab Alena tersenyum dan menahan Has*ratnya


"Apa kau baik-baik saja Bee, kalau tubuhmu masih merasakan sesuatu yang buruk seperti semalam, aku akan menemanimu dirumah saja, bagaimana?"


"Aku tidak apa-apa Honey, dan aku yakin, kalau kau dirumah, yang ada bukan hanya menemani, tapi menguras tenagaku karena harus melayani has*rat mu"


Edward terkekeh sambil membelai rambut istrinya yang masih duduk di pangkuannya, di dikecupnya lembut kening dan perut Alena sebelum kemudian bersiap untuk pergi ke perusahaan


Bersambung


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2