
Dan di saat itu
Duar !
Suara ledakan dahsyat terjadi di mansion jordi
Prang !
Semua kaca yang ada di mansion Jordi meledak pecah berhamburan
Sebuah bayangan bagai kilatan petir menyambar tubuh Alena
Alena memejamkan mata saat tersambar sebuah bayangan yang secepat kilat, sesaat kemudian Alena membuka matanya dan sangat terkejut mendapati siapa laki-laki yang tengah memeluknya
"Kak Alex"
Ucap Alena pelan seakan tidak percaya
"Alex"
ucap Edward lirih, dan masih terpaku di tempatnya
Sementara itu Amelia sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja dialaminya dan segera berlari mengambil kain yang berserakan untuk menutupi tubuhnya
"Apa kau baik-baik saja Al" tanya Alex sambil mencium kening Alena
"Iya kak, aku baik" ucap Alena sambil mengeratkan pelukannya
Alex tersenyum dan meletakkan tubuh Alena di sebuah sofa yang masih utuh, kemudian membalikkan badannya
Jordi yang sangat ketakutan melihat kejadian diluar nalar normal manusia, segera berniat melarikan diri, namun tiba-tiba badannya terhempas dengan keras hingga membentur tembok
Alex hanya menatap Jordi tanpa menggerakkan tangannya, menatap dalam kearah Jordi dan membuatnya melayang ke udara
"Berani sekali kau menyakiti adikku manusia lakn@t!" ucap Alex
"Aku tidak bermaksud menyakiti adikmu, aku hanya ingin memberi pelajaran kepada Edward" ucap Jordi menjelaskan dengan wajah ketakutan
"Jangan kau kira aku tidak tau apa yang sudah kau lakukan, brengs#k!" ucap Alex
Detik berikutnya Alex menatap dengan mengerikan ke arah Jordi, hingga kemudian Jordi berteriak seperti orang kesakitan
"Ampun, akh!, Ampun, tolong, ini menyakitkan, aku tidak kuat lagi, Akh!"
Teriak Jordi yang kemudian keluar darah dari telinga dan hidungnya, hingga akhirnya Jordi hanya bisa diam, lumpuh total, hanya mata dan mulutnya yang masih bisa dia gunakan
Semua orang yang menyaksikan hal ini sungguh sangat terkejut dan ngeri, bahkan Alena memejamkan matanya tidak kuat melihat Jordi yang teriak kesakitan, Pak hari sampai melongo dan menelan ludah kasar, tak percaya dengan adegan mengerikan yang dia lihat, sementara Edward hanya menarik nafas panjang, lain halnya dengan Amelia yang langsung shok dan tak sadarkan diri
"Kak Alex, sudah, aku tidak apa-apa"
__ADS_1
ucap Alena berusaha menenangkan hati kakaknya sebelum terjadi hal yang lebih mengerikan lagi
Alex segera menoleh ke arah Alena dan melangkah ke arah Alena kemudian menggendongnya
"Kita pulang Al, aku tidak bisa melihatmu dalam bahaya seperti ini lagi" ucap Alex
"Kak, jangan, aku tidak ingin pulang dalam keadaan seperti ini, jangan membuat orang tua kita cemas kak"
"Lalu, apa mau mu sekarang, aku tidak bisa melihatmu terluka Al, kakak bisa membunuh orang kalau sampai itu terjadi" ucap Alex
"Maaf, bagaimana kalau kita ke apartemen tuan Edward dulu, saya rasa disana tempat paling aman" ucap pak Hari menyela
"Siapa kau ,berani ikut campur urusan kami" jawab Alex
"Dia orang kepercayaan ku" sahut Edward
Alex menatap tajam ke arah Edward
"Baik kita ke apartemen mu" ucap Alex sambil menggendong Alena
"Pak hari, suruh orang mu untuk membawa Amelia ke rumah sakit" ucap Edward
Sampai di area parkir Apartemen Edward, Alex langsung menggendong Alena lagi menuju ke Apartemen Edward, semua mata menatap aneh ke Alex yang sedang menggendong Alena, banyak yang mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih
Sampai di sebuah kamar, Alex merebahkan Alena dengan pelan, diusapnya wajah Alena dengan lembut, "apa yang mereka lakukan padamu Al, apa ini sakit?" tanya Alex dengan suara pelan
"Sudahlah kak, aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil" ucap Alena sambil memegangi tangan Alex
"Jangan kasih tau apapun soal ini ke mereka kak, Al mohon?"
"Baiklah, apa tidak sebaiknya kita panggil dokter atau siapapun yang bisa merawat lukamu di tempat ini?"
"Bagaimana kalau aku panggil Delia dan Amaya untuk segera kesini?" Sahut Edward di depan pintu kamar
"Iya, aku minta tolong hubungi mereka Ed, aku rasa mereka sudah pulang" ucap Alena
Edward segera menghubungi Delia, dan benar saja Delia dan Amaya sudah berada di Apartemen yang terletak di bawah bangunan Apartemen Edward
*
Delia dan Amaya baru saja masuk ke Apartemen dan segera mandi setelah itu mereka duduk di sofa ruang tengah
"Kak Del, Alena kemana sih, masak iya lagi seneng-seneng sama pak Edward lupa sama kita" ucap Amaya
"Aku juga bingung, Alena gak seperti itu deh, aku hubungi bolak balik juga gak diangkat"
"Iya kak, pesanku juga gak di lihat sama sekali, kok perasan jadi gak enak gini ya kak"
Tiba-tiba terdengar panggilan masih dari handphone Delia, melihat disana ada nomer Edward dengan cepat Delia mengangkatnya
__ADS_1
"Halo, pak Edward" Delia
"Halo, Delia aku minta tolong, bawakan baju Alena dan peralatan medis ke Apartemenku, Alena terluka dan sekarang bersamaku"
"Apa ! Apa yang terjadi pak ?" tanya Delia panik
Tut Tut
Sambungan telepon diputus oleh Edward
"Ada apa kak Del, siapa itu?!" Amaya makin ikut panik
Sementara Delia langsung meloncat lari sambil berteriak
"Alena terluka, ada di Apartemen Pak Edward, siapkan alat medis yang diperlukan untuk merawat luka Am, aku akan menyiapkan baju Alena, kita kesana sekarang!"
"Ya Alloh kak, apa yang terjadi sama Alena, hik, hik" Amaya berlari membereskan alat-alat kesehatan sambil menangis panik
*
Edward segera masuk ke kamar menemui Alex dan Alena
"Sebentar lagi mereka akan kesini" ucap Edward
"Hem, makasih Ed" ucap Alena
"Katakan, apa ini semua terjadi karena ulahmu Ed?" tanya Alex dingin dengan sorot mata tajamnya
"Ini hanya kesalah pahaman, urusan pria gila itu sebenarnya denganku, tapi dia memanfaatkan Alena untuk membalasku" ucap Edward
"Kurang ajar, jadi ini semua karena urusanmu, Alena hampir kehilangan nyawanya brengs#k!" jawab Alex yang sudah termakan emosi
Alex langsung menyerang Edward dengan tenaga dalamnya, kekuatan tenaga dalam Edward untuk menangkis serangan itu tidak cukup kuat hingga tubuhnya terpental menghantam tembok, tidak hanya itu, kini tangan Alex sudah mencekik leher Edward, sekuat apapun Edward melawan akan percuma, kekuatan Alex bukanlah tandingannya
Suasana semakin tegang, kedatangan Delia dan Amaya beserta pak Hari tidak dihiraukan, Delia dan Amaya menjerit histeris, Pak Hari berlari ingin menolong Edward namun terpental dengan kibasan tangan Alex
"Tuan Alex, tolong jangan melukai tuan Edward, ampuni kami tuan!" Teriak Pak Hari
"Jangan ikut campur urusanku!" Bentak Alex
Alena yang mendengar kegaduhan semakin menjadi, langsung berlari keluar dan memeluk Alex dari belakang, melihat hal itu mata Delia dan Amaya langsung melotot tak percaya
"Kak, tolong lepaskan Edward, aku mohon" ucap Alena lirih
"Dulu dia menyakiti istriku dan sekarang kamu, jangan harap aku melepaskan mu bajing@n!" ucap Alex
Tangan Alex melepaskan cengkraman di leher Edward dan bersiap menghantam dada Edward dengan kekuatannya
"Sialan, kenapa keadaannya makin runyam gini, Edward bisa mati ditangan kak Alex, aku harus melakukan sesuatu" batin Alena dan dengan cepat berpindah merapatkan tubuhnya tepat di dada Edward
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih, jangan lupa jejak dukunganya (like komen, vote dll)