Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 146


__ADS_3

Sudah 5 hari sejak hilangnya Alena, semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing untuk berusaha menemukan keberadaan Alena, terutama Edward yang hampir beberapa ini susah sekali untuk tidur dengan nyenyak, Alex khawatir melihat keadaan Edward, bagaimanapun nantinya dia perlu menyiapkan tenaga untuk membantu menyerang klan hitam saat Alena di temukan keberadaannya


"Ed, aku ingin bicara" ucap Alex


Edward masih terdiam saat Alex duduk disampingnya


"Ada apa?" Tanya Edward


"Aku tau kamu sangat mencintai Adikku, dan bagaimana kau sangat merasa cemas saat ini aku juga memahaminya, tapi kamu juga harus bisa mengendalikan dirimu, cobalah untuk beristirahat dengan baik"


"Aku sudah mencoba Lex, tapi aku tidak bisa, saat memejamkan mata, bayangan Alena memenuhi isi kepalaku, aku tidak bisa istirahat dengan tenang sementara aku sendiri tidak tau apa yang terjadi dengan istriku"


"Aku tau, tapi ingat, saat kita menemukan keberadaannya, kekuatanmu sangat di butuhkan untuk merebut kembali Alena, jadi gunakan semua waktu sebaik-baiknya"


"Aku mengerti, Ucap Edward"


Sementara itu Pak hari terus menggunakan kecanggihan alatnya untuk melacak keberadaan Alena, semua cara dipikirkan dan di coba, namun masih belum menemukan hasilnya


"Bagaimana Pak Hari, apa sudah ada petunjuk?" Tanya Edward


"Masih belum tuan, sepertinya ini sangat sulit, saya akan terus mencoba"


"Hem, aku berharap tak lama lagi kita segera mengetahui keberadaan Alena pak, aku sangat khawatir dengannya"


"Iya tuan, ini sedang saya usahakan"


Tiba-tiba saja terdengar bunyi dari alat yang di perbaiki oleh pak hari, hingga membuat Edward terperanjat dan langsung mendekat


"Bagus, sepertinya kita akan segera menemukannya tuan, bersabarlah sedikit lagi" ucap pak Hari


"Benarkah pak hari?"


"Iya tuan Alat pelacak ini mulai bereaksi, itu berati sebentar lagi kita akan segera menemukan titik koordinat nya"


"Lakukan yang terbaik pak Hari, aku sangat mengharapkan usahamu segera menunjukkan hasilnya"


"Siap tuan"


Edward selalu mengecek kembali semua kabar orang-orang kepercayaan apa sudah menemukan petunjuk disela-sela kesibukannya, latihan fisik juga dia lakukan untuk menambah kekuatan bela dirinya, begitu juga dengan yang lain, Alfaro dan pamannya juga masih setia mendampingi Edward dirumahnya, latihan pun setiap hari dilakukan oleh keduanya


Edoardo selalu mengingatkan dan memberikan dukungan kepada Edward untuk bersabar, begitu juga dengan Abraham yang sering datang ke Rumah Edward hanya sekedar untuk menjenguk menantunya dan memberikan dukungan


"Bersabarlah Edward, Alena wanita yang kuat, dia anak perempuan ku yang dangat spesial, tidak ada yang bisa menyakitinya" ucap Abraham


"Iya dad, aku tau"


Kyai Rahmat melakukan meditasi untuk menguatkan ikatan mata batin dengan cucunya Alena, dia merasa lega karena merasakan keadaan Alena baik-baik saja, tidak hanya itu, Alex juga melakukan meditasi untuk memastikan tetap bisa merasakan detak jantung adik dan keponakanya


"Bagaimana Lex, apa adikmu baik-baik saja?" Tanya Jasmine


"Tenanglah Mom, Alena baik-baik saja"


"Alhamdulillah, aku sangat cemas memikirkan Alena"

__ADS_1


"Mom, tenangkan pikiran ya, jangan terlalu stres, ingat, Alena tidak akan suka melihat mommy menyakiti diri sendiri lo" ucap Reyna


"Iya Rey, mommy tau" jawab Jasmine


Jasmine dan Reyna saling menguatkan dan berdoa panjang di tiap sholat malamnya, memohon keselamatan untuk Alena


Sementara itu Raka sudah mulai membaik, tulangnya yang patah sudah mulai tersambung, luka memar di sekujur tubuhnya perlahan mulai memudar, namun perawatan intensif harus tetap dilakukan dirumah sakit


"Alhamdulillah Ka, kamu sudah lebih baik sekarang ya?" Ucap Delia


"Iya Alhamdulillah, bagaimana kabar tentang Alena, apa mereka sudah berhasil menemukannya?" Tanya Raka


"Masih belum, tapi kekuatan kakek dan kakaknya Alex mempu mengetahui kalau Alena baik-baik saja dimana pun sekarang dia berada"


"Iya, syukurlah, makasih ya Del, sudah ikut merawatku, kamu gak balik lagi ke Surabaya?"


"Rencana aku akan menetap di Jakarta dan mencari pekerjaan disini, yang penting dekat rumah orang tua"


"Kamu berencana tinggal sendiri, gak dirumah orang tua kamu saja?"


"Nggak Ka, tau sendiri gimana orang tua ku, bisa tambah stres aku tinggal bareng sama mereka"


"Oh, ya sudahlah, dimana pun yang penting aman dan nyaman Del"


"Iya, itu maksudku"


Tak berapa lama kemudian datanglah Anggel dengan membawakan bekal untuk Raka, Delia tersenyum dan menggeser duduknya berganti dengan Anggel


"Ini aku bawakan makanan kesukaanmu sayang" ucap Anggel


"Iya aku bantu, kamu mau yang mana?"


"Anggur"


Kini dengan telaten Anggel menyuapi Raka, sedangkan Delia tersenyum melihat bagaimana Raka punya sisi manja saat di layani oleh kekasihnya, dalam hati Delia berdoa semoga dia akan mendapatkan jodoh seperti mereka, saling menyayangi dan menghargai


Ratu sudah keluar dari Rumah Sakit, namun rasa Traumanya masih sangat mempengaruhi alam bawah sadarnya, sehingga masih perlu terapi ke psikolog untuk mengatasinya


"Bagaimana keadaanmu Ratu?" Tanya Daniel


"Alhamdulillah aku semakin baik, cuma kadang aku masih bermimpi buruk, entahlah"


"Sabar, kamu perlu mengatasi rasa trauma mu"


"Iya Niel, apa kamu mendengar kabar tentang Alena?


"Semua masih berusaha mencarinya, aku yakin sebentar lagi akan segera di temukan"


"Ya Tuhan, semoga dia baik-baik saja, apalagi dia sedang mengandung Niel, aku sangat khawatir sekali"


"Iya, aku juga, semoga tidak terjadi hal buruk dengannya"


"Sebaiknya kamu tinggal dulu di apartemen ku, ikuti juga kelas psikologis mu, biar masalahmu segera teratasi"

__ADS_1


Ucap Daniel


"Baiklah"


Daniel fokus mengurusi segala kesibukan di perusahaan Edward, dia sangat tau kini Edward tidak bisa sepenuhnya konsentrasi mengurus perusahaan nya, beruntung Daniel sangat mengetahui hal ini, hingga musuh-musuh perusahaan lain tidak bisa menggunakan kesempatan ini untuk berbuat macam-macam dengan perusahaan Eagle Company


*


Ditempat lain, disebuah meja yang luas ada beberapa orang kepercayaan klan Hitam sedang melakukan pembicaraan serius, tentu saja Kaisar juga ada di dalamnya


"Saya punya sebuah pemikiran Master, bagaimana kalau wanita ini kita ikat disini dengan sebuah pernikahan, aku rasa itu akan sangat menguntungkan"


DEG


Jantung Kaisar seakan ikut terhenti saat mendengar ide gila yang terlontar dari salah satu anggota klan hitam


"Maksudmu?" Tanya Sang Master


"Wanita ini sangat istimewa, saya tidak bisa membayangkan setelah dia melahirkan anaknya, dia akan segera mengandung lagi anak dari keturunan Klan Hitam, saya yakin akan menghasilkan keturunan murni yang sangat kuat"


"Hem, kenapa aku tidak terpikirkan hal ini, baiklah aku setujui saran mu, dua hari lagi aku akan menikahinya wanita ini dengan anakku, Kenan"


"Bagaimana Kenan, apa kau setuju?"


"Tentu saja Ayah, Aku sangat menantikan hal ini"


Kaisar benar-benar mengutuk perbuatan master dan kelompoknya yang tega melakukan pernikahan hanya untuk kepentingan klan saja, tanpa memperdulikan perasaan Alena, namun Kaisar juga tidak bisa berbuat apa-apa


"Kaisar, siapkan wanita itu untuk menikah dua hari lagi dengan Kenan, beritahukan kabar ini dan jaga dia jangan sampai nekad berbuat sesuatu dan melarikan diri"


"Baik Master" ucap Kaisar tanpa membantah


Kemudian perbincangan penting itu segera di bubarkan, saat berjalan pulang Kaisar sangat bingung dan khawatir, rasa tidak terima saat harus memaksa Alena menuruti ide gila para tetua Klan nya membuatnya gelisah, hingga sampai di kediamannya, Kaisar diam mematung melihat kedekatan Alena dan Kirana yang saling berkejaran di luar rumah dengan tangan yang sudah penuh tepung dan siap saling lempar


Sungguh pemandangan yang membuat Kaisar tersentak dan semakin tidak tega untuk menyakiti Alena, tanpa terasa air mata kaisar menetes melihat bagaimana Adiknya tertawa lepas saat bersama dengan Alena, sudah beberapa tahun Kaisar tidak pernah melihat senyuman itu, sejak kedua orang tuanya meninggal dengan tragis


Kaisar juga sangat yakin Kirana akan sedih dan menderita saat dia harus melihat Penderitaan yang akan dialami Alena, Hingga akhirnya Kaisar memutuskan sesuatu yang sangat berbahaya


"Aku lebih baik mati melihat kebahagiaan kalian, dari pada harus hidup menanggung penderitaan yang kalian rasakan" ucap Kaisar lirih dan kemudian masuk ke dalam rumahnya


PERHATIAN


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2