
Ketiga dokter wanita sudah sampai di tempat kerjanya kembali, Alena merasa tenang setelah berhasil menenangkan Delia dan Ratu yang dari tadi termakan emosi karena tingkah suaminya, akhirnya ketiganya melanjutkan aktifitas kerjanya kembali seperti biasanya
Sedangkan di perusahaan Edward sudah mulai serius mengadakan rapat antara tim Eagle Company dan perusahaan cabang Hodmer Company yang ada di Indonesia, tentu saja kini Natasya dan Janeta juga terlibat disana, setelah kurang lebih tiga jam akhirnya semuanya selesai
"Alhamdulillah, kita sudah selesai, sebaiknya kita segera bersiap untuk segera pulang, sudah hampir malam" ucap Edward
"Iya, syukurlah, hari ini lumayan menguras energi" ucap Janeta
Natasya dan Janeta segera pamit untuk pulang diikuti oleh semua tim dari perusahaan mereka, setelah kepergian mereka Daniel dan Edward juga segera membereskan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang
Dalam perjalanan Janeta terdiam sambil memikirkan sesuatu, dia tertegun melihat keharmonisan Kaisar dan istrinya, rasa di hatinya sakit saat melihat bagaimana Kaisar menatap istrinya dengan penuh cinta, dia tau sepertinya tidak ada harapan lagi untuk lebih dekat dengan Laki-laki yang membuat hatinya selalu bergetar saat bertemu
Tiba-tiba saja terdengar notifikasi pesan masuk dari handphone Janeta yang ternyata dari Nickel yang memberitahukan sedikit informasi tentang anak-anak Alena, Nickel juga mengingatkan akan tugas yang diberikannya, Janeta menghela nafas panjang dan tidak membalas pesan dari Nickel
Pesan dari siapa Janet, kok gak di balas?" Tanya Natasya
"Seseorang, tidak penting, aku capek Nat, aku balas nanti saja"
"Oh, ya sudah, kerja hari ini cukup melelahkan ya, tapi aku bahagia ada Daniel di sana, jadi betah"
"Sebaiknya jangan memupuk perasaanmu dengan sesuatu yang tidak mungkin kita dapatkan Nat, tidak akan baik hasil akhirnya"
Natasya terdiam dan memikirkan kata-kata Janeta yang memang benar adanya
"Kamu sendiri, aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari perlakuan mu terhadap Kaisar"
"Aku sama juga denganmu, kaisar mampu membuat hatiku bergetar, tapi sayang, dia laki-laki yang sudah beristri, entahlah Nat, kenapa nasip kita seperti ini, menyukai seseorang di saat yang tidak tepat" ucap Janeta
Keduanya terdiam sampai akhirnya sampai juga di Apartemen dan segera turun dari mobil masuk ke Apartemennya
*
Kaisar sudah sampai di rumah, hatinya merasa tidak nyaman dengan kejadian tadi siang, perlahan Kaisar masuk rumah dengan mengucap salam, persis seperti dugaannya, Ratu menjawab salam suaminya dengan ekspresi wajah biasa saja, tidak seperti biasanya dia selalu menyambut kepulangan Kaisar, kali ini dia lebih cuek sambil menggendong Putri kecilnya
Kaisar memaklumi apa yang dilakukan Ratu, dia mendekat dan menahan gerakan Ratu yang akan pergi menghindar
"Apa sih yang, minggir, aku mau ke belakang" ucap Ratu
"Cium sebentar, sini!" Kata Kaisar langsung menarik istrinya yang sedang menggendong Queen
Cup
Ratu tidak bisa menolak, hingga akhirnya Kaisar mendaratkan ciuman di bibirnya kemudian ke pipi cuby anak perempuannya yang menggemaskan
"Makasih yang, aku mandi dulu" ucap Kaisar langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri
Ratu segera memberikan Queen ke pengasuhnya dan seperti biasa memasak di dapur untuk menyiapkan makan malamnya nanti walaupun hatinya masih dongkol, tiba-tiba saja dirinya di kejutkan dengan tangan suaminya yang sudah melingkar di pinggang
"Astagfirullah, ngagetin aja yang, lepas, ganggu aku masak ni!" Ucap Ratu
"Sepertinya ada yang masih marah" ucap Kaisar
__ADS_1
"Dan sepertinya ada yang lagi merayu biar gak kena marah" jawab Ratu ketus
"Beneran masih marah ni?" Tanya Kaisar lagi
"Iya, Kamu itu_"
Kaisar langsung membalikkan badan istrinya dengan cepat kemudian menyambar bibirnya, di lum*atnya bibir Ratu hingga beberapa lama, Ratu sempat memberontak namun ciuman panas suaminya terlalu sulit untuk di lepaskan, hingga akhirnya dia tidak bisa menolak, perlahan Kaisar melepaskan ciumannya
"Masih marah?" Tanya kaisar sambil mengusap lembut bibir istrinya
"Kau ini, mana bisa aku marah kalau mulutku kamu bungkam sama ciuman kamu" ucap Ratu sambil manyun
"Mangkanya di sudahi saja marahnya, gak ada untungnya juga kan?"
"Ya habis kamu menyebalkan, mau-maunya makan pakek di ambilin sana perempuan lain, coba tadi gak ada aku disana"
"Iya sorry, aku salah, maaf ya, gak akan diulangi lagi"
"Coba saja diulangi, aku bakalan keluar dari rumah sama queen, biar kamu kapok!" Ucap Ratu kesal
"Hus, gak boleh bicara ngawur" ucap Kaisar langsung memeluk istrinya lagi sambil menciumi rambutnya "enak bau rambut kamu yang, seger, jadi pengen nih, ke kamar sekarang yok" ucap Kaisar
"Ngawur, ini masakan gimana, bisa gosong semua!" Ucap Ratu
Kaisar tertawa melihat ekspresi wajah istrinya yang rupanya masih kesal tapi membuat dirinya makin geregetan hingga membuat dirinya mengigit pipi Ratu sekejap kemudian pergi
"Auw, sakit yang! Main gigit sembarangan!" Teriak Ratu
Ratu memegangi pipinya yang masih terasa sakit, namun hatinya menghangat hingga bibirnya tak terasa mengeluarkan senyuman, dia merasa jengkel bercampur senang dengan perlakuan mesra suaminya, tentu saja kemarahannya hilang seketika
*
Di tempat lain, Daniel sedang mencari cara bagaimana meluluhkan hati istrinya yang masih kelihatan sangat marah padanya, bahkan mereka sekarang duduk menonton televisi tanpa saling bicara satu katapun
"Ehem, honey geser dikit" ucap Daniel dan diikuti gerakan tubuh istrinya yang menggeser tubuhnya dan masih terdiam
"Remote nya honey, aku pengen ganti channel" ucap Daniel lagi dan Delia segera memberikan remote nya tanpa bersuara
Rupanya keusilan Daniel berlanjut dengan mengganti-ganti channel TV berulang kali hingga akhirnya membuat Delia jengkel dan berteriak
"Daniel Rendra Wirakusuma!!"
"Hadir!!" Jawab Daniel sambil tersenyum
Daniel terkejut saat Delia berteriak memanggil nama lengkapnya, dia jadi teringat dengan dirinya saat melakukan keisengan di sekolah
"Gak bisa ya, nonton TV dengan tenang, tangan kamu itu gak usah usil Gonta ganti channel, buat orang pusing!" Omel Delia yang akhirnya keluar setelah di tunggu beberapa lama oleh suaminya
"Sorry honey, gitu dong ngomong, masak dari tadi ada suami ganteng gini di anggurin" ucap Daniel
"Ih, percaya diri sekali anda bilang ganteng, mana remote nya!" Teriak Delia
__ADS_1
"Ambil sendiri!" Ucap Daniel sengaja meletakkan remote di belakang tubuhnya
"Ngapain sih, naruh remote di situ, bikin repot aja" sahut Delia jengkel dengan kelakuan suaminya dan kini sedang berusaha mengambil Remote nya
Tidak membuang kesempatan itu, Daniel langsung menangkap wajah istrinya dan mencium bibirnya
"Mmph!"
Delia meronta, namun Daniel semakin memperdalam ciumannya, kini dirinya melu*mat, mencecap dan menggigit bibir bawah Delia hingga mendapat akses masuk ke dalam mulutnya, Daniel memainkan lidahnya yang kini sudah menjelajah ke dalam mulut istrinya
Tidak butuh waktu lama, akhirnya istrinya pasrah dan terhanyut dalam permainannya, tangan Daniel menelusup masuk ke dalam baju istrinya dan kini sudah meremas sesuatu yang sangat di inginkan nya, melihat istrinya mulai mend*esah, Daniel tertawa dalam hati dan segera mengakhiri aksinya
Delia terkejut dengan wajah bingungnya saat suaminya menghentikan semuanya dengan tiba-tiba
"Kenapa honey?" Tanya Delia bingung
"Aku gak mau melanjutkan kalau kamu masih marah"
"Siapa yang marah sih?" Ucap Delia
"Beneran ya, sudah gak marah lagi?"
"Nggak, apaan si honey!" Ucap Delia makin jengkel
"Jadi masalah siang tadi selesai ya, kamu dah maafin nih" ucap Daniel
BUG
Delia langsung melempar bantal sofa ke muka Daniel sambil berlalu pergi
"Gak akan aku maafkan!!" Teriak Delia penuh dengan emosi
"Honey tunggu!!"
BRAK
"Aw!, Sh*it!, Honey, kira-kira dong banting pintunya, kena kepala aku ini!"
Teriak Daniel sambil meringis kesakitan
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE