Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 155


__ADS_3

Daniel terkejut ketika Cellin kini sudah masuk di ruangannya dan duduk dengan santai di sofa ruang kerja Daniel kemudian tersenyum ke arahnya, bayangan masa lalu Daniel yang sempat membuatnya menjauhi Callin dan menyesal seumur hidup kini terlintas kembali, yah malam di mana keduanya sama-sama mabuk dan melakukan hubungan terlarang di dalam kamar sebuah hotel, dan hal itulah yang membuat Daniel selalu merasa bersalah dengan Cellin


"Kenapa kau masuk Cell, bukannya aku suruh tunggu di loby?"


"Memangnya kenapa kalau aku tunggu disini, kamu terganggu Niel?"


"Ya sudah, yang penting kau diamlah, aku selesaikan tinggal sedikit lagi"


Cellin tersenyum dan mendekat ke arah Daniel, kemudian mencium pipinya, Daniel sangat terkejut dan menjauhkan tubuhnya dari Cellin


"Apa maksudmu Cell, jangan berbuat seperti ini lagi"


"Kenapa, kita dulu pernah melakukan hal yang lebih dari ini"


"Cukup Cell, jangan bahas masalah itu lagi, kita sama-sama tau kalau itu tidak aku sengaja"


"Tidak sengaja tapi kau sangat menikmatinya, desa*han mu bisa aku dengar sampai sekarang Niel, dari dulu kau sangat munafik" ucap Cellin


"Kamu tau aku seperti apa kan Cell, hal semacam itu akan aku berikan kepada wanitaku, istriku dan calon ibu dari anak-anakku, dan kebodohan yang kita lakukan sama sekali bukan niatku"


Tiba-tiba saja keduanya di kejutkan dengan suara seorang perempuan yang sudah berada di depan pintu


"Jadi kalian pernah melakukan kebodohan yang penuh dengan kenik*matan, wow Amazing, aku sangat terkejut Niel"


"DELIA!?"


Ucap Daniel sangat terkejut


"Lain kali saat membicarakan sebuah rahasia, jangan lupa mengunci pintu, maaf kalau aku mengganggu" ucap Delia sambil berjalan santai dan duduk di depan Cellin


Daniel langsung berjalan menghampiri Delia dan duduk di dekatnya, Cellin sangat terkejut melihat Delia, hatinya kini bertanya-tanya siapa sebenarnya wanita yang sekarang duduk di depannya


"Del, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku berniat suatu saat akan memberi tahu mu" ucap Daniel


"Lanjutkan pembicaraan kalian dan jangan harap aku akan keluar dari ruangan ini, bukankah sebagai kekasihmu aku juga berhak tau?" Ucap Delia


Sementara itu Cellin sangat terkejut mendengar perkataan Dalia yang menyatakan bahwa dirinya adalah kekasih Daniel, hati Cellin seperti terbakar, Cellin sebenarnya sudah lama menyukai Daniel namun dia tidak mau terikat dengan sebuah hubungan, karena kehidupan bebasnya sebagai seorang model tidak ingin terbelenggu


"Oh, jadi kalian sepasang kekasih?" Tanya Cellin


"Tanyakan sendiri ke Daniel, bisa kau perkenalkan siapa diriku Niel?" Ucap Delia


"Delia adalah kekasihku, kami berniat melanjutkan hubungan yang lebih serius ke sebuah pernikahan" ucap Daniel


"Jadi begitu, setelah menikmati tubuhku, kini kau mencari yang baru, hebat sekali kau Niel"


"Cellin jaga ucapanmu, aku sudah menjelaskan semuanya, dan kau sendiri yang dulu memilih tetap hidup di jalanmu"

__ADS_1


Cellin terdiam kemudian berdiri sambil menangis berlari keluar, Daniel terdiam, ingin mengejar Cellin tapi takut melukai hati Delia


"Kejar wanita itu Niel, selesaikan masalahmu, bertanggung jawablah, aku masih kuat kalau harus melepaskan mu" ucap Delia yang sudah berdiri dan menepuk bahu Daniel kemudian berjalan keluar


Daniel tersentak mendapatkan perlakuan Delia yang di luar dugaannya, Delia yang dikira akan emosi dan memarahinya ternyata memberikan ketenangan untuk dirinya dalam memutuskan sesuatu, sosok yang sangat dirindukan Daniel seperti Mommy nya yang tinggal jauh darinya


Delia masuk ke dalam toilet dan berusaha menenangkan hatinya, rasa sakit yang teramat dalam sekarang dia rasakan, tangisnya kini tidak bisa di bendung lagi, berusaha tegar di depan Daniel sungguh membuat urat saraf emosinya tertahan dan menyesakkan dadanya


"Jauhkan aku kalau memang dia bukan jodohku ya Alloh, ringankanlah rasa sakit ku" batin Delia sambil menangis lirih


Sesaat kemudian Delia sudah bisa menenangkan kembali hatinya, kini dia membenahi riasannya dan sudah tampak segar kembali, Delia melanjutkan langkahnya menuju ke loby dimana Kirana dan Kaisar sedang asik berbincang di sana


*


Daniel keluar ruangan dan berlari menuju pintu liff untuk mengejar Cellin, Delia yang berada di lobby bahkan tidak dilihat oleh Daniel, Kirana dan Kaisar menatap heran ke arah Delia, sedangkan Delia hanya tersenyum sambil melanjutkan membaca


"Bukankah itu tadi Daniel?" Tanya Kaisar


"Iya, memang kenapa?" Jawab Delia


"Apa dia sedang mengejar wanita yang tadi itu, aku melihatnya menagis saat berlari keluar" ucap Kaisar


"Iya, ada urusan yang perlu mereka selesaikan"


"Kalian bertengkar?" Tanya Kaisar


"Oh, jadi begitu"


Kaisar dan Kirana saling pandang dan mengangkat bahunya


Sedangkan Daniel kini berhasil mengejar Cellin yang hampir masuk ke dalam taksi sambil menangis


"Tunggu Cell, aku antar kamu pulang!" Teriak Daniel dan kini sudah menyeret tangan Cellin masuk ke dalam mobilnya


Daniel melajukan mobilnya menuju sebuah taman dan kemudian berhenti disana


"Katakan padaku, kenapa kamu menangis, bukankah kamu sendiri yang dulu menolak ku untuk bertanggung jawab dan memilih jalan kehidupan bebas mu sebagai seorang model?"


"Iya, aku memang bodoh, aku memilih jalan itu karena aku ingin sukses di karier ku, dan aku tau kamu tidak mencintai ku, bahkan setelah kejadian itu hanya rasa kasihan yang kamu berikan untukku bukan cinta"


"Cinta tidak bisa aku paksakan untuk hadir begitu saja Cell, kamu sendiri tau akan hal itu"


"Lalu, kenapa kau mengejar ku, kenapa tidak kau temani saja kekasihmu itu!"


"Kau tidak mengenal Delia, kalau kau kira dia akan bersikap egois dan mengekang ku dengan ikatan kasihnya, kau salah, justru dia yang menyuruh ku mengejar mu dan menyelesaikan masalah kita"


"Apa, dasar brengsek kau Daniel, jadi dia berhasil mengambil hatimu Sekarang ha!, Lalu aku bagaimana Niel, aku bagai mana!" Teriak Cellin histeris

__ADS_1


Daniel berusaha menenangkannya, dan Cellin akhirnya menagis di pelukan Daniel hingga sekian lama tanpa satu patah katapun terucap dari bibir keduanya, Cellin menarik tubuhnya dari tubuh Daniel dan membenarkan posisi duduknya


"Seandainya aku memutuskan untuk mundur dari dunia model dan ikut denganmu, apa kau mau menerimaku?" Ucap Cellin dan membuat Daniel sangat terkejut


Daniel masih terdiam, dia sangat bingung dengan situasi saat ini, dirinya tidak mungkin meninggalkan Delia, tapi di hatinya masih ada rasa tanggung jawab karena sudah pernah merampas mahkota Cellin sahabatnya sejak kecil


"Aku perlu berfikir untuk menjawab semua itu Cellin, ada Delia yang akan terluka kalau aku meninggalkan nya dan memilihmu"


"Lalu, apa kau akan lepas dari tanggung jawab mu yang sudah_"


"Cukup Cellin, aku mengerti semua itu, sebaiknya kita pulang, aku tidak bisa berpikir jernih saat ini" ucap Daniel


Daniel akhirnya memutuskan untuk mengantar Cellin pulang ke Apartemennya, Kemudian dirinya segera kembali ke kantor untuk melihat keadaan Delia, Daniel berulang kali mencoba menghubungi Delia tapi tidak diangkat, saat tiba di perusahaan Delia sudah pergi diantar oleh Kaisar kembali ke mall untuk mengambil mobilnya


*


Dalam perjalanan ke Mall, Delia masih terdiam, Kaisar melihat ada raut kesedihan tampak jelas di wajah Delia


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Kaisar


"Aku baik Kai, memang nya kenapa?"


"Tidak ada, hanya dari tadi handphone kamu berbunyi dan kau biarkan saja"


"Hem, aku capek, malas ngangkat handphone" jawab Delia


"Setiap orang punya masalah, ringan dan berat masalah itu tergantung bagaimana kita menyikapinya" ucap Kaisar


Delia terdiam dan meresapi perkataan Kaisar, Sampai di Mall, Delia segera turun dan mengucapkan terimakasih ke Kaisar karena sudah mengantarnya


"Kai, terimakasih nasehatnya!" Teriak Delia, dan kaisar hanya tersenyum kemudian melanjutkan perjalanannya kembali ke perusahaan Eagle Company


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2