Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 238


__ADS_3

Semuanya tersenyum melihat dua gadis cilik itu kini sudah berhadapan dan bersiap untuk bertarung, Afita postur tubuhnya lebih tinggi karena dia sudah berusia 9 tahun sedangkan Ailina hampir 6 tahun


Ailina melompat melakukan serangan terlebih dahulu, Afita dengan sigap menghadang pukulan Ailina, sekarang keduanya saling menyerang, menghindar dan berloncatan dengan lincah, sampai beberapa saat masih belum terlihat siapa diantara mereka yang dominan menguasai keadaan


Hingga sesaat kemudian, Afita mengeluarkan kecepatan gerakan yang membuat Ailina terpaksa menghindar dan mundur karena keteteran, mata elang Afita seperti siap menerkam mangsanya, hingga kemudian tendangan Afita berhasil mengenai kaki Ailina, sesaat Ailina langsung bangkit berbalik menyerang tanpa terduga keduanya kini melompat agak jauh dan Ailina berhasil memukul tangan Afita hingga sedikit kehilangan keseimbangan


Di waktu yang sama Jasmine yang sedang membawa mimunan terkejut saat tubuh Afita terhuyung ke arahnya hingga gelas minuman meloncat dari tempatnya, detik berikutnya semuanya dibuat terkejut saat mata Ailina bersinar biru terang dan menahan gelas yang berterbangan tertahan di udara


Reyna sangat terkejut karena kekuatan itu juga dia miliki, tapi tidak sebesar yang di keluarkan oleh Ailina, sedangkan Jasmin, Abraham dan Alex langsung berdiri takjub dengan kekuatan langka Ailina


Dengan cepat Evan melompat dan mengambil satu persatu gelas itu lalu menempatkannya kembali, setelah itu perlahan Ailina menghentikan kekuatanya


"Ailin, kamu hebat, mulai kapan kamu punya kekuatan mata biru mu, itu keren" ucap Afita bangga dengan adiknya


"Tapi masih kalah keren sama kekuatan kakak, aku berapa kali sudah kena tendangan Kak Afita, dan aku tau kakak sengaja mengurangi tenaga kakak kan?" Ucap Ailina sambil manyun merasa sedikit kesal


"Hehehe, sudah, kan kakak lebih besar dari kamu, nanti Ailin juga akan sekuat kakak, okey" ucap Afita sambil memeluk adiknya dan kemudian mengajaknya duduk


Sementara itu terjadi keributan dengan para orang tua


"Masyaalloh , Alena, kekuatan mata Ailin, itu luar biasa!" Ucap Reyna


"Kapan Ailin mulai mempunyai kekuatan itu?" Tanya Jasmin tak kalah kepo


"Ed, keluarga Nugraha tidak ada yang mempunyai kekuatan itu, apa ini dari klan Eagle?" Tanya Abraham


"Bukan dari Klan Eagle Dad, karena baik Dady maupun saudara yang lain tidak ada yang pernah menceritakan kekuatan seperti yang dimiliki Ailina, cuma mata biru Ailina sepertinya di wariskan dari almarhum Mommy" jawab Edward


"Lalu apa almarhum punya kekuatan seperti ini juga?" Tanya Alex penasaran


"Setahuku tidak Lex, tapi entahlah, nanti akan aku tanyakan ke Dady Edoardo" jawab Edward


"Kami juga terkejut saat pertama kali mengetahui kekuatan mata Ailina Mom, dan itu juga masih belum lama ini" ucap Alena

__ADS_1


"Kalian juga akan terkejut dengan kekuatan Ethan, dia memiliki kemampuan membaca pikiran orang lewat tatapan matanya" ucap Edward


"APA!!"


Ucap serempak semuanya kecuali Edward dan Alena


Kini para orang dewasa langsung membicarakan kekuatan penerusnya masing-masing, dan ternyata banyak sekali bermunculan gabungan dari kekuatan masing-masing orang tuanya yang menjadi suatu kekuatan baru, sementara itu Evan dan Aftan kini sudah bersiap akan melakukan duel yang terakhir kalinya


Kali ini Evan diberi kesempatan Aftan untuk menyerang lebih dulu, pertarungan cukup seru, tampak sekali kekuatan Evan hampir seimbang dengan kakaknya Ethan, hingga Aftan tidak terlalu menggunakan tenaganya secara penuh, hanya saja ada yang aneh dari kecepatan gerakan Evan saat berpindah kesana-kemari, Evan sangat cepat, bahkan hampir tidak bisa diikuti oleh mata manusia


Aftan menyadari hal itu, hingga dia hanya menajamkan instingnya saat datang pukulan tiba-tiba dari Evan, tentu saja tehnik ini bisa efektif untuk mencegah dirinya terkena pukulan Evan, hingga di akhir pertarungan Aftan berhasil menyambar tubuh Evan lalu menjatuhkannya, namun tidak sampai menyentuh tanah


"Wow, kak Aftan keren, bahkan menangkap ku tanpa tau keberadaan ku" ucap Evan


"Kau juga hebat, katakan padaku, apa kau sengaja menyembunyikan kekuatan teleportasi mu Evan?" Tanya Aftan dan membuat Evan terkejut


"Kak Aftan tau hal itu?" Tanya Evan terkejut saat Aftan ternyata menyadari kalau dirinya punya kekuatan teleportasi yang masih dia sembunyikan


"Kau punya kekuatan yang sangat hebat Evan, terus berlatih lah" ucap Aftan sambil mengusap kepala Evan


Aftan dan Afita tertawa melihat kelakuan ketiga adiknya yang tampak lucu dan menggemaskan, sesaat kemudian keduanya menanyakan tentang sekolah dasar yang nantinya akan di pilih oleh ketiga adik kembarnya


"Mereka sudah besar ya aunty, tiga bulan lagi mereka sudah masuk sekolah Dasar, apa aunty sudah pilih sekolahnya?" Tanya Aftan


"Masih belum sayang, Aunty belum tanya ke mereka" jawab Alena


"Barengan sama kita aja Aunty, biar nanti kita bisa barengan di sekolah, kalian mau nggak?" Teriak Afita


"Mau!!' teriak Ethan dan Evan dengan senang hati


"Tapi gak tau sama Ailina, dia punya teman baik di MI Al-Hikmah dekat sekolah TK kita, dia maunya masuk kesana" sahut Ethan


"Iya, aku mau masuk ke sana aja ya Mom, biar bisa nemani teman aku, kasian dia sering sekolah sambil jualan jajanan ibunya Mom, aku sering beli, habis enak kue buatan ibunya mom" ucap Ailina dengan semangat

__ADS_1


Ada rasa bangga di hati Alena saat anak perempuannya mempunyai jiwa sosial yang tinggi, Jasmine juga tersenyum jadi teringat masa kecil Alena yang sifatnya banyak di turunkan ke Ailina, mereka semua mendengarkan celoteh Ailina yang menceritakan tentang sekolahan yang ingin dimasukinya


"Ya sudah Ai, nanti kak Ethan ma kak Evan ikut kamu aja, kita gak tega kalau sekolah terpisah dari kamu" ucap Ethan


"Iya, bener-bener, aku ikut kamu Ai, okey?!" Teriak Evan


Ketiga anak kembar itu melakukan TOS, tanda persetujuan, kedua orang tuanya tersenyum, dan kedua kakaknya Aftan dan Afita pun mendukung, tidak dengan Jasmine yang merasa cemas, masalahnya dia ingin semua anak keturunannya mendapatkan tempat pendidikan yang terbaik


Reyna memeluk Jasmine untuk mengurangi kecemasannya


"Tenanglah Mom, mereka itu cucu Mommy yang hebat, dimana pun sekolahnya mereka pasti the best"


"Tapi Rey, sekolahnya itu hanya sekolah biasa saja, aku malah gak pernah dengar lo, ya kan Al?" Ucap Jasmine


"Nanti Alena akan melihat sekolahannya dulu Mommy, aku tau cucu-cucu mommy selalu punya pemikiran yang tidak terduga, selagi itu tidak merugikan, kenapa kita tidak menurutinya, iya kan?"


"Dady setuju" ucap Abraham


"Lagi pula sekolahan itu kan dekat sama sekolah TK mereka sebelumnya, berarti masih berada dekat dari rumah kita Dad" ucap Edward


"Aku mendukung yang terbaik buat mereka saja" sahut Alex


Ketiga bocah itu langsung berteriak senang dan berlarian kembali, Jasmine akhirnya bisa tenang kembali setelah penjelasan dan dukungan dari semua keluarga, dan kini mereka bersiap untuk sholat dhuhur sebelum makan siang, anak-anak segera lari masuk dan membersihkan diri bersama dengan orang tuanya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2