Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 256


__ADS_3

Alex menghadang beberapa padukan musuh yang akan masuk ke dalam, ketua dari pasukan musuh itu keluar dari mobil dan mendekat, kini keduanya saling berhadapan


"Siapa kamu berani menghalangi jalan kami ha?!"


"Benarkah kamu tidak mengenalku?" Tanya Alex makin mendekatkan dirinya


Orang itu menajamkan penglihatannya dan mengamati dengan jelas seorang Brian Alex Nugraha, tentu saja nama dan wajah Alex sangat di kenal di dunia bawah karena kabar yang sudah tersebar bagaimana dulu dia bisa menghancurkan salah satu kelompok mafia terbesar di masanya


"Tuan Alex dari keluarga Nugraha?" Ucap laki-laki itu sangat terkejut dan segera mundur beberapa langkah dengan tubuh yang tergetar


Laki-laki itu segera mundur dan berbicara dengan seseorang yang sepertinya memimpin mereka


"Aku sarankan kita tidak ikut campur urusan Nickel kali ini"


"Kenapa, apa kau takut?"


"Bukan hanya takut, aku bisa pastikan pasukan kita ini tidak akan bisa menghadapi seorang laki-laki yang ada di depan kita itu"


"Apa maksudmu, jangan konyol!"


"Dia Alex, keluarga Nugraha, apa kau tidak pernah mendengar berita tentangnya?, Kita bisa mati percuma disini!"


"Diam, aku tidak perduli, itu hanya cerita, bunuh siapapun yang menghalangi kita untuk masuk!" Teriak sang ketua


"Aku tidak ikut, kau majulah sendiri, kalian yang ingin ikut denganku, segera mundur bersamaku dan kita pergi dari sini, ini bukan urusan kita lagi!" Teriak laki-laki yang satunya


Pasukan itu akhirnya terpecah menjadi dua dan lebih banyak yang memilih ikut pergi, dari pada harus melawan sesuatu yang sudah pasti akan membuatnya mati konyol


Sementara pasukan yang tertinggal sudah bersiap menyerang Alex dengan semua kesombongannya


"Majulah!" Ucap Alex lantang


"Sombong sekali, tembak saja dari sini, tidak usah repot-repot maju untuk membunuh laki-laki dan para cecunguk kecil itu!" Teriak sang ketua


Tembakan di lepaskan ke arah musuhnya, dengan santai ketiga bocah itu mengeluarkan perisainya, sedangkan Alex membalikkan semua peluru yang tertahan oleh perisai ketiga jagoan kecilnya dengan gerakan tangannya saja, sontak semua mata musuh melebar tak percaya dengan apa yang mereka lihat, sang ketua melongo shock melihat kenyataan yang ada


Pasukan musuh kini banyak yang memekik keras terkena hujaman pelurunya sendiri, darah mengalir dari kaki-kaki mereka sambil meraung kesakitan


Masih tidak puas dengan hal itu, sebuah geranat di siapkan untuk di lempar ke arah Alex, senyuman dari bibir Alex langsung tampak aneh, Alex melompat cepat seperti kilat dan menyambar beberapa granat itu hingga membuatnya meledak di tempat musuh sendiri, 5 mobil hancur seketika, kali ini terpaksa ada beberapa korban nyawa


Masih tidak bisa menerima kekalahan, sang ketua segera menyuruh anak buahnya menyerang ketiga anak kembar itu, tentu saja di sambut dengan senang hati oleh ketiganya, gerakan lincah, tendangan kuat dan tenaga dalam segera di luncurkan oleh ketiganya


Tak berapa lama semua bisa di lumpuhkan dan terkapar tak berdaya, disaat yang sama terdengar suara ledakan berkali-kali dari dalam Mansion, hingga membuat tanah bergetar dan kaca-kaca pecah berhamburan


Alex menatap tempat itu dengan senyuman "Rupanya sebentar lagi mereka akan di bumi hanguskan" batin Alex sambil melangkah tenang menghampiri ketiga ponakannya

__ADS_1


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Alex


"Kami baik-baik saja Pa" ucap Evan


"Aku haus sekali Pa?" Ucap Ailina manja


Alex tersenyum dan kemudian melangkah ke mobilnya untuk mengambil air minum, sementara para musuhnya yang tersadar dan melarikan diri dibiarkan saja oleh Alex, baginya itu lebih baik karena akan memberikan kabar ke semua kelompok mafia agar tidak berani lagi berurusan dengan keluarga Nugraha


Tak lama kemudian datanglah Daniel bersama dengan kepala kepolisian dan rombongannya, Rupanya Daniel sengaja di tugaskan oleh Edward untuk membuat laporan terkait dengan hukum yang akan menjerat Nickel atas kejahatannya


"Apa semuanya baik-baik saja Lex?" Tanya Daniel


"Hem, kita tunggu saja di sini, sebentar lagi akan segera selesai" jawab Alex kemudian segera bersalaman dengan kepala polisi


"Jadi kita akan menunggu di sini saja tuan Alex, apa tidak sebaiknya kita membantu di dalam?" tanya kepala polisi


"Jangan pak, sebentar lagi tempat itu akan meledak, sebaiknya kita agak menjauh dan tetap menunggu di luar" jawab Alex


"Baik, kami akan memberikan peringatan saja dari sini!"


Kemudian para polisi meneriakkan peringatan untuk segera menyerahkan diri melalui pengeras suara yang bisa di dengar dengan jelas oleh Nickel dan anak buahnya


Dari dalam Mansion, Nickel makin mengumpat kesal dan marah dengan kedatangan pihak kepolisian di tempatnya


Edward sudah semakin geram dengan aksi para mafia itu, berkali-kali Edward memberikan peringatan untuk menyerah namun tidak di gubris oleh Nickel dan anak buahnya yang hanya tinggal sepertiga dari awalnya


"Bee, sebaiknya kau keluar dulu, sepertinya Raka dan Kaisar akan menghancurkan tempat ini" ucap Edward


"Baik honey, mereka benar-benar tidak bisa di kasih ampun" jawab Alena dan segera melompat mendekati Janeta


"Janet, ikut di belakangku, merapat lah, kita akan keluar dari sini" ucap Alena


"Apa!, Bagaimana dengan Ailin dan Natasya?"


"Mereka sudah aman dan sudah berada di luar"


"Baiklah, aku di belakangmu Al"


Belum selesai Janeta berbicara, sebuah tembakan dari Nickel melesat cepat hampir menyentuh perutnya, beruntung Alena sigap dan menahan peluru itu di udara lalu menghempaskan nya, saat Alena tidak sengaja menyentuh perut Janeta, dirinya terkejut mendapati ada kehidupan lain di sana


"Terimakasih Al, Ada apa kamu menatapku seperti itu, aku baik-baik saja" ucap Janeta saat Alena menatapnya lekat


"Mulai sekarang hati-hatilah, ada nyawa lain yang sedang tumbuh di rahimmu" ucap Alena dan kemudian menarik tubuh Janeta yang mematung saat terkejut mendengar apa yang dikatakan Alena


Perlahan Tangan Janeta mengusap perutnya dengan lembut, bibirnya tersenyum, hatinya menghangat penuh haru dan meneteskan air mata, dirinya bergerak keluar tempat itu sambil terus berada dibelakang Alena

__ADS_1


Akhirnya keduanya sampai di luar dengan selamat dan bergabung bersama dengan Alex, Daniel dan ketiga bocah kecilnya, sementara Janeta segera menuju ke mobil Alex untuk mengetahui keadaan Natasya


Pertempuran di dalam makin menegangkan, Raka berhasil memasang beberapa Bom waktu di bagian mansion dan siap untuk di ledakkan


"Kai, Pak Edward dan kalian semua segera bersiap!" Teriak Raka


Edward melesat ke lantai dua dan mendobrak ruangan dimana tempat Nickel berada dan bersiap akan melarikan diri, Nickel terkejut dan langsung menyerang Edward dengan membabi buta, tentu saja itu perlawanan yang sungguh tidak berarti bagi Edward, dengan sekali hempasan tangan, Nickel terlempar ke udara dan menghantam tembok


"AKH!"


Teriakan suara kesakitan dari mulut Nickel terdengar


"Baji*ngan, dasar iblis, kalian semua bukan manusia!" Teriak Nickel yang semakin panik


"Bukan kami, tapi Kamulah iblis berbentuk manusia!" Ucap Edward semakin geram dan langsung mencengkram leher Nickel dengan kuat


"LE PAS KAN" ucap Nickel terbata-bata


"Aku sudah memperingatkan mu baji*ngan, jangan pernah mengusik ku, kau justru berbuat kurang ajar dengan keluargaku" ucap Edward dingin dengan tatapan yang menusuk


Tangan Nickel hendak memukul Edward, namun secepat kilat, Edward menancapkan pecahan kaca menembus telapak tangan Nickel hingga tertancap di tembok


"AKH!, Sakit Sialan!" Teriak Nickel


Dengan tenaga dalam dan gerakan tangannya Edward mengarahkan dan menancapkan beberapa pecahan kaca lagi ke beberapa titik penting di tubuh Nickel hingga membuatnya tak mampu lagi berteriak ataupun bergerak


Nickel memejamkan matanya tak sadarkan diri dan kemudian Edward melemparkan tubuhnya dari jendela hingga terjatuh tepat di depan Alex dan Daniel yang berada di luar Mansion


"Lakukan tugasmu Raka!" Teriak Edward


Raka tersenyum lalu melakukan Aksinya dengan meledakkan dan memporak porandakan isi Mansion Nickel tak tersisa


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2