Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 145


__ADS_3

Kini Alena sudah berpindah tempat berada di sebuah kamar besar dan sangat mewah dengan penjagaan yang sangat ketat, Kenan menatap lekat Alena, tubuhnya berdesir kuat saat tadi memaksa membawa tubuh wanita yang ada didepannya


"Kalian semua keluarlah!"


Ucap Kenan kepada semua pengawal dan pelayan yang ada di kamar itu


Perlahan Kenan mendekat ke arah Alena yang terikat kaki dan tangannya, ada raut wajah panik di sana, namun kecantikan Alena semakin menyilaukan mata dan na*fsu Kenan,


"Jangan mendekat, apa yang ingin kau lakukan, jangan macam-macam!" Teriak Alena


"Berteriak lah sekuat yang kamu mau, tidak akan ada yang mendengarkan"


Kenan terus bergerak maju dan menarik tubuh Alena hingga kini jarak keduanya hanya beberapa senti saja, Alena berusaha melepaskan diri tapi percuma, Kenan yang sudah tidak bisa menahan has*ratnya semakin menginginkan penyatuan dengan Alena


Di pegang nya wajah Alena, kini bibirnya mendekat dan ingin mel*umat bibir ranum milik Alena, dengan sekuat tenaga Alena meronta menjauhkan wajahnya, Kenan semakin emosi karena kesulitan mencium Alena


PLAK


Tamparan keras melayang ke wajah Alena, hingga sudut bibirnya berdarah


"Diam Breng*sek, jangan melawanku!" Ucap Kenan


Alena bukannya diam, malah semakin meronta dan melawan, di saat Kenan hendak menarik paksa pakaian Alena, tiba-tiba tendangan keras melemparkan tubuhnya ke samping hingga terperosok ke lantai


"Bang*sat kau Kenan, Baji*ngan!"


Ternyata Kaisar mendobrak masuk pintu kamar dan langsung menendang Kenan yang akan berbuat hal be*jat ke Alena


Kenan bangun dan tersenyum iblis


"Oh, kau rupanya Key, kenapa, apa kau juga ingin berbagi tubuhnya denganku, aku setuju"


"Bang*sat, aku tidak mungkin menyakiti wanitaku dengan memaksanya dan melakukan hal menji*jikkan seperti yang kau lakukan Kenan"


"Jadi kau berani melawanku, ingat siapa dirimu dan siapa aku Key, kau hanya pelayanan ku, aku adalah pangeran mu, apa kau lupa hal itu?"


"Aku tidak peduli hal itu selama kau ingin menyakiti my Queen, jadi hadapi aku Kenan!"


Pertarungan hampir saja terjadi saat tiba-tiba sang Master datang dengan kemarahannya


"Jadi kau berani menentang Kenan sang pangeran hanya demi wanita ini Kaisar?, Aku sangat kecewa padamu"


BRAK


Tubuh Kaisar terlempar membentur dinding di hantam oleh kekuatan Kaisar


Kirana yang baru tiba sangat terkejut mendapatkan kakaknya yang baru sembuh kini di hajar oleh sang Master, dengan meloncat cepat Kirana melindungi Kaisar di depannya, kini Master mencekik leher Kirana


"Kalian tidak tau terimakasih, berani melawanku, Ha!" Ucap sang Master


Alena yang sudah berhasil membuka tali di kakinya, langsung lari menendang Sang Master, hingga Kirana terlepas dari Cengkraman nya, Kenan menarik tubuh Alena dan melempar nya ke atas tempat tidur, kini tangan dan kaki Alena di ikat di tepian Ranjang


"Ikat wanita itu Kenan, aku akan mencambuknya di depan dua manusia bodoh yang berani melawanku" ucap sang Master


Alena kini sangat panik, tubuhnya terus meronta namun percuma, Sang Master mengeluarkan cambuknya dan melecut kan ke tubuh Alena, di saat itulah Kaisar meloncat dan melindungi tubuh Alena hingga cambuk itu kini merobek lengannya


"Hukum aku sampai anda puas Master, aku memohon, maafkan kebodohan ku dan lepaskan Alena, aku akan menebus kesalahanku dengan menjaga dan memastikan dia tidak akan melarikan diri dan melawan anda lagi"


"Apa yang kau lakukan Kaisar, jangan bodoh!" Teriak Alena dan membuat Master mengeluarkan senyuman iblisnya

__ADS_1


"Bersujud lah, aku akan melanjutkan cambukan ku ke tubuhmu, dan kau wanita breng*sek, lihat dan dengar kan baik-baik teriakan laki-laki yang sudah rela mengorbankan dirinya"


"Jangan, apa yang kau lakukan, jangan lakukan itu!" Teriak Alena yang kini sudah berdiri dengan cengkraman Kenan yang memaksa dirinya untuk melihat penyiksaan Kaisar


Alena berusaha menegarkan hatinya, dengan ucapan Doa memohon keselamatan Kaisar, dirinya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, kini kaisar menahan teriakan dan sakit di tubuhnya saat lecutan cambuk menghujami punggungnya, darah menetes seiring dengan terkoyaknya kulit Kaisar, hingga akhirnya sang Master tertawa puas dan meninggalkan mereka


"Bawa wanita itu bersamamu kaisar, pegang janjimu untuk membuat wanita itu diam dan tidak macam-macam lagi, nyawamu dan adikmu adalah taruhannya" ucap Sang Master


"Baik, terimakasih atas kemurahan hati Master" jawab Kaisar yang masih menahan sakitnya


"Dan Kau Kenan, jangan berbuat gila sampai anak itu lahir, apa yang ingin kau lakukan tadi sangat berbahaya bagi keselamatan sang janin" Ucap Sang Master


"Baik Ayah"


Kirana segera berlari ke arah Kaisar dan menolongnya untuk berdiri


"Bantu Alena melepaskan ikatannya, kita akan membawanya pulang" ucap Kenan


"Iya kak"


Kirana segera membatu melepaskan ikatan Alena dan membatu Kaisar berjalan menuju ke Rumahnya, sedangkan Alena mengikuti langkahnya dari belakang, saat ini Alena tidak mungkin melarikan diri melihat orang yang sudah rela mengorbankan diri untuk menolongnya terancam keselamatannya


Sampai dirumah, Kaisar segera masuk ke kamar, Kirana keluar kamar lagi dan mempersilahkan Alena kembali ke kamarnya


"Sebaiknya anda segera membersihkan diri dan beristirahat saja nona Alena"


"Tidak, aku akan membantumu mengobati Kakakmu, apa kau punya antiseptik dan obat pereda nyeri?"


Kirana terkejut dengan pertanyaan Alena, kemudian mengangguk dan mengambil kotak obat, Alena melihat beberapa obat dan peralatan yang ada di dalamnya, kemudian berjalan masuk diikuti oleh Kirana, Kaisar sangat terkejut, kini Alena sudah berada di dekatnya


"Aku akan mengobati lukamu, sebaiknya duduklah dulu, dan aku minta tolong ambilkan air hangat Kirana"


Kaisar segera duduk dengan pelan sambil menahan rasa Sakitnya, Alena segera membantu melepas pakaian atas Kaisar dan kemudian membersihkan lukanya, Kirana ikut membantu dengan pelan


"Oleskan salep ini ke bagian luka kakakmu, setelah itu aku akan membantu membalutnya"


"Tapi aku takut" ucap Kirana


"Apa yang kau takutkan, kakak tidak apa-apa Kiran, lakukan!" Ucap Kaisar


"Sini, biar aku saja" ucap Alena dan langsung mengoleskan obat ke tubuh Kaisar setelah membersihkannya


Kaisar terkejut dan terdiam mematung saat jari Alena bergerak aktif mengusapkan obat ke tubuhnya, seakan tau apa yang sedang dirasakan oleh Kaisar, Alena menekan kuat luka kaisar saat terakhir mengobatinya


"Aw, sakit!" Teriak Kaisar mengagetkan Kirana


"Maaf nona Alena, pelan-pelan, kakakku kesakitan" ucap Kirana panik


"Aku sengaja, biar pikiran kakak kamu itu tidak kemana-mana"


"Hei, kau_!" Teriak Kaisar


"Sudah, aku akan membalut lukamu, kali ini biar Kirana yang melakukannya, otak kamu biar tidak traveling"


"Ck, kau ini" ucap kaisar berdecak


Sedangkan Kirana hanya tersenyum melihat tingkah kedua orang di depannya, dengan arahan dari Alena, Kirana berhasil membalut luka Kaisar dengan baik dan membuat Kirana tidak percaya kalau dirinya bisa melakukan hal itu


"Wah, aku bisa melakukannya dengan baik, maaf, apa Anda benar seorang dokter?" Tanya Kirana

__ADS_1


"Iya, kebetulan Aku Dokter Spesialis Bedah"


"Wow, keren!" Sahut Kirana


"Sepertinya kamu cocok menjadi tenaga kesehatan juga, otakmu encer, tidak seperti kakakmu" ucap Alena, kemudian hendak pergi meninggalkan kamar


"Tunggu!" Kata Kaisar


"Tenang, aku tidak akan berbuat aneh-aneh lagi" jawab Alena


"Apa itu sakit?" Tanya Kaisar


"Maksud nya?"


"Ada memar di sudut bibir mu, bekas tamparan itu, apa masih sakit?" Tanya Kaisar


"Tidak, aku bukan wanita lemah, hal seperti ini tidak akan menyakitiku"


"Tapi obati lah dulu"


"Iya"


"Aku bantu, em, boleh aku memanggil mu kak Alena?" Ucap Kirana


"Boleh, itu lebih enak di dengar, aku akan mengobatinya sendiri Kiran, terimakasih" ucap Alena


Alena segera keluar dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri kemudian mengobati luka memar yang ada di wajahnya


Sementara Kirana senyum-senyum sambil membantu kakaknya membersihkan diri dan mengganti pakaiannya


"Kenapa kamu senyum seperti itu Kiran?"


"Tidak ada Kak, aku hanya senang, dirumah ini ada wanita yang berani melawan dan menjelekkan kakak, hehe"


"Jaga ucapanmu, Alena hanya belum tau siapa aku sebenarnya"


"Oh ya, sepertinya dia tidak perduli dengan hal itu, aku suka gayanya kak, Keren!"


"Dasar kau ini, sana pergi, siapkan makanan untuk sarapan"


"Siap Kak" ucap Kirana kemudian pergi ke dapur untuk memasak


PERHATIAN


Ada masalah dalam sistem yang membuat Episode di Novel Author ini ada beberapa yang hilang sehingga ada ketimpangan, Author sudah melaporkan dan akan segera di tangani


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2