
Alena sangat terkejut dengan jawaban Edward
"Hah, beneran Ed, makasih ya, kamu baik banget" jawab Alena seneng
"Baiklah, besok saya akan membereskan baju, dan barang-barang lainya buat pindah ke Kontrakan Alena" ucap Edward singkat
"Hah!, tunggu-tunggu, itu maksutnya gimana, aku gak ngerti Ed" ucap Alena dibuat linglung dan bingung dengan ucapan Edward, sementara yang lain sudah tertawa melihat ekspresi wajah Alena
"Aku nuruti kemauan istriku, katanya kamu pengen tinggal di kontrakan, ya aku sebagai suami setujulah, mangkanya aku ngalah, ikut kamu tinggal di sana, asal kamu nyaman" jawab Edward enteng
"Eh, gak usah, gak jadi, kalian semua ngerjain aku kan, aku udah seneng banget tadi, sama aja bohong kalau kamu ikutan tinggal di kontrakan"
"Ya masak ada, suami ninggalin istri tinggal sendirian gitu aja, suami durhaka itu namanya" sahut Edward
Semua langsung tertawa melihat Alena memanyunkan bibirnya, tanda kekesalannya dengan keputusan Edward dan keluarganya
"Kita sebentar lagi akan ke vila, perjalanan dari sini sekitar 2 jam katanya, kalian ikut juga ya, cuma dua hari saja" kata Jasmine ke Edward dan Alena
"Hah, ngapain sih mom, sejak kapan mommy punya Villa di kota ini?" tanya Alena heran
"Sejak tadi, pembayaran dah beres, heboh banget kamu itu, lagian kalian akan tinggal di kota ini, saat kita mau berkunjung biar enak kalau punya Villa, gak ribet kayak gini" ucap Jasmine
"Baik mom, kita akan ikut, sekalian kita berlibur, sudah lama juga saya gak jalan-jalan" sahut Edward menghentikan perdebatan Jasmine dan Istrinya
Setelah bersiap, semuanya segera berangkat menggunakan tiga mobil, tentu saja Edward satu mobil bersama dengan Alena, yang sebelumnya di usir sama mommy nya gara-gara maksa masuk ke mobil Abraham Dady nya
Didalam mobil, Edward tersenyum melihat wajah jutek Alena
"Ngapain sih Al, gak enak banget wajah kamu itu"
"Gak enak, gak usah di lihatin" jawab Alena
"Trus mau lihatin siapa, disini yang ada cuma kamu doang" sahut Edward
Alena diam gak menjawab pertanyaan Edward, karena sudah lelah dan ngantuk semalam gak bisa tidur dengan nyenyak
Edward melihat Alena tertidur di kursi mobil dengan posisi kepala tidak nyaman, beberapa kali terpaksa Alena terbangun membenarkan posisi kepalanya, Edward meminggirkan mobilnya dengan pelan, memandang sejenak Alena yang terlihat sangat imut saat terlelap, Edward sangat mengagumi kecantikan alami wajah Alena sambil membelai dengan lembut
"Sangat Cantik" batin Edward sambil tersenyum, kemudian merubah posisi kursi Alena lebih rendah, hingga nyaman dibuat untuk tidur Alena
Edward segera melajukan kembali mobilnya, menyusul rombongan, hampir satu jam perjalanan, sampai jam 12 siang, akhirnya rombongan mencari masjid besar untuk menunaikan sholat dan sekalian beristirahat, beberapa saat kemudian Edward berhasil menyusul dan memarkir mobil di dekat mobil Alex
__ADS_1
"Alena mana Ed?" tanya Alex saat melihat Edward keluar sendiri dari dalam mobil sport mewahnya
"Alena masih tidur Lex, mobil tidak aku matikan biar AC tetap hidup, kasian sepertinya Alena sangat lelah, sebentar lagi akan aku bangunkan" ucap Edward
"Oh, ya sudah, kita sudah sholat semua, biar aku yang jaga Alena di sini, kamu pergilah" kata Alex
Edward segera pergi ke kamar mandi dan melanjutkan sholat di masjid, setelah itu kembali ke dalam mobil dan membangunkan Alena
"Al, hei, ayo bangun, sholat dulu" ucap Edward menggoyangkan tubuh Alena pelan, namun tidak ada hasilnya, Alena masih terlelap dengan tidurnya
"Ini bocah, susah banget bangunnya, heran" batin Edward, kemudian tersenyum menemukan ide untuk membangunkan Alena, tangan Edward dibasahi dengan air kemasan setelah itu di usapkan ke wajah Alena, sontak mata Alena langsung membuka dan terkejut melihat Edward sudah nyengir di depan mukanya
"Apaan sih Ed" Alena memiringkan wajahnya menghindari tatapan Edward
"Eh, ini orang, kita dah nyampek masjid, sholat dulu, baru lanjut tidurnya" ucap Edward sambil meraih wajah Alena
"Eh, mau ngapain?!" tanya Alena kaget saat Edward mendekatkan wajahnya
"Mau nyium kamu, kalau gak cepet bangun" jawab Edward mengancam
"Ish, minggir!" Alena langsung melesat keluar mobil mendengar ancaman Edward,dengan tiba-tiba mendorong tubuh Edward dan hampir terjengkang
Sesaat kemudian, datanglah kedua anak Reyna berlarian menyapa Edward dan menanyakan Alena, Edward menjawab sambil tersenyum, kemudian kedua bocah kecil itu bermain manja dengan Edward, sesekali tertawa dan berlarian hingga Alena datang
"Aunty!" Teriak keduanya dan saling berebut
"Eh, jangan berlarian, nanti jatuh" ucap Alena cemas sambil memeluk kedua ponakannya
Ketika Rombongan akan melanjutkan perjalanan, Reyna segera berjalan ke arah Edward dan mengambil Afita dari gendongannya,
"Ayo Fita, kita segera berangkat" ucap Reyna, sambil mengambil Afita dan menggendongnya
"Dia sangat cantik seperti mommy nya, ucap Edward" sambil tersenyum penuh ke Reyna
"Tentu saja" ucap Reyna segera pergi
Edward masih terpaku melihat Reyna, serasa ada magnet yang kuat menarik dirinya ketika Reyna di dekatnya, Rasa sakit menerima kenyataan bahwa Reyna bukan miliknya, Edward terus menatap arah kepergian Reyna tanpa sadar disebelahnya sudah ada Alena yang diam mengamati keduanya
"Kalau masih ingin berlama-lama menatap kak Reyna, aku tunggu di dalam mobil saja" ucap Alena sambil masuk dalam mobil dan menutup pintunya dengan kasar sambil berusaha memejamkan matanya lagi
Edward langsung terkejut dan segera ikut masuk ke dalam mobil, Alena masih santai memejamkan mata, menahan semua sesak yang tiba-tiba menyeruak di dalam hatinya
__ADS_1
"Al, kamu tidur lagi?" tanya Edward sambil melajukan mobilnya
"Nggak, cuma merem aja" jawab Alena asal
"Kalau nggak ngantuk mending melek aja, nemani aku nyetir, perjalanan masih 1 jam lagi ni"
"Emang kalau aku yang nemani ngaruh?" tanya Alena
"Maksutnya?" tanya Edward gak ngerti
"Gak ada maksut" sahut Alena
Edward langsung mencubit paha Alena hingga Alena membuka mata menjerit dan meringis kesakitan
"Au!, Edward, Sakit!"
"Dah melek kan sekarang, diajak ngomong orang, jawabnya asal aja"
Alena diam, dan tidak mampu membendung air matanya lagi, antara merasakan sakit cubitan Edward dan melihat kenyataan suaminya masih begitu memuja kakaknya, Dengan pelan Alena berusaha menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Edward, namun terlambat
"Al, kamu kenapa, sakit cubitan aku tadi, aku cuma bercanda Al, hei, kamu nangis?" ucap Edward panik melihat Alena hanya diam dan berusaha menghentikan air matanya dengan mengusap berkali-kali
Edward berusaha menyentuh pipi Alena yang dialiri air mata, namun dengan cepat Alena menepisnya
"Al, jangan kayak anak kecil deh, masak cubitan ku tadi sakit, tadi aku cuma bercanda" ucap Edward mengelus paha Alena dan di tepis kasar lagi oleh tangan Alena
Edward makin panik dan segera menghentikan mobilnya ke pinggir jalan raya, Edward menatap Alena yang kini malah menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Al, hei, ada apa ini, ayolah, jangan kayak gini, aku minta maaf kalau berbuat keterlaluan sama kamu, Al?" ucap Edward
Alena yang merasa tidak bisa mengendalikan tangisannya, tiba-tiba membuka pintu dan berlari keluar, banyak pasang mata yang berada di mobil yang berlalu lalang melihat apa yang dilakukan Alena, dengan berteriak kencang Alena menjerit sangat keras beberapa kali untuk meredakan emosinya, setelah itu Alena berlari masuk ke sebuah pertokoan
"Shit, kenapa itu bocah, pakek acara lari keluar mobil segala" Edward segera berlari keluar dan mengejar Alena masuk ke dalam pertokoan, di carinya Alena ke sana kemari tapi tidak ketemu, sementara pengunjung toko yang sebagian besar kaum hawa menatap takjub ke arah Edward yang makin seksi dengan tampang serius terkesan dingin dan macho
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1