
Setelah menikmati makan siang bersama, Edward dan Alena segera pamit, semuanya saling berpelukan sebelum kemudian berpisah, kini Edward menuju ke Mansion Dady nya Edoardo, sampai disana ternyata mereka sudah di sambut dengan hangat
Ketiga bocah kembar itu berebut untuk mendapatkan pelukan dan ciuman dari sang kakek, setelah itu mereka semua kini sudah berada diruang tengah untuk bermain, sedangkan Edward, Alena dan Edoardo sudah terlibat sebuah percakapan
"Kalian harus berhati-hati, bisa saja kelompok Mafia itu akan menyusul kalian kesini" ucap Edoardo
"Iya Dad, kami selalu berusaha memberi tahukan kepada pengawal untuk selalu waspada"
"Baguslah, kalau begitu” ucap Edoardo
Percakapan berlangsung kembali, kali ini Edward memberitahukan kepada Dady nya kalau dirinya akan segera membuka segel ketiga anaknya agar menguasai kekuatanya, Alena juga menceritakan kemampuan dari ketiga putra kembarnya
"Wow, ini amazing, mulai kapan mereka mempunyai kekuatan itu Al?" Tanya Edoardo
"Hampir satu bulan kami baru mengetahuinya Dad" ucap Alena
"Mereka anak-anak yang luar biasa, kalian harus bisa menjaga dan membimbingnya dengan baik"
"Tentu saja Dad, aku ingin mereka juga tidak sembarangan menggunakan kekuatannya" jawab Edoardo
Kemudian Edward membahas tentang kekuatan mata biru putri kecilnya, Edward menanyakan apakah Mommy nya dulu juga mempunyai kekuatan yang serupa dengan Ailina karena mata biru yang di wariskan dari Mommy nya
"Kekuatan Ailina tidak ada dalam keluarga kita Ed, tapi Dady dulu waktu kecil pernah mendengar kisah itu dari kakek buyut mu di zaman kekuatan kuno keluarga Eagle bermula"
Edward sangat terkejut mendengar kisah dari Dady nya
"Benarkah Dad, beruntung sekali Ailin memilikinya" ucap Edward
"Kekuatan itu luar biasa, kalau Ailina bisa mengasahnya, dia bisa menghentikan dan melintasi waktu"
"Aku tidak pernah menyangka nya, Ini luar biasa" ucap Alena terkejut
Rupanya ketiga bocah kecil itu bukan hanya bermain, tapi juga mendengarkan semua percakapan itu, Ethan dan Evan tersenyum ke arah Ailina memberikan kode bahwa kedua kakaknya sangat bangga memiliki adik perempuan seperti dirinya
Tak lama kemudian hari sudah mulai petang, tepat jam tujuh malam Edward dan Alena segera pamit untuk pulang, terlihat juga ketiga buah hatinya sudah lelah dan mengantuk setelah seharian bermain, Edoardo menciumi ketiga cucu tercinta nya kemudian melambaikan tangan saat mereka semua keluar dari pintu gerbang
"Kalian tidurlah, nanti Daddy bangunkan kalau sudah sampai Rumah""
__ADS_1
"Deddy janji akan melatih kami kan?" Tanya Ethan
"Berarti segel kekuatan kami juga harus dibuka sama Daddy, biar kami latihan kayak ka Aftan dan kak Afita" ucap Evan
"Iya Dad, mereka berdua hebat" sahut Ailina
Edwar tersenyum dan saling pandang dengan Alena, keduanya menjelaskan kalau segel kekuatan mereka akan di lepas dan akan berlatih di bantu dengan Mommy nya juga, mereka semua berteriak senang saat mendengar hal yang sudah ditunggu-tunggu nya akan segera datang
"Tapi ingat ya, kalian harus janji tidak akan pernah menggunakan kekuatan langka kalian kalau tidak benar-benar untuk menyelamatkan nyawa kalian sendiri" ucap Alena dan di jawab dengan anggukan ketiga buah hatinya
Sementara kedua pengawal yang duduk di kursi depan juga saking bertatapan, mereka merinding membayangkan kekuatan ketiga tuan kecilnya saat sudah dilatih menggunakan kekuatannya secara utuh
*
Hari telah berganti, tak terasa kini sudah satu Minggu berlalu, Kirana sibuk menyiapkan segalanya dari pagi dibantu oleh Alena, kebetulan ini hari Minggu, jadi Alena juga libur dari pekerjaannya, tak hanya itu, tiga ponakan kecilnya juga ikut membantu persiapan Kirana
"Ih, gemes gemes, sini kalian, aunty mau cium pipi kalian satu satu!" Teriak Kirana yang kini sudah berlarian menangkap mereka satu persatu dan mencium pipinya
Alena tersenyum melihat kedekatan Kirana dengan ketiga anaknya, dirinya menghela nafas, menatap lekat interaksi Kirana, dalam hatinya terus terang tidak tega melepas kepergian Kirana ke Paris enam bulan lamanya
"Kak Al kenapa, jangan menatapku seperti itu" ucap Kirana
"Kau ini kak, aku sudah gede, mentang-mentang aku mainnya sama mereka, kakak anggap anak kecil juga"
"Hahaha" keduanya tertawa bersama
Tak berapa lama kemudian Kirana sudah bersiap untuk pergi ke bandara, tentu saja Alena, Edward dan kaisar yang mengantarnya, ketiga bocah kecil tidak mau ketinggalan, apalagi ada Kaisar, tentu saja mereka langsung bermanja ria di dalam perjalanan mengantar Kirana
Akhirnya sampai juga di bandara, Kaisar memeluk Kirana dan memberinya pesan-pesan untuk bisa menjaga diri sendiri disana, tidak lupa beribadah dan menjaga kesehatan, begitu juga dengan Alena yang sudah berlinangan air mata memeluk Kirana, ketiga bocah kecil juga memeluk Kirana dengan ekspresi lucunya dan membuat Kirana makin gemas
Perpisahan pun terjadi, kini Kirana sudah terbang menuju ke kota Paris untuk menjemput cita-citanya, tampak wajah cemas dan sedih dari Kaisar, walaupun itu disembunyikan, Edward bisa membacanya
Perjalanan pulang itu terasa sedikit sunyi, hingga Edward mulai membuka pembicaraan
"Jangan khawatir Kai, Kirana kesana di temani kedua asisten pribadinya, dia tidak sendirian" ucap Edward berusaha menenangkan Kaisar
"Iya, aku tau, Kirana tidak pernah tinggal di luar negeri dan jauh dariku sebelumnya, aku mencemaskan hal itu" jawab Kaisar
__ADS_1
"Kirana wanita yang kuat Kai, dia juga sudah dewasa, pengalaman hidupnya di dunia model selama di sini juga lumayan, Aku yakin dia bisa menjaga diri dengan baik walaupun di negri orang" sahut Alena
"Aku juga yakin akan hal itu, ilmu bela dirinya juga lumayan, tidak ada yang perlu di khawatirkan Kai" ucap Edward
Kaisar masih terdiam dengan pikiran dan suara hatinya, apa yang diucapkan Edward dan Alena memang benar dan kenyataan itu membuat nya tenang kembali, selebihnya Kaisar memasrahkan adiknya di bawah lindungan-Nya
*
Sementara itu Nickel sudah memantau pergerakan Janeta selama ada di Jakarta, dirinya tidak ingin rencananya kali ini gagal kembali, pengalaman yang kemaren membuat Nickel makin berhati-hati melakukan aksinya
"Apa tuan Nickel akan terbang ke Indonesia?" Tanya salah satu orang kepercayaannya
"Dua Minggu lagi aku kesana, setelah urusan penting disini selesai" jawab Nickel
"Baik tuan, akan saya atur jadwal anda"
"Bagus, lakukan dengan baik, jangan sampai ada kesalahan'"
"Siap Tuan"
Nickel hanya diam dan kemudian memberi kode agar orang itu segera keluar dari ruangannya, dalam hatinya dia sudah berteriak tidak tahan menunggu dua Minggu lagi bertemu sang pujaan hati, tapi pekerjaan penting harus di selesaikan olehnya dulu
Nickel masih duduk dan menyandarkan kepalanya, matanya terpejam dan sekelebat bayangan wajah cantik Alena melayang-layang di kepalanya, hingga kemudian membuatnya berteriak dengan kencang untuk mengurangi kerinduannya
"Alena, dua Minggu lagi aku harus melihat wajahmu, aku tidak tahan lagi" gumam Nickel sambil menutupi muka dengan kedua telapak tangannya, rasanya ingin sekali dirinya segera melewati dua Minggu dan terbang ke Indonesia
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE