
Edward tekejut saat menerobos ruang kerja Daniel dan mendapati seorang wanita sedang berada di balik selimut, sedangkan di lantai berserakan baju serta dalaman wanita itu
Edward langsung keluar dari ruangan Daniel dengan mengatur jantungnya kembali
"Bang*sat kau Niel, siapa wanita itu?"
"Ish kau ini, tentu saja Delia, memangnya mau siapa lagi?"
"Kau itu keterlaluan, jam istirahat hampir habis, selesaikan semuanya dengan cepat, dasar!, Buat orang jantungan saja" ucap Edward
"Hehehe, sorry Ed, aku lanjutkan tugasku dulu okey"
Edward sudah berada didalam ruangannya, dia mengumpat dalam hati melihat kelakuan Daniel yang bergulat dengan istrinya disiang hari
"Sh*it!, Aku sudah menahan hasrat ku dari tadi, disini kudanil malah berulah" kata Edward
Kurang lebih satu jam telah berlalu, akhirnya Daniel muncul juga dengan wajah yang sumringah
"Sorry Ed, aku mengisi amunisi dulu sebelum kita lanjut berperang"
Edward hanya menatap Daniel malas
"Katakan Al yang sudah kamu dapatkan sampai saat ini Niel?"
"Penyelidikan ku menemukan titik terang, ada pemasukan dana yang luar biasa dari perusahaan pusat Hodmer Company ke Perusahaan cabang di Indonesia yang sekarang bekerja sama dengan kita"
"Hem bagus, rupanya salah satu dari kedua wanita itu menyembunyikan sesuatu, menurutmu siapa diantara mereka yang tengah kerja sama dengan Nickel?"
"Aku yakin dia adalah Janeta, karena saat aku memancing Natasya dia dengan polos menjawab apa adanya, hingga kemudian Janeta mengalihkan pembicaraan ku, bukankah itu berarti Janeta mengetahui sesuatu?"
"Hem, sepertinya begitu, aku pernah mendengar cerita kaisar kalau Janeta juga punya ilmu bela diri yang lumayan"
"Sebaiknya kamu dan keluarga selalu berhati-hati Ed, Nickel kelihatanya masih mengincar Alena"
"Kita selesaikan masalah satu persatu dulu, cari terus kesalahan perusahaan Natasya hingga kita bisa mengajukan pemutusan kontrak kerja sama tanpa merugikan perusahaan kita" ucap Edward
"Hem, sedikit lagi Ed, kita pasti akan berhasil, aku yakin perusahaan Natasya juga pernah di buat tempat pencucian uang" sahut Daniel
"Baiklah, ingat, kau harus selalu berhati-hati Niel"
"Iya Ed, aku tau"
Keduanya segera melanjutkan pekerjaannya kembali setelah selesai berbincang hal penting tentang perusahaan Hodmer Company dan pemilik nya Nickel Hodmer
*
Sementara itu di tempat lain, Janeta dan Nickel sedang membicarakan hal serius sehubungan dengan rencana menghancurkan perusahaan Eagle Company dan penculikan anak-anak Alena
"Bagaimana perkembangan tugasmu, apa kau sudah menemukan titik kelemahan perusahaan Eagle Company?" Tanya Nickel
"Aku belum menemukan nya, perusahaan itu bekerja dengan sangat bersih, aku belum melihat celah sama sekali " jawab Janeta
__ADS_1
"Cari terus sampai dapat, aku yakin pasti ada kelemahannya, aku masih percaya Dengan kemampuan mu Janet"
"Baik tuan Nickel"
Nickel segera keluar dari ruangan itu, sementara Janeta masih terdiam di tempatnya, terlintas sosok mungil yang beberapa hari ini ada di kepalanya
"Maafkan aku Ailin, seandainya Waktu bisa merubah segalanya" batin Janeta
*
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, Edward melihat jam sudah menunjukkan pukul empat sore, semua berkas segera di bereskan dan kemudian melangkah pergi keluar ruangan kerjanya menuju ke tempat Kaisar untuk mengajaknya segera pulang
Tak berapa lama, saat Edward baru saja berada di dalam mobil, terdengar suara pesan masuk dari istrinya, ternyata Alena juga baru saja sampai di rumah, Edward tersenyum dan kemudian membalas pesan istrinya, memberitahu kalau dia juga sudah meluncur pulang
Setiba di rumah, seperti biasanya ketiga jagoan menyambut kedatangan Dady nya dengan teriakan heboh, ciuman dan pelukan kasih sayang
"Mommy kalian sudah datang?" Tanya Edward
"Aku disini Honey" ucap Alena muncul di belakang anaknya sambil tersenyum dengan manis
"Ish, Mommy, kalau di depan Daddy manja banget" ucap Evan
"Eh, anak kecil gak boleh ngiri, minggir-minggir, gantian Mommy ni yang mau peluk Dady" goda Alena ke anak-anaknya
"Mommy !!" Teriak ketiganya langsung sewot ke Alena
Edward dan Alena tertawa melihat wajah jutek ketiga jagoannya saat sedang di kerjain olehnya, ketiga anaknya tersenyum kembali saat kedua orang tuanya kini memeluk mereka dan menciumi nya, setelah itu mereka pergi ke halaman belakang untuk melatih kemampuannya
"Bagaimana dengan kelanjutan sekolah kalian nanti, sudah menentukan pilihan akan sekolah dimana?" Tanya Edward
"Kami sudah putuskan akan mengikuti Ailina Dad, sekolah di MI Al-Hikmah, apa Mommy dan Daddy tidak keberatan?"
"Tentu saja tidak, tapi nanti beri kesempatan Mommy dan Deddy untuk mengenal sekolah MI Al-Hikmah beserta guru-gurunya ya" ucap Edward tidak ingin mengecewakan anak-anaknya
Alena tersenyum kemudian meluk ketiga anaknya
"Tak terasa kalian sudah gede sekarang, hampir masuk sekolah dasar, kalian sangat lucu dan menggemaskan , pengen rasanya Mommy menggendong kalian dari persatu"
"No Mom, kami tidak mau di gendong sama di ciumin Mommy lagi" ucap Ethan
"Memang kenapa?" Tanya Alena
"Bekas Daddy!!" teriak ketiga anaknya Sambil berlarian menjauh, takut di tabok sama Mommy nya
"Awas kalian ya!" Teriak Alena melihat keusilan ketiga anaknya
"Ampun Honey!" Teriak Evan menirukan mimik Mommy nya
Semuanya tertawa melihat kelucuan Evan menirukan Alena, termasuk pengawal dan juga asisten rumah tangga yang tak sengaja lewat dan melihat apa yang tengah di lakukan oleh ketiga tuan kecilnya
Keseruan keluarga kini telah berubah menjadi keheningan saat ketiga bocah kembar itu sudah memejamkan matanya di pangkuan kedua orang tuanya, perlahan mereka di pindahkan satu persatu masuk ke kamar dan terlelap dalam tidur malamnya
__ADS_1
Edward Merangkul istrinya dan berjalan kembali masuk kedalam kamarnya sendiri, kini Edward sudah diatas tempat tidur bersama dengan istrinya
"Honey, aku ingin memberitahu sesuatu" ucap Alena yang berada dalam pelukan suaminya
"Katakan saja Bee, ada apa?"
"Tadi siang aku mengobati pasien dengan luka jahitan di perutnya"
"Lalu, bukannya itu hal biasa bagimu Bee?"
"Iya honey, tapi pasien itu bernama Nickel Hodmer
"Apa!" Edward langsung terkejut dan menggeser posisi tidurnya miring ke arah Alena, "Dia berbuat kurang ajar padamu Bee?" Tanya Edward sambil menatap lekat wajah istrinya
"Enggak Honey, mana mungkin aku membiarkan hal itu terjadi, dia bersikap biasa saja seperti pasien lain"
"Syukurlah Honey, tapi kenapa Nickel ada di Indonesia?" Tanya Edward
"Aku tidak tau Honey, mangkanya aku juga khawatir akan hal itu, takut kalau dia ada niatan yang tidak baik"
"Tenanglah Bee, aku dan Daniel juga sedang menyelidiki sesuatu tentang perusahaan Natasya yang berada di bawah kendali Nickel, sepertinya Daniel sudah menemukan kejahatan dalam perusahaan nya, dan hal itu akan kita gunakan untuk lepas dari kontrak kerjasama dengan mereka"
"Alhamdulillah Honey, sebaiknya kita menghindari kerjasama dengan orang-orang semacam itu"
"Yang aku khawatirkan lebih pada dirimu Bee, aku takut Nickel masih ingin memilikimu"
"Tenanglah honey, aku tidak akan memberikan diriku pada siapapun kecuali Edward Runcel Eagle'"
Edward tersenyum dan perlahan menyatukan bibirnya dengan lembut, melu*mat dan mence*cap perlahan dengan gerakan yang semakin menuntut
Beberapa menit kemudian keduanya sudah saling membelit dan melakukan sentuhan yang membuat keduanya serasa melayang, bibir Alena terbungkam dengan luma*tan Edward saat akan menjerit ketika sang pusaka di masukkan kedalam dirinya
Peluh bercucuran ketika keduanya berlomba saling menikmati dan mencari kepuasan untuk mencapai puncak nirwana bersama-sama, desa*han dan era*ngan saling bersahutan, hinga kemudian keduanya merasakan ada sesuatu yang akan meledak bersamaan
"AAH!"
Teriakan keduanya menggema memenuhi isi kamar, senyuman kepuasan kini tampak dari bibir keduanya yang sama-sama tengah mengatur nafas dan mengistirahatkan tubuhnya
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1