
Pengantin baru sudah berada di dalam kamar setelah pesta pernikahan Usai, keduanya membersihkan diri kemudian berbincang
"Apa Alena dan Delia sudah pulang?" Tanya Aditama
"Iya yang, mereka berdua memberiku hadiah pernikahan yang sangat mengejutkan"
"Apa?"
"Kak Delia memberiku gelang permata yang dulu sangat aku inginkan, aku tidak bisa membelinya karena sangat mahal"
"Lalu, apa mau kamu kembalikan?"
"Tentu saja tidak, aku udah diancam duluan sama kak Delia, sebenarnya ini terlalu berlebihan yang"
"Ya sudah, di syukuri saja, Delia memberikannya berharap kamu suka dan memakainya yang" ucap Aditama
"Iya, ini terlalu mahal dan mewah, akan aku simpan yang, digunakan seperlunya saja' jawab Amaya
"Hem, sebaiknya begitu yang"
"Hadiah dari Alena, Jangan di tanya lagi, ini lihat"
Ucap Amaya sambil menyerahkan kotak kecil berisi sebuah kunci mobil dan surat-surat nya, ada sebuah tulisan tangan Alena yang mengatakan 'jangan sampai menolak kalau kamu ingin tetap menjadi sahabatku, aku tau kau sangat membutuhkannya', Aditama menggelengkan kepala tak percaya
"Jadi dia memberimu mobil Hon*da jazz keluaran terbaru?"
"Iya Yang, aku memang pernah bercita-cita beli mobil ini nantinya kalau tabunganku dah cukup, apalagi mobil lamaku sering macet"
"Ya sudah diterima saja, dari pada nanti kamu berurusan dengan Alena"
"Iya, lagian itu bocah emang tajir melintir, tampangnya aja kadang dia tutupi biar gak kelihatan kayak istri sultan"
"Hahaha, Begitulah Alena, itu kenapa aku dulu sangat mengaguminya, dan aku kira itu sebuah cinta, Rupanya malah wanita ini yang membawa cintaku " ucap Aditama sambil langsung memeluk Amaya
Aditama mencium bibir Istrinya dengan lembut, perlahan keduanya saling melu*mat, Aditama menanggalkan semua baju Amaya hingga tanpa sisa, kini Amaya semakin mende*sah, dengan masih posisi berdiri keduanya polos tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhnya
Amaya semakin menikmati setiap sentuhan suaminya, badannya hampir limbung saat sensasi luar biasa merasuk ke seluruh tubuhnya, Aditama tersenyum dan segera menggendong Amaya merebahkan tubuh istrinya diatas kasur dengan pelan tanpa melepas ciumannya
Kini tubuh Amaya sudah benar-benar siap untuk menerima apapun dari Aditama, ciuman dan jilatan halus bermain di bukit kembar miliknya, Aditama membuat Amaya berkali-kali mende*sah, tangan Aditama membelai lembut bagian bawah istrinya, memastikan apakah di sana siap menerima miliknya, satu jari Aditama berhasil masuk diiringi suara pekikan kecil dari Amaya
"Ahk!"
"Kau sudah basah yang, sshh"
Kini jari Aditama ditarik kembali, mengganti sesuatu yang lebih besar dan keras untuk di masukkan, dorongan dari Aditama menyentak tubuh Amaya ketika miliknya menerobos masuk ke dalam in*timnya, ini kedua kali Aditama memasuki Amaya, tapi rasanya masih sangat sempit bagi Aditama
"Aah, pelan sayang, masih sedikit sakit"
Aditama mencium bibir Amaya kembali, untuk mengalihkan rasa sakitnya, Amaya mulai terbuai arus kenikmatan bersama dengan dorongan keras keluar masuk milik Aditama, semakin cepat Aditama melakukan gerakan itu hingga keduanya mencapai puncak kenik*matan yang sangat berbeda dari sebelumnya
"Amaya!"
"Sayang!"
"AAAH!"
Akhirnya semuanya melebur menjadi satu, Aditama masih terengah-engah sambil menatap Amaya yang juga sedang mengatur nafasnya, hingga kemudian mereka saling memeluk dan terlelap bersama
*
Keesokan harinya
Kini saatnya Alena ikut Edward kembali ke Jakarta, Alena selalu dalam rangkulan Edward saat berjalan di bandara menuju pesawat pribadinya, sedangkan para pengawal sudah mengelilingi mereka dengan sigap
Sebelum Alena masuk ke pesawat, dia menoleh sejenak ke belakang, air matanya menetes namun segera di hapus nya
"Surabaya Aku akan meninggalkanmu, kak Delia, Amaya jaga diri kalian baik-baik" batin Alena
Edward menunggu Alena dengan sabar, di usapnya punggung Alena lembut hingga Alena tersadar kembali dan segera masuk ke dalam pesawat, saat Alena sedang berjalan dan hampir duduk, sepertinya dia melihat seseorang yang dia kenal berada diantara pengawal yang duduk di belakang, dengan cepat Alena menoleh untuk memastikan pandangannya, dan ternyata benar, ada seorang laki-laki tersenyum padanya sambil melambaikan tangan
"Raka?!"
"Honey, itu benar Raka kan?" Tanya Alena ke Edward serasa tak percaya
__ADS_1
"Iya, memang siapa lagi Bee, duduklah dulu, pesawat segera Take Off"
"Iya, terus kenapa Raka ada disini?"
"Dia pengawal pribadimu sekarang"
"Hah!, Benarkah honey, aku senang sekali"
"Kendalikan dirimu Bee, kamu istriku, jangan memberikan kesenangan kepada laki-laki lain secara berlebihan"
"Hehe, aku hanya senang saja honey, makasih ya, sudah menjadikan Raka pengawal pribadi ku"
Setelah pesawat berada diatas, Alena berniat pergi
"Mau ke mana Bee?"
"Aku mau ke Raka dulu"
"Duduk, biar Raka yang kesini, aku juga ingin tau apa yang akan kalian bicarakan"
"Ish, kau ini, masak harus cemburu sama pengawal sendiri"
Tak lama kemudian Raka segera dipanggil untuk duduk di depan Alena, Raka akhirnya berpindah tempat dan mengobrol dengan Alena, kebanyakan obrolan seputar latihan menembak dan kisah beberapa strategi dalam pertempuran, Edward hanya diam dan mendengarkan perbincangan keduanya, dalam hatinya dia bersyukur ternyata Raka sangat tulus berteman dengan Alena dan bisa di percaya
*
Ditempat lain seseorang sedang berada di sebuah mansion besar milik Amita Kirana
"Jadi, anda tidak pernah melihat media apapun?" Tanya Amita
"Tidak, saya tidak suka"
"Maaf, boleh saya memanggilmu Kaisar saja?"
"Panggil aku Key, itu lebih mudah"
"Oh, baiklah Key, jadi, apa kamu tau siapa sebenarnya Edward Runcel Eagle?"
"Tidak, katakan saja siapa orang ini, aku akan mendengarkan"
Akhirnya Amita menceritakan siapa sebenarnya Orang yang akan dia bunuh, Kaisar terkejut ketika Amita juga menceritakan siapa istri dari Edward yang berasal dari keluarga Nugraha
"Itu berarti Istri Edward adalah adik dari Brian Alex Nugraha?"
"Iya, begitulah, Kenapa?,apa kau mengenalnya?" Tanya Amita
"Aku belum pernah bertemu dengannya langsung, tapi namanya cukup disegani di dunia supernatural"
"Maksudnya?" Tanya Amita
"Sudahlah, kau tidak akan mengerti"
"Oh, baiklah Key, aku juga tidak peduli, yang penting kau bisa menghabisi Edward , titik, tinggallah disini bersamaku untuk sementara waktu, dan kau boleh menggunakan semua fasilitas Mansion mewahku termasuk juga Aku" ucap Amita yang kini tengah mengelus dada Kaisar
Kaisar menyeringai, baginya ini sebuah kesempatan karena sudah berbulan-bulan dirinya tidak menumpahkan lahar panas dalam tubuhnya, tentu saja cara penyatuan yang dilakukan Kaisar sangat brutal
Amita tersentak saat tiba-tiba saja dirinya di dorong di sebuah meja hingga berjongkok, dengan kasar Kaisar merobek cela*na da*lam dan membuangnya, tanpa pema*nasan apapun miliknya yang sudah tegang langsung di masukkan ke dalam in*tim sang wanita, suara jeritan kesakitan keluar dari mulut Amita
"Bang*sat, apa yang kamu lakukan, lepaskan!" Teriak Amita meronta
"Diam, bukankah ini yang kamu inginkan, sekarang jangan melawanku, atau aku robek bagian bawah mu!" Ancam Kaisar sambil terus menghujamkan pusakanya berkali-kali
"Tapi ini Sakit, hentikan!, Sakit!" Teriak Amita
Kaisar tidak perduli lagi, dia terus menghu*jami milik Amita dari belakang berulang kali, kini tangannya menjambak rambut Amita dengan keras, pacuan gerakannya semakin cepat, Amita berteriak kesakitan
"Dasar *******, berapa laki-laki yang sudah memasuki mu ha!, Longgar sekali rasanya, bre*ngsek!" Ucap Kaisar dan sesaat kemudian menge*rang menumpahkan lahar panas di dalam diri Amita
Amita langsung tergeletak tak berdaya, dengan nyeri yang luar biasa hebat di daerah kewani*taannya, air matanya sampai menetes saking sakit dan hancurnya harga dirinya
"Kau Baji*ngan, ingat, aku majikan mu, aku yang membayar mu Key!"
"Kau kira aku peduli hal itu, saat inipun aku sebenarnya sanggup untuk mencabut nyawamu dan menguasai seluruh hartamu wanita *******!"
__ADS_1
Kaisar berjalan masuk ke kamar setelah membenarkan resleting celananya sambil mengingatkan
"Jangan menggodaku lagi untuk mengga*ulimu Nyonya Amita, aku tidak ingin kau sudah mati saat hasrat ku belum tuntas" ucap Kaisar dengan senyum iblisnya
Amita menghapus air matanya, berusaha mencoba untuk berdiri namun rasa nyeri yang hebat di bagian bawahnya membuat dirinya terjatuh, dengan segala usaha Amita berusaha menyeret tubuhnya masuk ke dalam kamar, dia sangat terkejut melihat ada darah yang keluar dari organ intimnya, Amita langsung menghubungi dokter pribadinya, tak lama pertolongan dari dokter pun datang
Sang dokter sangat terkejut saat memeriksa bagian kewan*itaan Amita yang mengalami robekan walaupun tidak begitu dalam
"Apa yang terjadi nyonya, kenapa ini bisa terjadi?"
"Sudahlah, atasi saja masalahku, tubuhku rasanya remuk"
Akhirnya keadaan Amita bisa kembali membaik saat dokter segera mengatasi masalahnya
*
Alena tersenyum senang saat sudah berada di rumahnya yang sangat ia rindukan, Edward merangkul Alena sambil beberapa kali menciumi puncak kepala istrinya, sementara Raka hanya menghela nafas melihat tingkah mesra dua insan yang membuatnya menderita
Alena membalikkan badan saat mendapati Raka masih berjalan di belakangnya
"Ka, kenapa kamu masih mengikuti ku?"
"Bukannya aku pengawal pribadimu, kemana saja aku ikut"
"Bener?, Ini aku mau nyusul Edward ke kamar lo, kamu mau ikut, gak meriang nanti kamu lihat aku sama Edward gulat"
"Sh*it!, Kau ini vulgar sekali ngomongnya Al, dasar, ya sudah, aku pergi ke kamarku, klu ada apa-apa hubungi aku"
"Hahaha, siap Ka, istirahat dulu aja ya!" Teriak Alena
Raka segera turun ke bawah menuju kamar yang sudah di siapkan untuknya, begitu memasuki kamarnya Raka tercengang dengan ruangan yang begitu mewah dan sangat besar
Sementara itu Alena duduk di balkon setelah membersihkan dirinya, ada pemandangan baru yang membuatnya terkejut
"Honey, apa kamu membangun tempat baru di halaman belakang kita?"
"Hem, itu tempat latihan tembak dan juga bela diri, aku menyediakan untuk latihan mu dan juga para pengawal"
"Wah, pasti sangat menyenangkan honey, aku menyukainya"
"Aku tau, Raka menceritakan semua tentang perkembangan latihan mu, ada sesuatu yang istimewa di tenaga dalam mu saat di gabungkan dengan senjata"
"Aku juga tidak tau sebelumnya honey, saat aku menggunakan senjata tenaga dalam ku mengalir begitu saja"
"Hem, nantinya aku yang akan menjadi mentor mu dalam melatih tenaga dalam, dan Raka akan melatih bagian senjatanya, dia sangat menguasai Akan hal itu"
"Makasih honey, aku akan melakukanya, tapi aku ingin tetap bekerja sebagai Dokter Bedah di Rumah Sakit"
"Aku sudah mengaturnya, kamu tau Rumah Sakit Elite Healthy Hospital milik Andrian saka Bimantara sahabat ku, kamu akan bekerja di sana Bee"
"Hah, bukannya itu Rumah Sakit Internasional dengan banyak kaum Elite yang berada di sana"
"Memang kenapa, kakakmu Alex dan suamimu ini juga salah satu pemilik saham di sana Bee"
"Oh, jadi begitu, baiklah, aku akan bekerja di sana, sebagai Dokter Bedah saja kan honey?"
"Tentu saja, kau akan diperkenalkan sebagai Dokter Bedah sekaligus nyonya Edward Runcel Eagle"
"Baiklah, aku tidak akan berdebat akan hal itu, percuma saja" ucap Alena malas
Edward tersenyum kemudian memeluk istrinya dalam istirahat siangnya
(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1