Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 178


__ADS_3

Edward melanjutkan langkahnya menuju ke Rumah sakit untuk menjemputnya istrinya sekalian melihat keadaan Raka, ternyata semua sudah ada di ruang perawatan kamar Anggel yang hari ini sudah tersadar, Edward tersenyum melihat istrinya berjalan ke arahnya dan menyambutnya, pelukan dan ciuman di berikan untuk istri tercintanya, Daniel dan Delia saling memandang dan tersenyum kecil, sedangkan Raka menoleh dan ikut tersenyum melihat kedatangan Edward


"Bagaimana keadaan Istrimu Raka?" Ucap Edward yang kini sudah ada di samping Raka


"Alhamdulillah sudah baikan pak Edward, sekarang sedang diperiksa, tadi sudah tersadar dan keadaanya baik, sudah bisa bicara namun tubuhnya masih terasa lemah" ucap Raka


"Hem, syukurlah, aku ikut lega mendengarnya, kau harus selalu menunggu di sampingnya, kehadiranmu saat ini sagat di butuhkan oleh istrimu, soal pekerjaan mu sebagai pengawal, untuk sementara tidak usah kau pikirkan" ucap Edward


"Terimakasih pak Edward" ucap Raka


Sesaat kemudian Ratu sudah keluar dari dalam kamar perawatan Anggel dan mengatakan kalau Anggel sudah bisa di temui dan menjalani perawatan biasa selama masa pemulihan, semuanya ikut senang mendengar kabar bahagia itu, Daniel, Delia ,Alena dan Edward segera masuk ke kamar mengikuti langkah Raka yang sudah tersenyum senang


Sementara itu Kaisar masih duduk di kursi tunggu luar sambil memainkan handphonenya, dan Ratu tersenyum sabil mendekatinya dan duduk di sampingnya


"Hai Kai, tidak ikut masuk ke dalam?" Tanya Ratu dan mengagetkan Kaisar


"Hah, oh, tidak, nanti saja, aku belakangan" ucap Kaisar


"Kau sudah makan Kai?" Tanya Ratu


"Sudah, apa kau belum makan?" Tanya Kaisar


"Belum, akhir-akhir ini lagi malas makan"


"Jangan seperti itu, nanti kamu sakit, banyak orang yang membutuhkan mu Ratu" ucap Kaisar


Ratu hanya tersenyum malas, dan menyandarkan tubuhnya di kursi tunggu


"Tunggu disini, jangan kemana-mana sampai aku datang" ucap Kaisar


"Hah, Apa?!" Tanya Ratu masih bingung yang sudah di tinggal oleh Kaisar


Tak berapa lama kemudian kaisar sudah datang dan duduk kembali di sampingnya sambil membawa 2 buah minuman hangat dan satu kotak Nasi yang kemudian di berikan ke Ratu


"Apa ini?" Tanya Ratu


"Sudah, buka dan makan dulu, itu juga aku belikan teh hangat untuk menjaga lambung mu" ucap Kaisar


"Kai, kenapa harus repot-repot begini, aku kan bisa beli sendiri, terus kamu makan apa?" Tanya Ratu yang hatinya sudah mengharu biru mendapat kan perlakuan lembut dari seseorang yang tidak ada ikatan apapun, sedangkan tunangannya sama sekali tidak pernah memperlakukan nya sebaik ini

__ADS_1


"Aku sudah makan, aku temani kamu makan sambil minum teh saja, makanlah" ucap Kaisar


*


Anggel tersenyum melihat kedatangan orang-orang yang memperdulikannya, Raka mendekat dan menciumi wajah istrinya berkali-kali tak terasa meneteskan air mata


"Yang, aku gak apa-apa, jangan menangis lagi, gak malu sama pak Daniel dan pak Edward?" Ucap Angel sambil menyeka air mata suaminya perlahan


"Maaf, aku sangat takut kehilanganmu sayang, syukurlah semua sudah berlalu" ucap Raka


"Iya Alhamdulillah, Aku ucapkan terimakasih Al dan kak Del, kalian sudah menyelamatkanku" ucap Anggel


"Hei, sudahlah, kita hanya melakukan tugas sebagai seorang dokter saja Anggel, kamu harus banyak istirahat dulu, biar cepat proses penyembuhan mu" ucap Alena


"Iya, terimakasih" ucap Anggel


"Kamu harus bersabar Anggel, lukamu lumayan parah, jadi mungkin proses penyembuhan tidak secepat yang di bayangkan" ucap Delia


"Iya kak Del, aku mengerti"


Kini semuanya ikut dalam perbincangan yang hangat, hingga akhirnya dirasa cukup dan pamit untuk pulang karena hari sudah semakin sore, saat mereka keluar dari kamar Anggel, tampak pemandangan manis, dimana Kaisar sedang tersenyum sambil menunggui Ratu yang sedang makan


"Aku hanya di temani Kaisar Makan Al, jangan mulai ya" ucap Ratu dan membuat Alena terkekeh


Delia dan Daniel ikut tersenyum melihat wajah Kaisar yang kini kemerahan karena menahan malu, kini Kaisar sudah berdiri siap ikut dengan Edward dan Alena, semua kembali masuk ke dalam mobilnya masing-masing untuk pulang


*


Alfaro masih berada di rumah Edward, keberangkatan pesawatnya di tunda malam hari pukul tujuh, Alfaro menghilangkan penatnya dengan berjalan di taman depan dan beberapa sat kemudian melihat mobil Kirana sudah masuk ke dalam garasi belakang


Alfaro tersenyum melihat kedatangan Kirana dan terbesit untuk mengerjai wanita itu lagi, Alfaro masih penasaran dengan dirinya sendiri saat kemaren merasakan reaksi aneh dari dalam tubuhnya dan membuat dirinya menginginkannya lagi


"Apa yang kau lakukan, kenapa masih ada dirumah ini, bukannya kamu harusnya sudah terbang ke Paris?" Ucap Kirana yang kini ada di hadapan Alfaro


"Oh, jadi ada yang menguping pembicaraan orang rupanya?" Ucap Alfaro


"Enak saja, aku gak menguping ya, kalian saja yang bicaranya terlalu keras, jadinya aku gak sengaja ikut mendengarkan" jawab Kirana


Kirana langsung membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, namun saat akan menutup pintu, betapa terkejutnya melihat Alfaro sudah berada di dalam kamarnya

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan, keluar!" Teriak Kirana


"Aku hanya ingin melihat kamarmu saja, kenapa harus panik seperti itu?" Ucap Alfaro sambil berjalan memutari kamar Kirana dan melihat-lihat keadaan kamarnya


Kirana makin jengkel dan menarik tangan Alfaro untuk segera keluar dari kamarnya, Namum yang terjadi di luar dugaan Kirana, Alfaro berhasil menghimpit tubuh Kirana ke dinding hingga membuatnya tidak bisa bergerak


"Sialan, apa yang kamu lakukan Faro, lepaskan!' teriak Kirana


Alfaro tidak berkata apapun dan diam sambil menikmati wajah cantik alami Kirana yang tidak suka memakai make-up, di belainya wajah Kirana pelan hingga kemudian jari jemari Alfaro menyentuh bibir Kirana


Kini jantung Alfaro sudah berdetak dengan kencang, tangannya menahan wajah Kirana yang masih berusaha melakukan perlawanan, tangan Kirana berusaha mendorong tubuh Alfaro, tapi percuma, kini tubuhnya sudah tidak kuat lagi terus memberontak


Alfaro mencium perlahan bibir Kirana, sudah tidak ada lagi perlawanan yang berarti dari Kirana, perlahan Alfaro melum*atnya, rasanya sungguh sangat berbeda baginya, bibir yang lembut dan hangat dari Kirana membuat dirinya makin memperdalam ciumannya, Kirana masih terdiam tanpa membalas ciuman dari Alfaro


Kirana berusaha mati-matian menahan semua gejolak yang muncul dari dalam dirinya yang tidak dia pahami, bibirnya masih berusaha dia kunci rapat untuk tidak membalas ciuman dari Alfaro, namun pertahannya lama-lama semakin melemah, Ciuman Alfaro yang merupakan pengalaman pertama baginya membuat dirinya mulai melayang


Alfaro terus aktif melu*mat dan mencium bibir Kirana, tangannya kini menahan tengkuk Kirana, sedikit gigitan kecil di berikan di bibir bawah Kirana hinga Kirana terkejut dan membuka mulutnya, dan disaat itulah Alfaro memasukkan lidahnya, Kirana membelalakkan mata sangat terkejut merasakan lidah Alfaro sudah bermain di dalam sana


Kirana mulai membalas ciuman Alfaro dengan jantung dan tubuh yang masih bergetar, Alfaro sangat tau kalau wanita yang ada didepannya ini belum pernah sama sekali tersentuh oleh laki-laki, hingga kemudian Alfaro melepaskan ciumannya dan membuat Kirana bingung dan tertunduk malu


"Aku akan menjagamu dan tidak akan merusakmu Kiran, kamu wanita yang sangat istimewa"


CUP


Alfaro mencium lembut kening Kirana kemudian melepaskannya dan berjalan keluar dari kamar, sementara Kirana masih terdiam mematung dan merasakan jantungnya terasa mau lepas, hingga suara bel pintu rumah menyadarkan dirinya kembali


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2