Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 119


__ADS_3

Sudah beberapa Minggu Alena melakoni kehidupannya berada jauh dari Edward suaminya, beruntung dengan kecanggihan alat komunikasi semua itu bisa teratasi, hampir setiap hari keduanya melakukan kontak lewat handphone, saling menyapa, memberi perhatian, terkadang mengingatkan satu sama lain, bahkan mereka berdua selalu membagi informasi semua kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya


"Jadi hari ini melakukan berapa operasi Bee?"


"Tiga honey, lumayan, perkembangan Rumah Sakit semakin baik, jadi pasien yang percaya dengan pelayanan disini semakin banyak"


"Hem, bagus, aku senang mendengarnya"


"Hari ini kamu tidak terlalu sibuk honey?"


"Lumayan, kerjasama dengan perusahaan besar milik Andrew Zerald juga berjalan lancar, Eagle Company makin berjaya di Eropa"


"Alhamdulillah, sukses terus honey, sebentar, bukannya Andrew Zerald ayah dari Monalisa Zerald?"


"Hem, memang kenapa Bee?"


"Oh, lalu bagaimana kabar Monalisa, apa masih kerja sama dengan mu honey?"


"Tentu saja Bee, dia pindah ke Jakarta sekarang ikut membantu di perusahaan orang tuanya"


"Oh, jadi dia ada di Jakarta"


"Kenapa Bee?, Kamu khawatir Mona akan menggodaku?"


"Tentu saja honey, apa kamu lupa apa yang pernah dia lakukan untuk mendapatkan mu?"


"Hehehe, Jangan khawatir, aku tidak sebodoh itu Bee"


"Aku percaya, oh iya ada kabar gembira, 2 Minggu lagi Aditama akan menikahi Amaya, apa kau bisa ikut hadir bersamaku Honey?"


"Syukurlah, akan aku usahakan Bee"


"Satu lagi kejutan, Minggu besok aku cuti 4 hari, jadi aku akan menyusul mu ke Jakarta honey!"


"Benarkah Bee, oh aku semakin merindukanmu"


"Sudah, aku tutup dulu ya Honey, dah ditunggu makan siang sama duo marmut"


"Oke Bee"


Akhirnya sambungan handphone terputus


*


Alena melanjutkan latihan menembaknya sendirian kali ini, karena sang guru sedang sibuk melatih murid barunya yang membuat hidupnya sangat bergairah, siapa lagi kalau bukan Anggel Luna Mahira


"Dasar guru Cap Kambing, giliran dapat murid baru, aku malah suruh latihan sendiri, awas saja!" Batin Alena kemudian tersenyum miring menemukan ide brilian memberi pelajaran ke Raka


Saat Raka memeluk Anggel untuk membidik sasaran, Alena segera membidik sasaran yang sama dengan mereka, hingga Akhirnya


DOR DOR DOR


Alena berhasil menembak sasaran mereka dengan Tepat sebelum mereka sempat menembaknya


"Woy, Dasar Alena gila!" Teriak Raka Kesal karena kelakuan Alena


"Hahaha, maaf, salah sasaran aku Ka!"


Balas Alena berteriak juga


Raka dan Anggel berjalan menghampiri Alena dengan tersenyum


"Wah, kemampuan anda luar biasa nona Alena" ucap Anggel


"Saya hanya murid dari laki-laki yang ada di sampingmu nona Anggel"


Ketiganya saling bertatap dan tertawa, kini Alena melihat Anggel punya sifat yang baik semenjak dekat dengan Raka, dan itu membuat Alena semakin mendukung hubungan mereka, Raka segera pamit pulang duluan mengantar Anggel ke apartemen nya, setiba di sana Anggel menyuruh Raka untuk masuk terlebih dahulu, saat Raka duduk di kursi di kejutkan dengan sebuah foto Anggel dengan Valentino


"Aku dan Valen sahabat sejak kecil Ka" ucap Anggel sambil menaruh minuman Raja di atas meja

__ADS_1


"Oh, iya, pantas kalian sangat akrab"


Setelah itu terjadilah perbincangan seputar persahabatan Anggel dengan Valen, bahkan Anggel sangat menyayangkan kehidupan bebas Valentino dengan banyak wanita


"Jadi sekarang ini Valentino sedang mengejar Alena?" Tanya Raka terkejut


"Hem, aku tidak pernah melihat Valen tergila-gila dengan wanita seperti sekarang ini, aku juga sudah berulangkali memperingatkan Valen bahwa Alena istri dari seorang Edward Runcel Eagle"


"Lalu?"


"Entahlah, aku berharap dia segera menghentikan niatnya, sebelum tuan Edward benar-benar akan menghancurkannya"


"Aku harap Valentino segera sadar" ucap Raka


Setelah itu tiba-tiba saja sesuatu terjadi, Raka mendekat ke arah Anggel dan mencium bibir Anggel dengan lembut, kemudian membisikkan sesuatu di telinga Anggel


"Aku mencintaimu Anggel, apa kau menerima cintaku?"


Anggel tersenyum dan mengangguk dengan muka memerah, kini Raka tersenyum bahagia dan mencium bibir Anggel kembali, kali ini luma*tan dan gigitan kecil berhasil membuka mulut Anggel hingga lidah Raka berhasil masuk dan saling membelit di sana, tubuh Anggel bergetar saat mendapati serangan panas dari Raka, tangan Raka bergerak masuk menjelajah kedalam baju Anggel dan meremas lembut kedua bukit kembar wanita nya, kini desa*han mulai terdengar dari keduanya


Dengan sekali tarikan, Raka berhasil melepas baju bagian atas wanitanya, kini sebuah pemandangan indah nan sek*si ada di depan mata, Raka dengan pelan mencium puncak bukit kembar secara bergantian hingga membuat tubuh Anggel menggeliat


"Ooh, Raka, rasanya nikmat"


"Sshh, iya sayang"


Raka semakin tidak terkendali, tangannya kini meminta lebih menjelajah ke dalam tubuh wanitanya, hingga akhirnya berhasil menanggalkan penghalang di bagian bawah Anggel, jari jemarinya mengusap lembut bagian in*tim Anggel yang kini semakin basah, perlahan mendorong satu jari tengahnya masuk ke dalam sana, dengan pelan kini jarinya membuat gerakan keluar masuk


Mulut Raka menahan teriakan Anggel dengan ciuman panasnya, sementara tangan Raka yang satunya menuntun tangan Anggel untuk memegang miliknya yang sudah menegang, Anggel melakukannya sambil meremas milik Raja dengan pelan


"Sh*it, aku sangat menikmatinya Anggel, lakukan lebih cepat lagi"


Kini baik tangan Anggel dan Raka bekerja lebih cepat lagi, hingga terdengar jeritan ujung kenikmatan dari mulut keduanya


"AAHK!"


"Aku tidak sabar menumpahkan milikku dalam rahim mu Anggel"


"Oh ya, jangan harap itu terjadi, aku hanya mengijinkan milik suamiku yang akan berada di sana" ucap Anggel


"Berarti aku harus segera menikahi mu Anggel, apa kau siap menjadi istriku?"


"Hah, secepat ini?"


"Tentu saja, apa kau siap?"


Anggel mengangguk dan tersenyum, sesaat kemudian keduanya saling berpelukan dengan baju yang sudah tidak berbentuk


*


Setelah selesai latihan menembak Alena membereskan barang bawaannya dan segera pergi menuju ke mobil dengan pengawal di belakangnya


"Ini bawa masuk ke mobilku dulu, aku ingin ke kantin beli sesuatu, kalian gak usah ikut, aku cuma sebentar"


"Baik nyonya"


Alena segera masuk kedalam kantin dan mengambil minuman, saat mencium aroma Bakso, Alena langsung tergiur untuk mencicipi nya, hingga akhirnya duduk di kursi kantin menunggu pesanan Bakso nya datang, Alena di kagetkan dengan kemunculan seorang laki-laki yang tiba-tiba saja sudah duduk di depannya


"Siang putri Alena, hari ini cantik sekali, bolehkah hamba menemani sang putri?"


"Valentino?"


"Yah inilah saya, apa kau sudah lupa?"


"Hehe, ada apa kamu kesini?"


"Sengaja ingin mengobati rinduku"


"Sayang sekali, Anggel sudah di bawa kabur oleh seseorang" ucap Alena yang mengira Anggel lah yang sedang di cari Valentino

__ADS_1


"Bukan Anggel, tapi kamu, aku merindukanmu Alena"


"Jangan keterlaluan Valentino, kamu tau aku istri seseorang, jadi kendalikan dirimu"


"Heh, kenapa kita ketemu dalam situasi seperti ini, aku benar-benar sangat menyukaimu Alena"


"Jaga bicaramu, sebaiknya kau segera pergi Valentino, aku rasa kehadiranmu akan mengganggu kegiatan makan ku"


"Baik aku akan diam, dan menikmati pemandangan indah di depanku, bolehkah?"


BRAK


Alena segera menggebrak meja dan berdiri menuju ke tempat pelayan Bakso


"Aku bungkus saja baksonya, maaf" ucap Alena ke pelayan


"Oh, baik Nona"


Namun Kini Valentino menghadang jalan Alena


"Minggir!, Sebelum aku melakukan sesuatu padamu Valentino" ancam Alena


"Aku hanya ingin bersamamu lebih lama, ikut denganku!" Jawab Valentino


"Jangan harap!"


Valentino nekad memaksa Alena, dengan gerakan cepat Alena langsung menendang dan memukul muka Valentino, tentu saja Valentino yang bukan tandingan Alena langsung tersungkur di lantai depan kantin


"Kau berani menendang ku Alena!" Teriak Valentino


"Aku sudah memperingatkan mu Valentino, jangan menyalakan ku" jawab Alena dan segera pergi meninggalkan Valentino


Kebetulan sekali ada beberapa pencari berita sedang ada di sana dan berhasil mengambil gambar kejadian itu, tak lama kemudian beritanya pun bermunculan di beberapa media


Ketika di dalam mobil perjalanan pulang ke apartemen, Alena mendapat telpon dari Edward


"Kau sudah melihat berita Bee?"


"Belum honey, memang kenapa?"


"Hahaha, kau memang wanitaku, istri seorang Edward Runcel Eagle"


"Maksudnya apa sih honey?"


"Apa kau baru menghajar seseorang Bee?


"Iya, bagaimana kamu tau Honey?"


"Berita mu dan pembalap terkenal Valentino Ramos itu sudah muncul dimana-mana honey, good job my love"


"Hah, benarkah Honey?"


"Lihatlah dulu, aku tutup telpon nya, hati-hati dijalan Bee'


Alena segera membuka handphone nya untuk mencari berita tentang dirinya hari ini, sontak dia kaget melihat foto yang begitu jelas menunjukkan bagaimana dia menghajar Valentino Ramos, Alena hanya tersenyum dan menutup kembali handphone nya


(Alena memang yes!!!,)


(Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2