
Kini sampai mereka di sebuah Apartemen baru yang sederhana tapi tentu saja sangat bersih dan nyaman untuk di tempati, semua perabotan yang di perlukan sudah lengkap didalamnya, Alena tersenyum bahagia saat masuk bersama dengan Edward dan juga Arini, sejenak mereka berkeliling melihat 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah, kamar mandi dan dapur
"Wah, rumahnya bagus Bu, Ambar suka" ucap bocah cilik yang di gandeng oleh ibu nya
"Alhamdulillah kalau Ambar suka, mulai sekarang Ambar dan ibu Arini akan tinggal disini ya" ucap Alena
"Makasih bunda Alena, Ambar sayang sama bunda, sudah baik sama ibu dan Ambar"
"Tentu saja, Ambar anak Ayah Edward kan, jadinya ya anak bunda Alena juga" jawab Alena
"Iya" kata Ambar
Edward tersenyum ke arah Alena dan kemudian merangkul pinggangnya, sementara Arini langsung melanjutkan langkahnya menghindari pemandangan mesra dua orang yang membuatnya semakin sesak, Edward segera mengajak Alena untuk pulang karena hari sudah semakin sore
"Baiklah Arini, kita pulang dulu, semoga kalian betah tinggal di sini" ucap Edward
"Tentu saja tuan Edward, saya ucapkan banyak terimakasih atas kebaikan hati tuan dan nyonya Alena" ucap Arini
"Ayah Edward akan mengunjungi ku lagi kan?" Tanya Ambar
"Iya, tentu saja, ayah dan bunda akan mengunjungi Ambar kalau ada waktu" jawab Edward
Tak lama kemudian keduanya segera pamit pulang dan kembali ke rumahnya untuk segera beristirahat
*
Kaisar berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, bibirnya tersenyum ketika bayangan Alena yang sudah menolong Arini dengan wajah yang berseri-seri, dalam hatinya dia merasa bersyukur pernah mencintai wanita yang sangat baik hatinya
"Semoga aku akan menemukan wanita sebaik dirimu Al" ucap lirih Kaisar dan tiba-tiba saja terlintas bayangan Ratu dalam benaknya
Kaisar terkejut saat dirinya tiba-tiba saja mencemaskan keadaan Ratu, kejadian siang itu membuatnya prihatin dengan hubungan pertunangan Ratu, Kaisar tidak mengerti dengan apa yang di pertahankan oleh Ratu hingga masih mau terjerat dalam pertunangan dengan pria Arogan dan kasar seperti Rangga
Tak lama kemudian terdengar suara kehebohan di luar yang akhirnya membuat Kaisar bangun dan melangkah pergi untuk melihatnya, betapa terkejutnya Kaisar saat melihat dua orang yang sedang bertengkar hebat berada di halaman depan rumah, hingga kemudian kaisar mendekat dan memegang tangan laki-laki yang akan menampar wajah sang wanita
"Jangan berani menyakiti seorang wanita kalau kamu laki-laki sejati" ucap Kaisar melempar tangan laki-laki itu yang tak lain adalah Rangga
"Jangan ikut campur urusanku dengan Ratu, dia calon istriku, aku berhak melakukan apapun dengannya!" Bentak Rangga
"Silahkan saja, tapi jangan menyakiti mataku dengan melakukan kekerasan di rumah ini, karena ketenangan rumah ini masih jadi tanggung jawabku" jawab Kaisar
"Kau ini hanya pengawal saja, sudah berlagu, memangnya berapa bayaran mu ha, aku bisa memberikan tiga kali lipat kalau kamu mau menjadi pengawal ku!"
PLAK
Ratu langsung menampar dengan keras Rangga di depan Kaisar
__ADS_1
"Kau sudah keterlaluan Rangga, jaga ucapanmu!" Teriak Ratu
"Dasar wanita breng*sek, berani kau memukulku ha!" Teriak Rangga yang kini makin emosi dan berniat memukul Ratu
Kaisar menggerakkan tangannya dengan cepat dan keluar awan hitam menghantam tubuh Rangga hingga membuatnya terjerembab ke tanah, Ratu melongo tak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan Kaisar, sedangkan Rangga berdiri dengan wajah ketakutan kemudian berlari pergi meninggalkan Ratu dan dirinya
"Dasar ib*lis, kau pasti tukang sihir, tunggu saja, aku akan membuat perhitungan denganmu!" Teriak Rangga sambil berlari pergi
Sementara Ratu masih diam mematung, shock dengan peristiwa yang nyata di depan matanya, Kaisar hanya menghela nafas panjang kemudian berusaha menyadarkan Ratu
"Dokter Ratu baik-baik saja?" Ucap Kaisar
"A apa?, A aku baik" jawab Ratu gugup dan langsung melangkah mundur, menjaga jarak dengan Kaisar dengan wajah yang masih ketakutan
"Kenapa, apa kau takut padaku?" Tanya Kaisar
"Ti tidak, aku hanya bingung dengan apa yang baru saja kamu lakukan, bagaimana bisa tanganmu mengendalikan awan itu, apa kau seorang penyihir?" Tanya Ratu dengan wajah yang menurut Kaisar sangat lucu
"Kau pernah melihat kekuatan Alena?"
"Iya, dia bisa bergerak cepat, meloncat dan terbang"
"Apa dia juga seorang penyihir?"
"Tentu saja tidak"
"Tapi Alena tidak punya awan yang kamu kendalikan seperti tadi"
"Kau hanya belum melihat kekuatan Alena yang sesungguhnya, bahkan sangat mengerikan dibanding dengan apa yang ada padaku"
"Apa!, Benarkah?" Ucap Ratu terkejut
"Sudahlah, kau kesini ada perlu dengan Alena?" Tanya Kaisar
"Iya, apa dia ada Kai?"
"Ayo, aku antar masuk ke dalam" ucap Kaisar
Ratu segera mengangguk dan tersenyum, Kaisar berjalan di depan Ratu, tubuh tegap tinggi besar dan sangat atletis itu membuat Ratu tanpa sadar memperhatikannya, di hatinya terbesit pikiran konyol bagaimana kalau seandainya dirinya melihat otot-otot tubuh Kaisar tanpa busana, hingga tanpa sadar menabrak tubuh Kaisar dari belakang karena sudah menghentikan langkahnya
BRUG
"Awh!" Teriak Ratu
"Kau ini kalau jalan selalu menubruk ku, duduklah disini, aku akan memanggil Alena" ucap Kaisar
__ADS_1
"Maaf, hehe, iya aku tunggu disini" ucap Ratu yang sudah senyum aneh ke arah Kaisar
Kaisar segera pergi meninggalkan Ratu untuk memanggil Alena, dan tak lama kemudian Alena muncul dengan senyuman dan wajah cantiknya berjalan mendekati Ratu yang sudah duduk di sofa ruang tengah
"Hai Ratu, ada apa ini, kenapa tidak menelepon ku dulu kalau mau ke sini"
"Hai Al, maaf mengganggumu mu malam-malam begini"
"Kau ini kenapa, memangnya siapa yang terganggunya, aku malah senang kamu main ke sini, ini juga masih jam 6 malam, kamu dah sholat?"
"Kebetulan berhalangan Al"
"Oh, ya sudah, kita ngobrol di taman belakang yok, ada gazebo yang cocok buat kita ngobrol" ucap Alena
Kemudian mereka sudah berjalan berdampingan menuju taman belakang dan duduk di sana dengan nyaman, Ratu terpukau dengan pemandangan taman belakang rumah Alena yang masih sangat Asri dan indah, pemandangan yang bisa menyegarkan mata masih bisa terlihat dengan sorot lampu yang mulai di hidupkan karena hari mulai malam
"Jadi apa yang membuatmu datang kesini Ratu?"
"Aku ingin meminta pertimbangan mu Al, tentang pertunangan ku dengan Rangga"
"Ceritakan saja, aku akan mendengarkan, setelah itu baru aku mungkin bisa membantu mu"
Ratu menceritakan keinginannya untuk memutuskan pertunangan dengan Rangga, dia merasa sudah tidak kuat lagi melanjutkan hubungan dengan laki-laki yang sekarang adalah tunangannya itu, alasan yang diungkapkan Ratu banyak sekali, mulai dari sifatnya yang arogan, semaunya sendiri, kasar dan suka merendahkan orang lain, bahkan Rangga juga sering memaksa Ratu untuk melayani hasratnya, beruntung Ratu bisa menghindar dan menolaknya walaupun ujung-ujungnya akan terjadi pertengkaran
"Kalau banyak sisi negatif yang akan membuatmu susah saat menjalani rumah tangga nantinya, sebaiknya kamu putuskan saja sekarang Ratu, mumpung belum terlambat" ucap Alena
"Aku juga berpikir begitu, Tapi_" sejenak Ratu terdiam dan berpikir sesuatu yang membuatnya sangat sedih
"Menikah itu ikatan yang sangat suci Ratu, kita jangan main-main di dalamnya, kamu masih punya kesempatan untuk memutuskan sikap terhadap pertunangan mu kalau memang semuanya akan menyakitimu kelak" ucap Alena
"Aku juga berpikir begitu Al, mumpung belum terjadi pernikahan, aku ingin memutuskan hubungan dengan Rangga, tapi Papa gimana?, Aku tidak ingin mengecewakannya, dan ada satu hal lagi yang belum aku ceritakan ke kamu Al, tentang keluarga Rangga" ucap Ratu sambil menunduk dan meneteskan air mata, terlihat betapa Ratu sangat sedih dengan masalah nya
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE