Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 183


__ADS_3

Edward segera memeluk Alena kembali kemudian berjalan menuju kantin bersama dengan Daniel untuk mencari makan siang, ketiga nya memasuki ruangan kantin khusus para dokter dan petinggi Rumah Sakit Elite Healthy Hospital


Saat mereka masuk ternyata sudah ada Delia, Ratu dan juga Kaisar di salah satu meja, hingga kemudian merekapun ikut bergabung dalam satu meja dan menikmati makan siangnya


"Kita mau ke tempat Anggel dan Raka, apa ada yang mau ikut juga?" Tanya Edward


"Iya, kebetulan sekali aku juga berencana kesana, kamu ikut Honey?" Tanya Daneil dan membuat semua yang ada disana terkejut mendengar panggilan Daniel


"Honey?" Tanya Edward ke Daniel


"Iya, aku memanggil Delia honey, ada masalah?" Tanya Daniel


"Tidak, kalian sudah_?" Tanya Alena sedikit ragu


"Kami sudah bertunangan, dan satu bulan lagi kita akan menikah" ucap Delia


"Wow, keren kak, cepet juga rupanya bang Daniel ini ya" goda Alena


"Iya, Delia sudah ngebet banget soalnya" ucap Daniel


"Eh, enak aja, kamu sama mommy kamu tu yang nodong aku" ucap Delia


Semuanya tertawa melihat Daniel menggoda Delia, Kini mereka berjalan menuju keruangan perawatan Anggel, sudah seminggu Anggel di rawat dengan pengobatan terbaik yang ada di Elite Healthy Hospital dan keadaanya sudah 80 persen membaik


Sementara yang lain ngobrol dan bercanda di dalam, Edward dan Daniel mengajak Raka duduk di luar ruangan perawatan


"Ada yang mau aku omongkan Ka, tentang kecelakaan yang terjadi denganmu" ucap Edward


"Jadi anda sudah menemukan bukti-bukti nya pak Edward?" Tanya Raka


"Hem, ini" ucap Daniel sambil memberikan map berisi file penting tentang keterlibatan luxury Company dengan sabotase mobilnya


"Apa, kurang ajar!" Ucap Raka penuh dengan emosi


"Tenanglah Ka, kita sudah menyiapkan segalanya di jalur hukum, kali ini tidak akan kita biarkan lagi Redrik Luxury berbuat semaunya" " sahut Daniel


"Hem, tetaplah hati-hati, bagaimana pun Redrik orang yang sangat berbahaya" kata Edward


*


Arini sedang melayani salah satu pembeli di butik, wanita ini kelihatan sangat kaya dilihat dari dandanan dan barang branded yang dipakainya, dengan sabar dan telaten Arini melayaninya dengan baik walaupun cerewetnya luar biasa


"Mbak, ini yang seukuran saya gak ada?, Kegedean kalau yang dipajang ini"


"Maaf nona, disini hanya menyediakan satu baju untuk satu model gaun, jadi tidak ada ukuran kecil atau besar, tapi kami melayani pesanan sesuai ukuran tubuh nona" jawab Arini


"Aku pengennya sekarang mbak, kalau pesen kan harus nunggu lagi, gimana sih"


"Maaf nona, mungkin bisa memilih model lain yang cocok dengan tubuh nona" ucap Arini


Wanita itu hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan Arini, sementara Kirana yang melihat hal itu hanya tersenyum dan mendekat ke arah Arini


"Sabar Arini, semangat ya, jangan dimasukkan hati ok"


"Siap" jawab Arini sambil tersenyum


Tak lama kemudian datang seorang laki-laki yang sudah berumur dan langsung memeluk wanita itu, sesaat kemudian sang wanita pamit ke kamar mandi dahulu

__ADS_1


Disaat itulah Arini mendengar percakapan dari laki-laki itu dengan seseorang yang ada disampingnya


"Sampai sekarang saya belum menemukan kelemahan dari Edward Runcel Eagle tuan, ini sangat sulit"


"Aku tidak perduli, kita harus tau kelemahan apapun dari Edward, atau Luxury Company akan hancur ditangannya"


"Baik, tuan Redrik" saya akan berusaha lebih keras lagi


"Jangan terlalu lama, cari secepatnya" ucap Redrik


Entah setan dari mana yang tiba-tiba saja merasuki pikiran Arini, mungkin dorongan kuat egoisme dirinya yang ingin mendapatkan hati Edward telah membuat naluri nya buta, hingga kemudian Arini merencanakan sesuatu


"Maaf, kebetulan saya mendengar percakapan tuan dan mungkin saya bisa membantu" kata Arini tiba-tiba muncul di dekat Redrik dan membuatnya terkejut


"Kurang ajar sekali kau ini ha!" Ucap Redrik


"Maaf tuan, bukanya tuan mencari kelemahan Tuan Edward?"


"Apa!, Kau mengenal Edward?"


"Kebetulan sekali tuan, berikan nomer kontak tuan dan saya akan menghubungi anda"


Redrik mengerutkan alis untuk berpikir sejenak kemudian memberikan kartu namanya, Arini tersenyum dan langsung meninggalkan Redrik yang masih terdiam di tempat, sesaat kemudian wanitanya datang mengajaknya keluar dari butik


Saat jam pulang kerja, Arini memberanikan diri untuk menelpon Redrik, dan merekapun membuat janji temu di sebuah tempat yang eksklusif di dalam restoran, saat tiba disana, Arini sudah di sambut oleh Redrik, Arini duduk di depan Redrik sambil menarik nafas panjang


"Karena kau sudah ada disini, katakan apa yang aku mau tau soal Edward, tapi sebelumnya sebutkan nama dan apa alasanmu melakukan ini semua" ucap Redrik


"Nama saya Arini tuan, saya sangat mencintai Edward Runcel Eagle dan saya ingin hidup bersamanya, selamanya"


"Hahaha, jadi hanya itu alasanmu, Cinta?" Tanya Redrik


"Oh, jadi begitu rupanya, lalu?" Tanya Redrik


"Saya ingin membuat kesepakatan dengan anda tuan Redrik"


"Katakan!"


"Saya akan membantu anda sebisa saya, tapi jangan sakiti tuan Edward, anda boleh menghancurkan bisnisnya atau apapun itu, tapi jangan sampai anda menyentuh secuil pun tubuhnya apalagi sampai menyakitinya"


"Hem, lalu, bagaimana caranya aku menghancurkannya tanpa harus menyentuhnya?" Tanya Redrik


"Anda bisa membuat Tuan Edward kehilangan istrinya, karena hanya istrinya kelemahan satu-satunya"


"Apa!, Istrinya?"


"Iya, Alena Bilqis Nugraha, wanita dari keluarga Nugraha, mungkin itu bukan hal yang mudah tuan Redrik, tapi itulah kelemahan tuan Edward"


"Tapi, wanita itu, apa mungkin punyak kekuatan seperti suaminya?" Ucap Redrik pelan


"Maaf, kekuatan?, Maksudnya?" Tanya Arini tidak mengerti


"Edward bukan manusia sembarangan, kekuatannya sangat menakutkan, diluar akal manusia, apa kau tidak tau akan hal itu?" Tanya Redrik


"Oh, iya saya tau tuan Redrik" ucap Arini berbohong dan berpikir keras akan hal itu


"Baiklah, akan aku coba ide mu, aku ingin kau mengawasi Edward dan istrinya, dan saat ada kesempatan Edward lengah dan jauh dari istrinya, kita akan bertindak"

__ADS_1


"Tapi ingat kesepakatan kita tuan Redrik, jangan sampai anda menyakiti tuan Edward"


"Tentu saja, aku hanya ingin lihat Edward hancur sebelum bisa menghancurkan ku, setelah itu kau boleh memilikinya, terserah!" Ucap Redrik


Arini tersenyum, antara senang dan khawatir akan rencana gilanya yang ingin memisahkan Alena dan Edward, kini tugasnya mengawasi Alena dan Edward untuk membantu rencana Redrik


*


Malam itu Raka tersenyum melihat kini istrinya sudah bisa berjalan walaupun masih menggunakan tongkat, luka jahitan di perutnya sudah mengering dan tidak terasa sakit lagi saat di buat aktivitas


"Yang, kamu sudah enakan jalannya?"


"Iya, besok kita sudah boleh pulang kan?" Tanya Anggel


"Iya, kamu sudah bisa melanjutkan masa pemulihan di rumah, lagian ini juga sudah hampir 10 hari kita ada disini kan?"


"Iya, aku merindukan rumah kita sendiri yang"


Anggel kini duduk di sofa sambil bersandar, terdengar Raka mandi, Anggel mengerut kan keningnya


"Yang, kamu mandi?" Tanya Anggel


"Iya"


"Malam-malam gini?" Tanya Anggel


"Dari tadi lihat pa**a mu**us kamu buat kepala ku berasap yang" jawab Raka


Anggel terkejut dan terkikik mendengar jawaban me*um dari suaminya, namun tiba-tiba saja has*rat nya ikut bergelora, maklum efek pengantin baru, hingga akhirnya Anggel ikut masuk ke dalam kamar mandi


"Yang, kenapa ke sini?" Tanya Raka kaget melihat istrinya sudah menikmati tubuh polos nya


Anggel tersenyum, kemudian melepaskan bajunya, Raka melebarkan matanya saat melihat tubuh indah istrinya yang polos terpampang nyata


Perlahan Raka mendekat, menahan tubuh istrinya dan mendudukkan di closed, mereka kini saling berciuman dan mencari posisi yang aman untuk melakukan penyatuan


"Kita lakukan di sofa ya, biar kamu aman" ucap Raka


Raka kemudian menggendong keluar istrinya dan menekan remote control untuk mengunci pintu kamar, kecupan mesra di kening mata dan hitung kini berlabuh di bibir Anggel, tangan Raka bergerak aktif di kedua bukit kembar istrinya, des*han kini bersahutan dari keduanya, perlahan Raka memasukkan miliknya dan menekannya kuat


"Ooh!"


Teriakan nikmat dari keduanya saat awal penyatuan terdengar dengan jelas, kini kamar perawatan berubah menjadi saksi kenik*matan yang memenuhi kedua orang itu, Raka semakin cepat mendorong keluar masuk miliknya hingga kemudian


"AAAH!


Teriakan panjang keduanya terdengar saat puncak kenik*matan akhirnya menghampirinya, Anggel tersenyum dan memeluk Suaminya, Raka mencium kening istrinya dan memastikan luka di tubuh Anggel baik-baik saja


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya


PROMO: Cerpen-Cerpen Menarik dari Author Sinho sudah bisa dinikmati di YouTube (Klik: Sinho Novel) buruan mampir ya Gaes..


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2