Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 185


__ADS_3

Kirana membereskan semua rancangan gaun yang masih belum terselesaikan di sebuah ruangan, saat dia berusaha membungkus beberapa potongan kain yang tergeletak dimeja tiba-tiba saja pandanganya tertuju pada sosok wanita yang tak lain Arini sedang menerima telpon dan keluar dari butik duduk di taman samping ruangan


Ada yang terlihat ganjil dari gelagat Arini yang tampak berbicara sambil mengamati sekitar seperti takut akan kepergok seseorang, Kirana terus mengamati gerak gerik Arini sampai kemudian ada seorang laki-laki yang menghampirinya dan memberikan sesuatu


Kirana masih terdiam mengamati, hingga kemudian Arini kembali masuk ke butik


"Apa yang kamu lakukan di taman Arini?" Ucap Kirana mengagetkan Arini


"A anu, itu, tadi ada teman yang memberikan pesanan ku, maaf aku kembali ke dalam membereskan baju yang akan di pajang Kiran" jawab Arini sedikit gugup


"Kelihatan sekali dia menutupi sesuatu" batin Kirana kemudian melanjutkan lagi pekerjaannya


Siang hari waktunya Kirana selesai bekerja dan menikmati waktu beristirahat untuk sholat dan makan siang, Kirana kini sudah mempelajari ajaran Agama dan berusaha melakukan semua kewajiban dengan sebaik mungkin tapi untuk menutup aurat masih belum siap untuk dilakukan walaupun cara berpakaiannya sudah sangat sopan


"Hai Kiran, aku gabung ya?" Sapa Arini


"Iya, makan bareng sini aja " ucap Kirana sambil tersenyum


"Salam dari Ambar " ucap Arini


"Waalaikumsalam, gimna kabar si cantik Ambar?"


"Baik, katanya kangen pengen main ke rumah kamu, boleh?"


"Tentu saja, kapan?, Kalau mau ketemu kak Alena hari ini atau besok saja main kerumah"


"Jadi ke Surabaya Nona Alena ?"


"Jadi, Selasa pagi berangkat "


"Tuan Edward ikut?"


"Nggak, cuman sama kak Delia doang kayaknya"


"Oh, begitu ya, nanti aku kabari ya kalau aku mau kesana" ucap Arini


"Ok, siap" jawab Kirana


Tak berapa lama kemudian, terdengar Arumi sedang memanggil Kirana dan menyuruhnya segera keruangan kerja, Kirana menyudahi percakapannya dan segera masuk ke ruangan kerja Arumi


"Ada apa Bu Arumi?" Tanya Kirana


"Model yang kita kontak mengalami kecelakaan dan dirawat dirumah sakit, sedangkan fashion show kita nanti malam dimulai, bagaimana ini?"


"Saya coba hubungi agen model lainya ya Bu, barangkali ada model bagus yabg belum terpakai" ucap Kirana dan segera berlari keluar menghubungi beberapa agensi model untuk membantunya


Namun akhirnya Kirana menyerah katena semua model yang diinginkan sudah terpakai semuanya


"Maaf Bu Arumi, semuanya sudah terpakai, kebanyakan untuk even lomba nanti malam"


"Ya Tuhan, apa yang harus kita lakukan sekarang Kirana?"


Mereka saling diam dalam kecemasan masing-masing, berbagai cara otak mereka berpikir namun tetap tidak menemukan jawaban, hingga akhirnya Arumi mendapat wangsit atau bisikan mahluk entah dari mana sehingga muncul ide gilanya


"Aku menemukan orangnya!"


"Siapa Bu Arumi, biar saya hubungi orangnya"

__ADS_1


"Sini, ikut aku" ucap Arumi sambil menarik tangan Kirana


Saat masuk di dalam ruang ganti yang luasnya seperti lapangan basket, Arumi segera menarik tangan Kirana dan menyuruhnya memakai sepatu high heels, dan tentu saya sepatu itu begitu pas dan kaki Kirana tampak begitu cantik memakai nya


"Sekarang ganti pakaianmu, dengan baju ini, cepat!"


"Tapi Bu, ini baju yang akan kita pamerkan nanti di lomba, kenapa harus saya pakai?"


"Sudah,jangan cerewet, cepat pakai!"


Masih dengan mode bingung dan linglung akhirnya Kirana menuruti semua kemauan sang bos, dan sungguh diluar ekspektasi, kini Kirana menjelma bak model papan atas, mata Arumi membelalak tak percaya ketika makeup natural dioleskan ke wajah Kirana


"Oh my God, my darling, you very beautiful, amazing!" Ucap Arumi


Bukan hanya Arumi yang terkejut melihat semua itu, tapi Kirana lebih terkejut lagi saat melihat bayangan dirinya yang ada di cermin besar dalam ruangan itu, benar-benar seperti bukan dirinya, tubuh tingginya, kemudian baju yang pakainya serta makeup yang begitu pas di wajah lancipnya membuat dirinya bagai super model dunia


"Oh fix, kamu yang akan menggantikan model ku menampilkan semua baju rancangan ku untuk mengikuti lomba nanti malam


"Apa!, Saya?, Tapi Bu, saya gak bisa cara berjalannya gimana?" Ucap Kirana panik melihat ide gila dari sang bos


"Ok tenang, Sekarang masih jam satu, ada lima jam lagi kamu latihan singkat cara berjalan di atas catwalk"


"Ya Alloh Bu, yang benar saja, saya mana mungkin bisa"


"Bisa, asal kamu mau dan semangat, aku panggilkan temanku mantan super model ku dulu, kamu di sana saja, jangan ke mana-mana!" teriak Arumi sambil berlalu Pergi menggubungi seseorang


*


Di sudut kota yang lain, sudah ada Ratu yang kini sedang duduk makan siang bersama dengan papanya Bagas Wirakusuma, sengaja papanya Ratu di panggil ke Jakarta untuk membicarakan maslah pertunangan Ratu dengan Rangga


"Maaf sebelumnya pa, sengaja ratu ingin bertemu ingin membicarakan tentang pertunangan ku dengan Rangga"


"Ratu merasa tidak mencintai Rangga pa, kami tidak cocok dan seringkali bertengkar, maaf Pa"


"Apa maksudmu,bukanya kalian baik-baik saja?, Bahkan kamu tidak pernah cerita apapun ke papa"


"Aku tau pa, selama ini aku pikir kita bisa memperbaiki semuanya setelah saling mengenal, tapi nyatanya makin bertambah parah"


"Ya Tuhan, Ratu, kenapa kamu baru bilang sekarang, apa yang harus papa lakukan, hutang budi itu tidak bisa papa tebus dengan apapun sayang, dan pertunangan ini adalah jalan papa untuk membayar hutang budi itu walaupun tidak seberapa, lalu apa yang harus papa lakukan?"


"Maaf pa, Ratu mohon maaf, aku benar-benar tidak bisa pa"


"Baiklah, papa akan mencari jalan keluar yang terbaik, bersabarlah, jangan memutuskan pertunangan sekarang"


"Tapi pa_"


"Papa mohon, beri kesempatan untuk mencari jalan keluarnya dulu sayang"


Ratu hanya bisa mengangguk dan menyetujui saran Ayahnya


*


Alena mempersiapkan segala keperluan untuk persiapan keberangkatan nya besok pagi ke Jakarta, sore itu Alena bersama dengan Delia dan Kaisar belanja di mall untuk membeli oleh-oleh buat teman dan kerabat yang ada di Surabaya


"Al, sebaiknya aku pinjam kursi roda saja biar kamu gak kecapekan, tunggu disini dulu" ucap Kaisar sambil berlari mengambil kursi roda yang memang disediakan di pusat pembelanjaan yang sangat besar itu


Maklum saja Alena sudah mulai kelelahan jika berjalan jauh, karena besar perutnya memang di atas rata-rata orang hamil, jelas saja karena ada tiga bocil yang bobok manis disana

__ADS_1


Kaisar membawa kursi roda dengan tersenyum kearah Alena, dan kini Alena sudah berada disana dan Kaisar yang mendorongnya, mereka bertiga saling melempar candaan dan ribet memilih oleh-oleh yang akan dibawa


"Jangan terlalu banyak Al, nanti yang bantu bawa siapa?" Ucap Delia


"Ada Kai sama pengawal yang lain tuh" ucap Alena sambil tersenyum


Kaisar hanya tersenyum dan kemudian dirinya merasakan ada gelagat aneh dari sudut ruangan yang ada di sampingnya


"Sepertinya ada sebuah kilatan camera, apa mungkin aku yang salah lihat tadi ya" batin Kaisar mulai waspada dengan sekeliling


"Kita beli minuman dulu ya Kai, di Cafe itu yok" ucap Alena


Kaisar tidak konsentrasi dengan perkataan Alena hingga dirinya terus mendorong Alena ke arah yang lain


"Kai stop!, Kamu itu mau kemana sih"


"Diam, ikuti aku dulu, kalian bersikap biasa saja" ucap Kaisar dengan suara yang lirih, membuat keduanya saling berpandangan dan menuruti kata Kaisar tanpa tau apa alasannya


Setelah sampai di sebuah ruangan Nyang sepi, kaisar segera melepaskan Alena, kemudian bergerak cepat dan tak terlihat ke arah belakang, hingga kemudian terdengar suara jeritan


"Katakan, apa kau mengikuti kami!" Ucap Kaisar


"Maaf tuan, anda salah paham, saya hanya mengagumi dan mengabadikan kecantikan nona yang sedang duduk di kursi roda tadi"


"Berikan handphonenya mu, cepat!"


Laki-laki itu mengeluarkan handphone nya lalu segera di ambil oleh Kaisar, Alena kini berjalan mendekati kaisar bersama dengan Delia


"Hapus semua fotonya, cepat!" Ucap Kaisar


"Ada apa Kai?" Tanya Alena


"Laki-laki ini mengikuti kita dan mengambil fotomu Al" ucap Kaisar


"Ha, untuk apa?" Tanya Alena


"Saya hanya mengagumi kecantikan anda nona, dan saya ingin menyimpannya di handphone saya" ucap laki-laki itu


"Diam, hapus semuanya cepat, atau aku tendang kau!" Ucap Kaisar


Laki-laki itupun segera menghapus semua foto Alena, setelah itu Kaisar menyuruh nya pergi dan mengancam akan memberinya pelajaran kalau berbuat hal yang sama untuk kesekian kali


Laki-laki itu pergi meninggalkan tempat dan dengan senyum penuh kemenangan karena berhasil mengambil gambar wajah Alena dan sudah ada di handphone yang satunya lagi, tentu saja untuk di serahkan ke seseorang


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2