
Tidak terasa hari sudah berganti Tahun, Kaisar kini sudah hidup berdua bersama dengan sang istri di rumah barunya yang tak jauh dari kediaman Edward dan Alena, Kaisar masih setia ingin menjadi pengawal di keluarga Edward, sebenarnya Edward sudah sering melarang dan ingin memberikan satu perusahaan untuk di kelola sendiri oleh Kaisar, namun berkali-kali Kaisar menolaknya, bahkan sang istri pun menyerah dan tidak mampu merubah keputusan Kaisar
Tahun ke tiga pernikahannya, Kaisar di berikan seorang putri Cantik yang di beri nama Queensa Maika Wirakusuma, kehadiran putri kecilnya menambah kebahagiaan bagi Kaisar, namun demikian, kasih sayang yang di berikan ke ketiga ponakan kembarnya tidak berkurang, Kaisar sagat dekat dengan ketiga jagoan Edward dan bahkan Kaisar meminta untuk menjadi penjaga dan pengawal ketiga anak kembar Alena
Tentu saja Edward tidak bisa menolaknya, Alena juga sadar bahwa ada sebuah ikatan antara Kaisar dan anak-anaknya sejak mereka masih dalam kandungan, kedekatan antara kaisar dan anak-anaknya membuat Alena nyaman dan mengurangi kekhawatirannya, Alena tau Kaisar sangat mencintai ketiga buah hatinya
Daniel dan Delia kini sudah berada di cafe bersama dengan Edward dan Alena, untuk makan siang bersama di jam istirahat siang
"Kemungkinan kepergian ku ke Belanda nanti juga akan mengajak Delia untuk konsultasi tentang kesehatannya" ucap Daniel
"Oh ya, benarkah, disana katanya ada dokter ahli sekaligus profesor khusus kandungan kak Del, mungkin bisa melakukan bayi tabung juga disana" ucap Alena
"Aku tau Al, aku juga berpikiran begitu, dan kalau memungkinkan, kayaknya kita melakukan bayi tabung disana, doakan ya, kali ini aku dan Daniel akan berhasil"
"Iya kak, amin"
"Kalian harus selalu bersabar dan ikhtiar" sahut Edward
"Iya Ed, aku tau, insyaallah kita akan berusaha terus, iya kan honey" ucap Daniel
"Hem, maaf ya, aku masih belum bisa memberikan anak untuk kita" sahut Delia
"Kamu itu ngomong apa, ada atau tidak seorang anak yang akan hadir di kehidupan kita, aku tetap akan mendampingi mu sampai akhir hidupku honey"
"Terimakasih Honey" Jawab Delia
"Ih, aku jadi terharu melihat kasih sayang kalian, Honey, apa kau tidak ingin mengucapkan kata-kata mesra juga, hem?" Tanya Alena memancing
"Gak perlu, nanti malam saja, aku ucapkan semua kata-kata mesra dalam desa*han panjang mu Bee"
PLAK
Alena langsung memukul lengan suaminya
"Ish, dasar kau ini, banyak orang masih mesum saja" ucap Alena
"Memang salah, kamu kan memang Istri cantik ku Bee" jawab Edward cuek
Sementara Daniel dan Delia saling pandang dan tersenyum melihat tingkah konyol dua orang yang ada di depannya
Raka yang sedang berada di luar, berjaga bersama dengan para pengawal lainya terkejut ketika menerima panggilan di handphone dari Ambar yang menangis menceritakan kalau mamanya sakit dan habis pingsan di kamar mandi, dirinya langsung menelpon Edward untuk pamit pulang melihat keadaan Anggel
Raka segera pergi setelah mendapat persetujuan dari Edward, setengah jam kemudian, sampai juga di Apartemen mewahnya dan kini sudah berada di samping istri tercintanya
"Yang, kamu kenapa?" Tanya Raka tampak begitu cemas
"Aku tidak tau yang, perut ku mual sekali tidak bisa aku tahan dan aku muntah kan semua yang sudah masuk, tubuhku sampai lemas sekali"
__ADS_1
"Ya sudah, kamu istirahat dulu ya, aku buatkan minuman hangat"
"Udah aku buatin tadi Pa, ini masih ada" ucap Ambar yang kini juga ada di samping Anggel
"Makasih ya sayang, sudah jagain mama" ucap Anggel membelai wajah Ambar
"Jadi yang bantu mama ke tempat tidur juga Ambar?" Tanya Raka
"Iya Pa, di bantu mbok juga, panik tadi aku Pa, takut kenapa-napa sama Mama"
"Iya, makasih sayang" ucap Raka sambil mencium kening Ambar degan lembut
Raka segera bersiap mengantar istrinya untuk periksa ke dokter di rumah sakit Elite Healthy Hospital, kurang lebih 15 menit Raka sudah sampai di Rumah Sakit dan langsung memeriksakan Istrinya
"Maaf Bu Anggel, apa anda sudah mens*ruasi di bulan ini?"
"Belum dokter, saya juga tidak ingat, masalahnya siklus saya kadang tidak teratur" Jawab Anggel
"Oh, jadi begitu, kondisi anda dari hasil pemeriksaan saya, semuanya baik-baik saja, jadi saya pikir, lebih baik anda saya kasih rujukan ke dokter spesialis kandungan, silahkan besok pagi anda datang menemui dokter Delia"
"Oh, ok Dokter, kebetulan kami kenal dekat dengan dokter Delia" Ucap Raka
"Baguslah kalau begitu, sementara saya kasih resep untuk mengurangi mual nya saja dulu" ucap sang dokter
Anggel dan Raka segera pergi menebus obat dan kemudian kembali lagi ke Apartemennya
*
Doa yang panjang dia panjatkan kepada sang pencipta, dia limpahkan masalah terberat nya di hadapan sang Khalid, saat ini Delia divonis ada kelainan bawaan di saluran telurnya, banyak dokter kandungan teman-teman Delia sendiri yang meragukan apakah Delia masih bisa mengandung normal seperti yang lainya
Sudah beberapa kali Delia dan Daniel melakukan usaha bayi tabung, tapi masih belum berjalan lancar dan beberapa kali mengalami kegagalan, Daniel akhirnya mengupayakan untuk pergi ke Belanda melakukan usahanya bayi tabung kembali
*
Sementara itu hiruk pikuk perkembangan Karier Kirana di dunia Model juga semakin naik, kini Kirana menduduki model papan atas yang sangat diinginkan oleh beberapa agensi ternama untuk bisa bekerja sama
Tentu saja perjalanan karir Kirana penuh dengan cobaan, mulai dari teman sendiri yang beberapa dari mereka berusaha menikung dari belakang, bahkan ada yang sudah berani menjebaknya dan berniat melemparkan tubuhnya ke laki- laki yang membelinya mahal
Beruntung sekali Kirana bukanlah wanita lemah yang hanya bisa memilih untuk diam dan membiarkan harga dirinya di injak-injak oleh laki-laki manapun, Apalagi masa lalu Kirana yang pernah menerima sebuah kekecewaan dari Alfaro membuatnya sangat susah percaya dengan seorang laki-laki
"Kiran, apa kau sudah siap enam bulan melakukan pekerjaanmu di Paris?" Tanya Arumi sang manajer
"Tentu saja bu Arumi, aku siap, dan bulan depan kita sudah berangkat ke paris bukan?" Tanya Kirana
"Tentu saja, semua sudah di siapkan, tinggal kamu terbang ke sana"
"Terimakasih, Bu Arumi" ucap Kirana dan kemudian mereka saling berpelukan
__ADS_1
*
Sementara itu perusahaan Eagle Company makin berkembang pesat dan kini merambah ke negara Belanda setelah kerjasama dengan perusahaan Asing Hodmer Company
Pengerjaan proyek yang ada di Belanda kadang membuat Edward dan Daniel sering bergantian melihat sediri keadaan di Belanda
Dan saat ini, hubungan Natasya hodmer dan juga Janeta Rush sangat baik dengan perusahaan Eagle Company,
Tak jarang mereka bermain dan berbincang di kantor Edward dan juga Daniel
"Jadi nanti kamu akan tinggal sementara di Belanda sampai urusan selesai Niel?" Tanya Natasya
"Tentu saja, aku juga ada perlu ke Belanda untuk suatu hal yang sangat penting bersama dengan Delia"
"Oh, jadi kamu pergi bersama istrimu?"
"Begitulah, nanti aku akan minta bantuan mu Nat, masalahnya kita belum kenal betul dengan kota Belanda "ucap Daniel
"Siap Niel, jangan khawatir, aku akan membantumu" jawab Natasya
*
Hari Minggu yang Cerah, kaisar sedang berlatih bersama dengan Edward dan juga Raka, di dalam Rumah Alena dan Kirana berlari mengejar ketiga bocah kembar yang kini sudah berusia lima tahun
"Kalian jangan berani keluar dari rumah!, Atau mommy akan menghukum kalian lagi!" Teriak Alena
Kirana sudah terengah-engah, mengejar ketiga ponakannya
"Kak Al, nyerah aku deh, gak kuat lari lagi, biarin aja mereka lihat Daddy dan pamannya nya latihan, dari pada bikin runyam gini" ucap Kirana
"Eh, gak bisa, belum waktunya Kiran, kamu gak lihat kekuatan mereka kayak apa, bisa bahaya kalau di asah usia segini"
"Kasih gerakan dasar aja kak, biar mereka puas, lagi pula kekuatan mereka juga sudah di segel sama Daddy nya, gak perlu khawatir lah" ucap Kirana yang kini sudah tidur terlentang di lantai sambil mengatur nafasnya
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1