Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 237


__ADS_3

Perbincangan semakin serius, Abraham memberikan beberapa Nasehat ke Edward dan Alena agar lebih berhati-hati, karena jaringan Mafia itu banyak sekali dan sangat berbahaya


"Aku berharap tidak akan terjadi hal apapun lagi, cukup semuanya sampai di Belanda saja" ucap Jasmine


"Aku juga Mom" jawab Alena


"Aku merasa masih ada sesuatu yang mengganjal, sebaiknya kalian tetap waspada" sahut Alex


"Rupanya pesona adikku satu ini luar biasa hem, sudah punya 3 anak masih saja mengalami hal yang sama" ucap Reyna sambil tersenyum dan merangkul Alena


"Aku juga tidak ingin begini kak" ucap Alena sambil merenggut


"Itu kenapa aku sering melarang Alena berjalan sendirian keluar rumah Rey, berjalan denganku saja masih terjadi hal seperti ini" ucap Edward


Jasmine dan Abraham saling beradu pandang dan tersenyum


"Kalian para wanita di keluarga Nugraha punya kecantikan diatas rata-rata, jadi berhati-hatilah" ucap Abraham


"Ini belum besarnya Afita sama Ailin, sepertinya kita nanti akan lumayan mumet kak" ucap Alena dan semuanya langsung tertawa


*


Kaisar juga sudah bersama dengan Ratu dan Queen putri kecilnya, mendapatkan libur 3 hari membuat kaisar benar-benar menghabiskan waktunya untuk keluarga tercintanya


"Anak papa rupanya sudah tambah gede ya" ucap Kaisar sambil menggendong Queen dan mengajaknya bercanda


"Kami sangat merindukanmu yang" ucap Ratu yang kini sedang memeluk suaminya dari belakang


"Aku juga sayang" ucap Kaisar berbalik dan mencium kening istrinya


"Disana banyak wanita cantik nggak?" Tanya Ratu


"Banyak, semuanya cantik dan seksi" ucap Kaisar menggoda istrinya


"Oh ya, sepertinya kamu senang sekali yang" tanya Ratu menyelidik


Kaisar hanya tersenyum dan memberikan Queen untuk di bawa pengasuhnya bermain di halaman belakang, Kaisar duduk di atas sofa kemudian diikuti oleh Ratu yang kini sudah duduk disampingnya


"Kenapa kamu diam saja yang?" Tanya kaisar


"Gak ada, memberikan kebebasan kamu membayangkan wanita cantik yang ada disana" ucap Ratu datar


"Sini, rupanya ada yang sedang cemburu hem?" Ucap kaisar dan menarik istrinya masuk kedalam pelukannya


"Siapa yang cemburu, aku biasa saja kok"

__ADS_1


"Biasa saja dengan raut wajah yang tak biasa, dengarkan aku baik-baik, disana memang banyak wanita cantik, tapi wanita secantik istriku ini tidak ada dan aku sangat merindukanmu"


"Gak usah gombal, mana buktinya?" Ucap Ratu


"Okey, kamu yang minta buktinya, jadi jangan salahkan aku" ucap Kaisar sambil menyeringai dan sedetik kemudian langsung menggendong tubuh istrinya membawanya masuk ke kamar


"Eh, yang, apa yang kamu lakukan, ini masih jam sembilan pagi!" Teriak Ratu berusaha lepas dari gendongan suaminya namun percuma


Kaisar merebahkan istrinya diatas kasur dengan sedikit memaksa


"Tunggu-tunggu, yang, kamu serius mau melakukan hal ini sekarang?" Tanya Ratu terkejut


"Kamu yang sudah memancingku yang, aku tidak kuat lagi" ucap Kaisar yang kini sudah berada diatas tubuh istrinya


Perlahan kaisar melu*mat dan menikmati bibir istrinya, begitu juga Ratu yang kemudian menikmati ciuman dan sentuhan tangan suaminya, waktu seminggu sudah membuat Kaisar tidak tahan lagi untuk menunda penyatuan dengan istrinya


Bibir dan tangan kaisar menjelajahi tubuh Ratu hingga membuatnya men**elinjang dan menegang, kedua bukit kembar ratu di remas dan di sesap berulang kali, suara des*ahan dari bibir Ratu akhirnya terdengar


Tangan Ratu juga tidak tinggal diam, dia memanjakan pusaka suaminya agar tegak sempurna, desa*han pelan dari Kaisar juga akhirnya keluar, keduanya kini sudah sama-sama polos, sinar yang masuk ke kamar Kaisar menampakkan kulit mulus Ratu yang sangat indah hingga membuat hatinya berdesir


Begitu juga dengan Kaisar yang semakin terlihat macho dengan semua otot-ototnya yang terbentuk dengan sempurna, perlahan Kaisar mulai melakukan penyatuan dengan memasukkan pusakanya ke int*im istrinya dan kemudian mendorongnya perlahan


"Ooh, yang" ucap Ratu merasa tubuhnya terbakar


"Aku merindukanmu yang, sshh" sahut Kaisar


Kaisar mengusap peluh yang keluar di dahi istrinya, rupanya kegiatan panas yang dilakukan mereka berdua membuat keluar banyak keringat di pagi hari, keduanya berbaring di tempat tidur dengan mengatur nafasnya kembali


"Aku bisa memulainya lagi yang?" Tanya Kaisar sambil memiringkan badannya dan membelai lembut wajah istrinya


"Masih menginginkan lagi yang?" Ucap Ratu


"Boleh?" Tanya kaisar


Ratu hanya tersenyum dan kemudian mengangguk pelan, detik berikutnya keduanya sudah melakukan penyatuan kembali


*


Kembali ke Mansion dimana kini semuanya berkumpul di halaman belakang bersama dengan para Bocil yang sedang berlarian ke sana kemari


"Dady, kita boleh latihan bertarung nggak?" Teriak Aftan ke Alex


"Lakukan saja, tapi hati-hati jangan saling melukai, dan kontrol kekuatan kalian, mengerti?" Ucap Alex


"Iya Dad!" Jawab Aftan

__ADS_1


Dan detik berikutnya mereka saling serang, Aftan dan Afita mempunyai kekuatan yang cukup handal, segel kekuatannya sudah di lepaskan dan mulai belajar melatih kekuatanya dengan bimbingan orang tuanya


Berbeda dengan ketiga bocah kembar yang masih belum bisa menggunakan sepenuhnya kekuatan mereka karena masih belum di buka segel kekuatanya oleh Edward


Para orang tua memperhatikan gerakan anak-anak yang sedang bertarung, Ethan meloncat dan menyerang Aftan dengan kekuatan maksimalnya begitu juga dengan Aftan yang berusaha untuk terus menahan serangan Ethan


"lebih cepat lagi Ethan, jangan sungkan memukulku, lakukan!" Teriak Aftan


Ethan meloncat dan melakukan gerakan cepat untuk menendang Aftan, tentu saja tenaga Ethan masih belum seberapa dibandingkan dengan kakaknya, hingga kini Aftan gantian menyerang Ethan, kemudian sebuah tendangan berhasil mengenai tubuh Ethan


Semuanya semakin tegang dan Edward hampir saja melompat menolong anaknya namun di tahan oleh Alex, begitu juga dengan Reyna yang sudah menahan tubuh Alena


Aftan meloncat dan menyambar tubuh Ethan yang hampir saja terjungkal ke tanah dan kemudian memeluknya


"Kau tidak apa-apa Ethan?"


"Gak apa-apa kak Aftan, kakak benar-benar hebat, gerakan Kakak sangat cepat" ucap Ethan


"Kau juga hebat Ethan, masih sekecil ini sudah bisa membuatku kalang kabut menahan serangan mu" ucap Aftan sambil merangkul Ethan dan mengajaknya duduk


"Kak Aftan aku kapan bertarungnya sama kakak?" Protes Evan menghampiri Aftan


"Habis ini, kita lihat dulu pertarungan Afita dan Ailin, okey" jawab Aftan menarik tangan Evan untuk duduk di sebelahnya


Edward dan Alena bernafas lega, rupanya cara melatih Aftan ke adik kembarnya sangat unik, dia menyerang dengan sungguh-sungguh tapi terkontrol, bahkan terlihat sangat melindungi walaupun kadang terkesan seranganya sangat mematikan


"Rupanya kalian melatih mereka dengan sangat baik Lex" ucap Edward


"Ikatan batin keluarga kita sangat kuat Ed, mereka semua akan saling melindungi satu sama lain, itu sudah mengalir dalam darah anak-anak kita" jawab Alex sambil tersenyum kearah Edward


"Iya, aku sangat melihat dengan jelas akan hal itu" ucap Edward dan membalas senyuman Alex


dan saatnya kini Afita dan Ailin yang sudah bersiap melakukan pertarungan, dua wanita kecil yang parasnya sangat cantik dan sangat berkarakter, Afita dengan pesona tatapan tajam mata indahnya, Ailina dengan pesona mata birunya yang meneduhkan


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE LAGI MALAM HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2