
Sementara kedua sahabatnya hanya menggelengkan kepala melihat Edward lebih memilih membantu Reyna menjaga anaknya dari pada ikut dengan Alena istrinya
"Al, serius ini, kita mau jalan kaki? tanya Amaya yang mulai ngos-ngosan
"Ampun deh Al, capek ini aku" ucap Delia
"Heh, kalian ini merepotkan sekali, ya udah kita naik ojek ya, harus mau, sini gak ada angkot soalnya"
"Iya deh, apa aja yang penting jangan jalan kaki, bisa pingsan aku nih" ucap Delia
Alena tertawa melihat kedua temannya yang sudah gak karuan lagi wajahnya
"Ya sabar, kita duduk di pos ojek sini aja dulu, nunggu tukang ojeknya datang" ucap Alena sambil berfoto mengabadikan pemandangan sekitar
"Kamu sih Al, main kabur aja, tadi naik mobilku kan enak tuh" ucap Delia
"Ngapain, malah ribet masih ngambil di garasi belakang, cepetan jalan kaki, kalian aja yang manja" ucap Alena enteng
"Eh, manja dengkulmu, aku ini dah usia berapa, disamakan ma kamu yang masih bocah" ucap Delia gak terima
"Tau nih anak, pengen aku sleding kepalanya aja, ngomong se enaknya, ya kamu memang hoby latihan fisik, jadi yah biasa aja mau jalan atau lari-larian" sahut Amaya jengkel
"Mangkanya hoby dirubah, jangan ghibah ma belanja aja, joging tiap pagi kek, biar kuat lari" ucap Alena
"Iya, lari dari kenyataan, kayak kamu" ucap Amaya nylonong
"Maksudnya Edward?, Ngapain mikirin orang yang gak mikir kita, bodo amat, penting aku pengen Heppy, bukan lari dari kenyataan, Edward mau seperti apa mah aku gak peduli" ucap Alena
"Terus, kalian kan udah nikah Al, gak bisa gitulah, harus diselesaikan" ucap Delia
"Soal hati, hanya Edward yang bisa menyelesaikannya sendiri kak, gak bisa aku memaksanya, yang ada aku akan tambah terluka, aku hanya akan menunggu, dan menjaga hatiku" jawab Alena
"Hemh, kata orang Jawa, Angel wes Angel" ucap Amaya
"Ha ha ha"
Ketiganya langsung tertawa, hingga tiba-tiba ada mobil sport berhenti di depan mereka
"Apa nona membutuhkan tumpangan untuk ke bawah, ini mendung, bentar lagi akan hujan, tukang ojek gak akan ada yang mangkal, kalau mau, mari ikut mobil saya" ucap seorang laki-laki tampan dari dalam mobil
Ketiga wanita itu saling pandang, dan akhirnya memutuskan untuk ikut
"Baik kami ikut, Makasih sebelumnya" ucap Delia, dan akhirnya semua naik ke mobil sport warna hitam
__ADS_1
Alena duduk di depan, Amaya dan Delia duduk di kursi belakang, sesaat sebelum berangkat laki-laki itu mengerutkan kening melihat Alena dan segera tersenyum, Alena merasa heran dan bertanya
"Kenapa senyum seperti itu, ada yang lucu denganku?" tanya Alena
"Nona Alena lupa dengan saya?" ucap laki-laki itu membuat semuanya terkejut
"Maaf, kamu kenal dengan saya?" tanya Alena heran
"Di kamar hotel Amora kita bertemu" ucap laki-laki itu
"Hah, kalian di kamar hotel?" Tanya Amaya terkejut
"Ngapain aja kamu Al?" ucap Delia tak percaya
"Tenang, jangan salah paham, kita ada urusan bisnis malam itu dengan pak Edward, sudah ingat nona Alena?" ucap laki-laki tampan itu dan tersenyum manis ke Alena
"Oh, iya, ingat, kamu yang waktu itu kan, syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat khawatir dengan keselamatanmu" ucap Alena tersenyum senang melihat laki-laki di depannya
"Oh, jadi nona Alena mengkhawatirkan ku?"
"Tentu saja, kamu sudah banyak membantu, terimakasih" ucap Alena
"Oh iya, waktu itu saya belum sempat berkenalan, saya Raka "
*
Sementara itu Edward masih bermain dengan kedua ponakan kecil hampir 2 jam, Reyna segera menghampiri Edward dan berniat membawa kedua anaknya untuk segera membersihkan diri, apalagi cuaca makin mendung
"Makasih dah jaga mereka Ed, oh iya, aku gak lihat Alena dan kedua temannya?"
"Mereka pergi ke desa untuk jalan-jalan"
"Oh, kamu gak ikut Alena?"
"Tadinya mau ikut, tapi keburu ada si bocil ini ngajak main, ya sudah, Alena berangkat dengan Delia dan Amaya saja"
"Hah, jadi tadi itu kalian mau jalan keluar?, tau gitu kan kamu gak perlu bermain sama Afita dan Aftan Ed, terus mereka naik apa, aku lihat semua mobil ada di garasi belakang"
"Oh ya, aku malah gak ngerti, aku kira tadi naik mobil Delia'" jawab Edward dan langsung panik
"Sudah, coba kamu hubungi mereka dulu Ed, mana mendung gini, bentar lagi hujan ini kayaknya" ucap Reyna langsung masuk ke dalam dan memandikan anak-anaknya
Edward segera menghubungi nomer handphone Alena, namun tidak diangkat, Edward mencoba sampai berkali-kali tapi tetap tidak diangkat oleh Alena
__ADS_1
"Shit!, Kemana sih ini bocah, kenapa gak diangkat" gumam Edward makin cemas
Akhirnya Edward segera ingat dengan Delia dan langsung menghubunginya, Delia langsung mengangkat panggilan handphone Edward
"Kalian ada dimana Del?" tanya Edward
"Ada di taman bunga SEROJA pak, memang pak Edward gak telpon Alena?" Tanya Delia heran
"Sudah ratusan kali aku telpon gak diangkat sama Alena, mangkanya aku hubungi nomer kamu"
"Oh, kurang pak Edward, coba sampek seribu kali, mungkin diangkat sama Alena" ucap Delia aneh
"Maksutnya?" tanya Edward
"Hehehe, guyon pak, tenang pak, kita lagi menikmati taman bunga, gak perlu cemas, kita juga ada yang jaga kok, orangnya baik, mau ngantar kita kemana-mana gratis, dah dulu ya pak Edward, mau ke dalam, ini hujan deras" ucap Delia
"Apa, Del, halo, Del, siapa yang ngantar kalian, halo, halo!" ucap Edward dan setelah itu sabungan telepon diputus oleh Delia
"Sial*n, Siapa yang mengantar Alena, kenapa panggilanku gak diangkat, brengs*k!" batin Edward khawatir dan jengkel memikirkan Alena, sementara itu hujan makin lebat di luar sana
*
Alex menghampiri Edward yang berada di ruang tengah sendirian sambil mengutak-atik handphone nya
"Hai Ed, ngapain?, Alena belum pulang?" tanya Alex
"Belum, aku juga nunggu ini, aku khawatir, apalagi hujan deras banget gini" ucap Edward
"Tadi keluar bareng sama kedua sahabatnya kan?, Kamu gak perlu khawatir, Alena paling betah jalan-jalan menikmati Pemandangan Alam, apalagi disini masih sangat Asri, tambah kerasan itu anak" kata Alex
"Hem, tapi aku merasa gak tenang, aku mau nyusul dulu Lex, ini juga hampir magrib, takut ada apa-apa dengan mereka, apalagi gak bawa mobil" sahut Edward dan langsung melesat keluar membawa mobilnya untuk mencari Alena, didalam perjalanan Edward menghubungi Alena lagi, tapi kali ini malah tidak tersambung, dengan kata lain handphone Alena di matikan, Edward menghubungi Delia dan hasilnya sama
Edward segera menghubungi pak Hari untuk mencari tau apa bisa melacak handphone Alena saat ini, pak hari menjelaskan hanya bisa melacak kalau handphonenya hidup, itu berarti yang terlacak posisi terakhir adalah di mana handphone Alena terakhir hidup sebelum mati, pak hari memberikan titik koordinatnya yang bisa dilacak oleh Edward
Sampai pada tempat yang dituju , Edward segera menghentikan mobilnya, dan itu ada di pintu masuk Taman Bunga SEROJA, tentu saja tempat itu sudah tutup, Edward turun dan menanyakan pada penjaga, namun hasilnya nihil, tidak lama Edward mendengar suara Adzan Magrib dari sebuah Masjid yang tak jauh dari tempat itu, dengan melajukan mobilnya Edward menuju Masjid untuk menunaikan Sholat
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1