
Edward berpikir sejenak sambil memijit keningnya
"Kalau sekedar menghabisinya atau menghancurkan Aditama, itu bukan hal yang sulit bagiku"
"Lalu, apa yang membuat tuan ragu?"
"Alena, aku tidak akan pernah bisa melukai hatinya, lebih baik aku mati dari pada melihatnya bersedih atau menderita" ucap Edward sambil memejamkan mata
Pak Hari tersenyum bahagia melihat Edward yang sudah benar-benar menancapkan Cintanya kepada Alena
"Saya masih tidak mengerti tuan?" Tanya pak Hari
"Aditama memanfaatkan Amaya sahabat Alena, dan kini mereka menjadi sepasang kekasih"
"Apa!" Benar-benar Bajin*an Aditama"
"Hem, kalau aku berbuat sesuatu dengan Aditama dan membuat Amaya sedih, menurut pak Hari apa yang akan terjadi dengan Alena?"
"Tentu saja Nona Alena akan sangat terluka dan bersedih melihat sahabatnya terluka"
"Dan kalau sampai itu terjadi, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri"
"Iya tuan, saya sudah mengerti sekarang"
"Aku akan membicarakan hal ini dengan Alena dulu, setelah itu akan aku putuskan tindakan selanjutnya untuk mengatasi Aditama"
"Baik tuan, menurut saya itu jalan yang terbaik, kalau begitu saya permisi tuan Edward"
"Pergilah pak Hari, terimakasih semua bantuanya"
Pak hari segera pergi meninggalkan ruangan kerja Edward, entah karena hati mereka sudah terikat, tiba-tiba saja Handphone Edward berbunyi, saat dilihatnya ternyata Alena, segera Edward segera mengangkat panggilan dari Alena
"Assalamualaikum Al, ada apa?"
"Waalaikumsalam Ed, aku tidak menggangu?"
"Tidak, aku tidak sedang sibuk, memang kenapa?"
"Nggak ada, pengen telpon kamu aja Ed, hehehe"
"Dasar, baru ditinggal beberapa jam, memang kamu gak sibuk sama pasien?"
"Nggak, hari ini Aditama mbantu di ruangan ku, katanya mumpung dia free, aku sih oke-oke saya, nanti kalau aku tolak takut salah paham lagi"
Seketika Edward sangat khawatir
"Al, hati-hati dengan Aditama, dia berbahaya"
"Maksudnya?"
"Jauhi saja sebisanya, jangan di dekatnya kalau sedang sendirian, apa kau mendengarku Al?"
"Iya Ed, tapi kenapa?"
__ADS_1
"Dia yang menyebarkan foto-foto hoax tentang kamu di sosmed, pagi ini pak hari memberikan semua buktinya"
"Apa!, Jadi Aditama pelakunya Ed?"
"Iya, aku bisa pastikan itu, mangkanya kamu hati-hati, jauhi saja dulu, nanti kita bicarakan di Apartemen"
"Iya Ed, aku mau nemui kak Delia dulu"
"Oke hati-hati kalau cerita dengan Delia"
"Iya Ed, makasih, kamu juga hati-hati, Assalamualaikum"
"Waalakumsalam" balas Edward dan menutup saluran telepon nya
Alena segera beralasan untuk pamit dengan Aditama yang sedang membantunya, saat berada jauh dari ruangan kerjanya, Alena langsung menghubungi Delia
"Kak Aku tunggu di taman belakang, penting, cepet ya"
"Heh, emang ada apa Al, masalah serius?"
"Banget kak, cepet, jangan banyak tanya, kita ketemu disana sekarang juga"
Alena segera menutup handphonenya dan berjalan cepat ke arah taman belakang yang ada di lingkungan Rumah Sakit, saat sampai disana ternyata Delia sudah duduk menunggu Alena
"Hai kak, udah lama nyampeknya?"
"Barusan, ada apa sih Al, bikin orang penasaran aja deh kamu, untung aku dah sepi, gak ada pasien lagi"
"Kak, tadi Edward bilang kalau sudah menemukan siapa dalang dibalik berita soal diriku yang ada di sosmed kemaren"
"Aditama kak"
"Bang*sat, baji*ngan, kampret tu orang ya, emosi aku Al, urusan mempermainkan Amaya saja aku belum buat perhitungan, ini cari gara-gara lagi sama kamu, pengen aku bejek-bejek aja kepalanya"
"Stt, jangan keras-keras ngomongnya kak"
Namun tiba-tiba saja Delia dan Alena dikejutkan dengan pertanyaan seseorang dari arah belakang
"Apa yang kalian omongin hayo"
Sontak Delia dan Alena langsung menoleh ke belakang dan terkejut mendapati Amaya sedang berjalan makin mendekat
"Eh, hehehe, ini ngomongin soal pernikahanku, ya kan kak Del?" Ucap Alena langsung mengalihkan pembicaraan
"Iya hehehe, tau ini Alena, masih bingung tu dengan pernikahannya, tapi udah fix kok, kita berdua akan diajak ke sana juga Sama Alena, ya kan Al?" Sahut Delia
"Oh, ya sudah, pantesan kalian ngomongin nya mojok di sini" ucap Amaya
"Kamu sendiri mau kemana Am?" Tanya Delia
"Emang sengaja cari kalian, mau cerita soal Aditama" ucap Amaya
"Oh, memang kenapa dengan Aditama?" Tanya Alena
__ADS_1
Akhirnya Amaya cerita tentang sikap Aditama yang kadang berubah-ubah, tapi pada akhirnya, Amaya menyatakan akan membuat Aditama merubah sikapnya menjadi lebih sayang lagi ke Amaya, dengan senyum bahagia Amaya juga mengatakan kalau benar-benar mencintai Aditama dengan segenap jiwa dan raganya
Tentu saja Delia dan Alena semakin tidak tega untuk menceritakan ke bobrokan Aditama untuk saat ini
*
Setelah makan siang, Alena bermaksud menemui Aditama dan menjelaskan semuanya, berharap Aditama mau melupakan sakit hatinya dan berubah menjadi benar-benar menghargai ketulusan hati Amaya yang sangat mencintainya, Alena berjalan masuk ke ruangan Aditama
"Dit, aku pengen ngomong sesuatu" ucap Alena
"Sepertinya soal serius?"
"Iya, aku ingin kita bicara dari hati ke hati, jadi aku mohon kita hilangkan segala emosi"
"Akan aku usahakan, soal apa itu"
"Sebelumya aku minta maaf atas semua kenyataan yang sudah aku tutupi dari kamu, hingga membuatku berspekulasi negatif tentangku"
"Maksudnya?"
"Antara aku dan Edward, sebenarnya hubungan kami lebih dari sepasang kekasih"
"Maksudmu?" Ucap Aditama sangat serius
"Dia suamiku dan kami sudah menikah"
"Hahaha, apa kau bilang, seorang Edward Runcel Eagle adalah suamimu, apa kau sudah tidak waras ha!"
"Dit, tolong dengarkan aku, itu semua kenyataanya, kau bisa menanyakan sendiri ke Edward"
"Oh ya, bagus, berarti kamu sudah sukses menjeratnya, langkah licikmu cepat juga rupanya"
"Dit, jangan keterlaluan, apa yang kamu pikirkan tentangku itu tidak benar, kita saling mencintai dan direstui, jadi tolong Dit, buang dendam mu, semua tidak akan ada gunanya, kamu akan melukai orang-orang yang tidak bersalah, semua kamu lakukan akan melukai dirimu sendiri nantinya"
"Diam wanita Breng*sek, jangan berani menasehati ku dengan mulut kotormu, aku mau berbuat apa saja terserah aku, kau sudah benar-benar menyakitiku Al, dan aku akan membuat semuanya terbayar impas"
"Apa maksudmu, aku berkata jujur agar kau memahami bahwa aku sudah menjadi milik orang lain, aku berharap kau berubah Dit, relakan semuanya, lihatlah Amaya yang sudah sangat mengorbankan apapun untuk dirimu, apa kau masih tega berniat melukai hatinya demi membalaskan sakit hatimu padaku?"
"Kau pikir ucapan dari mulut Wanita yang rela menyerahkan tubuhnya untuk menjadi wanita simpanan seperti mu bisa merubah keputusanku, katakan sejauh mana kamu mengumpankan tubuhmu untuk mendapatkan seorang Edward, katakan Alena!" Teriak Aditama yang sudah tidak bisa membendung emosi dan sakit hatinya
"Apa maksudmu, aku bukan wanita simpanan, Aku istrinya!" Teriak Alena ikut emosi mendengar cacian dari Aditama
"Istrinya?, Hahaha, kamu kira aku percaya begitu saja, kamu tau siapa Edward Runcel Eagle kan, kalau dia memang sudah beristri, apa mungkin tidak ada kabar beritanya ha, dasar wanita murahan, kamu semakin mirip pela*cur, wanita ja*lang!"
BRAK
pintu ruangan Aditama terbuka paksa oleh dobrakan tangan seseorang, dan entah kenapa tiba-tiba Tubuh Aditama terpental ke belakang menghantam tembok, saat Aditama berusaha bangkit, tangan seseorang sudah mencekik lehernya dengan kuat membuat tubuh Aditama menegang berusaha membuka cengkraman tangan dilehernya
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE