
Edward menatap Alena dan langsung memeluknya erat, diciumnya kepala dan wajah Alena berkali-kali hingga Alena merasakan air mata suaminya menempel di pipinya, Alena memeluk makin erat saat merasakan tubuh Edward terguncang menahan tangisnya
"Aku sangat takut kehilanganmu Bee" ucap Edward
"Hei, aku tidak akan semudah itu ditindas Honey, istri seorang Edward bukan wanita yang lemah"
"Iya Bee, syukurlah semua selesai"
Alena mencium bibir suaminya dan kemudian mengajaknya untuk bergabung dengan yang lain
Sementara itu Alfaro terhenyak melihat tubuh seorang gadis yang tergeletak di tanah, Alfaro memeriksa denyut nadinya dan ternyata masih ada walaupun sangat lemah
"Dia Kirana, wanita yang sudah melindungi ku di pulau ini Faro, tolong angkat dan bawa dia ke Helikopter, dan segera selamatkan dia, aku mohon segera bawa ke Rumah sakit terdekat" ucap Alena yang sempat membuat Alfaro terkejut, kemudian mengangkat tubuh Kirana dan membawa masuk ke dalam pesawat
Sementara Kyai Rahmat melihat keadaan Kaisar yang lumayan parah, Alena memeluk sang Kakek kemudian meminta bantuannya untuk menyelamatkan kaisar dan menceritakan bagaiman Kaisar mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya selama di pulau ini, sang Kakek kemudian memberikan kekuatan tenaga dalamnya hingga Kaisar terlihat tidak begitu pucat lagi
Alex mengangkat tubuh Kaisar, memasukkan ke dalam helikopter dan dibawa kerumah sakit, semua Klan hitam yang masih hidup di bebaskan untuk menentukan pilihan hidupnya, Alex dan yang lainya segera kembali
*
Kaisar merasa ada yang menarik dirinya hingga jatuh kembali ke bawah, Nafasnya terasa tersengal dan kemudian ada cahaya putih yang menuntun nya untuk keluar, perlahan Kaisar membuka matanya kemudian menutupnya kembali saat sinar yang mengenai matanya terasa pedih, di cobanya kembali membuka mata dengan perlahan dan dia melihat sosok wanita Cantik yang sedang berteriak
"Pasien ini tersadar, cepat panggil dokter yang berjaga untuk memeriksanya!" Ucap seorang wanita yang didengar oleh Kaisar
Tak lama kemudian, datang tiga orang berpakaian putih dan segera memeriksa dirinya, sementara itu wanita yang pertama kali dilihatnya melangkah keluar sambil memegangi handphone mencoba untuk menghubungi seseorang, Kaisar merasa badannya sangat berat dan mengantuk kembali, ingin berbicara saja rasanya dia tidak mampu, sesaat kemudian Kaisar pun tertidur
*
Sementara itu Kirana mengalami hal yang sama, seperti ada suara yang memanggil dirinya hingga dia terus berjalan menyusuri sumber suara, betapa terkejut saat disana seperti melihat sosok wanita yang tidak dia kenal sama sekali sedang tersenyum ke arahnya
"Pulanglah sayang, disini bukan tempatmu, kakakmu Kaisar sudah menunggumu"
Setelah mendengar kata itu, wanita itu langsung menghilang dan terlihat sebuah cahaya putih yang sangat terang, Kirana berjalan dan mengikuti arah cahaya itu, hingga kemudian dia seperti terperosok dan jatuh ke bawah, disaat itulah Kirana merasa ada yang sedang memegang tangannya, perlahan dia menggerakkan tangan dan mencoba membuka matanya walaupun terasa sangat berat, saat Kirana berhasil melakukan itu, terdengar olehnya suara teriakan seorang laki-laki sedang memanggil dokter jaga
Tak lama kemudian datanglah dua orang berpakaian putih dan langsung memeriksa keadaanya, di tatapnya sosok laki-laki yang sepertinya dia kenal, hingga hati Kirana menghangat dan meyebutkan sebuah kata
"Edward?, Apa kau Edward?" Ucap Kirana lirih sekali hingga laki-laki itu mendekatkan telinganya ke arah Kirana
Namun Kirana merasakan tidak kuat berucap lagi, mulutnya terasa kelu, matanya terasa sangat berat dan mengantuk, hingga akhirnya laki-laki yang dilihatnya tadi menjauh, sesaat kemudian Kirana sudah tertidur karena pengaruh obat yang diberikan
*
Alex sedang duduk bersila dan menyalurkan tenaga dalamnya ke kakeknya Kyai Rahmad, setelah pertempuran beberapa hari yang lalu, Kyai Rahmad terkena pukulan tenaga dalam oleh musuhnya sebelum dia berhasil melumpuhkan ketua klan ilmu Hitam
Reyna dan Jasmin kini sudah kembali ceria setelah kedatangan semua keluarganya dengan selamat, Aftan dan Afita juga terlihat bahagia kembali tidak seperti sebelumnya yang ikut merasakan ketegangan yang terjadi di keluarganya
Sama seperti di kediaman Nugraha, di Mansion Keluarga Eagle juga terlihat tiga orang laki-laki sedang berbincang dengan nyaman setelah makan malam
"Sebaiknya kau pulang ke indo dan tinggallah di Mansion ku biar rame, aku kesepian saat di tinggal Edward seperti ini" ucap Edoardo
"Aku tidak bisa Edo, kau tau sendiri aku harus mengendalikan perusahaan ku disana"
__ADS_1
"Bagaimana denganmu Faro, apa kau juga akan kembali ke luar negeri?" Tanya Edoardo
"Entahlah paman, aku masih suka disini, mungkin nanti Dady dulu yang balik, aku akan belajar memegang perusahaan yang ada di indo, bagaimana Dad?"
"Good, ini kabar baik, kalau kamu bisa mulai serius bekerja memegang kendali perusahaan di indo" ucap Aliardo
*
Edward berada di dalam kamar bersama dengan Alena yang sedang berbaring dalam pelukannya, sudah seminggu semenjak kejadian itu Edward tidak ingin jauh dari istrinya, bahkan pekerjaan kantor hanya dikunjunginya saat ada sesuatu yang penting saja
"Alhamdulillah semuanya sudah selesai ya honey, kita semua selamat, dan aku sangat bahagia tadi mendapat kabar kalau Kaisar dan Kirana sudah mulai sadar" ucap Alena
"Iya, Alhamdulillah Bee, sekarang keadaan sudah aman, dan aku sangat merindukan istriku"
"Kau tidak rindu mereka?' ucap Alena
"Oh, tentu saja Bee, mereka para Edward junior yang sangat kuat, kalian ingin Dady cium hem?" Ucap Edward sambil kemudian membuka baju Alena yang menutupi perutnya dan langsung menciumi perut Alena yang mulai kelihatan membuncit
"Kalian sudah bertambah besar rupanya, usianya sekarang berapa bulan Bee?"
"Kalau hitunganku sudah 16 Minggu honey"
DUG
Tiba-tiba saja ada gerakan yang bisa dirasakan oleh Edward dari perut Alena
Edward melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja dia rasakan, di sentuh kan tangannya lagi diatas perut Istrinya dan sesaat kemudian mereka bergerak seakan sedang merespon sentuhan dady nya, Edward tersenyum bahagia, Alena terkekeh melihat reaksi Edward antara terkejut, tak percaya dan bahagia
"Tentu saja, kamu yang membuat mereka ada honey"
"Ya Alloh, amazing, luar biasa" ucap Edward dan kini mengajak ngomong anak-anaknya
Alena menatap lembut wajah suaminya yang sudah ada di hadapannya
"Aku menginginkanmu Bee, apa kau bersedia?"
"Tentu saja, aku juga udah kangen honey"
Edward ******* lembut bibir Alena, kini lidahnya mulai masuk dan menjelajah di dalam mulut istrinya, tangan Edward mengelus lembut perut Alena kemudian menelusuri sesuatu yang kenyal dan sangat disukainya, bukit kembar istrinya di remas dengan pelan hingga terdengar desa*han dari mulut Alena
Alena menikmati semua sentuhan yang diberikan oleh suaminya, bibir dan lidah Edward bermain inten di bukit kembarnya hingga membuat dirinya mulai menggelin*Jang, terdengar teriakan kecil saat jari Edward menelusuri bagian intimnya dan sesekali membuat keluar masuk di sana
Edward tersenyum saat merasakan milik istrinya sudah mulai Basah dan hangat, kini bibir dan lidah Edward menelusuri perut istrinya dan terus ke bawah hingga mencapai int*im istrinya, entah kenapa Edward sangat menyukai aroma khas bagian istrinya yang ada di bawah sana
Edward perlahan menciuminya, menjilat nya dan sesekali menyesapnya perlahan, mendapat sentuhan yang sangat luar biasa di bagian inti*mnya, Alena menegang dan bergerak tidak karuan, Edward terus melakukan kegiatannya dengan perlahan dan tangannya berusaha menahan tubuh istrinya biar tidak bergerak berlebihan
"Honey, aku menginginkanmu" ucap Alena di sela kegiatan panasnya
"Aku juga Bee"
Edward tersenyum menatap wajah Alena, dia merasa istrinya sangat cantik saat sedang menginginkan hasr*atnya, Edward mencium kening istrinya, matanya ,hidungnya kemudian melabuhkan ciuman dan luma#tan lembutnya di bibir Alena
__ADS_1
Detik berikutnya Edward menempatkan miliknya di posisi dimana dia bisa memasukkan pusakanya pelan ke dalam bagian int*im Istrinya, kini milik Edward sudah terbenam sempurna didalam sana
"Sshh, Ooh Bee"
Des*ahan Edward sangat indah mengalun di telinga Alena, sesaat Edward hanya mendiamkannya sebentar disana, kemudian perlahan mendorongnya lebih masuk lagi hingga Alena memekik
"Aakh Honey, sshh"
Edward mulai menggerakkan pusakanya maju mundur hingga terdengar bunyi penyatuan, tubuh Alena terguncang saat suaminya berulang kali menghentakkan miliknya keluar masuk ke dalam inti*mnya, desa#han yang luar biasa terdengar saling bersahutan dari keduanya, gerakan Edward kini semakin cepat saat ada sesuatu dalam dirinya seakan mau meledak
"Ah, Ah, Aku hampir Bee"
"Bersama Honey"
Edward menahan pinggul istrinya, sementara pusakanya dengan perkasa makin melesat cepat berulang-ulang hingga akhirnya keduanya berteriak melepaskan sesuatu yang meledak di dalam sana, Edward mencium bibir Alena dan menyentuh lembut dadanya saat melihat Nafas Alena yang masih memburu
"Atur nafas mu Bee, kasian anak-anak kita nanti ikut ngos-ngosan di dalam sana"
Alena segera mengatur Nafasnya dan segera menenangkan dirinya kembali, sesaat kemudian dirinya tersenyum dan memeluk erat tubuh Edward yang ada di sampingnya
"Bee, kenapa milikmu masih terasa sempit dan menggigit ya?"
PLAK
Alena langsung memukul Edward
"Jangan ngomong hal mesum, ada anak-anak kita di sini yang ikutan mendengar honey"
"Hehe, maaf ya para bocil, Dady lagi merasakan kenikmatan tubuhnya mommy"
"Honey!!'
Teriak Alena memperingatkan perkataan Edward lagi dan kemudian langsung mendapat pelukan dari sang suami
(Yang lagi kangen kebersamaan Edita dan Alpan semoga terobati ya)
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1