Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 211


__ADS_3

Kini kedua bayi laki-laki Alena sudah berada di dekapan mommy nya, satu persatu di berikan air susu, kedua bayi itu tampak tenang dan kemudian tertidur kembali, kedua bayinya masih dia dekap hingga tak lama kemudian Alena meminta tolong untuk menidurkan kedua bayinya di box yang sudah di sediakan untuk rawat gabung di dalam kamar perawatan nya


Alena kemudian memberikan Asi yang sebelumnya sudah dia pompa untuk di berikan ke Bayi cantiknya yang masih dalam perawatan, tak lama kemudian datanglah orang tuanya bersama dengan Alex, sengaja Reyna akan menyusul nanti, karena ada pertemuan di sekolah PAUD kedua anaknya


Beberapa saat Raka dan Anggel datang, disusul kedatangan Kaisar dan Kirana, pagi ini mulai bergantian untuk menjaga Alena


"Hai Ratu, sebaiknya kau tidur dulu, dan pulanglah" ucap Kaisar mendekat ke arah ratu setelah menyapa semua orang yang ada di sana


"Ok Kai, sudah ada orang tua Alena juga, jadi aku mau pulang dulu ya" jawab Ratu


"Aku antar, kemaren kamu ke sini kan bareng aku"


"Udah deh Kai, aku bisa naik taksi online kok"


"Gak bisa Ratu, aku gak akan biarkan kamu pulang sendirian, apalagi tadi malam aku yang membawamu"


Akhirnya Kaisar mengantar dirinya pulang ke Apartemennya, ditengah perjalanan Kaisar tampak terdiam, dan Ratu membuka pembicaraan


"Kai, soal ajakan nikah kamu tadi malam, beneran?"


"Tentu saja, aku sangat ingin kamu menjadi pendamping hidupku, apa kamu meragukan ku?" Ucap Kaisar


"Tentu saja tidak, tapi aku perlu bilang_"


"Gak perlu, nanti biar aku saja yang bicara soal ini semua dengan papa kamu" kata Kaisar


"Hah, kamu dah merencanakan semua ini ?" Ucap Ratu dan di jawab senyuman oleh Kaisar


Setelah sampai di apartemen, kali ini Kaisar hanya mengantar sampai depan pintu, saat hampir masuk ke dalam Apartemen, tiba-tiba Kaisar menarik lengan Ratu dan membuat tubuh Ratu kini sudah ada di dekapannya


CUP


Ratu sangat terkejut mendapat kecupan di bibir dari Kaisar yang tidak dia sangka sama sekali


"Istirahatlah, aku pergi dulu" ucap Kaisar dan detik berikutnya Ratu tersadar Kaisar sudah pergi meninggalkan dirinya


"Ya Alloh Kaisar!!" Teriak Ratu dalam hatinya


*


Sementara itu kini Jasmine sudah berada di samping Alena sambil melihat kearah kedua cucu mungilnya


" Lucu ya mereka Al" ucap Jasmine

__ADS_1


"Iya mom udah pada pinter semua, hanya saja kurang putri kecilku yang belum bisa aku peluk" Ucap Alena yang benar-benar merasa sedih


"Bersabarlah Al, Aku yakin cucu perempuan ku akan baik-baik saja, mommy akan menceritakan sesuatu" ucap Jasmine dan kemudian menceritakan tentang mimpinya, Alena tersenyum dan memeluk Jasmine setelah mommy nya selesai bercerita


Sekitar pukul 10 siang datang rombongan dari Surabaya dan membuat Alena makin terasa terharu, tampak disana ada pak hari sekeluarga bersama dengan Amaya dan Aditama


"Makasih buat semuanya udah mau repot-repot datang kesini" ucap Alena


"Kau ini, aku kan juga sahabatmu sekaligus saudara kamu Al, ngapain juga ngomong gitu, dasar" ucap Amaya kemudian berpelukan dengan Alena


Edward tersenyum dan memeluk pak Hari sebentar kemudian melepaskannya


"Makasih pak Hari sudah mau datang" ucap Edward,


"Sama- sama tuan" ucap Pak hari


"Hanya putri kecil kami, masih dalam perawatan" ucap Edward


"Tenang saja tuan, mereka pasti akan Baik-baik saja"ucap pak hari memberikan dukungan


Tepat jam makan Siang, Danil dan Delia nampak memasuki rumah sakit itu, dan menuju ke kamar perawatan Alena, Kini ketiga sahabat yang udah lama tidak berkumpul, akhirnya saling bertemu


Amaya dan Alena tersenyum ke arah Delia yang baru saja masuk ke dalam, kini ketiganya sudah saling bercakap melepaskan kerinduan, Alena juga menceritakan keadaan putrinya yang masih mendapatkan perawatan


"Maaf dokter Alena, anak anda mengalami situasi darurat dan keadaannya sekarang sangat buruk" ucap sang dokter


"Apa!" Teriak Alena terkejut, langsung beranjak dari tempat tidur dan tentu saja itu membuat luka operasinya sangat sakit


"Awas Bee, apa yang kamu lakukan, luka operasi mu masih basah, kamu masih belum kuat" ucap Edward khawatir


"Antarkan aku ke putri ku Honey, tolonglah, kalau memang ini untuk yang terakhir, setidaknya dia pergi dalam pelukanku, tolonglah Honey" ucap Alena sambil menangis


Edward langsung mencium kening dan bibir Alena, kemudian memindahkan istrinya ke kursi roda dan membawanya ke ruang perawatan bayi, semua orang juga mengikutinya dan kini sudah ada di luar , melihat keadaan bayi Alena dari luar kaca jendela


Alena masuk ke ruangan itu bersama dengan Edward, dilihatnya di layar monitor bahwa bayinya sudah tidak bernafas, sang dokter spesialis anak menggelengkan kepalanya, tanda bahwa sudah tidak bisa lagi berbuat lebih untuk sang bayi


Alena meneteskan air mata, diambilnya sang anak dari dalam box lalu di gendong dan di peluk oleh Alena


"Sayang, tolong jangan tinggalkan mommy" ucap Alena lirih


Edward memeluk Alena dari belakang


"Sabar Bee, istighfar" ucap Edward

__ADS_1


Alena masih terus menangis, dia teringat dengan mimpinya dan juga cerita mimpi mommy nya, di bukanya baju Alena perlahan dan sang anak yang sudah tidak bergerak, di tempelkan ke dadanya


"Bismillahirrahmanirrahim, sayang kalau kamu memang harus meninggalkan dunia ini mami iklhas kan, tapi mommy mohon, tidak bisakah kamu bertahan bersama mommy disini,"ucap Alena masih dengan memeluk anaknya


Semua orang yang menatap interaksi Alena dan anaknya itu langsung menangis, semuanya terharu dengan apa yang Alena lakukan, bahkan dia terus memeluk dan seakan mengajaknya ngobrol


Hampir sepuluh menit, Alena terus beristighfar dan akhirnya


Tiba-tiba Sang bayi menggerakkan jari mungilnya, Alena dan Edward sangat terkejut ketika jari-jari kecil milik anaknya bergerak dan detik selanjutnya menggenggam jari tangan Alena


Edward masih sangat terkejut sambil tetap memeluk istrinya dari arah belakang, dan sesaat kemudian sang putri kecil Alena ini menangis perlahan dan lama kelamaan tangisannya sangat kuat


Sang dokter dan tim ruangan bayi yang melihat kejadian itu, seakan tak percaya dengan pemandangan yang sangat mengejutkan dan di luar perkiraan manusia


begitu juga dengan semua orang yang berada diluar jendela kaca tak kalah terkejut, dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, namun mereka juga sangat berbahagia


Semua orang yang memandangnya di buat merinding melihat kejadian nyata di depannya


"Alhamdulillah, honey" ucap Alena


"Syukurlah Bee" sahut Edward


Sang dokter mendekat dan berniat melanjutkan perawatan yang akan di lakukan, namun Alena menolak dan membiarkan tubuh anaknya bersentuhan langsung dengan kulit dada Alena


"Tidak usah di pasang selang infus dan sebagainya dokter, aku akan merawatnya dengan tehnik kanguru, sampai anakku membaik" ucap Alena


Sang dokter anak mengangguk dan menyiapkan semua surat pernyataan persetujuan untuk dilakukan perawatan kanguru dengan pengawasan


Alena berterimakasih, dan kemudian pihak rumah sakit menyiapkan tempat steril untuk anak dari Alena, kini Alena melakukan perawatan bayinya sendiri dengan terus memeluk anaknya


Bersambung


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Ikuti juga cerita "SAHABATKU KEKASIHKU" yang semakin seru


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2