Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 78


__ADS_3

Delia langsung menghentikan mobilnya dan menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Alena


"Hah, bukannya itu Amalia?" ucap Delia


"Iya kak, bener itu Amalia" sahut Alena


"Ngapain itu orang, jalan kaki sore-sore pinggir jalan gini" ucap Delia


"Tau kak, yok kita samperin" ajak Alena


Alena dan Delia turun dari mobil dan segera berlarian menghampiri Amalia, tentu saja kedatangan mereka berdua membuat Amalia terkejut


"Kalian dari mana?" Tanya Amalia


"Udah, yok ngobrol di tempat yang nyaman, jangan di pinggir jalan gini" ucap Delia


Merekapun akhirnya masuk di restoran sederhana yang dulu sering di samperin Alena dan segera mencari tempat duduk yang nyaman


"Kamu pernah makan disini Al?" Tanya Delia heran


"Sering dulu kak, waktu pertama kali diterima kerja dan uang masih pas-pasan, aku sering ngajak Amaya makan ke sini kak" ucap Alena


"Oh ya, kamu pernah susah juga Al, aku gak nyangka" ucap Amalia tertegun tak percaya


"Pernah lah, tanya tu kak Delia, sering aku pinjam uangnya, hehehe" ucap Alena


"Kenapa, heran?, Kita semua itu pernah ngerasain hidup susah Amalia, gak seneng terus seperti yang dilihat sekarang" ucap Delia


"Oh iya?, aku hanya gak nyangka saja, seneng lihat kalian kompak banget, saling support satu sama lain biarpun keadaan susah" ucap Amalia


"Harus dong, teman sejati itu, akan selalu ada apapun keadaanya, yah walaupun kadang saling gampar kalau ada yang salah, ya Al ya?" ucap Delia


"Iya dong, kalau ada teman yang salah harus di benerin, jangan di diemin asal suka aja, itu namanya menjerumuskan teman" sahut Alena


Sesaat kemudian datanglah pesanan Alena, tiga mangkok soto dan beberapa tambahan extra daging satu mangkok besar, pemilik Restoran segera menghampiri Alena dan langsung memeluk Alena


"Kangen aku mbak Ayu" ucap ibu pemilu restoran


"Saya juga Bu, ini teman-teman saya Bu" kata Alena memperkenalkan Delia dan Amalia


"Iya, selamat menikmati ya, semoga masakannya cocok, kalau mbak Ayu ini dulu sering kesini lo, kangen banget aku mbak sama sampean"


"Iya buk, aman kan disini sekarang?" Tanya Alena


"Aman mbak Ayu, wilayah sini wes aman dari preman, takut semua sama mbak Ayu, katanya mbak ayu itu kayak Premannya preman, hihihi"


Alena hanya tersenyum dan pemilik Restoran segera kembali melayani pelanggan yang lain, kebetulan hari itu lumayan rame


"Heh, mbak Ayu, apa itu premannya preman hah?" Tanya Delia penasaran


"Dulu aku pernah ngehajar bosnya preman kawasan sini, sekarang aman, hehe"jawab Alena

__ADS_1


"Oh pantesan, dasar wanita preman" ucap Delia


"Kok manggilnya mbak Ayu, kamu punya nama Laen?" Tanya Amalia


"Nggak, Ayu itu kan cantik, katanya sih aku ini cantik, jadi mereka panggil aku mbak Ayu, xixixi" jawab Alena geli


"Awas gede kepalanya" sahut Delia


Ketiganya langsung menyantap soto yang rasanya memang Wow di mulut mereka, setelah memakan habis tanpa sisa, ketiganya mengobrol santai menikmati minuman


"Oh iya Amalia, kamu kok bisa jalan kaki sendirian, ngapain?" Tanya Delia


"Aku tadi habis wawancara di Klinik Medika Jaya, kemarin lamaran ku dapat respon dan aku di panggil


"Oh, Alhamdulillah, mudah-mudahan segera diterima" ucap Alena


"Amin, makasih dukungan kalian ya, makasih Al, kamu sudah kasih aku tempat dan uang, nanti kalau aku sudah punya penghasilan, akan aku cicil untuk mengembalikannya " ucap Amalia


"Sudah, gak perlu dipikir, kita ikhlas kok bantu kamu Amalia" ucap Delia


"Bener tuh, kita sama-sama wanita dan kebetulan punya profesi yang sama, jadi sudah sepantasnya saling support" ucap Alena


"Al, maaf ya, aku berencana Beli sepeda motor buat menghemat biaya transportasi, enak juga kalau mau kemana-mana, tapi aku pakek uang dari kamu dulu" ucap Amalia


"Eh, apaan sih, pakek aja uang itu untuk keperluan kamu Amalia, gak perlu ijin-ijin kayak gini, berasa aku ini kayak emak kamu aja deh"


"Hahaha" ketiganya langsung tertawa mendengar Alena berseloroh


Sementara itu Edward makin risih dengan kelakuan Monalisa yang terkesan memaksanya untuk terus tinggal di Apartemennya dengan berbagai cara, Akhirnya Edward merasa harus segera meninggalkan Monalisa sebelum keadaan makin membuat salah paham


"Maaf aku harus pulang Mon, ini sudah jam 4 sore, aku masih banyak pekerjaan yang lain" ucap Edward


"Bentar lagi Ed, mending pulang habis magrib sekalian aja, nanggung loh" jawab Monalisa


"Gak bisa Mon, aku harus pulang, ada janji dengan teman juga nanti" ucap Edward mencari Alasan


"Baiklah, tapi janji ya, sering jenguk aku sampai aku sembuh" ucap Monalisa manja


"Iya, nanti aku usahakan, tapi gak bisa janji" ucap Edward


Edward segera pamit pulang dan menghindari Monalisa yang akan memeluknya


"Maaf, kita hanya teman, harus saling jaga, jangan dibiasakan pelukan apalagi di depan umum Mon, sudah, aku pulang dulu ya" ucap Edward sambil menepuk bahu Monalisa dan segera berlalu pergi keluar dri apartemen Monalisa


Edward segera menghubungi Alena sebelum masuk ke dalam mobilnya


Di dalam panggilan handphone


"Halo Al, kamu dimana?"


"Aku perjalanan pulang Ed, kamu gimana?"

__ADS_1


"Sama, ini pulang juga, tapi aku mampir dulu di hotel Ambarawa"


"Ngapain, Mon Mon minta kamu suapin di kamar hotel?"


"Ish, pikiran kamu itu Al, kurang kerjaan aku nyuapin orang pakek acara pindah ke hotel" jawab Edward


"Siapa tau kan, si Mon Mon mintanya yang aneh-aneh, kayak emak-emak yang lagi bunting"


Edward terkekeh mendengar perkataan lucu Alena


"Ngawur aja, sudah, aku jalan dulu, kamu bisa nunggu di Apartemen Delia sampai aku kembali, dari pada harus sendirian di Apartemen"


"Eh tunggu dulu, terus ngapain kamu pakek acara pamit mampir hotel segala?" Ucap Alena


"Oh itu, aku mau ketemu teman lama yang dulu pernah bisnis bareng, kebetulan dia pas ada di Surabaya, di hotel Ambarawa"


"Terus, Mon Mon ikutan juga?"


"Ya nggak to Alpan, dia kan lagi sakit, masak mau ngintilin aku sampek ke hotel"


"Ya siapa tau Edita, dia langsung sembuh udah kamu jenguk dan kamu kasih makan tadi"


Edward makin terkekeh mendengar celoteh Alena


"Sudah-sudah, makin ngaco ngomongnya, aku pergi dulu"


"Ngapain sih ketemu pakek di kamar hotel segala Ed, hati-hati lo, hari gini banyak Pelakor pada Nekad"


"Ya Mangkanya kita umumkan saja hubungan kita, biar Pelakor pada takut sama kamu Al, gak bakalan ada yang berani mendekat" ucap Edward


"Oh, ya sudah kalau gitu, hati-hati Ed, jangan ngebut" ucap Alena langsung mengalihkan pembicaraan dan menutup handphone


"Dasar ini bocah, giliran ngomongin suruh publikasi status malah lari" batin Edward dan segera menuju ke hotel Ambarawa


Sampai di hotel, Edward langsung masuk menuju kamar hotel tempat temannya berada, Edward segera mengetuk pintu kamar hotel dan pintu segera terbuka, terlihat seorang wanita cantik tersenyum ke Edward dan mempersilahkan masuk


"Masuklah Edward, lama sekali kita tidak pernah bertemu, kamu semakin tampan Hem"


Edward tersenyum lebar dan segera masuk ke dalam dengan Semangatnya, karena sudah merasakan kerinduan yang mendalam


(Selamat kepo ya Readers setiaku, tebak tebakan lagi nih, siapa sebenarnya wanita cantik ini)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2