
Suasana makin riuh dengan teriakan support yang menggema di semua sudut ruangan, dan pertandingan pun segera di mulai, teriakan dan pukulan silih berganti antara dua anak yang sedang bertanding, kali ini dengan kekuatan yang sepadan, keduanya sama-sama terjatuh dan sampai di akhir pertandingan tidak ada yang kalah ataupun menang
"Pak Kai sepertinya lawan kita kali ini cukup kuat" ucap murid Edward yang sedang bertanding
"Tenanglah, tidak apa-apa kalah, yang penting kita sudah berusaha sekuat tenaga, kekuatan kalian seimbang, jadi nunggu hasil dari nilainya dulu"
"Iya Pak kai, maaf kalau mengecewakan"
"Tidak, kamu sudah berusaha yang terbaik"
Dan Akhirnya para juri mengumumkan pemenang di lomba ini
"Baiklah spesial di tahun ini, banyaknya sekolah yang muncul mengikuti lomba, kami ucapkan terimakasih, dan hasil keputusan dari kami, maka juara satu di menangkan oleh MI AL-HIKMAH!!"
"Huu!"
"Hidup MI Al-Hikmah!"
"MI Al-Hikmah Yes Yes Yes!"
Begitulah antusias semua pendukung MI Al-Hikmah berteriak dan mempersembahkan yel yel kebanggaan hingga membuat suasana menjadi haru biru dan penuh suka cita, detik itu juga semua orang di buat penasaran dengan sekolah Dasar MI AL-HIKMAH
Kedua murid dan perwakilan guru yang ikut mendampingi lomba itu naik ke podium, kali ini pak Fajar di persilahkan oleh Kaisar untuk ikut menerima piagam penghargaan di atas panggung, suara riuh tepuk tangan pun saling bersambung
Perjalanan pulang, Kaisar dan Edward mengumumkan akan mentraktir semuanya makan siang di sebuah restoran terdekat, tapi pak Fajar menyarankan untuk mampir saja di warung bakso kesukaan murid-murid nya yang ada di jalan pulang dan tempatnya sangat lapang
Edward menuruti saja, karena semuanya tampak antusias saat menyebut warung bakso itu, akhirnya semuanya ikutan makan disana tak terkecuali sang Milyarder Edward Runcel Eagle dan keluarganya, sungguh pemandangan yang langka dan luar biasa, canda tawa pun kental mengelilingi mereka di siang itu
*
Keesokan harinya, di sekolah heboh dengan kabar kemenangan lomba Bela diri dengan meraih juara pertama, kedua murid yang ikut bertanding pun mendapat ucapan selamat dari teman-temannya, Kaisar juga mendapat ucapan terimakasih dari semua anak didiknya
satu lagi yang membuat lega para murid, karena tidak ada lagi yang berani mengganggu saat lewat di depan Sekolah Nusa Bimantara, selain muridnya yang segan, sang guru juga di berikan peringatan oleh Kaisar untuk memperbaiki diri, kalau berani macam-macam, maka foto tindakan tidak pantasnya yang berhasil Kaisar Ambil akan di sebarluaskan
*
Sedangkan di tempat lain, Bu Aisyah mengumpulkan 18 anak yang akan mengikuti lomba Cerdas Berbakat seminggu lagi, kali ini Bu Aisyah benar-benar mendampingi dan memberikan materi-materi kemungkinan yang akan keluar di lomba itu, semua siswa siswi dari kelas satu sampai kelas enam juga ikut mensupport temannya yang mewakili lomba
"Bagaimana persiapan anak-anak Aisyah?" Tanya pak Fajar
"Alhamdulillah Pak, insyaallah mereka sudah siap, pada dasarnya mereka anak-anak yang cerdas"
"Syukurlah, kita perlu menyewa mobil yang lebih besar lagi, karena kita akan membawa 18 anak, tidak mungkin menyewa mobil seperti kemaren"
"Iya pak, biar nanti Ridho dan Mahmud yang mencari sewa mini bus, jadi kita berangkat sekalian bareng"
"Baiklah, jangan lupa ngasih pesan ke orang tua mereka untuk menjaga kesehatan anak-anak, karena lomba diadakan beberapa hari lagi"
"Sudah pak, wali murid sudah mendukung anak-anak mereka selama satu Minggu ini tidak di Bebani membantu orang tuanya dulu"
"Alhamdulillah"
*
Malam sebelum perlombaan, Ethan dan Ailin belajar bersama mempersiapkan diri ikut lomba besok, Evan membantu memberikan pertanyaan ke kakak dan adiknya dengan menghitung waktu saat menjawabnya, Alena yang kebetulan melewati kamar ketiga anaknya mengintip sebentar dan tersenyum melihat ketiga buah hatinya bersemangat belajar untuk perlombaan besok
CUP
Tiba-tiba saja Alena di kejutkan dengan ciuman yang mendarat di pipinya
__ADS_1
"Astagfirullah Honey!, Kaget aku, ish!"
Edward terkekeh melihat ekspresi terkejut istrinya yang menggemaskan
"Lagian ngapain ngintip anak sendiri, masuk kan bisa Bee" ucap Edward sambil menoel pipi istrinya
"Honey!, Sakit ih, main cubit pipi aja deh, jangan masuk nanti ganggu mereka"
"Sudah yok, dari pada ribut disini ganggu mereka, kita tiduran saja di dalam, istirahat" ucap Edward sambil merangkul istrinya masuk ke dalam kamar
Keduanya kini sudah berada diatas tempat tidur, perlahan Edward memeluk istrinya sambil menciumi lembut wajahnya
"Jangan mulai honey, aku masih datang bulan ini"
"Belum selesai Bee, perasaan sudah lama ya?"
"Mana ada, ini hari ke 5"
"Berarti sebentar lagi selesai, ya kan?" Ucap Edward dan makin nakal tangannya
"Iya, Honey!" Teriak Alena
"Apa sih Bee, cuma gini doang, jangan teriak, gak di apa-apain juga"
"Itu tangan kamu honey, jangan gerayangan gitu, minggir nggak?!"
Edward terkekeh kemudian segera menghentikan aksi nakalnya, mereka melanjutkan perbincangan tentang rencana besok yang akan menemani ketiga buah hatinya mengikuti lomba, tak terasa Alena memejamkan mata dan Edward tersenyum saat berbicara tanpa sahutan dari istri tercintanya
Edward tersenyum, mencium kening dan bibir Alena sekejab lalu membenarkan posisi tidur istrinya dengan nyaman, kemudian dirinya bangun dan melangkah pergi ke kamar ketiga buah hatinya yang ternyata sudah tertidur lelap, ciuman pengantar tidur di berikan ke buah hatinya sebelum akhirnya meninggalkan kamar anak-anaknya untuk masuk kembali ke dalam kamar dan beristirahat
*
"Lihat tu, masih pagi, teman kalian juga belum pada ngumpul semua, gitu tadi papa Kaisar kalian recoki sampai gak jadi sarapan"
"Hehe, sorry Pa, cari sarapan dulu gih, kita nunggu di sini" ucap Ethan
Kaisar dan Ratu segera melangkah keluar dan mencari makanan di warung sebrang karena perutnya keroncongan
Sementara Edward, Alena dan Kirana sudah bersiap berangkat langsung ke tempat perlombaan, ternyata Raka dan keluarga ikut serta, kemudian di susul dengan mobil Daniel yang membawa istrinya didalamnya juga menyusul mereka, rombongan ketiga mobil itupun meluncur ke tempat perlombaan
Di sana mereka semua disambut oleh Abraham dan Jasmin, ternyata Edoardo juga sudah tersenyum lebar melihat kedatangan Edward dan Alena, Alex dan Reyna Sudah pasti ada di sana karena Aftan mewakili perlombaan juga mewakili kelas 6 dan Afita mewakili kelas 4 di sekolahnya
Tiba saatnya perlombaan di mulai, persaingan sangat sengit hingga tersisa kelas 1, 3 dan 5 dari MI Al-Hikmah yang bisa masuk dalam 3 besar, kini suasana semakin tegang, Edward memegang tangan Alena sambil tersenyum ke arah Ethan dan Ailina memberikan dukungan, begitu juga dengan Daniel, Kaisar dan Raka
Evan yang duduk bersama teman-temannya ikut memberikan dukungan ke kakak dan adiknya, juga kepada Aftan dan Afita
Pertanyaan demi pertanyaan sudah di berikan, bahkan keseruan soal rebutan membuat suasana menjadi tegang, hingga di akhir perlombaan yang sengit itu menghasilkan keputusan Final sebuah kemenangan dengan hasil nilai tertinggi
Kini saatnya pengumuman dan pemberian hadiah pemenang lomba di panggil untuk di berikan piagam penghargaan, semua bersorak heboh dan ramai saat MI Al-Hikmah di sebut dan memenangkan juara satu perwakilan kelas 1 dan 5, Edward dan yang lainya langsung ikut berdiri dan menyorakkan kemenangan sekolah anak-anaknya
Alena jadi malu sendiri melihat kelakuan heboh Edward, Edoardo menatap aneh saat melihat perbuatan anaknya, sedangkan sang mertua dan kakak iparnya geleng-geleng kepala terkejut dengan tindakan Edward di luar kebiasaannya
Dan kini sekolah Aftan dan Afita juga di sebut karena memenangkan perwakilan kelas 4 dan 6 menjadi juara satu dalam lomba, semuanya heboh saat di podium telah berkumpul anggota keluarga Nugraha yang telah memenangkan lomba dan menerima piala penghargaan
Apalagi saat Aftan dan Afita memeluk kedua adik kembarnya diatas podium, suara gemuruh sorakan langsung menggema, kemudian di akhiri dengan nyanyian Indonesia Raya yang di pimpin oleh suara emas vokalis handal Evan Eagle Nugraha, pujaan hati anak-anak wanita
Sontak suasana bertambah gaduh, riuh dan terdengar jeritan meneriakkan nama Evan selesai menyanyikan lagu, bahkan sang kakek dan neneknya di buat shock melihat pesona cucunya yang luar biasa dan membikin heboh
Alex dan Reyna tak kalah terkejutnya, apalagi Daniel dan Raka sampai melongo di buatnya, sedangkan Delia, Ratu dan Anggel benar-benar tidak percaya
__ADS_1
Kirana seperti mendapat serangan jantung saking kagetnya, tidak menyangka ponakan kesayangannya yang satu ini menjadi idola, dia pun memegangi dadanya
"Ya Alloh, benar-benar berat ujian kak Alena nantinya" batin Kirana sambil tersenyum menoleh ke arah Alena
*
Semuanya sudah selesai dan kembali ke rumah masing-masing, Saking capeknya, masih jam 7 malam ketiga buah hati Alena sudah tertidur dengan nyenyak di dalam kamarnya, sementara Kirana asik bercerita ke para asisten rumah tangga tentang kehebatan ketiga ponakannya
Alena berdiri di pagar balkon kamarnya sambil menikmati suasana malam, Edward mendekat kemudian memeluknya dari belakang sambil menciumi kepala istrinya, tangannya mulai bergerilya masuk ke dalam baju istrinya dan meremas sesuatu yang kenyal dan sangat disukainya
"Honey!, Tangan kamu ini nakal banget deh" ucap Alena
"Aku suka Bee, malam ini kangen banget, sudah bisa kan?" Tanya Edward
"Iya sudah, aku dah bersuci juga tadi kok"
"Rapel ya Bee?"
"Hah, rapel apa maksudnya Honey?" Ucap Alena kaget dan waspada
"Ganti yang kemaren datang bulan Bee, kamu kan gak bisa aku apa-apain"
"Honey!, Jangan keterlaluan ngerjainnya, bisa-bisa aku gak bisa jalan besok saat kerja" ucap Alena
Edward terkekeh dan segera membalikkan tubuh istrinya dan kini menatapnya lekat
"Aku baru sadar kalau istriku ini benar-benar membuatku semakin lama semakin jatuh dalam kekuasaan hatinya"
"Ih, geli aku dengernya honey, lebay banget kamu ni, sejak kapan pinter merayu gitu, dasar!"
"Aku serius Bee, terimakasih sudah tujuh tahun menemaniku, terimakasih selama itu juga kamu selalu membuatku selalu jatuh cinta, terimakasih sudah memberikanku tiga permata hati yang tak ternilai harganya, terimakasih sudah memberikan duniamu untukku dan untuk keluarga kita"
Alena terdiam mendengar semua ucapan suaminya, hatinya menghangat merasakan haru dan bahagia
"Aku juga sama honey, terimakasih sudah sabar dengan semua kekurangan ku, terimakasih sudah melindungi ku dan keluarga dengan nyawamu, terimakasih kamu selalu memberiku hari-hari yang bahagia dan selalu membuatku merindukanmu"
Edward tersenyum, membelai wajah istrinya lembut kemudian mencium keningnya, mata, pipi, hidung dan bibir istrinya, tak terasa air matanya menetes saat bayangan perjalanan hidup bersama dengan Alena melintas di benaknya
Suka duka, sakit dan bahagia, susah senang dan perjuangan hamil, melahirkan lalu membesarkan ketiga buah hatinya tanpa melupakan kewajiban terhadap suaminya, sungguh, semua itu membuat Edward merasa pantas untuk menangis dalam pelukan seorang ALENA
"Kenapa kau menangis honey?" Ucap Alena lembut sambil mengusap punggung Edward
"Aku tidak pernah menyangka mendapatkan wanita sehebat dirimu Bee, seorang wanita yang bisa melakukan segalanya tanpa pernah mengeluh dan mempertaruhkan nyawanya untukku dan orang-orang yang di cintai nya, bagaimana bisa kau melakukan semua itu?"
Alena tersenyum dan meraih wajah suaminya lalu membelai dan menghapus air matanya, kemudian me jawab
"Karena aku DOKTER ALENA"
Edward tersenyum, jawaban yang sederhana dari istri tercintanya, tapi tersirat banyak makna yang luar biasa bagi dirinya
TAMAT
Terimakasih kepada pembaca setia ku, yuk kita ikuti Cuplikan Novel selanjutnya ada di bab berikutnya, yuk intip lanjut kebawah ya
Semoga karya baruku berikut ini bisa menghibur dan membuat para pembaca semua bahagia
Dukungan, kritik dan saran, selalu saya tunggu karena Author tidak bisa lebih baik tanpa peran aktif dari pembaca
Salam sehat dan Bahagia selalu
__ADS_1