
PLAK
Alena menampar keras Aditama sampai sudut bibirnya berdarah
"Tidak perlu menekan ku karena kekecewaan hatimu padaku Aditama, aku tidak akan pernah takut" ucap Alena dan berlalu pergi meninggalkan Aditama yang terdiam merasakan sakitnya tamparan Alena dan sakit hatinya
Alena menghampiri Delia dan Amaya dengan raut wajah yang sudah dirubah dengan senyuman manisnya
"Lama banget sih Al, belanjanya" ucap Delia
"Antri bayarnya kak, lagian sih Kak Delia pesannya banyak bangget ini, lihat tuh" ucap Alena sambil menunjukkan belanjaannya
Amaya tertawa melihat Alena sambil manyunkan bibir, melihatkan barang bawaannya ke Delia
"Oke, maaf, makasih ya cantikku" ucap Delia
"Mulai, ngrayu andalan dikeluarin, biar aku maafkan dosa-dosanya" ucap Alena, dan sukses membuat Delia dan Amaya tertawa terbahak
Alena melihat betapa riangnya Amaya tertawa, hatinya menjadi sakit teringat bagaimana Aditama hanya menjadikannya pelampiasan saja, Alena tiba-tiba memeluk Amaya erat dan meneteskan air mata, sontak Delia dan Amaya langsung terdiam melihat tingkah aneh Alena
"Sudah, kamu itu kenapa sih Al, pakek peluk sambil nangis segala, kangen aku ya?" Ucap Amaya pelan sambil menggosok punggung Alena
"Maafkan aku Am, maafkan Aku" ucap Alena yang merasa bersalah karena merasa dirinya yang membuat Aditama mempermainkan Amaya
"Eh, kamu itu ngomong apa sih Al, minta maaf kenapa?" Tanya Amaya masih memeluk Alena
Delia langsung memberikan kode untuk menahan Alena agar jangan sampai kebablasan berucap soal Aditama, Alena pun berusaha menguatkan dirinya dan menyeka air matanya, perlahan melepaskan pelukan dari Amaya
"Maaf, aku hanya senang aja kamu udah punya kekasih, dan merasa takut kalau kamu akan mengabaikan kami, terutama aku" ucap Alena
Amaya tersenyum dan mengatakan itu tidak akan terjadi, tak lama Aditama masuk dan akhirnya mereka berempat masuk bersama menonton bioskop, kebetulan sekali tempat duduk mereka ternyata berdekatan, dan kini Aditama berada di antara Amaya dan Alena
Awalnya Alena hanya terdiam, mau pindah tempat masih berpikir keras apa alasannya, dia tidak ingin menimbulkan kecurigaan di hati Amaya, hingga pada akhirnya menemukan saat yang tepat untuk meminta bantuan Delia
"Mumpung Aditama ke kamar mandi, aku harus tukar tempat" batin Alena
"Kak, aku tukar tempat, gak nyaman aku ni" ucap Alena sambil menoel-noel Delia
"Apa sih Al, berisik, seru ini filmnya" jawab Delia lirih dan masih serius menonton
"Tukar tempat kak Del, cepetan" bisik Alena lagi
"Iya, iya, ganggu mulu kamu ini mah" ucap Delia
Alena langsung tersenyum lebar, sedangkan Delia masih sedikit kesal karena terganggu konsentrasinya, sesaat kemudian Aditama kembali ke kursinya, suasana di bioskop memang sangat gelap, hingga Aditama tidak menyadari bahwa kini Delia yang sekarang berada di sampingnya, adegan demi adegan film terlewati, sampai di suatu ketika ada adegan film sangat romantis dan membuat penonton meneteskan air mata dan mengharu biru, terutama Delia yang suka terbawa dengan suasana
Delia sesenggukan, tentu saja terdengar lirih oleh Aditama dan dikira itu suara Alena yang tadi ada di sampingnya, dengan pelan-pelan tangan Aditama memegang erat tangan Delia, mengelus dan meremasnya, Delia sangat terkejut namun tidak bisa berteriak karena menjaga perasaan Amaya
"Anjrit, ini ngapain tangan Aditama pakek acara gerayangi tangan ku, dasar kampret, pasti di kira aku Alena ni" batin Delia
__ADS_1
Delia berusaha menarik tangganya dari genggaman Aditama tapi tidak bisa, Aditama mempererat genggamannya
"Bang*at, pengen aku tendang ini laki, coba bukan milik Amaya, udah aku sleding kepalanya dari tadi" batin Delia makin mengumpat dan tentu saja sudah tidak bisa konsentrasi lagi dengan filmnya
Delia langsung mendehemkan diri dengan sedikit keras untuk menyadarkan Aditama tanpa harus disadari oleh Amaya
"Ehem, Ehem,"
Tapi apa yang terjadi, Aditama masih belum menyadarinya, ketika Delia akan memberitahu Alena, tanpa di duga film yang diputar sudah selesai dan
TING
Semua lampu telah menyala, tentu saja Aditama sudah langsung melepaskan genggaman tangannya
JEGIK
Aditama sangat terkejut saat berdiri dan menoleh siapa yang ada disampingnya dan sudah dia pegang tangannya
"Delia?" ucap Aditama terkejut
"Apa!" Jawab Delia Ketus dan memasang tampang mengerikan
"Ada apa Dit?" tanya Amaya penasaran
"Gak ada!" Ucap Aditama dan Delia bersamaan dan saling melengos
"Kalian ini kenapa, kompak banget" ucap Alena heran
"Eh, Am, kita duluan ya" ucap Alena sambil melambaikan tangan kearah Amaya
Sementara Amaya makin gak ngerti dengan perubahan sikap Delia
"Aneh deh kak Delia, kok tiba-tiba saja kayak gitu ya?" Ucap Amaya lirih
"Sudah, mungkin efek nonton film kali Am" ucap Aditama
"Iya juga sih, padahal akhirnya kan Heppy ending gitu ya, ah, sudahlah, yok kita mau ke mana lagi?" Tanya Amaya
"Hari ini dah dulu ya, aku capek, aku antar kamu pulang ke kontrakan kamu"
"Ok, siap" jawab Amaya
Delia yang sudah ada dalam mobilnya langsung masuk dan mengumpat
"Bang*at, najis tangan ku Al, gak perawan lagi, huaa" teriak Delia sukses membuat Alena kebingungan
"Apa sih kak, aku masih gak ngerti deh" tanya Alena
"Tanganku Al, di gerayangi sama Aditama, Akh!" Teriak Delia
__ADS_1
"Hah, maksudnya?" Tanya Alena shock yang mulai mengerti apa maksud Delia
"Iya Al, Sia*an itu si Aditama, pengen aku tampok aja kepalanya, tapi aku masih mikirin perasaan Amaya"
"Hahaha" Alena langsung ngakak sambil memegangi perutnya, melihat hal itu Delia langsung emosi dan memukuli lengan Alena dengan keras
BUK BAK BUK
"Aduh, sudah kak Del, ampun sakit kak, ampun, ampun kak, hehe" ucap Alena menahan tawanya
"Dasar kamu ya, gak ada sedih-sedihnya aku dapat pele*ehan tanganual" ucap Delia kesal
"Se*ual kak" Alena membenarkan perkataan Delia
"Nggak, bagiku ini bukan pele*ehan se*ual, cuma pele*ehan tangan aja, jadi aku nyebutnya tanganual, jangan protes, aku masih kesel sama kamu Al"
"Ih, ngapain jadi aku yang di keselin, Aditama noh, yang buat kak Delia panas dingin dengan genggaman tangannya, hahaha"
"Diam, sekali lagi kamu ketawa, turun dari mobilku, jalan sana!" Ancam Delia dan sukses membuat Alena menghentikan tawanya
"Iya kanjeng Ratu, maafkan hamba karena tidak bisa melihat tontonan gratis pele*ehan yang terjadi dengan paduka"
"Alena!"
Teriak Delia makin geram dengan Alena dan langsung memukuli Alena berkali-kali, setelah puas Delia terdiam dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil
"Beneran ya Al, kayaknya Aditama masih suka banget sama kamu, dikira aku tadi kamu tuh"
"Entahlah kak, bagiku itu gak penting, aku hanya khawatir saja dengan Amaya"
"Iya Al, aku juga, Mangkanya dia langsung heran dan terkejut saat lampu hidup dan aku yang ada di sampingnya bukan kamu Al"
"Sudah kak, nggak usah dibahas, anggap aja rezeki, hahaha"
"Rezeki kepalamu, Rugi aku mah, tanganku ternoda ini, sudah yok kita pulang aja, dah sore juga" ucap Delia
Delia segera melajukan Mobilnya ke arah Apartemen, sedangkan Alena membuka handphonenya dan membalas pesan pesan dari Edward
Saat melewati sebuah jalan di pusat pertokoan, Alena seperti melihat seseorang yang dia kenal sedang jalan kaki dengan muka yang sangat terlihat letih, Alena segera teriak ke Delia untuk menghentikan mobilnya
"Kak, stop kak, lihat itu!"
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE