
"Oh ya, kebetulan sekali, aku mau Al"
"Tapi gak seluas dan sebagus apartemen kamu dulu lo ya, cuman lumayan nyaman, aku dah lumayan lama tinggal di sana"
"Aku mau kok Al, gak perlu Apartemen mewah, membuatku nyaman saja sudah cukup Al"
"Sip, ini kartu pakek aja, beli baju dan kebutuhan lainnya, aku pengen lihat Amalia yang **** dan cantik seperti dulu"
"Ah, kamu Al, aku jadi gak enak, aku dulu kalau pakek baju suka keterlaluan, gak kayak kamu"
"Sudah, gak harus seperti aku, yang penting sopan, biar kita wanita ini punya harga diri, ok!"
"Siap Al, makasih ya"
Ucap Amalia Sambil memeluk Alena erat
Tak terasa sudah hampir jam 8 malam, Edward masih belum datang dan tidak memberikan kabar, Alena segera menghubunginya tapi tidak diangkat, Akhirnya Alena mengajak Amalia makan di resto sebelah dengan sebelumnya menghubungi Amaya dan Delia
"Hai semua, kita datang ni" ucap Delia
"Wah wah, udah siap disantap ini makanan, lezatos, ini kamu yang traktir kan Al?" tanya Amalia
"Dasar kamu tu kebiasaan, minta traktiran mulu maunya" sahut Delia
"Sudah, iya ini aku semua yang traktir" jawab Alena
Sementara itu Amalia hanya diam, tidak berani bersuara mengingat dulu perlakuannya sangat tidak baik kepada Delia dan Amaya
"Kita tambah satu teman lagi ni, Dokter Amalia" ucap Alena
"Maaf, saya jadi mengganggu acara makan kalian, aku bisa pergi kalau kalian tidak suka aku ada disini" ucap Amalia
"Hahaha"
Duo marmut itu langsung tertawa melihat ekspresi takut Amalia
"Heh, kalian itu kalau ketawa di rem dikit napa, itu semua mata pada natap kita noh, malu-maluin tau nggak" ucap Alena kesal
"Ya habis, Amalia tampangnya aneh gitu, kan jadi lucu" ucap Amaya
"Kita ini dah pada tau apa yang terjadi denganmu dokter Amalia, itu si Alena yang cerita semuanya, kita dah maafkan kamu kok, gak ada dendam di hati kami mah" ucap Delia
"Udah tenang aja, kita nikmati makannya yuk, dah laper banget aku" ucap Alena
Keempat wanita itu akhirnya makan dengan santai dan tentu saja habis tak tersisa
"Ngomong-ngomong kalian kok bisa barengan gini?" Tanya Delia
"Ketemu di minimarket depan tadi" jawab Alena
"Oh iya, ada kabar bagus nih Am, kamu nanti dapat tetangga baru loh" ucap Alena
"Oh ya, siapa?"
"Ini dia, Tara, Dokter Amalia" ucap Alena sambil mengerjab-ngerjabkan matanya
__ADS_1
"Hah, beneran, Alhamdulillah, akhirnya aku punya tetangga baru" ucap Amaya senang
"Makasih ya, kalian sudah mau menerimaku" ucap Amalia sambil menangis tersedu-sedu
"Eh, sudah, jangan nangis dong, yuk sini kita pelukan dan saling menguatkan" ucap Delia
Terjadilah adegan peluk memeluk yang menjadi pusat perhatian semua orang yang sedang makan
"Oh iya, kita pulang yuk, udah malam ini" ucap Amaya
"Kalian kesini tadi bawa mobil sendiri-sendiri?" Tanya Alena
"Nggak, aku tadi kebetulan di tempat kak Delia, jadi naik mobil kak Del aja ni" jawab Amaya
"Lah kamu sendiri naik apa kesini Al, bukannya tadi sama pak Edward?" Tanya Delia
"Iya sih, tau deh, tadi sih cuma ninggalin pesan suruh aku tunggu dia sampek datang lagi, lah ini dah jam 9 lebih gini belum datang juga"
"Coba kamu telpon deh" ucap Delia
Alena pun segera menghubungi Edward
"Halo, Al, sorry, ada masalah darurat, kamu pulang duluan ya" ucap Edward dalam telepon
Tut Tut
Sambungan telepon terputus begitu saja
"Halo , Ed, Halo!" Alena mencoba menghubungi kembali Edward namun tidak bisa
"Tau, Edward bilang aku suruh pulang duluan gitu, gak mikir apa tu orang aku pulang mau naik apa" ucap Alena
"Sudah, mungkin dia emang lagi ada urusan penting kali" ucap Amaya
"Ya sudah, aku balik duluan ya" pamit Amalia
"Eh, mau balik kemana, kalau ke motel lagi mending jangan deh, nanti kamu dapat kekerasan lagi lo, mendingan kita barengan ngambil barang-barang kamu di motel, habis itu kita antar kamu ke kontrakan" ucap Alena ke Amalia
Merekapun akhirnya berangkat bersama, setelah mengambil beberapa barang di motel, perjalanan dilanjutkan menuju ke kontrakan Alena yang kosong, Amalia disambut oleh pemilik kontrakan dan orang-orang yang ada disana, setelah urusan Amalia beres, Delia langsung meluncur ke Apartemennya
"Aku mampir dulu ke apartemen kak Del ya?" Ucap Alena
"Mau ngapain?" Tanya Delia Heran
"Lagi suntuk ini, enakan disini rame, ada Amaya juga" jawab Alena
"Dasar kamu ini, dah punya tempat sendiri sama suami, malah kerasan main ke tetangga" ucap Amaya
"Yang penting gak bisik-bisik tetangga"
Jawab Alena
"Kayak judul lagu?" Sahut Delia
"Bukan, itu judul Sinetron" goda Alena mengganggu alam pikiran Delia
__ADS_1
"Masak sih , bukannya judul lagu ya Am?" Tanya Delia lagi ke Amaya
"Tau, aku gak pernah bisikin tetangga, kalau ngegampar pernah" jawab Amaya
"Hahaha"
Jawaban kocak Amaya sukses membuat ngakak berjamaah
Sampai di apartemen Delia, semuanya langsung membersihkan diri, setelah itu berkumpul kembali di depan Televisi seperti yang biasa dilakukan, karena hampir jam 11 malam, Alena segera pamit untuk kembali ke apartemen Edward, namun sebelum itu terjadi ketiganya dibuat melongo dengan sebuah berita di Televisi, dimana nama seorang pengusaha sukses 'Edward Runcel Eagle' disebut telah menolong kekasihnya dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya
Alena langsung mengambil remote dan memperbesar foto profil perempuan yang diselamatkan oleh Edward
"Breng*ek, jadi wanita ini kekasih Edward?" Ucap Alena lirih
"Kamu kenal sama perempuan itu Al?" Tanya Amaya
"Kalian ingat nggak wanita yang dulu bersama Edward di tempat makan dan kebetulan kita juga ada disana" ucap Alena
"Iya, ingat-ingat, yang pakaiannya kayak habis kena ledakan granat itu kan?" Sahut Delia
"Iya, tadi siang dia juga menemui Edward sambil meluk-meluk Edward gitu, terus lari keluar ruangan Edward sambil nangis-nangis, aku gak paham apa yang terjadi, aku juga takut salah, jadi nunggu Edward sendiri yang cerita" ucap Alena
"Sabar Al, jangan ngambil kesimpulan dulu, kadang pemberitaan itu suka ngadi-ngadi deh, jangan langsung percaya" ucap Delia
"Bener, nanti kamu tanyakan aja ke Edward langsung aja, biar lebih jelas, jangan Sampek salah paham lagi" sahut Amaya
"Iya, aku mau balik ke apartemen Edward, apa kalian mau menemaniku?" Pinta Alena
Sampai di depan pintu Apartemen Edward, Alena memencet tombol dengan penuh emosi, efek dari melihat pemberitaan yang membuat telinga dan hati Alena panas
"Eh, eh ngapain sih Al, mencet tombol Sampek segitunya, melesek gak bisa nonggol lagi tu tombol, malah rusak gak bisa kebuka pintunya, panjang lagi dah urusanya" ucap Amaya
"Kesel aku, lagian apaan nih kode Namanya ELEN, nama ceweknya kan ini pasti" ucap Alena
"Dongkol, jangan dilampiaskan ma tombol pasword pintu juga kali" sahut Delia
"Pelan napa sih Al mencetnya" ucap Amaya memperingatkan lagi
Dan benar saja, tombol bukanya ngebuka pintu malah konslet, Alena panik seketika dan menghubungi petugas apartemen yang berjaga
Akhirnya Alena nungguin di depan pintu Edward sambil manyun, ke dua temannya cuma nafas panjang, nahan jengkel ke Alena
"Pengen deh aku gebukin tuh bocah, bikin kesel aja" ucap Delia
"Sama, coba saja dia gak dalam keadaan galau gitu, udah aku gelut dari tadi kak" ucap Amaya
Belum selesai keduanya melepas obrolan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara seseorang
"Apa yang kalian lakukan?"
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE