
Setelah sampai di bandara akhirnya Delia dan Amaya bergantian memeluk Alena
"Aku balik duluan ke Surabaya ya Al, kita akan ketemu lagi di sana, jaga diri kamu baik-baik" ucap Amaya
"Iya Am, kamu juga, hati-hati di sana, jaga diri dan bagilah semua beban dengan Kita, ada kak Delia dan Aku, kamu tidak sendirian Am" kata Alena
Giliran Delia yang kini memeluk Alena
"Jaga diri baik-baik Al,"
"Iya kak, jangan khawatir"
Ketika Delia hendak membalikkan badan untuk pergi, tiba-tiba saja Daniel langsung menarik tubuh Delia hingga Delia terperosok ke dalam dekapannya dengan paksa
"Jaga hatimu untukku"
Bisik Daneil pelan tapi langsung masuk ke dalam relung hati Delia dan membuatnya membeku
Saat tersadar, Delia langsung menarik tubuhnya dan tersenyum aneh
Kini Amaya dan Delia sudah berada di dalam pesawat dan siap untuk terbang kesurabaya
*
Di dalam perjalanan kembali ke Rumah Edward
"Nanti sore kita akan berangkat ke Spanyol untuk honeymoon Bee, habis ini kita persiapkan barang pribadi kita yang perlu di bawa"
"Jadi kali ini ke Spanyol Honey?"
"Hem, kau pasti akan suka"
"Aku suka kemanapun, asal bersamamu honey"
"Ehem, Emang Kalian mau ke mana?" Tanya Daniel
"Rahasia, sebaiknya kamu tidak perlu tau" ucap Edward
"Memang kenapa?"
"Kau pasti akan menggangguku"
"Ish, percaya diri sekali anda" sahut Daneil
"Sudah-sudah, kalian ini hoby banget adu mulut kalau lagi ngumpul" sahut Alena
"Kalau adu kekuatan Daniel pasti mati bee"
"Hehehe"
Tentu saja honey, aku tau hal itu
"Sudah puas kalian selalu membuly ku ha!" Ucap Daniel
"Hahaba"
Alena dan Edward makin tertawa melihat ekspresi sahabatnya
*
Alena terbang naik pesawat pribadi bersama Edward ke Pulau pribadi Ferradura seluas 3,5 hektar terletak di laut Mediterania, di teluk Miquel - Spanyol
Jarak tempuh 32 jam perjalanan pesawat terbang pribadi, Edward hanya tersenyum saat Alena bolak balik menatapnya dengan wajah yang bahagia
Datanglah Edward di tempat yang di tuju, kebetulan sampai di sana pukul 10 siang, Alena makin melongo melihat keindahan sebuah pulau yang tengah ia kunjungi
"Wow, ya Alloh, bagus sekali honey, bagai dalam sebuah dongeng"
"Hem, kau suka Bee?"
"Sangat suka honey"teriak Alena
Kini mobil yang ditumpangi Edward dan Alena sudah sampai di sebuah Villa megah yang ada di tengah pulau itu, ternyata di sana sudah ada asisten rumah tangga dan pengawal yang menyambut kedatangan mereka
"Kita sampai Bee, ayo turun"
Alena segera mengikuti langkah suaminya masuk ke dalam Villa, mata Alena melebar saat memasuki pintu dan terdapat Tulisan 'Welcome to the island of Ferradura'
"Tunggu honey, ini pulau Ferradura yang jadikan mas kawin di pernikahan kita?"
"Ternyata istriku memang pintar"
"Honey!!"
Alena langsung melompat dan memeluk suaminya dengan ciuman bertubi-tubi
Semua pelayan dan pengawal yang ada disana langsung menunduk dan tersenyum melihat kekonyolan nyonya barunya
__ADS_1
*
Keesokan harinya, Edward mengajak beberapa pengawalnya untuk ikut bersama dirinya dan Alena berjalan-jalan di perkotaan di dekat pulau pribadinya
Alena sangat senang dan bersemangat berjalan kesana kemari di pusat-pusat pertokoan walaupun kadang hanya melihat-lihat saja
Memasuki sebuah toko pernak pernik, Edward masih berjalan sambil merangkul tubuh Alena dari samping, saat Alena tengah melihat-lihat, tanpa sengaja Edward melihat Seseorang yang sepertinya dia kenal, Edward mengernyitkan alis
"Bukankah itu tadi Aditama?" Batin Edward
"Bee, aku tinggal sebentar ya, kamu jangan kemana-mana?"
"Oke honey, aku disini masih lama kok, pergilah"
Edward langsung mengajak satu pengawal untuk ikut bersamanya dan yang dua lagi di tugaskan untuk menjaga Alena
Edward melangkahkan kakinya cepat mengikuti Aditama, hingga tiba di sebuah restoran yang tak jauh dari tempat Alena, ternyata Aditama bertemu dengan seorang wanita yang sudah lebih dewasa darinya
"Bukannya itu Amita Kirana, istri dari Jordi Setiawan ayah angkat Dokter Amalia, ada hubungan apa mereka?" Batin Edward
Kini Edward kembali mengikuti langkah kaki Aditama
Sementara itu Alena ingin berpindah toko, karena sudah puas melihat-lihat, dan tentu saja ingin ketempat lainnya, akhirnya Alena memutuskan untuk keluar dari sana hendak menuju ke tempat yang lain
BRUG
"Auwh!"
Teriak Alena saat tubuhnya di tabrak seseorang dan hampir terjatuh, beruntung orang itu langsung menopang tubuhnya kembali ke posisi aman
"Sorry miss, are you okay?"
Tanya seorang laki-laki yang sangat tampan, tinggi besar dan macho yang menabraknya tadi
"it's okay, I'm fine"
Jawab Alena
Laki-laki itu menatap Alena takjub dan membeku di tempat
"Hai Sir, are you okay?"
Tanya Alena kemudian, berusaha menyadarkan laki-laki itu
Laki-laki itu tersentak kaget saat terdengar dering suara telepon, kemudian tersenyum ke Alena dan segera berbalik mengangkat panggilan di handphone nya
"Oke, aku akan segera berangkat ke Indonesia, aku juga sangat tidak sabar menghadapi Edward Runcel Eagle, benarkah tenaga dalamnya sehebat yang kau katakan" ucap laki-laki itu
Tut Tut Tut
Suara sambungan telepon terputus, dan laki-laki itu akhirnya kehilangan jejak wanita yang di pujanya yaitu Alena
"Sh*it!, Aku kehilangan wanita itu, aku bersumpah tidak akan melepaskan mu lagi saat kita bertemu nanti Nona" ucapnya lirih dan melanjutkan perjalanannya
*
Edward segera mengajak Alena untuk kembali ke Villa pribadinya, sampai di villa keduanya langsung membersihkan diri dan mandi
Sore hari Alena mengajak Edward berjalan-jalan di tepian pantai yang sangat indah, deburan ombak dan hamparan pasir putihnya membuat Alena semakin mengagumi citptaan yang Maha Kuasa
"Terimakasih kamu Sudah memberikan ini semua honey"
"Hem, aset ini sengaja aku persembahkan untukmu Bee dan anak-anak kita kelak"
"Iya honey, tapi bagaimana kalau sebaiknya kita pasarkan juga untuk di sewakan, kita bisa membuka untuk even apapun saat tidak kita tempati, sayang kan kalau keindahan ini tidak kita bagi"
"Hem, boleh, otak bisnis di kepala istri cantikku ini lumayan juga rupanya"
"Hei, ayolah, aku hanya tidak ingin apa yang kita miliki mubazdir honey"
"Baiklah Bee, semua terserah apa maumu my love"
Edward mengajak Alena masuk ke sebuah batu karang yang cukup besar, pandangan di dalam cukup unik dan menyerupai sebuah goa tapi masih dengan penerangan alami yang cukup baik dari sinar matahari yang masuk ke dalam
Alena yang berjalan pelan sambil memakai dress panjang berwarna pink, makin terlihat seksi dan menggoda bagi Edward
Edward tiba-tiba menarik Alena dan mencium bibirnya, Alena sangat terkejut mendapati perlakuan dari suaminya, perlahan Alena mengimbangi pagutan dan luma*Tan dari suaminya
Di bebatuan karang yang tertutup, Edward memposisikan Alena menghadap karang dengan posisi berdiri, dengan mengungkungnya dari belakang Edward memasukkan miliknya ke dalam inti Alena, keduanya masih memakai pakaian lengkap dan hanya menyingkap bagian bawahnya saja, agar leluasa melakukan penyatuan
Pekikan keras dari mulut Alena terdengar seiring dengan deburan ombak di pantai itu, sungguh penyatuan yang sangat indah, Alena menahan berat tubuhnya di sebuah batu karang dengan terus mendesah dan mengerang saat pusaka sang suami menghujami miliknya berkali-kali
"Ah, ah, ah, Honey!!"
"Yes, love you Bee!"
Edward menyematkan sesuatu di leher Alena, namun tentu saja Alena yang tengah menggelin*jang menikmati sentuhan suaminya tidak menyadari akan hal itu, Edward tersenyum dan menghentakkan kembali pusakanya kuat ke dalam inti istrinya
__ADS_1
"Katakan kalau ini menyakitimu Bee"
"No honey, Oohh, Rasanya aku_"
"Melayang Bee?, Ogh, ogh, ogh!"
Suara nafas Edward semakin memburu saat memompa habis-habisan milik Alena dari belakang
"Eemgh, Honey, aku_"
"Lepaskan Bee, jangan di tahan ,Ooh"
Hingga akhirnya teriakan mencapai puncak kenikmatan terdengar keras dari keduanya, Alena mengatur nafasnya begitu juga dengan Edward, namun hasrat mereka masih tidak bisa di bendung
"Jangan dulu Bee, ini belum selesai"
Edward langsung melepaskan pusakanya dari intim Alena, dengan cepat membalikkan badan Alena ke arahnya, Edward membuka kaki Alena dan bermain aktif di area bukit kembar istrinya, mense*sap puncaknya dan sesekali menggigitnya pelan, di saat yang bersamaan Edward memasukkan batang kokohnya ke dalam milik Alena
Alena terhenyak ketika ada sesuatu yang tegak, menjulang dan keras berusaha masuk ke dalam organ in*timnya, milik suaminya memang selalu penuh saat memasukinya, Edward pun hampir tidak percaya saat melakukan penyatuan, milik istrinya masih selalu sempit untuknya
Satu kaki Alena diangkat oleh Edward untuk memudahkan gerakan miliknya ke dalam milik Alena
BLES
"Aaahk!"
Teriak Alena
Kali ini akhirnya milik Edward berhasil masuk seluruhnya, bibir alena segera di lahap oleh Edward, tangganya berusaha menahan pinggul istrinya, dirasa kurang leluasa, Edward langsung menggendong Alena bak koala, kini tubuh istrinya di goncang ke atas dan ke bawah oleh Edward hingga miliknya melesat keluar masuk menghujami Intim Alena
"Oough, Aku akan keluar Bee"
"Bersama Honey!"
"AAAKH!"
Teriakan mencapai puncak kenikmatan keduanya menggema kembali untuk kesekian kalinya, Edward mencabut miliknya dan menurunkan Alena, sesaat kemudian keduanya merebahkan tubuhnya di hamparan pasir putih yang sangat indah
"Honey, kau gila!"
Ucap Alena sambil memejamkan mata dan mengatur nafasnya
"Itu karena kau sangat Nikmat Bee"
BUG
Alena langsung memukul dada Edward, dan hanya tertawa renyah yang keluar dari mulut suaminya
Saat sore tiba keduanya kembali ke Villa pribadinya, Alena menyapa beberapa pengawal yang berpapasan dengannya saat berkeliling
"Jangan tersenyum seperti itu, mereka juga manusia, bisa-bisa akan jatuh cinta padamu Bee, dan aku harus membunuh mereka satu persatu saat mereka ingin memiliki mu"
"Ish, kau ini, mana berani mereka sama kamu Honey!"
Saat tiba di dalam kamar, Alena segera masuk ke dalam kamar mandi dan berteriak histeris memanggil suaminya
"Honey!!"
Edward tersenyum lebar dan segera masuk ke dalam kamar mandi, dipeluknya tubuh istrinya yang sedang menghadap ke sebuah cermin besar sambil memegangi liontin cantik yang sudah terpasang di lehernya
"Ada apa Bee?"
"Ini, kapan kau memasang liontin ini di leherku, sewaktu kita berangkat jalan-jalan tadi belum ada"
"Hehehe, tadi saat mau mende*sah dan menge*rang meneriakkan namaku di balik batu karang Bee"
"Hah, dasar kau ini, tapi ini sangat cantik honey, kenapa kau memberiku hadiah-hadiah yang selalu membuatku terkejut?"
"Karena seluruh duniaku juga akan aku berikan untuk mu Bee"
"Dari mana kamu belajar menggombal honey?"
"Aku tidak menggombal, itu kenyataan yang harus kamu terima istriku"
CUP
Edward membalikkan badan Alena dan menciumi wajah serta bibirnya berulangkali
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1