Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 224


__ADS_3

Seminggu berlalu dan jadwal keberangkatan ke Belanda akhirnya tiba, Raka segera menjemput Kaisar setelah pulang dari Rumah Sakit menjenguk Arini bersama Ambar dan istrinya


"Kau sudah siap Kai?" Tanya Raka


"Tentu saja, kita nanti mampir ke minimarket sebentar sebelum sampai di rumah Alena, ada beberapa titipan barang yang harus aku beli untuk si kembar"


"Okey, kita berangkat sekarang" ucap Raka


Kaisar segera pamit ke Istrinya, kemudian mengecup kening Ratu dan menciumi wajah putri kecilnya berkali-kali, Raka tersenyum dan melambaikan tangan ke Ratu dan si kecil, mobil Raka tidak meluncur ke rumah Alena melainkan mencari minimarket terlebih dahulu


"Aku nunggu di mobil saja Kay" ucap Raka


Kaisar hanya mengangguk lalu segera turun masuk kedalam minimarket mencari sesuatu yang dibutuhkan, Kaisar begitu konsentrasi hingga tidak sengaja menabrak seorang wanita, beruntung dengan sigap wanita itu menahan keseimbangan tubuhnya dengan gerakan yang sangat cepat dan Kaisar melihat gerakan cepat dari wanita itu


"Maaf nona, aku tidak sengaja" ucap Kaisar


"Lain kali berhati-hati lah saat berjalan"


Dan disaat itulah ada beberapa tumpukan barang di rak atas akan terjatuh menimpa wanita itu, Kaisar reflek langsung melesat menarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya dan menjauh dari tempat itu, beruntung tumpukan barang itu tidak sampai mengenai salah satu dari mereka


Wanita itu terkejut dan merasakan debaran jantung yang cepat saat dalam pelukan Kaisar


"Maaf nona, aku tidak sengaja menarik tubuhmu" ucap Kaisar dan langsung melepaskan pelukannya


"Tidak apa-apa, terimakasih sudah menolongku, aku Janeta Rush"


"Oh iya, aku Kaisar, sekali lagi maaf nona Janeta, aku pergi dulu" ucap Kaisar dan segera pergi ke kasir untuk membayar barang yang di belinya


Kaisar segera pergi meninggalkan minimarket dan masuk kedalam mobil, kemudian meluncur ke rumah Alena untuk bersiap pergi ke Belanda bersama rombongan keluarga Edward dan Daniel


*


Sementara di depan minimarket, masih terduduk seorang wanita cantik membayangkan pertemuannya dengan sosok laki-laki yang bisa membuat hatinya bergetar hebat


"Jadi namanya Kaisar?" Ucap Janeta lirih


Beberapa menit kemudian terdengar suara handphone Janeta berbunyi dan ternyata dari Natasya


"Halo Nat?"


"Jangan lupa penerbangan mu hari ini Janet, jangan molor lagi, masih banyak yang harus kamu kerjakan di perusahaan yang ada di Belanda ini" ucap Natasya


"Iya Nat, aku tau, aku pastikan besok aku sudah ada di depanmu"


"Baguslah kalau begitu, aku sangat senang mendengarnya"

__ADS_1


Percakapan pun segera berhenti saat Natasya sudah memutuskan panggilannya, Janeta segera pergi untuk kembali ke apartemennya dan bersiap ke bandara untuk terbang kembali ke negara Belanda


*


Setelah menempuh perjalanan panjang kurang lebih 17 jam di dalam pesawat Pribadi, akhirnya kini Edward dan rombongan sampai di Amsterdam, beberapa pengawal yang disewa di sana segera menjemput dan kemudian menuju ke sebuah Mansion milik Edward yang dibelinya beberapa tahun lalu


Semuanya kini sudah beristirahat di kamar masing-masing, perjalanan panjang menuju negara ini lumayan membuat capek, hingga sore hari ini digunakan semua orang untuk beristirahat sebelum berkumpul saat makan malam nanti


Ketiga anak kembar Edward kini sudah beristirahat dalam satu kamar


"Kakak nanti tidur di samping kanan dan kiri Ailin ya"


"Kenapa memang, Ailin takut?" Tanya Ethan


"No, Ailin hanya merasa gak nyaman ada di kamar baru"


"Ya sudah, nanti kamu di tempat tidur yang tengah, biar aku dan kak Ethan di tempat tidur yang pinggir" ucap Evan


"Kakak lihat nggak tadi, disini banyak orang yang matanya biru kayak Ailin ya"


"Hem, kami banyak teman bermata biru disini" ucap Ethan


"Dan banyak wanita cantik juga disini" ucap Evan


"Jangan berani macam-macam ya kak Evan selama disini, aku bilang ke Mommy Lo" sahut Ailin


"Sudahlah Evan, terserah apa yang mau kau lakukan disini, tapi ingat, Tanggung sendiri akibatnya kalau kamu suka menggoda anak-anak wanita disini" ucap Ethan


"Nggak kak, aku itu cuma kagum aja, suka gitu Lo lihat wanita cantik, yah walaupun belum ada yang bisa menandingi kecantikan Mommy dan Ailin" ucap Evan


"Sudah deh kak, kita istirahat dulu aja, nanti di marahi Dady kalau sampai ketahuan kita malah ngobrol" kata Ailina


Ketiga bocah kembar itupun kini mulai terlelap dalam tidur sorenya


*


Sementara itu Delia segera menghubungi profesor yang akan didatangi untuk berkonsultasi, beberapa menit keduanya saling menyapa di dalam percakapan handphone dan kemudian menentukan hari pertemuan untuk membahas proses terapi kehamilan


"Gimana honey, Profesor bisa di hubungi ?" Tanta Daniel


"Sudah honey, tiga hari lagi kita bisa bertemu dengan beliau dan langsung mengadakan pemeriksaan rutin, untuk mengecek semua yang berhubungan dengan proses kehamilan" ucap Delia


"Alhamdulillah, kalau begitu besok aku masih bisa ikut Edward menghadiri pesta jamuan makan malam di perusahaan Hodmer Company yang bekerja sama dengan perusahaan Eagle Company" jawab Daniel


"Tentu saja, apa aku dan Alena juga akan ikut?" Tanya Delia

__ADS_1


"Itu harus honey, apalagi Edward yang sudah tidak sabar memamerkan kemesraan dengan istrinya itu"


"Hihihi, memang kenapa honey, itu sah-sah saja, Alena memang istrinya" sahut Delia


"Iya, tapi Edward suka kebablasan, mereka berdua kadang tidak tau tempat, ngomongnya buat otak orang pada traveling kemana-mana"ucap Daniel


Kali ini Delia makin terkekeh melihat raut wajah sebel suaminya


"Sudahlah, kamu juga berteman dengan pak Edward lebih lama, harusnya maklumlah dengan sifatnya"


Daniel tersenyum dan merasa bersyukur mempunyai sahabat seperti Edward yang kadang sangat melindunginya seperti saudaranya sendiri


*


Tiba waktunya makan malam bersama, diruangan makan yang sangat besar, semuanya berkumpul, para asisten rumah tangga yang ada beberapa orang langsung bekerja mempersiapkan makan malamnya, kebiasaan Edward daan Alena saat semuanya sedang makan maka seluruh pengawal dan orang-orang yang membantunya juga harus ikut makan juga walaupun di tempat yang berbeda


Para pelayan terkejut melihat kebiasaan seorang majikan yang tidak biasanya, apalagi melihat anak kembar sang tuan, yang masih berusia 5 tahun namun sama sekali jauh dari sifat yang manja, Alena juga tidak pernah menyuruh mengambilkan apapun selagi itu bisa dia lakukan, semua kebutuhan yang diinginkan oleh suaminya, diusahakan Alena sendiri yang melayaninya


"Bagaimana kalau kita kumpul menikmati pemandangan di teras belakang, dari sana kelihatan pemandangan kota yang sangat indah" ucap Alena


"Boleh juga, aku ikut, kamu juga honey?" Tanya Delia


"Tentu saja honey, aku juga ingin menikmati pemandangan indah malam ini, bukan begitu Ed?" Ucap Daniel


"Hem, aku akan menyusul kalian sebentar lagi, ada sesuatu yang ingin aku cek dulu, ada email masuk Niel, sepertinya tentang acara besok malam" ucap Edward


"Oh ya, apa perlu bantuan ku?" Tanya Daniel


"Gak usah, aku bisa mengatasinya, sebaiknya temani yang lain dulu ke teras belakang"


"Baiklah kalau begitu, aku kesana dulu"


Edward langsung memeriksa email yang masuk setelah kepergian Daniel, rupanya Natasya yang mengirimkan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk jamuan makan malam besok, bahkan rekomendasi salon kecantikan ternama untuk pasangan masing-masing jika butuh bantuan tenaga profesional make-up


Edward segera membalas email dari Natasya dan mengucapkan terimakasih, setelah itu menutup laptopnya kemudian melangkah pergi, menyusul keberadaan Istri dan anak-anaknya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2