Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 158


__ADS_3

Alena tersenyum ke pelayan itu dan mengajaknya bareng ke toilet untuk berganti pakaian, setelah itu pelayan wanita berterimakasih dan mengenalkan dirinya kepada Alena


"Saya Arini nyonya, saya ucapkan banyak terimakasih sudah menolong saya, maaf saya tidak bisa membalas kebaikan nyonya"


"Hei, sudahlah, aku hanya melakukan hal yang aku anggap benar saja, namaku Alena, lain kali hati-hati saat bekerja ya"


"Baik nyonya Alena, sekali lagi saya ucapkan terimakasih"


Alena segera pergi meninggalkan toilet dan kembali duduk di samping Edward bersama dengan yang lainya, beberapa menit kemudian pasangan pengantin datang menghampiri dan tersenyum, perbincangan hangat pun terjadi


Terlihat dari pintu masuk seorang laki-laki hampir mirip dengan Edward berjalan masuk di dampingi oleh wanita yang sangat seksi dengan pakaian pesta yang minimalis sekali, banyak laki-laki yang melihat sampai melongo saking kagetnya melihat tubuh seksi wanita yang di bawa oleh Alfaro


"Hai bro, sorry aku baru datang" ucap Alfaro kemudian menyalami Raka dan memberikan ucapan selamat, sementara Kirana melihat wanita yang di bawa Alfaro dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan jij*iknya


Wanita itu mengenalkan diri dan bergelayut manja di bahu Alfaro, Alena, Delia dan Anggel saling berpandangan dan maju di depan pasangannya agar wanita itu tidak bisa menempel di tubuh Edward, Daniel dan Raka, Kaisar menggelengkan kepala sambil tertawa kecil melihat kekonyolan ketiga wanita yang ada di depannya


"Maaf, apa penampilan saya mengganggu acara kalian?" Tanya wanita itu


"Tentu saja, kami bahkan takut bajumu itu melorot dan kamu telanjang disini" ucap Kirana ceplas ceplos membuat wanita itu tersinggung


"Hei, kamu, memangnya kenapa kalau tubuhku terlihat, masalah buat kamu?"


"Enggak, aku cuman takut, tubuhmu itu mengotori mataku dan yang lainya"


"Kamu_!"


"Hei sudahlah, kau ini kenapa, dia wanita ku, tolong hargai itu bocah" ucap Alfaro ke Kirana


"Aku Kirana bukan bocah, dasar Otak mesum!"


"Apa, kau bilang, berani sekali kau ini ya" ucap Alfaro


Sementara yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah Alfaro dan Kirana, wanita pendamping Alfaro semakin kesal, kemudian pergi meninggalkan Alfaro yang sedang berdebat dengan Kirana, Pasangan pengantin hanya menggelengkan kepala kemudian ikut tertawa, setelah menyadari wanita nya tidak ada di sampingnya, Alfaro segera pamit dan menyusul sang wanita


*


Di tempat yang lain, Cellin sedang berbicara dengan seseorang di sebuah kamar hotel, laki-laki yang tak lain manajer nya itu duduk santai sambil menegak wine di depannya


"Jadi maksud mu Daniel kemungkinan tidak akan memilih mu?" Tanya sang manajer


"Entahlah aku tidak tau, mangkanya aku terus menekannya, dia tidak mungkin mencurigai ku" ucap Cellin


"Semoga begitu, ingat, dia bisa menjadi sumber uangmu"


"Aku tau, keuanganku juga sangat menipis, aku tidak bisa kalau harus melepas keglamoran hidupku"

__ADS_1


"Hem, tentu saja, kau harus terus kelihatan cantik, seksi dan bersinar Cellin ku"


Dan sesaat kemudian terjadilah sesuatu yang panas di dalam kamar hotel itu, sang manajer memasukan miliknya ke dalam int*im Cellin hingga membuatnya menjerit dan berteriak saat mendapatkan kenikmatannya, semua terjadi berulang-ulang dan membuat tubuh keduanya terkulai lemas di atas tempat tidur, tanpa mereka sadari semua kegiatan di dalam kamar hotel itu terekam sempurna


*


Acara pernikahan Raka sudah berakhir, semua tamu dan sahabat kini langsung pamit undur diri untuk segera pulang karena malam sudah mulai larut, Delia menuju ke mobilnya dengan langkah yang sedikit cepat, berharap Daniel lupa akan dirinya dan tidak mengejarnya, namun takdir berkata lain, Delia membelalakkan mata saat di depan mobilnya sudah ada Daniel sedang santai bersandar di mobilnya


"Kenapa pulang gak bilang-bilang?" Tanya Daniel


"Kamu lagi sibuk berbincang sama Edward tadi"


"Alasan, sengaja kan kamu Del?"


"Ish, minggir, dah malam, ngantuk, aku mau pulang, gak usah debat lagi" ucap Delia


Daniel menghadang pintu mobil Delia saat mau masuk, Delia menghela nafas dan berusaha menahan emosinya, kini keduanya saling bertatapan, Delia berusaha menghindari tatapan Daniel dan mengalihkan pandangannya


"Sudah puas natap aku kayak gitu?"


"Belum, sini!" Daniel langsung menyahut kunci mobil Delia kemudian membuka pintu dan sudah duduk di kursi kemudi


"Daniel!, Apa yang kamu lakukan, turun nggak, aku mau pulang sendiri!" Teriak Delia


"Nggak bisa, aku yang antar, ini sudah malam, lihat mata kamu merah gitu, mengemudi saat ngantuk itu bahaya, sudah, ayok naik!" Ucap Daniel


Sampai di apartemen Delia, akhirnya Daniel mengangkat tubuh Delia dan di bawa masuk ke dalam Apartemen nya, kebetulan Daniel masih bisa mengingat kata sandi pintu apartemen, di letakkan perlahan tubuh Delia di atas tempat tidur dengan perlahan mencium keningnya


Sesaat kemudian Daniel keluar dari kamar Delia menuju ke toilet Tamu yang ada diluar untuk membersihkan diri dan tidur di sofa


Tengah malam Delia terbangun, dan terkejut mendapati dirinya sudah berada di atas tempat tidur, dilihatnya baju pestanya masih menempel sempurna di tubuhnya, Delia menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari makeup dan berganti baju tidur tipis yang memperlihatkan warna kulitnya, dengan santai Delia berjalan keluar untuk mengambil air minum


Daniel yang tertidur pulas juga terbangun karena merasa haus, dirinya berjalan pelan menuju dapur dan melongo melihat pemandangan indah tubuh Delia yang baru pertama kali di lihatnya


"Del?" Ucap Daniel


BYUR


Saking terkejutnya air minum yang masuk ke dalam mulut Delia langsung menyembur dan membasahi bajunya


"Hati-hati Del, kamu ini kenapa, minum sampai tumpah gini" ucap Daniel


"Tunggu, kenapa kamu ada disini?" Ucap Delia heran


"Aku dari tadi tidur di sofa sana noh, mau langsung pulang ngantuk banget"

__ADS_1


"Apa, jadi kamu nginep sini?" Ucap Delia


"Iya, emang kenapa, gak boleh?"


"Gak boleh, kalau mama sampai tau, kita bisa langsung di seret ke KUA Daniel!" Teriak Delia panik


Daniel tersenyum dan mendekap tubuh Delia, dia sangat merindukan kekasihnya yang hampir beberapa Minggu tidak bisa ditemuinya, wajah Daniel mendekat dan kemudian mencium bibir Delia dengan lembut, ciuman itu berubah menjadi sebuah luma*tan yang menuntut, Daniel menggigit bibir Delia hingga mulutnya terbuka, lidahnya kini bebas masuk dan menjelajah di dalam mulut kekasihnya


Tangan Daniel tergerak untuk memberikan sentuhan di pinggang dan punggung Delia, hawa panas dan rasa aneh yang baru pertama kali dirasakan oleh Delia kini mulai menjalar di seluruh tubuhnya, Daniel mengangkat tubuh Delia dan mendudukkan di meja makan, ciuman Daniel turun ke leher Delia hingga terdengar desa*han lembut dari bibir kekasihnya


Perlahan Daniel membuka baju Delia hingga kini baju bagian atas bebas terlepas, nafas Daniel memburu tak beraturan saat kedua bukit kembar indah milik Delia terlihat nyata di depannya, ujungnya segera di lum*at pelan, sesuatu yang berontak di bawah sana terasa sakit dengan kekangan celana yang di pakai Daniel, hingga dengan segera tangan Daniel membukanya, kini pusaka Daniel sudah siap bertempur


Delia yang masih tidak sadar dengan belaian kenikmatan yang di berikan oleh Daniel semakin menikmati setiap permainan yang di lakukan oleh kekasihnya, hingga bagian inti*mnya kini sudah polos tanpa kain penghalang lagi, ******* yang keluar dari mulut Delia menambah dorongan has#rat yang kuat hingga Daniel menempelkan pusakanya di atas daerah in#tim Delia, saat berusaha mendorong nya, ada rasa sakit yang langsung menyadarkannya hingga Delia menjerit


"Jangan!, Apa yang kita lakukan Daniel!" Teriak histeris Delia dan memundurkan tubuhnya


"Sh*it!, Maaf Del, aku minta maaf" ucap Daniel yang sudah tersadar dan terkejut


Daniel segera memakai celananya kembali, mengambil baju Delia dan memberikannya, lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mengumpat berkali-kali, menyesali apa yang hampir saja terjadi


Sementara Delia sudah turun dari meja dan berjalan cepat ke dalam kamar dan menyelimuti dirinya di atas tempat tidur sambil menangis, karena ketakutan dengan apa yang hampir saja terjadi


Beberapa saat kemudian Daniel menyusulnya dan memeluk Delia yang sedang berselimut di atas tempat tidur


"Maaf Del, sungguh, aku salah, tidak bisa mengendalikan diriku tadi, aku mohon, maafkan aku ya?" Ucap Daniel memohon


"Aku takut Niel, apa yang sudah kita lakukan tadi aku takut"


"Hei, sudah, tidak akan terjadi apapun, kita masih di beri kesadaran tadi hingga bisa menghentikannya"


Delia masih menangis, kemudian Danil mengelus punggungnya pelan berusaha memberikan ketenangan kepada Delia hingga tangisnya mereda dan tertidur, Daniel tersenyum dan membiarkan Delia tidur di dalam pelukannya


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2