
Malam dimana akan menghadiri sebuah undangan pesta penting kini tinggal beberapa jam lagi, Alena dan Delia sudah berada di sebuah salon profesional rekomendasi Natasya, semua pegawai yang ada di sana terpesona melihat kecantikan Delia, apalagi saat melihat aura kecantikan seorang Alena
Kurang lebih satu jam sudah berada di salon, kini mereka berdua akhirnya bisa menyelesaikan semua treatment yang sudah di bayari, keduanya melangkah pergi meninggalkan salon dan bersiap untuk menghadiri pesta itu
Saat ini keduanya sudah meluncur ke Mansion dan siap mendampingi suaminya masing-masing, namun tak lama kemudian saat berhenti di traffic lights, tiba-tiba saja melihat suatu kejadian seorang nenek sedang ketakutan dan berusaha membela diri dari perbuatan beberapa berandalan
Alena langsung keluar dari mobil, karena sudah merasa tidak tahan dengan Perlakuan berandal kurang ajar yang makin membuat sang nenek dalam bahaya
"Mau kemana kamu Al, jangan macam-macam!" teriak Delia
"Bentar kok kak, menyelamatkan ibu yang tadi, kasian mereka masih menggangunya!"
Dan benar saja, kini pertarungan antara Alena dan beberapa berandalan itupun terjadi, Alena meloncat dengan lincah, menendang kesana kemari, tidak membutuhkan tenaga dalam kalau hanya untuk mengatasi cecunguk berandalan jalanan, hingga tak lama kemudian tujuh orang itu bisa di lumpuhkan oleh Alena dengan mudah dan cepat, Alena membantu sang nenek, lalu segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan
Tanpa disadari oleh siapapun, ternyata ada senyuman tipis dari seorang laki-laki yang memperhatikan kejadian itu, tampak jelas terlihat rasa kagum dan penasaran laki-laki itu akan sosok Alena
"Aku ingin kau mencari tau siapa wanita itu" ucapnya
"Baik tuan, apa anda menginginkannya"
"Lebih dari itu, mulai malam ini dia milikku"
"Baiklah tuan"
Tidak ada yang berani membantah semua perintahnya, seorang ketua Mafia yang menguasai negara Belanda bukanlah orang yang suka menerima sebuah perdebatan apalagi penolakan, perintahnya adalah mutlak, tidak ada kata menyerah dan mengalah, dan semua wanita sangat tergila-gila dengannya, apalagi harta dan tahta semua sudah ia miliki, dan dia adalah Nickel Hodmer kakak kandung dari Natasya Hodmer
*
Alena dan Delia sudah berada di mansion dan siap berangkat mendampingi suaminya, terlihat kaisar yang juga sudah berpakaian rapi sebagai pengawal mereka, sedangkan Raka menjaga anak-anak kembar Alena di mansion
"Kau cantik sekali Bee, rasanya aku tidak rela membawamu ke pesta ini, akan ada banyak mata yang akan memandang mu" ucap Edward
"Ish, kau ini, wanita-wanita di negara ini juga gak kalah cantik honey" jawab Alena
"Hem, betul sekali Bee, tapi tidak ada yang menandingi kecantikan istriku"
"Itu katamu honey, jangan terlalu menyanjungku, sudah, yok kita berangkat"
Daniel juga sangat terpesona dengan penampilan istrinya yang Elegan dan sopan namun juga seksi
"Wow, cantik sekali kamu Honey"
"Tentu saja, istri seorang Daniel pasti cantik"
__ADS_1
Daniel langsung menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu mencium bibir dan melu*matnya hingga ciuman panas itu pun berlanjut agak lama, sampai akhirnya suara Edward yang menghentikannya
"Kalian bisa masuk kamar kalau ingin puas melakukannya" ucap Edward
Daniel dan Delia terkejut dan langsung melepaskan ciumannya, Edward hanya menggelengkan kepala lalu berjalan sambil memeluk pinggang Alena, Daniel dan Delia kini ikut berjalan di belakang mereka, dan segera masuk ke dalam mobil yang kini sudah siap meluncur ke acara Pesta
Acara Pesta perjamuan para perusahaan yang melakukan kontrak kerja dengan perusahaan besar Hodmer Company kini sedang berlangsung, Kedua pasangan dari perusahaan Eagle Company yang tak lain adalah Edward dan Daniel kini telah hadir meramaikan suasana pesta, gaun pesta yang digunakan Alena mungkin sedikit unik bagi yang melihatnya, apalagi undangan yang hadir kebanyakan non muslim, sedangkan Alena memakai gaun lengkap dengan hijabnya
Namun tentu saja yang paling membuat orang terpesona adalah aura kecantikan Alami dari seorang Alena, seperti yang diperkirakan oleh Edward, istrinya akan selalu jadi pusat perhatian di manapun ia berada, dan Edward harus menerima kenyataan itu
Semua tamu undangan duduk di kursi yang telah di sediakan, Kaisar juga ikut masuk dan bergabung satu meja bersama dengan Edward- Alena dan Daniel-Delia, tak lama acara di mulai datanglah Natasya bersama dengan Janeta untuk menyapa Edward dan Daniel, saat itulah Janeta sangat terkejut melihat ada Kaisar di sana
"Halo, kamu Kaisar kan?" Ucap Janeta
"Iya benar, apa kita saling mengenal?" Tanya Kaisar
"Kita baru beberapa malam kemaren ketemu di minimarket, sudah ingat?"
"Oh, iya iya, aku sudah ingat" ucap Kaisar
Janeta segera tersenyum dan ikut bergabung di meja mereka bersama dengan Natasya yang kini duduk di sebelah Daniel
"Kalian akan aku kenalkan dengan pemilik yang sebenarnya dari perusahaan Hodmer Company" ucap Natasya yang kemudian segera memanggil seseorang
Datanglah sosok laki-laki tinggi besar dan tampan, tatapan mata laki-laki itu sangat tajam dan tegas, semua ikut berdiri menyambut kedatangan laki-laki ini
Kemudian semua saling bersalaman memperkenalkan diri hingga terlihat keterkejutan dari wajah Nickel saat melihat Alena menangkup kan tangan sambil memperkenalkan diri
"Jadi Anda Nona Alena Bilqis Nugraha?" Ucap Nickel terkejut, karena semua orang di dunia ini juga tau bahwa wanita dari keluarga Nugraha ini adalah istri dari pemilik perusahaan besar Edward Runcel Eagle
"Ya, tentu saja, saya istri dari Edward Runcel Eagle, tuan Nickel" jawab Alena
Nickel terlihat sangat kecewa namun tidak bisa di pungkiri dia sudah tergila-gila dengan sosok Alena yang begitu hebat dan sempurna saat pertama kali melihatnya
Merasa ada yang aneh dengan sikap kakaknya, Natasya segera menyadarkan Nickel agar tidak terus memandangi Alena
"Kak, jaga pandanganmu, dia itu istri orang" Natasya berbisik lirih
"Aku tidak perduli, dia harus jadi milikku" jawab Nickel membuat Natasya sangat terkejut
Kemudian Nickel segera melangkah pergi untuk memberikan sambutan, diatas podium sebelum acara inti dimulai
"Malam ini aku juga sangat bahagia, atas kedatangan tamu undangan dari Indonesia, pemilik perusahaan besar Eagle Company yaitu tuan Edward Runcel Eagle, bersama dengan seorang Wanita Cantik yang sangat saya kagumi Alena Bilqis Nugraha"
__ADS_1
Seisi ruangan megah itu langsung terdengar gemuruh tepuk tangan dari semua tamu undangan menyambut kehadiran Edward dan yang lainya, kini acara di lanjutkan santai menikmati makan malam dan berbincang antar teman bisnis yang lainya, Edward dan Daniel meninggalkan meja dan ikut bergabung dengan para milyarder pemegang perusahaan besar di dunia
"Aku ambil makanan dulu ya, kak Del mau ikut?" Tanya Alena
"Enggak, aku masih kenyang, tadi udah ambil kue Al"
Kemudian Alena segera melangkah pergi meninggalkan Delia dan kini sedang duduk menikmati makanan yang di sediakan, Alena di kejutkan dengan suara dari seseorang yang sangat dekat dengan telinganya dan berada di belakang tubuhnya
"Selamat menikmati Alena" bisik lirih suara itu
Alena langsung menoleh ke belakang dan mundur seketika untuk menjaga jarak dari sosok laki-laki yang tak lain adalah Nickel Hodmer
"Oh, maaf tuan Nickel, anda mengagetkan saya" ucap Alena
Nickel tersenyum dan maju untuk mendekati Alena kembali, dan Alena mundur untuk menjaga jarak lagi
"Kau wanita yang unik, dan mempunyai ilmu bela diri yang lumayan, sepertinya yang ada di depanku ini adalah wanita spesial" ucap Nickel
"Maaf, saya hanya wanita Seperti yang lainnya, tidak ada yang spesial dari saya tuan Nickel"
" Benarkah?, Apa aku boleh membuktikannya Al?"
"Maksudnya?" Ucap Alena bingung dengan sikap Nickel
Dengan cepat Nickel melakukan gerakan ingin menyentuh wajah Alena, namun dengan gerakan cepat Alena menepisnya, kini Nickel melakukan gerakan tangan lebih cepat lagi ingin memegang tubuh Alena, dengan sangat cepat Alena langsung mengunci tangan Nickel, bukannya berhenti, Nickel semakin berani melakukan gerakan kedua tangannya untuk menyentuh wajah Alena kembali
Dan kali ini Kaisar menangkap tangan Nickel dengan genggaman yang sangat kuat hingga Nickel meringis kesakitan
"Kai, lepaskan, jangan membuat keributan disini" ucap lirih Alena
Kemudian Kaisar langsung menghempaskan tangan Nickel dengan sorot mata yang sangat tajam
"Jangan berani menyentuh Alena lagi, atau berbuat kurang ajar padanya, kecuali kau ingin mati lebih cepat" Ucap Kaisar
BERSAMBUNG
Author Akan UPDATE TIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE