
Ketiganya langsung manyun dan terdiam, mode ngambek tampak jelas di sana, Kaisar tersenyum dan hampir saja tertawa melihat wajah lucu ketiga bocah yang sangat disayanginya
"Sudah jangan ngambek, nanti cepat tua, mau?" Ucap Kaisar dan tidak dijawab sama sekali okeh ketiganya
"Kalian tidak boleh mengajari mereka, karena kalian masih kecil dan punya tugas untuk belajar, kekuatan kalian juga harus di sembunyikan, kalian sadar kan kalau punya sesuatu yang berbeda dengan yang lain?"
"Iya Pa, maaf" ucap Ethan sambil menghela nafas karena sudah di pastikan niatnya tidak akan di setujui oleh Kaisar apalagi orang tuanya
"Niat kami kan baik Pa, lagian gak mungkin juga kita mengeluarkan ilmu tenaga dalam terang-terangan, kecuali kita terpaksa" sahut Evan
"Tau ni Papa Kaisar, gak berperasaan banget, masak niat mau menolong di halangi, gak seru pa!" Ucap Ailina protes
Kaisar tersenyum kembali dan kemudian berkata
"Papa ngerti niat baik kalian, tapi itu bukan tanggung jawab yang kalian harus pikirkan, Papa juga tidak suka melihat teman-teman kalian lemah dan di jadikan sasaran empuk di hajar sama murid dari sekolah lain"
"Maksudnya!" Teriak ketiganya terkejut, senang dan masih bingung dengan ucapan Papa Kaisar nya
"Papa sendiri yang akan ngasih Extra kulikuler ilmu bela diri di sekolah kalian, Gratis, Asal jangan di salah gunakan"
"Alhamdulillah!!" Teriak ketiganya dengan sangat keras dan membuat telinga Kaisar sakit seketika, tak hanya itu kini Kaisar kelabakan di serang ciuman dari ketiga bocah kembarnya
Malam harinya, Alena pergi ke kamar ketiga anaknya, terlihat di sana mereka sedang asik belajar sambil bermain, keusilan Evan juga tidak kalah ketinggalan dengan membuat Ailina kadang kesal dan berteriak-teriak, melihat tingkah anak-anaknya Alena tersenyum dan kemudian masuk
"Kalian sedang belajar?" Tanya Alena
Ketiganya langsung berhamburan memeluk dan mencium Mommy nya saat tau Alena sudah masuk dalam kamar mereka
"Mom, sekolah kita mau ikutan lomba untuk yang pertama kali, ya kak?" Ucap Ailina bercerita
"Tunggu, kalian memang sudah selesai belajarnya kok malah cerita?"
"Udah Mom, sudah beres lah" ucap Evan
"Oh, ya sudah, jadi sekolah kalian mau ikutan lomba apa?" Tanya Alena
"Lomba cerdas cermat kelas satu sampai kelas enam Mom, perwakilan masing-masing kelas tiga anak saja, jadi dari sekolah kita yang ikut lima belas anak " jawab Ethan
"Hem, bagus lah, kalian masuk juga disana?"
"Tentu Mom, kita mewakili kelas satu, tapi Evan enggak, ada teman kita satu lagi yang jago banget Mom" ucap Ethan
"Gak apa-apa Evan gak diikutkan, hem?" Tanya Alena sambil memeluk Evan
"Ayolah Mom, aku memang males kalau suruh serius mikir gitu, enakan main gitar nyantai sambil nyanyi, rasanya damai gitu" ucap Evan sok dewasa dan membuat Alena gemas
Alena menemani mereka sambil bercanda dan kemudian tak berapa lama, mereka pun tertidur
__ADS_1
**
Satu bulan telah berlalu, dan selama itu Kaisar sudah memberikan latihan ilmu bela diri di sekolah dengan disambut suka cita oleh pihak sekolahnya, kini semua siswa sudah masuk Aktif dan tidak bergantian karena sekolah juga sudah merekrut empat guru lagi, sehingga setiap hari, semua kelas sudah bisa terisi untuk melakukan proses pembelajaran
"Ethan, kamu pernah main layangan?" Tanya temannya
"Pernah, emang kenapa?"
"Aku sama bapakku kemaren buat layangan, kamu mau aku kasih satu, gratis ini buat kalian, bagus Lo"
"Mau lah" ucap Evan antusias
"Kita ambil yok, paling jalan lima menit sampek rumahku, mumpung barusan istirahat, gimana?"
Keduanya langsung mengangguk dan sangat senang diajak pergi ke rumah temannya, mereka bertiga akhirnya pamit berjalan keluar sekolah, kali ini Ethan dan Evan tidak mau lagi di ajak lewat jalan muter menghindari sekolah Nusa Bimantara
"Kita lewat jalan sini aja lebih cepat, jalannya juga bagus, ngapain pakek motong jalan, malah muter jauh" ucap Evan
"Iya, tapi kalau tau siswa Nusa Bimantara, nanti kita di hajar sama mereka"
"Ngapain takut, kamu kan sudah bisa dasar ilmu bela diri, hajar balik lah, asal kita gak cari masalah duluan" ucap Evan dan membuat temannya itu pun tenang
Rupanya tepat apa yang seperti di khawatirkan, baru saja mereka bertiga melewati depan sekolah itu, kini sudah ada beberapa anak SD Nusa Bimantara sudah menghadang jalannya dengan sombong
"Tunggu, berani kalian murid sekolah udik lewat sini ha!" Ucap salah seorang anak itu
"Sudah ayok kita jalan, janhan di ladenin, waktu kita terbatas sampai jam istirahat saja" sahut Ethan berusaha menghindari keributan
"Heh, enak saja!, Ini wilayah sekolah kami, dan kalian harus bayar kalau tidak ingin dihajar!"
"Kamu itu murid sekolah apa preman, masih juga SD sudah berani malak" ucap teman Ethan
"Oh, kurang ajar ya, berani kalian melawan, yok kita hajar!"
Akhirnya perkelahian tidak bisa di hindari lagi, sebenarnya Ethan dan Evan sangat malas meladeni, karena tau ilmu bela diri mereka gak ada seuprit nya di bandingkan dengan Ethan dan Evan
Keadaan semakin tak terkendali saat, perlawanan mulai tidak seimbang, Ethan dan Evan berusaha mengendalikan tenaganya dan lebih banyak menghindar, karena takut pukulan mereka akan berbahaya jika mengenai salah satu dari lawannya
Ethan memanfaatkan tenaga temannya untuk balik menyerang dan menghajar lawannya yang makin mendesak dan semakin ganas menyerang, pukulan dan tendangan berhasil di layangkan hingga beberapa siswa itu akhirnya babak belur dan roboh di tanah
Teman Ethan tersenyum puas dan mereka bertiga melakukan TOS kemenangan, sementara lawannya sudah meringis kesakitan
Tanpa di sadari ternyata ada seorang guru bela diri dari sekolah Nusa Bimantara rupanya mengamati, dan tanpa di ketahui oleh nya, Kaisar melihat apa yang dilakukan guru tersebut
"Kurang ajar, bukannya melerai muridnya berbuat gak bener, ini malah mengamati saja, breng*sek ini orang" batin Kaisar dari kejauhan
Dan guru itu pun sangat terkejut, tidak terima muridnya kalah, "Sialan!, bagaimana murid udik itu bisa mengalahkan murid-murid andalanku" ucap sang guru bela diri dan dia berlari menuju ke tempat Ethan dan teman lainya berada
__ADS_1
Dengan kasar tiba-tiba saja guru itu menendang teman Ethan hingga tersungkur ke tanah, beruntung Evan masih sempat menangkis hingga tendangan itu tidak begitu keras mengenai temannya, sebuah kilatan foto dari kamera Kaisar pun mengabadikan hal itu dan membuat Kaisar tersenyum tipis
"Tamat riwayatmu manusia bodoh dan sok jagoan, beraninya menendang anak kecil, memalukan!" Ucap lirih Kaisar sambil berjalan mendekat ke tempat kejadian
Guru itu terkejut ketika mendapati kaisar sudah mencekal lengannya kemudian menghempaskan tubuhnya hingga tergeletak di tanah
"Kurang ajar, siapa kamu ha!"
"Aku sama sepertimu, guru bela diri mereka, jadi sepantasnya aku tidak terima dengan apa yang sudah kamu lakukan ke mereka"
"Ooh jadi kamu guru mereka, pantas mirip berandalan, gak tau aturan dan main dorong seenaknya"
"Gak salah kamu ngomongnya, lihat kamu dan anak didik kamu sendiri yang sudah pinter malak orang, kelakuan gak ada bedanya sama preman!" Jawab kaisar
"Berani kamu ya!" Teriak guru itu
Kaisar hanya tertawa sambil mengamati model guru bela diri itu dari ujung kaki sampai ujung kepala
"Bang*sat juga ini orang, beruntung aku masih bersabar" batin Kaisar
"Memangnya kenapa aku harus tidak berani denganmu, orang yang bisanya hanya melawan anak kecil" ucap Kaisar santai
"Kurang ajar, lawan aku sekarang juga, kita buktikan siapa yang lebih unggul disini!" Teriak guru itu
Kaisar terkejut sekaligus ingin tertawa "Yang kayak gini mau melawanku, lucu sekali" batin Kaisar, dan kemudian tersenyum tipis menemukan ide cemerlang
"Sebelum kau melawanku, kita adu dulu murid-murid kita, disana nanti juga kelihatan siapa yang lebih unggul"
"Siapa takut, ayok kalian bersiap sekarang juga, dan hajar mereka bertiga tanpa ampun!" Perintah guru edan itu
"Dasar bodoh, kau itu guru bela diri apa kepala preman?" Tanya kaisar geram
"Brengsek, apa maksudmu, bukankah kau sendiri yang menantang ku, kenapa, takut kalau murid-murid mu babak belur di hajar ha!"
"Buang otak bodoh mu itu, kita bertemu di pertandingan, ngapain kita gelut disini, akan ada pertandingan Akbar bela diri kategori siswa Sekolah Dasar, aku tunggu kalian di sana" ucap Kaisar sambil berjalan mengawal ketiga anak dari belakang melanjutkan perjalanan
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE