
Bukanya takut, Kaisar malah tertawa melihat tatapan tajam dari Edward dan Alena, namun sejenak keduanya tersenyum bangga dengan bakat masing-masing anaknya yang luar biasa
"Kalian segera bersiap-siap lah maju ke podium" ucap Kaisar
"Mereka bertiga, dan kami cuma berdua, kau juga ikut maju mewakili salah satu dari mereka Kai" ucap Edward
Kaisar terkejut dan juga sangat bahagia mendapat kesempatan mendampingi mereka di atas podium, ketiganya segera maju, Edward didamping Ethan, Kaisar di samping Ailina dan Evan di dampingi oleh Alena, penyerahan piala penghargaan segera berlangsung, suara tepuk tangan saling menyambut dan sesaat kemudian masing-masing di persilahkan kembali ke tempatnya
Acara perpisahan segera berakhir, kali ini Edward dan Alena sengaja menghentikan segala aktivitas nya untuk memenuhi keinginan anak-anak mereka yang ingin mengajak kedua orangtuanya melihat sekolah Dasar yang akan menjadi pilihan untuk melanjutkan studinya
"Kita langsung menuju sekolah yang kalian maksud bukan?" Tanya Edward
"Iya Dad, takutnya kalau kesiangan nanti sudah tutup" ucap Ethan
"Kita bisa menghubungi penjaga sekolahnya bukan, kalau hanya sekedar melihat-lihat?" Ucap Edward
"Disana tidak ada satpam atau penjaga sekolahan yang khusus Dad, hanya ada tukang kebun Mang Usman namanya" ucap Ailina
"Kalian kenal?" Tanya Alena
"Kita sering ke sekolah itu Mom, diajak sama Ailin, kan ada teman akrabnya tu si Farah yang sekolah disana" ucap Evan
"Kok Ailin bisa kenal?"
"Kasian ma, dia sekolah sambil bantu jualan kue yang di buat ibunya, kadang suka di ganggu teman-temannya, jadi Ailin yang ikutan bela"
"Oh gitu" ucap Alena sambil melirik ke arah Edward yang rupanya juga sedang mendengar cerita anak-anaknya
"Fara itu anaknya pinter Lo Mom, suka ngasih aku cara-cara cepat untuk berhitung" ucap Ailina
Alena terkejut dengan penjelasan Ailina dan makin penasaran dengan murid-murid dari sekolahan itu
Tak berapa lama akhirnya sampai juga di Sekolah yang di maksud ketiga buah hatinya, tampak Edward terkejut melihat keadaan sekolah itu, gedungnya hanya biasa saja, halaman depan juga terdapat taman yang tidak beraturan, kelihatan sekali mereka hanya asal menanam bunga tanpa sentuhan seni sama sekali
Ada kurang lebih enam ruangan, dan ada satu ruangan yang sepertinya di gunakan sebagai kantor, itu berati ada beberapa kelas yang di jadikan satu untuk pembelajaran, sementara Kaisar menemani si kembar berkeliling di halaman belakang yang tampak asri
"Ahk!" Alena berteriak saat dirinya hampir saja terjatuh karena lantai sekolah yang licin akibat terpeleset genangan air dari atap yang bocor
"Maaf nyonya, anda tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang keluar dari sebuah Ruangan
"Oh, tidak, hanya kaget saja terpeleset" ucap Alena
"Ada apa Bee?" Tanya Edward yang baru saja tiba di samping Alena setelah sedikit berkeliling
"Gak pa pa honey, sedikit insiden" ucap
Alena
__ADS_1
"Alhamdulillah, anda tidak sampai terjatuh nyonya, maafkan kami dengan keadaan seperti ini, kebetulan saya kepala sekolah disini, nama saya Fajar Abdulloh"
"Oh iya, saya Edward dan ini istri saya Alena"
"Oh iya, sebelumnya saya ingin bilang, kalau maksud kedatangan anda sama seperti yang lain, yaitu ingin membeli tanah ini, saya mohon maaf, kami akan mempertahankan sekolah ini tuan" ucap pak Fajar
Edward dan Alena saling pandang dan merasakan ada kesalahpahaman yang sedang terjadi, kemudian Edward tersenyum dan ingin berbicara di tempat yang nyaman
Pak Fajar terkejut, sepertinya dia salah mengartikan kedatangan tamunya kali ini, merekapun akhirnya duduk di dalam ruang guru sekaligus kantor kepala sekolah yang keberadaanya di jadikan satu
Pak Fajar memperkenalkan ketiga guru yang ternyata seorang perempuan adalah anaknya bernama Aisyah dan dua laki-laki yang tak lain juga keponakannya bernama Ridho dan Mahmud, baju yang mereka pakai juga sangat sederhana dan tertutup, Alena tersenyum dan menyukai sopan santun mereka saat menyambut seorang tamu
"Jadi, tuan dan nyonya Edward datang ke sekolah kami, ada kepentingan apa, kalau boleh saya tau?" Ucap pak Fajar
"Begini pak, ketiga anak kembar kami, ingin melanjutkan sekolah di tempat ini, kebetulan baru saja lulus, dan sebagai orang tua kami ingin melihat keadaan sekolah yang diinginkan mereka"
"Apa?!" Ucap Pak Fajar terkejut
"Benarkah?!" Sahut Aisyah spontan
Sementara kedua guru laki-laki itu saling pandang tak percaya
"Khem, begini, kalau boleh, saya bertanya-tanya dulu pak?" Ucap Edward
"Oh, iya-iya, silahkan pak Edward"
"Berapa jumlah keseluruhan siswa disini?" Tanya Edward
"Oh jadi total murid seluruh nya 45 orang ya pak?" Tanya Edward
"Iya pak, begitulah keadaan sekolah kami" ucap pak Fajar
Sementara itu Alena berpindah tempat di dekat Aisyah untuk berbincang dan bertanya
"Maaf ibu Aisyah, jadi guru disini hanya tiga orang dan empat sama pak Fajar?"
"Iya nyonya" ucap Aisyah menjawab canggung dan ada rasa takut
"Panggil saya Alena saja, aku rasa kita seumuran" jawab Alena
"Maaf, saya takut salah nyonya"
"Takut salah kenapa?" Tanya Alena bingung
Aisyah bukanya menjawab malah beradu pandang dengan kedua saudaranya yang tak kalah bingung juga, Alena semakin bingung dengan sikap ketiga guru yang ada di dekatnya ketika mereka saling memperlihatkan handphonenya berisi suatu informasi yang penting
"Kalian ini kenapa?" Tanya Alena penasaran
__ADS_1
"Ini, apa benar anda Alena Bilqis Nugraha?" Tanya Ridho sambil menyodorkan handphone nya
"Iya, dan beliau adalah suami anda Edward Runcel Eagle?" Sahut Mahmud
"Dan yang akan sekolah ke sini ketiga anak kembar nyonya?" Tanya Aisyah lagi
"Tunggu-tunggu, baiklah, semua yang bapak ibu guru tanyakan benar, dan apa ada masalah dengan status keluarga saya?"
"Tentu saja tidak nyonya, tapi kenapa harus sekolah kami yang jauh dari kata sederhana, bahkan sekolah kami sudah banyak yang tidak berminat lagi" ucap Aisyah
"Itu kita bahas nanti, sekarang saya ingin tau lebih banyak sekolah ini dan kenapa anak-anak saya memilih untuk berada disini" ucap Alena
"Baiklah, silahkan melanjutkan pertanyaannya" ucap Ridho
"Ceritakan tentang sekolah ini, mulai dari visi misi dan alasan anda semua mempertahankannya" ucap Alena
Aisyah pun menceritakan semuanya, dimana sekolah itu didirikan dari kakek buyutnya yang bertujuan untuk mengajak para orang tua bersekolah di tempat dengan dasar Agama yang kuat untuk mendapatkan Akhlak yang baik dan pelajaran umum yang juga tidak ketinggalan
Ada masanya dimana sekolah yang di beri nama MI Al-Hikmah itu dulu berjaya, siswanya sangat banyak , bahkan murid yang belajar sampai terbagi dua waktu karena tempat yang tidak cukup, hingga suatu hari sang kakek mengalami musibah yang akhirnya meninggal
Sepeninggalan pendiri sekolah itu, banyak orang-orang yang memanfaatkan situasi dan ingin mengambil alih, bahkan ingin membeli sekolah itu karena letaknya yang strategis dekat dengan Taman kanak-kanak ternama dan juga dekat dengan tempat-tempat Pelayanan umum lainnya
Dengan berbagai cara dari pihak lain, menyebar fitnah dan kebohongan yang membuat para wali murid pergi memindahkan anaknya ke sekolah lain, kini hanya anak-anak yang kurang mampu saja mau tetap tinggal dan belajar, itu semua karena di sekolah ini sudah menjadi tujuannya untuk memberikan pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu dan berprestasi
Alena dan Edward yang juga ikut mendengarkan terkesima dengan cerita dari para guru yang ada di ruangan itu, rupanya perjuangan mereka sangat luar biasa
"Lalu, dari mana anda semua mendapatkan gaji kalau yang bersekolah disini semua murid yang tidak mampu?" Tanya Edward
"Alhamdulillah atas ijin Alloh, niat kami ikhlas menolong, hingga kami pun juga di tolong, Usaha kebun kopi dan kebun kelapa keluarga kami lumayan untuk menghidupi kami, kalau soal gaji, kami ikhlas tidak menerimanya" ucap Pak Fajar
Alena dan Edward saling menatap dan tersenyum, Alena berdiri dan kembali duduk di samping suaminya
"Baiklah, kami putuskan akan menyekolahkan anak-anak kami disini" ucap Edward sambil menggenggam tangan Alena
"Kapan kami bisa mendaftarkan mereka?" Tanya Alena bersemangat
Sementara tak ada jawaban dari semua guru yang ada diruangan itu karena sedang shock dan terkejut dengan keputusan seorang milyarder muda Edward Runcel Eagle
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE