
Ambulan sampai juga di Rumah sakit dan langsung membawa Anggel masuk ke dalam IGD, Raka masih setia di samping Anggel yang mendapatkan tindakan awal untuk menyelamatkan nyawanya, tak berapa lama Daniel dan Delia masuk ke dalam IGD, semua petugas jaga yang ada di sana menyapa Delia dengan hormat, terlihat Ratu sudah melakukan pertolongan pertama pada Anggel
Sampai kemudian Alena, Edward dsn Kaisar juga berada di ruang tunggu IGD bersama Daniel, Alena langsung masuk ke dalam ruang emergency yang ada di IGD dan mendapati Ratu dan Delia di sana
"Bagaimana keadaan Anggel?" Tanya Alena serius
"Kita harus segera melakukan operasi, dan butuh dokter bedah dan dokter kandungan, aku lihat lukanya seperti menembus organ dalam rahimnya" ucap Ratu
"Oke, kita lakukan sekarang!" Ucap Alena dan Delia bersamaan
Ketiganya kini menyiapkan segalanya, Alena keluar bersama Delia, mereka berdua memberitahu akan melakukan operasi besar terhadap Anggel
"Hati-hati Bee, ingat, jangan terlalu stres, kamu sedang hamil" pesan Edward dan Alena segera mengangguk
Sedangkan Ratu menjelaskan keadaan Anggel kepada Raka, kemungkinan terburuk adalah perdarahan dan kecacatan kandungan, bahkan bisa mengakibatkan kematian, Raka menyetujui semua saran Ratu, sesaat kemudian semuanya sudah siap melakukan operasi besar terhadap Anggel
Ratu memulai operasinya di bantu oleh Delia dan Alena, ketiganya berpikir keras untuk menyelamatkan Anggel dengan mengusahakan trauma luka operasi yang seminimal mungkin, betapa terkejut saat Alena membuka luka yang banyak mengeluarkan darah, ternyata luka itu dari terkoyaknya saluran tuba Valopii dalam saluran Rahim, Delia menggelengkan kepala tanda bahwa tuba dan saluran nya ini harus diangkat karena sudah hancur
Disisi lain, Alena juga bimbang karena kemungkinan untuk mempunyai anak akan sangat kecil, terpaksa ketiga harus mengangkat salah satu saluran tuba Valopii demi menghentikan perdarahan nya serta menyelamatkan nyawa Anggel
Kini tugas ketiga dokter itu satu persatu terselesaikan, operasi besar itu dilakukan hampir memakan waktu 3 jam, tulang di kaki sebelah kiri juga sudah disambung dan di posisikan dengan benar lewat operasi tadi, hampir 4 kolf kantong darah sudah masuk ke dalam tubuh Anggel, saat semua operasi berhasil dilakukan, kini ketiga dokter itu keluar dari kamar operasi dan harus siap memberikan penjelasan keadaan Anggel ke Raka
Saat Alena, Ratu dan Delia keluar, semua mata orang yang menunggu hasil dari keadaan Anggel yang sedang dioperasi menatap kepada mereka bertiga, Ratu berjalan maju kearah Raka dan mengucapkan selamat karena operasi Anggel berjalan baik dan nyawanya berhasil di selamatkan
Kemudian kini giliran Delia memberikan penjelasan ke Raka kalau salah satu tuba Valopii saluran sek telur dari organ rahim Anggel hadis diangkat karena hancur, hingga kini hanya tersisa satu dan mengakibatkan kemungkinan untuk hamil sangat tipis tapi masih bisa, Raka tertunduk dan sangat sedih mendengar hal itu
"Bersyukur lah Anggel masih bisa di selamatkan Ka, itu yang terpenting" ucap Daniel
"Iya pak Daniel, saya mengerti" ucap Raka sambil tersenyum
Edward mendekat ke arah Raka dan kemudian menepuk bahunya
"Masih ada kesempatan Anggel untuk meneruskan keturunan mu walaupun itu sangat tipis, kalian orang baik, Alloh akan membantu dan memberi kalian yang terbaik" ucap Edward
"Setelah sadar nanti, Anggel akan dipindah keruangan perawatan, mungkin butuh beberapa jam lagi Anggel akan tersadar Ka" ucap Delia
"Iya, aku akan menunggunya" ucap Raka
"Kami akan pulang dulu Ka, besok pagi kita akan memeriksa keadaan Anggel" ucap Alena
"Iya Al, terimakasih atas bantuan mu dan bantuan semuanya" ucap Raka
__ADS_1
Semuanya memeluk Raka dan memberikan support sebelum pulang, kini Raka seorang diri dan di temani oleh beberapa pengawal Edward yang sengaja ditinggal untuk menemani Raka disana
Sebelum melangkahkan kakinya keluar dari IGD Kaisar melihat Ratu yang berdinas malam sangat kecapekkan setelah melakukan operasi besar dan memakan waktu yang lama
"Ini minumlah, setelah itu beristirahat, kamu sangat kelihatan kelelahan sekali" ucap Kaisar mengagetkan Ratu yang sedang duduk di meja IGD
"Makasih Kai, kamu pulang sekarang?" Tanya Ratu
"Hem, aku pulang dulu, dan jaga kesehatanmu" ucap Kaisar membuat hati Ratu menghangat
"Iya, kau juga hati-hati Kai" ucap Ratu
Keduanya kini berpisah, Kaisar melanjutkan jalannya dan mengejar keberadaan Alena yang sudah hampir masuk ke dalam mobil bersama dengan Edward, sesaat kemudian mobil yang di naiki mereka segera meluncur pulang
Sementara itu Daniel juga tengah berada di dalam mobil bersama dengan Delia yang terlihat sangat kecapekkan
"Tidurlah dulu honey, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai" ucap Daniel sambil mengusap pelan pipi Delia
Sampai di Apartemen Delia, Daniel tidak tega untuk membangunkan kekasihnya yang tertidur cukup lelap, dengan pelan Daniel menggendong Delia dan membawanya masuk ke dalam Apartemennya, Delia di tidurkan di atas kasur oleh Daniel dengan perlahan, namun ternyata Delia masih terbangun juga
"Aku dimana?" Tanya Delia
"Ish, kau ini, aku mau ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku honey"
"Aku juga, boleh aku ikut?" Ucap Daniel lagi
"Jangan harap, ada kamar mandi tamu diluar, kamu bisa gunakan itu, atau gantian dulu denganku kalau mau pakai kamar mandi ku" ucap Delia
"Aku menunggumu saja" ucap Daniel yang kini merebahkan tubuhnya di sofa kamar Delia
*
Beberapa waktu sebelumnya
Alfaro mendapatkan kabar dari Dady nya agar segera kembali ke Paris, perusahaan disana ada yang sedang krisis dan membutuhkan bantuannya, sebenarnya Alfaro tidak suka jika harus kembali ke Paris, namun apalah daya, kalau Dady nya berkehendak maka Alfaro harus menuruti nya, maksud hati Alfaro ingin menceritakan semuanya ke Edward agar suntuknya terobati, namun saat sampai di rumah Edward ternyata pengawalnya mengatakan Edward sedang keluar bersama dengan Alena
Alfaro menunggunya di teras depan, dan tak lama kemudian datang sebuah mobil masuk dan keluarlah seorang wanita yang tak lain adalah Kirana
"Kau lagi, ngapain kesini malam-malam?" Ucap Kirana
"Yang jelas aku tidak mencari wanita yang tidak pandai diatas ranjang" ucap Alfaro
__ADS_1
"Tentu saja, disini yang pandai di atas Ranjang cuma kak Alena, dan berani kamu menyentuhnya, maka aku pastikan kepalamu akan putus dari badanmu" ucap Kirana ketus
"Aku tidak mencari Alena, dan sedang menunggu Edward, kamu malam-malam begini kenapa baru pulang?"
"Urusanku, bukan urusanmu, minggir, kamu menghalangi jalanku" ucap Kirana
"Ngapain aku minggir ,aku pengen disini, kalau kamu bisa, lewat saja" ucap Alfaro bersiap dengan kuda-kudanya
"Kau_!, Kurang ajar sekali ya" ucap Kirana
Dengan gerakan cepat Kirana menyerang Alfaro, dengan mudah Faro menghindari serangan Kirana, kini keduanya beradu fisik di malam hari, Alfaro sangat menikmati dan menyukai Kirana yang semakin tersulut emosi hingga akhirnya ada satu kesempatan dimana Alfaro mengunci tubuh Kirana dari belakang, hingga membuat wanita itu tidak bisa bergerak lagi
"Sialan, lepaskan aku Faro, jangan berani menyentuh ku, kamu laki-laki bren#gsek, menjij*ikkan!"
"Oh ya, aku suka sekali bau harum tubuhmu Kirana dan aku ingin mencoba bibir mu"
"Jangan berani_mmmhh"
Alfaro langsung membalikkan tubuh Kirana kemudian menciumnya paksa sekejap dan kemudian melepaskannya kembali
"Kau, Brengsek kau Faro!" Teriak Kirana yang kini berlari masuk ke dalam kamarnya
Sementara itu Alfaro terdiam membeku merasakan ada getaran aneh dan debaran jantung yang terpacu saat bibirnya menyentuh Kirana, perlahan Alfaro memegangi dadanya, dia heran karena selama hidupnya, baru kali ini dia merasakan perasaan Aneh dan jantung yang berdetak kencang saat mencium bibir seorang wanita
"Apa ini, ada apa denganku" batin Alfaro yang kini duduk kembali dikursi teras depan
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1