Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 212


__ADS_3

Sudah 6 hari Alena berada di Rumah Sakit dan kondisinya berangsur membaik, kini dirinya sudah bisa berjalan agak lama, melakukan aktifitas sendiri tapi masih perlahan, hari ini adalah hari dimana pemberian nama yang akan di berikan oleh Alena dan Edward kepada anak-anaknya


Disaksikan oleh semua keluarga Nugraha dan Eagle, kini tiga buah nama sudah di persiapkan


"Ayo Ed sebutkan nama Anakmu, biar kami bisa segera memanggil namanya" ucap Edoardo


"Oke, putra pertamaku aku beri nama Ethan Eagle Nugraha yang artinya kuat dan teguh dalam pendirian


"Lalu yang kedua?" tanya Abraham


" Yang kedua aku beri nama EVan Eagle Nugraha , dan selanjutnya adalah bayi yang paling bontot, adalah putri kecilku yang akan diberikan nama oleh Mommy nya" ucap Edward


"Dan, aku kasih nama, Ailina Eagle Nugraha yang artinya cahaya yang sangat kuat" sahut Alena


"Alhamdulillah, nama-nama yang sangat bagus Al, mommy sangat menyukainya" ucap Jasmine


"Makasih mom" jawab Alena


"Semoga kehidupan anak-anak kalian seperti nama mereka yang di doakan" ucap Edoardo


"Aminn" ucap Semuanya yang ada disana


Semua orang disana nampak sangat berbahagia, hingga kemudian datanglah dokter spesialis anak untuk memeriksa keadaan para junior Edward


Sebuah kabar gembira disampaikan dimana keadaan Ailina ternyata sangat baik, bahkan sudah naik berat badannya menjadi 2,5 kilogram, sungguh pencapaian yang luar biasa, Alena sangat puas dan tersenyum sambil menciumi wajah Ailina berkali-kali


"Jadi, kami sudah bisa pulang dokter?" Tanya Edward


"Tentu saja tuan Edward, saya sarankan untuk extra menjaga putri kecil Anda dirumah, karena riwayat kesehatannya yang lalu" ucap Dokter anak


"Tentu saja dokter, terimakasih sudah membatu kami" ucap Edward


Dokter spesialis anakpun undur diri, sementara Kaisar yang juga ada di sana langsung ke ruang administrasi untuk mengurus kepulangan Alena dan anak-anaknya


Kabar gembira ini sudah di dengar oleh semua saudara dan teman-teman Alena, hingga semuanya juga mengucapkan selamat, dan tak lama kemudian keluarga Edward sudah sampai di rumah mereka


Sambutan dari semua penghuni rumah itu sangat luar biasa, para asisten rumah tangga dan pengawal yang ada di sana merasakan kebahagian yang mendalam atas kepulangan Edward, Alena dan ketiga juniornya


"Alhamdulillah nyonya Alena, akhirnya semua pulang juga" ucap mbok Asih


"Iya Alhamdulillah, anak-anak lucunya, pada cakep-cakep semua" sahut mbok Amah


"Iya Alhamdulillah mbok, mulai sekarang akan ada tiga mbak-mbak ini yang membantu mengasuh anak-anak saya, semoga kalian kerasan ya disini" ucap Alena ke tiga orang Beby sister nya


Ketiganya tersenyum dan kemudian berkenalan dengan mbok asih dan mbok Amah


Edward memperingatkan Alena untuk istirahat dahulu, sedangkan tugas menjaga anak-anak nya sementara di berikan kepada ketiga baby sister nya, ruangan khusus yang lumayan besar sudah disiapkan untuk ketiga anaknya


Jasmine yang hari itu ikut kerumah Alena berencana untuk tinggal disana selama satu bulan, dia ingin melihat dan menjaga pertumbuhan cucunya yang masih sangat rentan


*


Siang itu cuaca tampak sedikit panas, Kaisar melangkahkan kakinya menuju ke sebuah ruangan di Rumah Sakit untuk melihat keadaan kekasihnya


"Sudah selesai sayang?" Ucap kaisar


Ratu yang sedang membereskan meja kerjanya sangat terkejut saat Kaisar memanggilnya sayang


"Apa, kamu tadi memanggilku apa Kai?"


"Sini!"


Kaisar langsung menarik tubuh Ratu dalam pelukannya, dan dengan pelan membisikkan kata 'sayang' di telinganya dengan lembut


"Ih, geli Kai, jangan dekat telingaku gitu ngomongnya" ucap Ratu berusaha menjauhkan wajahnya

__ADS_1


Kaisar tertawa sambil mendekap tubuh kekasihnya


"Kau tidak keberatan aku memanggilmu seperti itu?" Tanya Kaisar


" Tidak, aku suka kok, aku juga panggil kamu gitu ya" ucap Ratu


"Okey, dan aku ingin ini sekarang" ucap Kaisar sambil menyentuh bibir Ratu dengan tangannya, Kaisar mendekatkan bibirnya hingga kemudian melu*mat lembut bibir Ratu perlahan


Kaisar segera menyudahinya dengan nafas yang masih memburu, Ratu sangat terkejut dan bingung dengan apa yang dilakukan Kaisar


"Kenapa, apa ada yang salah denganku?" Tanya Ratu bingung


"Tidak, hanya aku takut tidak bisa menahan hasrat ku yang, maaf ya" ucap Kaisar sambil membelai wajah Ratu dengan lembut, Kaisar berusaha menahan gejolak di dadanya, dirinya sangat tau kalau di lanjutkan maka dia akan meminta lebih dari sekedar berciuman


Ratu hanya tersenyum, dan kemudian memeluk Kaisar kembali


"Nanti malam aku akan bertemu papa kamu di Restoran, untuk membicarakan pernikahan kita" ucap Kaisar


"Apa!, Kai, kamu tidak becanda kan?" Ucap Ratu sangat terkejut


"Tidak, kenapa aku harus bercanda dengan hal penting kayak gini" ucap Kaisar


"Jadi kamu akan menikahi ku?" Ucap Ratu


"Aku selalu memegang perkataan ku sayang, apa kau sudah siap menjadi nyonya Kaisar?"


"Tentu saja yang, love you"


Cup


Kali ini Ratu yang mencium bibir Kaisar


"Jangan memancingku yang, aku misa memakan mu saat ini juga" ucap Kaisar, dan kemudian terkekeh melihat Ratu langsung melepaskan ciumannya dan menjauh


*


"Akhirnya aku sudah bisa bernafas lega melihat Alena dan dan Anak-anaknya sudah sehat semua" ucap Delia


"Hem, aku juga sama honey, satu Minggu kemaren membuatku sangat tegang melihat perkembangan mereka" sahut Daniel


"Alhamdulillah sekarang semuanya sudah kembali seperti semula, dan aku siap untuk berangkat honeymoon honey" ucap Delia tersenyum manja ke Daniel


Daniel langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Delia


"Sudah berani menggoda rupanya hem?' tanya Daniel sambil menarik tubuh Delia dalam pelukannya


"Tentu saja, datang bulan ku sudah selesai honey"


"Oh ya?!, Itu berarti aku bisa melakukannya hari ini?" Tanya Daniel langsung tersenyum


Delia hanya tersenyum dan sesaat kemudian, Daniel langsung mengangkat tubuh istrinya dan merebahkan di atas kasur


Ciuman panas pun terjadi, perlahan Daniel mendaratkan ciumannya semakin ke bawah, satu persatu kancing baju Delia terlepas hingga keduanya sudah saling polos, Dengan lembut tangan Daniel menyentuh dan mere*mas kedua bukit kembar isterinya, sesekali ciuman dan lid*ahnya bermain di puncaknya


Delia semakin menegang, Daniel mencium kening, mata, hidung dan bibir Delia


"Kau siap Honey?" Tanya Daniel


"Hem, aku takut, apa ini akan sakit?" Ucap Delia


"Rileks kan saja tubuhmu, jangan terlalu tegang, atur nafas dan aku akan melakukan penyatuan dengan pelan" ucap Daniel


Tangan Daniel menyentuh perut Delia dengan lembut, dan itu membuat Delia makin terbawa dan menikmatinya, tak lama Daniel menyusupkan jari jemarinya ke dalam in*tim Delia


Kini mulai terdengar desa*han dari mulut istrinya, Daniel tersenyum saat merasakan milik istrinya sudah basah

__ADS_1


Kembali Daniel ******* bibir Delia dengan satu tangan meremas bukit kembarnya


"Ssh, honey, Ooh" desa*han Delia


"Nikmatilah honey" ucap Daniel lirih


Daniel merasakan Delia semakin terbakar dengan has*ratnya, hingga merasa saat yang tepat untuk memasukkan miliknya, perlahan kaki Delia di buka pelan, sang pusaka yang sudah berdiri tegak, kini siap menyerang


Sejenak tangan Delia menyentuh milik suaminya, dirinya sangat terkejut dengan hal itu, Delia merasa itu sangat besar dan apakan bisa masuk kedalam miliknya


"Honey, ini besar sekali, apa bisa masuk?" Tanya Delia


"Pasti bisa, kita lakukan, dan rileks honey, oke" ucap Daniel sambil perlahan meletakkan miliknya tepat di depan milik istrinya


Daniel mendorong perlahan sambil terus melakukan sentuhan dan kecu*pan di tubuh istrinya, perlahan pusaka Daniel berhasil masuk setelah beberapa kali di coba


"Aah, honey sakit!, Stop dulu!"


Teriak Delia agak panik, Daniel menghentikan dan membiarkan miliknya diam didalam sana


"Sakit honey?" Tanya Daniel


"Perih. Sakit, sungguh Honey!" Ucap Delia masih meremas kuat sprei tempat tidurnya


Daniel mencium dan menye*sap bibir Delia lembu, tangannya meraih tangan Delia hingga kini mereka saling menggenggam, saat dirasa tubuh Delia mulai rileks kembali, Daniel perlahan menggerakkan miliknya keluar masuk perlahan


Delia mulai merasakan sensasi yang sangat luar biasa, sakit yang dirasakan tadi berubah menjadi sebuah rasa yang sulit untuk diungkapkan, gerakan Daniel kini semakin cepat keluar masuk ke dalam milik istrinya


Daniel tersenyum melihat darah keperawanan istrinya terlihat menetes di bawah sana, gerakan Daniel semakin intens dan kuat


"Honey, aku ingin_"


"Lepaskan honey, jangan ditahan" ucap Daniel, Sambil terus menghujamkan miliknya keluar masuk milik istrinya


Hingga kemudian tangan Delia memegang pinggang Daniel dan menariknya dengan kuat, saat itu juga Daniel menancapkan miliknya sepenuhnya masuk ke dalam milik istrinya, dan keduanya berteriak menumpahkan has*ratnya secara bersamaan


Nafas keduanya masih memburu, Daniel mengusap dada istrinya lembut untuk menenangkannya kembali


"Atur nafas mu honey, aku keluarkan atau kita lanjutkan?" Tanya Daniel membuat Delia membelalakkan mata terkejut saat tersadar milik suaminya ternyata masih mengeras di dalam sana


"Kamu masih menginginkannya?" Tanya Delia sambil membelai wajah suaminya yang ada di atasnya


"Kalau kau juga menginginkannya" jawab Daniel


"Baiklah, pelan ya?" Ucap Delia lirih


"Hem, aku akan pelan honey"


Dan kemudian Daniel mulai memanjakan tubuh istrinya lagi dengan sentuhannya, perlahan Daniel menggerakkan pusakanya perlahan, kali ini Daniel duduk dan mengganjal pantat istrinya hingga aksesnya melakukan dorongan ke dalam semakin mudah


Dorongan kuat milik suaminya keluar masuk ke dalam dirinya, kini semakin cepat dirasakan oleh Delia, hingga tak lama akhirnya dirinya berteriak dan sesaat kemudian diikuti oleh teriakan Daniel, kali ini keduanya benar-benar merasakan kepuasan yang sempurna


Bersambung


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2