Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 151


__ADS_3

Satu bulan setelah kejadian di pulau itu, kini keluarga Nugraha dan keluarga Eagle hidup dengan tenang kembali, kedua keluarga kini saling menguatkan baik di dalam hubungan keluarga maupun di dalam hubungan kerja, kerajaan bisnis keluarga Nugraha semakin kuat dan besar, begitu juga perusahaan keluarga Eagle, bertambahnya orang-orang yang kuat di dalam lingkaran kehidupan kedua keluarga ini, tidak ada yang berani menyentuh dan membuat masalah dengan keduanya


Hari ini juga hari yang sangat membahagiakan bagi Alena, karena Kaisar dan Kirana sudah boleh melanjutkan perawatan lanjutan di luar Rumah Sakit


"Kalian sudah siap untuk kembali ke dunia luar?" Tanya Alena


Kaisar dan Kirana menatap Alena senang dan juga bingung


"Iya, kami siap Al, tapi_, aku merasa tidak enak kalau harus merepotkan mu terus menerus"


"Iya Kak, kami sudah membuatmu hampir celaka, dan keluarga kakak sudah menolong kami, rasanya tidak pantas kami terus merepotkan mu"


"Lalu, kalian akan pergi kemana?, Ini Jakarta kota besar, tidak seperti di pulau, kehidupan disini sangat keras, semua berlomba untuk mencari makan" ucap Alena


"Kami akan berusaha melakukan apapun untuk mencari uang dan menghidupi diri sendiri Al" jawab Kaisar


"Memang apa yang kalian punya untuk mencari pekerjaan?, Kalian tidak punya apa-apa kan?, Cari pekerjaan disini juga tidak mudah"


"Kami punya kemampuan Bela diri dan tenaga dalam kak, bisa kan kita gunakan itu?"


"Bisa, tapi ujung-ujungnya kalian akan dimanfaatkan orang, iya kalau orang itu baik, kalau kalian di minta untuk melindungi orang jahat, mau?"


Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing, dan akhirnya Alena menasehati kembali


"Aku tau apa yang kalian rasakan, ingin punya pekerjaan dan mandiri, tidak merepotkan orang lain, untuk sementara tinggallah di rumahku dulu, sampai kalian bisa mandiri, kami akan membantu agar kalian bisa menghidupi diri kalian tanpa bantuan orang lain lagi, bagaimana?"


Kaisar tersenyum menatap Alena, sedangkan Kirana sudah menganggukkan kepala tanda setuju, tak lama kemudian Edward datang bersama dengan Alfaro dan Daniel


"Gimana Bee, sudah selesai urusannya?" Tanya Edward


"Sudah Honey, kita bisa pulang sekarang"


Edward menyapa Kaisar dan memeluknya, Kaisar sangat terkejut dengan perlakuan hangat Edward


"Terimakasih, kamu sudah melindungi Istri dan anak-anakku Kaisar" ucap Edward


"Oh, iya, maafkan aku juga, sudah membuat kalian susah"


"Sudahlah, jangan mengingat hal yang buruk, kita lupakan saja" ucap Edward


Kemudian disusul dengan Daniel dan Alfaro yang menyalami Kaisar dan memberikan dukungan untuk terus bersemangat menjalani hidup, Kirana masih terpaku di tempat melihat Alfaro dan Edward yang wajahnya sangat mirip, hingga Alfaro menyadarkan bocah itu


"Hei, apa yang kau lihat, apa kau terpana dengan ketampanan ku hem?" Ucap Alfaro


"Apa, kalian saudara?"


"Iya, kami sepupu, kenapa?" Tanya Alfaro lagi


"Gak ada, tanya aja boleh kan?" Ucap Kirana


"Boleh, lebih dari tanya juga bisa" ucap Alfaro kumat dengan penyakit Casanova nya


TAK


Edward langsung menjitak Kepala Alfaro


"Jangan macam-macam, dia masih kecil, usianya di bawah umur"


"Ha, beneran, tapi kamu kelihatan bongsor banget ya, emang berapa usiamu?"


"Adikku masih 17, di tahun ini"


"Wow, Amazing, 17 tahun ya?" Ucap Alfaro

__ADS_1


"Berani gangguin ni bocah, aku yang akan turun tangan, jangan macam-macam Faro!" Ucap Alena


"Hehe, iya Al, siap, gak berani aku kalau musuhnya kamu, takut hilaf"


Edward langsung menatap tajam ke arah Alfaro yang langsung terdiam, Daniel terkikik melihat tingkah kedua saudara yang sangat jauh berbeda, sementara Kaisar dan Kinan saling pandang dan tersenyum, Alena mendekat ke arah Edward untuk meminta tolong membawanya Kaisar dan Kirana dulu ke mobil, sedangkan dua melanjutkan membayar administrasinya


Raka yang habis dari kantin membelikan pesanan Alena, berlarian menyusul di belakangnya , setelah menyelesaikan semua administrasi, Alena berniat kembali menyusul Edward dan yang lainya, namun terdengar teriakan seseorang yang menghentikannya


"Alena!"


"Ratu, hai, kenapa berlarian gitu, jatoh kamu nanti ya"


GREP


Ratu langsung memeluk Alena dan menjadi pemandangan yang dinikmati oleh banyak orang


"Aku kangen, kapan kamu mulai kerja lagi?" Tanya Ratu setelah melepaskan pelukannya


"Hehe, Minggu depan dah mulai kerja kok, kangen bertengkar ma aku ya?"


"Enggaklah, beneran kangen aku, dan makasih, berkat kamu, aku dah buka hati, sekarang aku sudah bertunangan"


"Aaa!, Beneran?, Selamat ya, siapa?" Tanya Alena


"Pengusaha, anak sahabat ayah"


Alena dan Raka mengucapkan selamat kepada Ratu kemudian segera pamit kembali ke mobilnya, Ratu tersenyum dan melambaikan tangannya, semua pegawai disana kini sudah mulai suka dengan sifat Ratu yang banyak berubah, semenjak berteman dengan Alena


Sampai di kediaman Alena, semua keluar dan masuk ke dalam untuk menikmati minuman segar yang sudah disiapkan di siang itu, Alena menunjukan dua kamar yang ada di lantai bawah untuk sementara di tempati Kaisar dan Kirana, Raka membantu keduanya untuk masuk ke dalam kamar masing-masing yang kebetulan berdampingan dengan kamarnya


Kaisar dan Kirana terkejut saat mendapati kamar yang sangat besar dan bagus, mereka segera merapikan diri kemudian ikut bergabung kembali bersama yang lain


Tak lama kemudian datanglah Delia dengan memakai kaca mata hitam dan tentu saja penampilan yang modis pembawaan anak seorang mantan model terkenal selalu melekat padanya, Daniel terkejut dan tersenyum senang, Edward tersenyum tipis melihat perubahan wajah sahabatnya, sementara Alfaro sudah mengambil ancang-ancang untuk beraksi, hingga Daniel pun bersabda


Edward dan Alena terkekeh melihat kegalauan di wajah Alfaro


"Hehehe, sorry, aku kira dia Free" Jawab Faro


Alena segera menyambut Delia dan mengajaknya bergabung, Daniel segera berpindah tempat duduk di dekat Delia sambil menyapanya


"Baru nyampek?" Tanya Daniel


"Jalanan macet klu siang gini"


"Lain kali aku jemput, biar kamu gak capek"


Delia hanya tersenyum mendengar perkataan Daniel, tatapan aneh Alena ke Delia membuat sahabatnya itu menaikkan alisnya, Edward yang melihat reaksi aneh Alena yang berbicara lewat kode dengan Delia semakin gemes dan akhirnya menarik badan Alena jatuh ke pelukannya


"Akh, honey, apaan sih"


CUP


Seperti biasa, Edward tidak akan sungkan mencium istrinya di manapun saat dia menginginkannya


Alena langsung melebarkan matanya untuk memperingatkan Edward di depan teman-temannya, namun Edward hanya terkekeh


"Sorry Bee, aku gemes lihat bibir kamu, manis"


Sementara jomblowan dan jomblowati di sana langsung kepanasan, gerah melihat pemandangan yang membuat suhu ruangan langsung meningkat, Kaisar yang baru pertama kali melihat interaksi sepasang suami istri itu hampir shock, beruntung yang lain sudah kebal dan hanya kepanasan saja


Alena segera beranjak ke dapur mengajak Delia untuk menormalkan suasana kembali


"Suami kamu itu makin gila kalau ada di dekatmu Al, bikin otakku berasap tau nggak?"

__ADS_1


"Hehe, sorry kak, Edward memang gitu kelakuannya, mohon di maklumi"


"Beneran deh, lama-lama aku khilaf, Daniel aku keloni"


"Ha, pasti mau kak tu orang , coba deh"


TAK


Delia langsung menjitak kepala Alena


"Sakit Kak"


"Biar otak kamu gak ngeres kayak suamimu itu Al, Dasar!"


Alena tertawa hingga kemudian datang Kirana dan membuat Alena berhenti tertawa, Delia tersenyum ke arah Kirana


"Ini pasti Kirana kan?"


"Iya, perkenalkan saya Kirana"


Keduanya berkenalan dan tersenyum ramah, kini ketiga wanita cantik sedang membantu menyiapkan cemilan di dapur yang sudah di buat oleh bik Asih dan bik Amah, kedekatan kedua asisten rumah tangga dengan Alena membuat Kirana kagum


"Kak Alena benar-benar wanita luar biasa, tidak pernah merendahkan orang yang ada di bawahnya, bahkan sangat menghormati orang yang lebih tua walau itu hanya seorang pelayan" batin Kirana


Delia dan Alena berjalan ke tempat yang lain ngumpul mengantarkan kue yang masih hangat untuk cemilan, sedangkan Kirana menyiapkan minuman untuk di bawa


"Aku pengen air dingin, dimana?" Ucap seseorang yang mengagetkan Kirana


"Oh, pak Faro, biar aku ambilkan" ucap Kirana


"Pak?, Emang aku ini tua banget ya?" Batin Alfaro sambil mengambil gelas dari tangan Kirana, kemudian langsung menenggak habis di depannya


Kirana menatap Alfaro yang minum langsung di depannya dengan jarak yang lumayan dekat, jantungnya berdetak dengan kencang, Kirana hendak menghindar namun Faro malah menghimpitnya hingga tidak bisa bergerak, kemudian


"Kamu sangat cantik" bisik Alfaro


"Brengsek!" Ucap Kirana


DUK


Kirana langsung menendang kaki Faro hingga kesakitan dan memundurkan badannya


"Kau_, Dasar gadis bar bar!" Ucap Faro sambil merintih kesakitan


"Rasain, jangan berani kurang ajar!" Jawab Kirana sambil berlalu meninggalkan tempat itu membawa minuman ke depan


Alfaro segera bergabung kembali dengan Edward dan yang lainya sambil berjalan agak aneh menahan nyeri di kakinya, Daniel memperhatikan Alfaro dengan tatapan Aneh, Sementara Kaisar hanya tersenyum saat melihat adiknya melirik ke arah Alfaro dengan tatapan jengah


Bersambung


Kisah Alfaro dan Kirana akan ada sendiri ya, jadi jangan berharap banyak di perjalanan novel yang ini


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2