Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 104


__ADS_3

Amaya tersadar setelah di pindahkan dan di rawat oleh Alena, Delia tampak cemas dengan keadaan Amaya, tak lama kemudian Amaya akhirnya tersadar dan langsung menangis sejadi-jadinya, Edward dan Daniel saling melempar pandang kemudian keluar dari kamar


Amaya menangis dengan banyak kesedihan di wajahnya, Alena memeluk Amaya erat


"Maafkan aku Am, semua karena ku hingga Aditama berbuat hal ini padamu, sungguh, maafkan aku Am" ucap Alena sambil menagis


"Bukan Al, itu bukan salahmu, semua salahku, karena terlalu bodoh dan di butakan oleh perasaan"


"Sudah, yang penting kita masih bisa bersama melewati ini semua Am, jangan kau pendam sendiri rasa sakit mu, bagilah dengan kami sahabat mu, kita akan mengatasinya bersama-sama" ucap Delia menyusul memeluk Amaya dan Alena


"Aku sangat bodoh kak, aku bodoh, aku tidak ada harganya lagi" tangis Amaya semakin pecah


"Tenanglah, kau sangat berharga bagi kami Am, jangan berkata seperti itu" ucap Alena


"Aku terlambat menyadari ini semua, aku sangat menyesal" ucap Amaya di tengah tangisannya


Beberapa menit kemudian akhirnya Amaya bisa mengontrol dirinya dan menghentikan tangisnya, Alena dan Delia tersenyum sambil membelai wajah dan rambut Amaya dengan penuh kasih sayang


"Terimakasih, kalian selalu ada buatku"


Ucap Amaya


"Sudah, kamu itu ngomong apa, kita ini sahabat, sudah kayak saudara sendiri, susah senang kita lewati bersama Am" ucap Alena


"Boleh malam ini aku sendiri dulu?"


"Tentu sayang, nanti biar aku ikut tidur bareng Alena ya, bertiga sama pak Edward"


"Hah, dasar kau ini kak!" Ucap Alena


"Hahaha" ketiganya langsung tertawa


Sementara itu Edward dan Daniel saling menoleh mendengar suara tawa dari para wanita yang ada di kamar


"Wanita itu memang ajaib ya Ed"


"Hem, begitulah, lebih tepatnya unik"


"Sesaat menangis meraung-raung, beberapa menit sudah bisa berganti tertawa terbahak-bahak, mengerikan"


Ucap Daniel


"Lebih tepatnya mengenakkan, bukan mengerikan Niel"


"Ish, kau ini, aku bicara kemana, kamu jawabnya kemana"


"Aku hanya menjawab seputar apa yang aku rasakan tentang Alena, tidak kemana-mana Daniel, dan akhirnya kesimpulan ku, Sangat Nikmat!"


"Bang*sat, kau ini sengaja pamer ya!" Ucap Daniel makin emosi


Edward makin terkekeh melihat wajah menderita sahabatnya yang super lucu


Tak lama Alena keluar bersama dengan Delia, Alena pamit ke kamar sedangkan Delia berjalan ke teras belakang duduk menikmati angin malam sambil termenung


"Bagaimana dengan Amaya, apa sudah baikan?" Tanya Daniel yang sudah duduk di dekat Delia


"Hem, sudah lebih baik, dan semoga akan selalu baik-baik saja"


"Yah, semoga saja" sahut Daniel


"Kau tau, Saat seseorang yang sangat dicintai membuat luka, aku tidak bisa membayangkan betapa itu sangat menyakitkan"


"Pasti akan sangat sakit, tapi kita tetap harus bangkit" Jawa Daniel


"Hem, semoga Amaya bisa melakukannya, aku sangat khawatir dengannya"


"Sebagai sahabat sudah pasti kamu mengkhawatirkan nya, tapi yang paling penting, kamu harus selalu ada untuk Amaya di saat seperti ini, suport dan beri dia energi positif, insyaallah semua akan terlewati dengan baik"


"Yah, itu benar, terimakasih sudah menemaniku berbincang" ucap Delia


"Tidak masalah, sebaiknya kita segera masuk dan beristirahat, ini sudah larut malam"

__ADS_1


"Oh iya, aku juga akan menanyakan ke bik Asih kamar yang masih kosong dan bisa aku tempati untuk tidur malam ini"


"Bagaimana kalau tidur di kamarku, hem?"


"Mimpi saja sana, Dasar otak mesum" ucap Delia


Daniel langsung terkekeh mendengar huja*tan Delia yang dianggapnya menggemaskan


*


Monalisa mencari semua informasi tentang Edward, tentu saja dengan menyusupkan beberapa orangnya yang di bayar mahal untuk masuk ke dalam perusahaan milik Edward


"Jadi Edward merencanakan kepindahannya ke Jakarta dan kembali memimpin perusahaan pusat Eagle Company?"


"Iya nona, semuanya bahkan sudah di atur oleh tangan kanannya yang bernama pak hari, nantinya perusahaan di surabaya akan di pegang kendali oleh orang lain"


"Hem, bagus, lanjutkan tugasmu, berikan semua informasi apapun yang kau punya tentang Edward padaku "


"Siap nona"


"Aku akan ikut kembali ke perusahaan Dady ku di Jakarta, kemanapun kau pergi, aku akan membuatmu kembali kepadaku Edward" batin Monalisa


Sesaat kemudian Monalisa menghubungi seseorang lagi untuk mencari kabar tentang Alena


"Dokter Alena masih belum kembali bekerja, masa cutinya satu Minggu dan masih bekerja di Rumah Sakit Royal Murrage Hospital nona, saya juga masih belum mendengar kabar kepindahan atau apapun juga"


"Bagus, terus Awasi gerakan Dokter Alena, beritahu apapun informasi tentangnya"


"Baik Nona"


"Jadi Alena akan menetap di Surabaya dan Edward ada di Jakarta, ini kesempatan Emas buatku, Rencana ku merebut Edward kelihatanya semakin mudah" ucap lirih Monalisa dengan seringai liciknya


*


Alena tampak sedih, termenung di balkon kamar sendirian, Edward masuk setelah mengecek keamanan rumah lewat monitor cctv yang ada di sebuah ruangan yang ditunggu oleh anak buahnya


"Kau disini Bee?"


"Honey, kau mengagetkanku, dari mana saja hem?"


"Baru saja mengecek keamanan rumah kita, apa yang sedang kau pikirkan Bee, apa tentang Amaya?"


"Iya, aku merasa sudah terjadi sesuatu antara Amaya dan Aditama honey, tadi saat menangis Amaya berkata dirinya sudah tidak berharga lagi, apa mungkin mereka sudah_?"


"Melakukan hub*ungan ba*dan maksud mu Bee?"


"Iya Honey, itu yang aku takutkan"


"Ya Tuhan, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang kamu pikirkan Bee"


"Aku juga berharap seperti itu"


"Bee, aku ingin mengatakan sesuatu hal tentang kita" ucap Edward


"Jangan bilang kamu pernah punya hubungan gelap dengan seorang wanita, atau kamu tidak sengaja menghamili wanita ******, atau_"


CUP


Edward langsung membungkam mulut Alena dengan ciuman dan luma*tan di bibirnya


"Jangan berfikir yang tidak-tidak, tidak ada yang aku tutupi darimu Bee, semua sudah aku katakan, dan aku masih per*jaka sampai kau kemarin mengambilnya dariku"


"Ish, aku tidak mengambilnya, tapi kamu yang memberikannya honey"


"Hehehe, iya iya, baiklah, aku yang mengambil kepera*wanan istriku tercinta"


"Gombal, memang apa yang tadi ingin kau katakan honey?"


"Soal honeymoon kita, aku sudah mengatur keberangkatannya"


"Hah, kapan?"

__ADS_1


"Besok kita akan berangkat, dan hanya berdua"


"Kemana honey?"


"Itu Rahasia, kamu akan tau nanti"


"Baiklah, memang berapa lama?"


"Terserah kamu ingin berapa lama Bee""


"Jangan seperti itu honey, cutiku hanya satu Minggu, dan sekarang masih tersisa 4 hari"


"Kalau begitu 3 hari saja kita honeymoon Bee, selanjutnya bisa di lanjutkan di manapun kan?"


"Dasar, okey honey, aku siap"


"Siap melayaniku lagi Bee?"


"Hah, malam ini?, Kamu minta lagi?"


"Tentu saja, aku bahkan menginginkan mu hampir tiap jam"


"No No No, jangan gila honey, kamu bisa membuatku tidak bisa berjalan"


"Aku akan membantumu berjalan nanti" ucap Edward sambil mendekat ke arah Alena yang sudah lari masuk ke dalam selimut


Edward menyingkap selimut yang dipakai Alena, membuangnya ke lantai dan menindih tubuh Istrinya


"Tidak, jangan honey, aku mohon, milikku masih sakit, badanku masih sangat lelah"


"Tidak bisa, harus mau dan nurut sama suami" ucap Edward dan langsung menciumi wajah dan leher Alena


"Jangan gila honey, pinggangku bisa patah!"


"Gak perduli, harus mau, aku sudah tidak tahan"


"Edward!, Jangan keterlaluan!"


Teriak Alena saat Edward makin turun ke bawah dan menggigit kecil puncak bukit kembar istrinya, Edward langsung berpindah melu*mat bibir Alena agar tidak bisa berteriak lagi, akhirnya Alena pun pasrah, dan mengimbangi permainan ciuman ganas suaminya


Namun tiba-tiba, Edward perlahan melepaskan ciumannya dan tersenyum sambil membelai wajah Alena


"Istirahat lah Bee, kau sangat lelah, aku tidak mungkin akan tega memaksamu melayaniku"


"Makasih honey" ucap Alena sambil memeluk suaminya


"Pantang bagiku memaksakan sebuah keinginan, apalagi sebuah percin*taan di atas ranjang"


"Kau memang yang terbaik honey" ucap Alena yang masih memeluk Edward dengan tubuhnya yang masih bergerak-gerak manja


"Tidurlah, dan jangan terlalu banyak bergerak, aku sedang mati-matian menahan semua hasratku Bee"


"Maksutnya?"


"Gesekan tubuhmu akan membangunkan sesuatu yang ada di bawah sana, jadi diamlah!"


Alena langsung terdiam, dan berusaha untuk tidak banyak bergerak


Akhirnya merekapun tertidur dengan nyaman tanpa suara desa*han di malam hari


(Sudahlah Alena, diam dan jangan membangunkan Singa yang lagi tidur, bisa di makan hidup-hidup nanti kamunya, hehehe)


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2