Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 137


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah sholat subuh Alena tertidur kembali di samping Edward yang sedang mengecek handphone nya, melihat betapa nyenyak tidur istrinya rasanya tidak tega Edward membangunkan Alena, hingga akhirnya suara Alarm yang membangunkannya


"Honey!, Kamu dimana?" Teriak Alena mencari keberadaan Edward


Edward segera keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk di bagian bawahnya saja, Alena memandang lekat tubuh suaminya sambil menelan ludah pelan, mungkin hormon kehamilannya sangat mempengaruhi tingkat has*ratnya yang kadang sangat mudah muncul dan tak terbendung


Alena berjalan pelan dan memeluk Edward dari belakang saat sedang mengambil bajunya


"Ada apa Bee?"


"Aku kangen honey"


"Kangen hem?"


Ucap Edward tersenyum sambil membalikkan badan dan ******* bibir istrinya


CUP


"Ini yang membuat mu kangen Bee?"


"Hem, ini jam berapa honey?"


"Masih jam 5 pagi, kenapa, kau menginginkanku Bee?"


"Hehe, anak-anak kita deh kayaknya yang menginginkan mu honey"


"Oh ya?, pintar sekali mereka membuat kita senang ya"


Sesaat kemudian terjadilah pergumulan panas di pagi hari, Alena masih berdiri di depan cermin riasnya, Edward menciumi leher dan bagian punggung istrinya, memberikan sentuhan lembut dengan bibir dan lidah nya, Alena meng*geliat manja sambil menahan tubuhnya yang mulai menegang, tangan Edward menyapu lembut milik istrinya yang sudah mulai basah


"Aku masukkan Bee"


"Pelan honey"


Edward tersenyum dan membuka kepemilikan istrinya dengan lembut, pusakanya yang sudah tegak menantang segera di masukkan perlahan ke dalam in*tim istrinya, rin*tihan dan desa*han indah dari bibir Alena memanjakan telinga Edward hingga membuat hasratnya semakin memuncak


Edward membuat gerakan pelan hingga terlihat miliknya menghujami milik istrinya keluar masuk dari belakang, tangan kiri Edward memegang perut Alena dan yang satunya meremas bukit kembar istrinya yang terlihat sangat berisi


"Honey, oh, lebih dalam lagi"


"Nikmat Bee?"


Alena kini menahan tubuhnya dan berpegangan di pinggiran meja rias dengan sedikit me nyondongkan tubuhnya ke depan, hingga akses milik suaminya memasuki inti*mnya dari belakang semakin mudah, tubuhnya terguncang-guncang mendapati serangan suaminya


Tangan Edward semakin aktif memegang dan meremas bukit kembar istrinya, dia merasakan ada sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya, milik istrinya juga mulai berkedut pelan memijat miliknya yang berada di dalam in*tim istrinya, gerakan Edward semakin cepat dan dalam


"Oh, honey, aku ingin keluar"


"Bersama Bee"


Edward langsung menghentakkan gerakannya saat miliknya menyembur, sedangkan Alena menjerit nikmat ketika mencapai puncak kenikma*tannya


"AAH!"


Jeritan di pagi hari membuat Jasmine menghentikan langkahnya ketika ingin mengetuk pintu kamar Alena


"Apa-apaan mereka ini, aku kira masih tertidur, ternyata sedang berbuat yang iya-iya, dasar!" Ucap Jasmine lirih dan segera membalikkan badan untuk pergi dari sana


Reyna heran melihat Jasmine cepat kembali lagi ke dapur tanpa ada Alena di bersamanya


"Jangan tanya mommy soal Alena" ucap Jasmine saat mendapati tatapan aneh dari Reyna


"Memang kenapa mom, belum bangun Alena? Tanya Reyna

__ADS_1


"Sudah, tu anak sedang teriak-teriak lagi ngebangunin milik suaminya"


"Hahaha, ih, mommy ngintip ya?"


"Eh, nggak ya, ngapain, mommy gak sengaja dengar aja Rey"


"Pengen pasti ni Mommy, bentar lagi pasti Dady mendapat serangan dari mommy"


"Hus, mana ada, nggak lah"


"Hahaha"


Reyna tertawa melihat reaksi lucu Jasmine


*


Edward dan Alena segera berangkat bareng untuk bekerja setelah selesai sarapan pagi, begitu juga dengan anggota keluarga yang lain


"Bee, nanti sore sepulang kerja aku ingin mengajakmu mampir ke Mansion Daddy Edoardo, ada hal penting yang mau aku bicarakan dengannya"


"Iya Honey, aku ikut"


Hari ini keadaan Rumah Sakit lumayan Rame, kini jadwal Alena berada di IGD bersama dengan tim yang lain, seperti yang biasa Alena lakukan saat bertugas di manapun, dia selalu ikut bergabung bersama dokter umum lainnya membantu menangani semua pasien yang ada di IGD


"Maaf Dokter Alena, sebaiknya anda di dalam ruangan saja, biar pekerjaan ini kami yang melakukan saja"


"Maaf, saya tidak terbiasa diam saja saat teman yang lain sedang sibuk melakukan penanganan, sekalian untuk mengasah kemampuan ku"


"Oh, baiklah Dokter, terimakasih sudah ikut turun tangan membantu kami"


"Hem, sama-sama"


Perbincangan berhenti saat tiba-tiba saja ada seorang pasien wanita yang masuk karena serangan jantung, disampingnya ada beberapa orang yang berteriak memanggil namanya


Alena ikut membatu menanganinya, kini dokter spesialis jantung ada di sana dan segera memberikan perintah untuk memindahkan pasien ke ruang ICU, Alena masih termenung setelah kepergian Arumi yang dipindahkan ke ruan ICU


"Ya Alloh, apa yang harus aku lakukan, sebaik nya aku segera menghubungi Kak Delia"


Alena segera menelpon Delia dan secara perlahan memberikan kabar yang yang sangat membuat Delia Shok, hingga terdengar tangisan dari Delia


"Sudah kak Del, aku akan ikut menjaga disini, sebaiknya kak Delia juga segera ke Jakarta ya"


"Iya Al, aku berangkat sekarang juga"


"Iya baiklah hati-hati, aku tunggu"


"Kasih kabar aku tentang mamaku ya Al"


"Iya siap, aku akan ikut memantau sampai kak Delia datang"


Setelah sambungan telpon terputus, Alena segera melanjutkan kembali pekerjaan nya dan membantu yang lain menangani pasien, beberapa jam kemudian, datanglah suami Arumi Saraswati yang tak lain adalah Bagas Damawangsa ayah dari Delia Saraswati, Alena ikut lega melihatnya, kabar inipun juga di beri tahukan kan kepada Delia


"Ada apa Al, dari tadi kamu bolak balik ke ICU" tanya Raka


"Mamanya kak Delia kena serangan jantung hari ini, sekarang di rawat intensif di ruang ICU, masih belum sadar"


"Apa!, Model Arumi Saraswati maksud mu Al?"


"Iya, siapa lagi Ka"


"Delia sudah kamu kasih kabar?"


"Sudah, sekarang masih perjalanan balik ke Jakarta, mungkin sebentar lagi akan sampai"

__ADS_1


"Oh, syukurlah, semoga mamanya akan segera melewati masa kritisnya"


"Iya Ka, amin"


Dan benar saja, jam 11 siang Tampak Delia sedang berlari tergopoh-gopoh, masuk ke Rumah Sakit Elite Healthy Hospital, tujuannya kali ini langsung ke ruang IGD menemui Alena yang sudah menunggunya dan akan mengantarnya ke ruang perawatan mamanya


"Maaf mbak, bisa saya bertemu dengan Dokter Alena?, saya temannya"


"Oh iya, sebentar saya panggilkan"


Sesaat kemudian Alena muncul dan Delia sudah tidak kuat lagi untuk menumpahkan segala kecemasannya, Delia berlari dan memeluk Alena kuat dengan menangis sejadi-jadinya, semua mata memandang terkejut, hingga akhirnya Alena menenangkan Delia


"Sabar kak Del, berdoa terus ya, semoga Tante Arumi segera sadar, yok aku antar ke ruangan ICU"


Delia mengangguk dan kemudian mengikuti langkah Alena, saat keluar dri ruangan IGD Delia terkejut melihat keberadaan Raka juga ada di sana


"Raka, kamu juga ada disini?"


"Iya Del, aku menjaga Alena sekarang, bagaimana kabarmu?"


"Beginilah aku Ka, Alhamdulillah baik"


"Syukurlah, yang sabar ya, semoga mama kamu segera sadar dan membaik"


"Amin, makasih Ka"


Alena dan Delia melanjutkan jalannya menuju ke ruang ICU, untuk melihat keadaan Arumi yang masih belum tersadar, Alena segera kembali lagi ke ruang IGD untuk melanjutkan pekerjaannya hingga waktu pergantian piket di IGD pun datang, ini berarti tugas Alena sudah selesai dan segera bersiap untuk pulang


"Ka, kita menunggu Edward dulu ya"


"Jadi pak Edward mau menjemput ke sini?"


"Iya, kita mau ke rumah Dady Edoardo"


"Oh, baiklah"


Tak berapa lama, akhirnya Edward pun datang dan menjemput Alena, saat Edward melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Alena, datanglah Dokter Ratu yang kebetulan melintas di depan Edward, hingga kemudian Edward berhenti dan menyapanya saat suara Dokter Ratu bertanya kabarnya


"Hai Edward, bagaimana kabarmu?"


"Baik Ratu, bagaimana denganmu?


"Aku juga baik, apa kau sedang menjemput Alena?"


"Iya, itu dia sedang menungguku"


Ratu menoleh ke arah Alena dan terkejut ternyata kedatangan Edward sudah di sambut oleh istrinya, Alena tersenyum ke arah Ratu, tapi tidak dengan Ratu yang langsung mengalihkan pandangannya ke Edward lagi


"Oh rupanya kamu sudah disambut oleh istrimu, hati-hati Ed, jangan membiarkan Alena terlalu menempel pada pengawalnya itu, dia lebih mirip kekasihnya dari pada pengawalnya" ucap Ratu


"Mereka memang bersahabat, aku bahkan sudah biasa melihat hal itu, mungkin cara pandang mu saja yang salah" jawab Edward


Ratu mendengus sebal dan kemudian berlalu dari hadapan Edward begitu saja, Edward segera melanjutkan langkahnya mendatangi Alena, memeluk dan menciumnya


Bersambung


Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya)


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2