
Edward terus masuk ke dalam kamar hotel VIP yang sangat luas dengan ruangan yang lengkap di dampingi oleh seorang wanita Cantik, senyuman Edward langsung mengembang saat melihat seorang laki-laki sedang memandang keluar jendela hotel dan mengamati gedung-gedung disekitarnya
"Andrian!"
Ucap Edward memanggil teman lamanya
"Akhirnya, Edward"
Ucap Andrian Saka Bimantara kemudian mendekat ke arah Edward dan mereka saling memeluk erat
"Ehem, jangan lama-lama pelukannya, nanti istri kamu ini gak kebagian sayang" ucap seorang wanita cantik istri dari Andrian yaitu Vitalova Anggelica
Edward segera melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Vita sebentar
(Yang belum kenal dengan Andrian dan Vitalova, bisa ngintip karyaku sebelumnya ya gaes, di POWER OF WOMAN)
"Kita lama sekali gak pernah bertemu langsung ya Ed" ucap Andrian
"Hem, ada sekitar 5 tahunan" sahut Edward
"Yah, lumayan juga, dan kau makin terlihat tampan ha?!" Ucap Andrian
"Oh ya, bukannya aku memang tampan dari dulu" jawab Edward
"Masih lebih tampan suami tercintaku, ya kan sayang?!" Ucap Vita dan membuat Andrian dan Edward tertawa
"Aku mendengar selentingan Alex habis menghajar mu" ucap Andrian dan sukses membuat Edward sedikit terkejut
"Begitulah, aku masih belum bisa mengalahkannya" ucap Edward tersenyum miring
"Tidak akan pernah bisa" sahut Andrian
"Hem, aku tau" jawab Edward sambil meminum teh nya
"Aku juga dengar kamu merebut adiknya yang bernama Alena, benarkah Ed?" Tanya Vita
"Aku bahkan sudah menikahinya" sahut Edward
"Uhuk uhuk" Andrian langsung tersedak minumannya
"Sayang, kamu gak apa-apa?" Ucap Vita sambil mengambilkan tisue dan memberikan ke Andrian
"****! Apa semua itu benar Ed?" tanya Andrian lagi tak percaya
"Iya, kami sudah menikah Sah secara Agama, satu Minggu lagi kita akan menikah Sah secara Negara dan sekaligus mengadakan Resepsi pernikahan"
"Bullshit, are you serious?" Ucap Andrian masih terkejut tak percaya
"Kamu gak bercanda kan Ed?" Tanya Vita lagi
"I'm really serious" ucap Edward sambil tersenyum
"Tunggu, bukannya adik Alex itu masih kecil Ed?" tanya Andrian lagi
"Hem, 22 tahun" jawab Edward sambil tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1
"Bang*at, beruntung sekali nasip kamu, dapat wanita semuda itu" ucap Andrian tak percaya
"Hahaha, Edward selalu mendapatkan yang terbaik" ucap Edward tertawa sambil membanggakan diri, lebih tepatnya agak sombong, hehehe
"Wow, Alena gadis keluarga Nugraha, tapi dia sepertinya tidak begitu terpublikasi, atau lebih tepatnya menjauhkan diri dari pemberitaan" ucap Vita
"Iya, begitulah, dia sosok wanita yang mandiri, dan ingin sukses tanpa nama besar keluarganya" ucap Edward
"Oh, pantas, media jarang sekali memunculkan Namanya bahkan Fotonya, aku sangat salut dengan gadis ini, kapan akan kau kenalkan dengan kami?" Ucap Vita
"Secepatnya, di acara pernikahan dan resepsi, kalian aku pastikan mendapatkan undangan" jawab Edward
"Kami tunggu Ed, aku bersyukur kamu sudah bisa mengisi hatimu dengan wanita selain Reyna" ucap Vita
"Iya sayang, aku sempat mencemaskan mu Edward" sahut Andrian
"Aku juga tidak menyangka, Alena mampu mengalihkan duniaku ke padanya, mungkin memang dialah jodohku" sahut Edward
"Terus soal Monalisa?, Aku melihat di media sosial berita tentang kalian" ucap Andrian
"Itu hanya gosip, Alena bahkan sudah tau bagaimana kenyataanya"
"Memang kenapa lagi, Monalisa membuat ulah?" Tanya Andrian
"Begitulah, aku menolaknya dan dia nekad bunuh diri" ucap Edward
"Apa kau yakin?" tanya Andrian sambil tersenyum
"Apa kau kira aku sebodoh itu?" jawab Edward
"Itu bukan urusanmu Andrian, tapi sepertinya kamu masih bisa membaca pikiranku" jawab Edward
"Oh, syukurlah, lega aku dengarnya, kalian harus baik-baik jaga hubungan, biar tak diusik dengan masalah orang ketiga, ke empat dan ke ke yang lain" ucap Vita
"Tentu saja, kita sudah berkomitmen" jawab Edward
"Baguslah" sahut Andrian
"Kalian kenapa ada di kota ini, apa ada urusan bisnis?" tanya Edward
"Tentu saja, pengambil Alihan sebuah klinik warisan orang tua Vita, sekarang di serahkan ke Vita sebagai pemilik Sah nya" jawab Andrian sambil memberikan kartu nama Vita dan nama Kliniknya
"Oh, semua sudah beres?" Tanya Edward lagi sambil membaca sekilas nama Klinik Vita yaitu Klinik Medika Jaya
"Sudah, aku dengar kamu juga mengakuisi sebuah Rumah Sakit di kota ini Ed?" Tanya Vita
"Hem, Rumah Sakit Royal Murrage Hospital, milik keluarga Murrage"
"Kenapa, apa masih kurang kerajaan bisnismu, hingga kamu harus merebut sebuah Rumah Sakit?" Tanya Andrian
"Tidak, Awalnya aku hanya berusaha melindungi Istriku yang bekerja di Rumah itu" sahut Edward
"Alena kerja di Rumah Sakit?" tanya Vita
"Hem, sebagai seorang Dokter Spesialis Bedah" jawab Edward
__ADS_1
"Bukannya dia masih sangat muda?" Tanya Vita heran
"Kebetulan Otak bocil itu kemampuannya di atas rata-rata, jadi bukan hal yang sulit mempersingkat studi nya"
"Oh, pantes, penasaran aku sama Alena Ed, apa hari ini kamu tidak bisa mengajaknya memperkenalkan ke kita?" Ucap Andrian
"Memang kapan kalian akan pulang?" tanya Edward
"Sebentar lagi, jam 7 malam ini" ucap Vita
"Waktunya gak akan nutut, nanti saja di acara resepsi, kalian pasti akan aku kenalkan" ucap Edward
"Baiklah, aku tunggu hari itu, selamat ya akhirnya kamu menikah juga" ucap Vita sambil tersenyum
Andrian dan Vita mengangguk, tak terasa obrolan mereka hingga malam menjelang dan terdengar suara Adzan Magrib, ketiganya melakukan sholat berjamaah di dalam hotel, setelah itu keluar bersama dari dalam kamar hotel, Andrian dan Istrinya menuju ke bandara, sedangkan Edward meluncur pulang ke Apartemen
Di dalam perjalanan, Edward menghubungi Alen dan mengabarkan bahwa dirinya sudah perjalanan pulang, Alena yang mendengar Edward segera balik ke Apartemen, segera pamit ke Amaya dan kembali ke Apartemen Edward, Alena lanjut sibuk memasak sesuatu untuk makan malamnya, tiba-tiba handphonenya berdering, Alena segera mengangkat yang ternyata itu dari Edward lagi
"Halo, ada apa Ed?"
"Lagi ngapain Al?"
"Masak, buat makan malam kita, kamu dah Sampek mana?" Tanya Alena
"Paling 10 menit lagi aku nyampek Al, kenapa, sudah kangen?" Goda Edward
"Ish, apaan, aku khawatir aja" ucap Alena
"Makasih, sudah mencemaskan ku Alpan"
"Heh, sama-sama Edita, hehehe?" Jawab Alena
"Menu makan malamnya apaan?" Tanya Edward penasaran dan memegangi perutnya yang mulai keroncongan
"Rahasia Dong, pokoknya lezatos" ucap Alena
"Heleh, sok jadi Cef, awas saja kalo nanti gak enak" ucap Edward sengaja menggoda
"Gak ada ya, semua masakan yang aku makan pasti enak, kamu saja kalau makan kayak orang kesetanan gitu, doyan banget tu" ucap Alena
Edward segera menutup sambungan telponnya, ketika melintasi sebuah jalan dengan pelan, Edward terkejut ketika melihat seseorang yang seperti dia kenal sedang di keroyok dan di hajar oleh banyak orang di halaman Club Malam
Edward segera menginjak remnya, dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dengan berlari cepat ke arah laki-laki yang dia kenal, Edward segera menolongnya dan tentu saja menghajar orang-orang yang sudah mengeroyok laki-laki itu, dengan pelan Edward membantu laki-laki itu berdiri, saat Edward mendekatkan dirinya, betapa terkejutnya laki-laki yang ditolong oleh Edward
"Edward, kau?!"
Bersambung
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1