Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 163


__ADS_3

Pagi hari Edward terbangun dan menggoda istrinya untuk segera bangun dan mandi, setelah itu melakukan sholat subuh berjamaah seperti biasanya, setelah makan pagi selesai Alena membantu membereskan meja sebentar, Edward tiba-tiba saja menarik nya hingga terjatuh di pangkuannya


"Honey, malu dilihat orang ini" ucap Alena sambil tersenyum aneh saat bik Asih dan baik Amah melintas dan tersenyum ke arahnya


"Nggak apa-apa, sini!" Ucap Edward


"Apa?"


"Morning Kiss, tadi belum" goda Edward


"Ih, sudah tadi di kamar honey"


CUP CUP CUP


Edward langsung menciumi bibir dan pipi Alena berkali-kali, hingga membuat Alena kesal


"Sudah ih honey!, Geli ini akunya"


Edward mengehentikan aksinya sambil terkekeh melihat bibir Alena yang sudah manyun karena kelakuannya, tentu saja kalau sudah seperti itu semua pelayan dan pengawal langsung bergerak menjauhi area panas kedua majikannya


Tiba di Rumah Sakit, Alena segera keluar dari mobil Edward setelah berpamitan, seperti biasanya mobil yang di naiki Kaisar dan berada di belakang mobil Edward langsung mencari tempat parkir kemudian Kaisar segera turun, Alena masih berdiri tak jauh dari mobil Edward menunggu kaisar mendekat


"Bee, nanti ajak kaisar ke bank, jangan lupa" ucap Edward yang membuat kaisar bingung


"Siap Honey, aku akan ijin jam sepuluh keluar sebentar bersama Kaisar"


"Hem, hati-hati Bee"


Selanjutnya Edward langsung pergi meninggalkan mereka menuju ke perusahaanya, di tengah perjalanan Edward mendapatkan telepon dari pengawal yang ditugaskan menjaga Arini, pengawal melaporkan bahwa keadaan Arini semakin membaik, dan Ambar anaknya juga berada di Rumah Sakit bersama ibunya, setelah mendapat kabar baik, Edward segera menutup handphone nya dan tiba di perusahaan


*


Sementara itu yang sedang berbulan madu tersenyum karena berhasil menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Daniel di tengah kegiatan panasnya dengan sang istri tadi malam


"Kenapa kamu senyum gitu yang?" Tanya Anggel


"Tugasku sudah selesai dan sudah aku kirim ke pak Daniel, rupanya rekaman Video ini sangat penting untuk masa depannya, pantas dia begitu memaksaku untuk secepatnya menyelesaikan hal ini"


"Boleh tau apa isinya yang, jadi penasaran?"


"Jangan, pekerjaan ku sebuah rahasia, sebaiknya kita tidak usah ikut campur urusan orang-orang kalangan atas itu, cukup urusanmu denganku yang" ucap Raka dan menarik istrinya jatuh dalam pelukannya


"Dasar kau ini" ucap Anggel yang kemudian mendapat serangan ciuman panas dari suaminya


Kali ini Anggel sengaja memegang kendali dan melepaskan baju bagian bawah suaminya, tangannya meraih sesuatu yang sudah mengeras hingga dan kemudian tanpa di duga oleh Raka, miliknya sudah berada dalam mulut istrinya, Raka semakin mende*sah merasakan sensasi luar biasa yang di berikan oleh Anggel, hingga Raka segera menarik tubuh istrinya saat sesuatu dirasakan ingin meledak sebentar lagi, Anggel kini di bawah kungkungan Suaminya yang sedang memberikan kenikmatan di bawah sana, dan sesaat kemudian keduanya berteriak mendapatkan puncak kenikmatan bersama


"Apa yang kamu lakukan tadi Yang, untung aku masih bisa menahannya, kalau tidak, punyaku bisa menyembur di mulutmu"


"Tapi enak kan?" Jawab Anggel sambil tersenyum


"Sangat nikmat, makasih sayang"


"Sama-sama"


Keduanya kini segera membersihkan diri masuk kedalam kamar mandi dan bersiap untuk jalan-jalan di tepi pantai, menikmati indahnya pemandangan lautan di pulau itu, sebelum dua hari lagi kembali ke Jakarta untuk melakukan tugasnya masing-masing


*


Alena meminta bantuan Ratu untuk menggantikan sementara tugasnya, karena ada kepentingan ke Bank bersama dengan Kaisar, saat Ratu sudah berada di tempat Alena, dirinya segera membuka pintu tanpa mengetuk dulu, Kaisar yang ingin keluar dari ruangan Alena juga tidak menyadari kalau ada Ratu di balik pintu, hingga Kaisar membuka pintu dan mendorongnya


BUG


"Aw!"


Teriak Ratu yang terjatuh karena terdorong daun pintu yang di buka oleh Kaisar


Kaisar sangat terkejut kemudian segera membantu Ratu untuk berdiri kembali

__ADS_1


"Kau ini, suka sekali menubruk ku setiap ketemu!" Teriak Ratu kesal


Alena yang melihat kejadian itu bukannya membantu masalah tertawa merasa keduanya sangat lucu, Ratu memanyunkan bibirnya saat melihat Alena malah menertawainya, sedangkan Kaisar tersenyum melihat wajah lucu Ratu yang ada di depannya


"Maaf Dokter Ratu, saya tidak sengaja" ucap Kaisar sopan, masih memegang tangan Ratu


"Ehem, tangan gak usah pegangan gitu, belum muhrim!" Ucap Alena menggoda, hingga membuat keduanya langsung melepaskan genggamannya


"Kau ini Al, bukannya bantu, malah ngeledek mulu" ucap Ratu yang kini sudah berjalan mendekat ke Alena


"Kayaknya kalian jodoh ya, cocok nih" goda Alena lagi


"Cocok dari mana, tiap ketemu, main nubruk melulu, bisa ambyar otakku" ucap Ratu


"Hahaha, sebentar lagi bukan lagi otak kamu yang di buat ambyar sama Kaisar, tapi hatimu juga"


"Ish, ngomong apaan sih kamu Al, Dasar!"


"Ngomong kenyataan lah"


"Jangan sembarangan, aku udah punya tunangan Al, jangan buat gosip"


"Tunangan gak jamin bakalan jadi jodohmu, jangan pede dulu"


"Sudah Al, ngomong apa kamu ini" ucap Ratu


Kaisar tersenyum kemudian berjalan keluar dan duduk menunggu Alena yang sedang bersiap, tak lama kemudian keduanya menuju ke mobil dan meluncur ke sebuah bank, Saat masuk ke dalam sebuah Bank, semua mata yang memandang Alena langsung tersenyum dan tertunduk penuh hormat, rupanya sudah banyak yang kenal dengan Alena


Alena mengajak Kaisar duduk di sampingnya ketika mengurus sesuatu di meja pelayanan, Kaisar sempat terkejut dengan perintah Alena


"Kenapa aku ikut duduk disini?"


"Mau aku nikahin sama Ratu, mau nggak?"


"Al, jangan bercanda, aku serius tanya"


"Wah, suatu kehormatan nyonya Edward ada di sini"


"Iya mbak, saya ingin membuka rekening baru, lengkap dengan ATM dan mobile bangking nya, bisa di bantu?"


"Tentu Nyonya, tapi bukannya nyonya sudah punya rekening disini?"


"Bukan saya, tapi teman saya ini"


Deg


Kaisar sangat terkejut mendengar perkataan Alena, dengan paksa Alena meminta Kaisar menuruti kemauannya hingga akhirnya kini kaisar sudah punya rekening bank atas namanya, tak lama setelah itu ada transaksi masuk yang jumlahnya lumayan besar bagi Kaisar dan ternyata dari Edward, Alena tersenyum saat Kaisar menoleh ke Alena saat di dalam mobil


"Al, jelaskan ini padaku" ucap Kaisar


"Itu gaji mu sebagai pengawal ku, dan itu hak mu"


"Apa!, aku sudah bilang, aku ikhlas menjagamu, bukan demi apapun, apalagi uang, sudah cukup kamu memberi kehidupan yang layak bagiku dan Kirana"


"Aku tidak mau, masa depanmu juga harus kau pikirkan, suatu saat nanti kamu akan berkeluarga, sama sepertiku, apa kamu tidak menginginkan hal itu?" Ucap Alena


"Tapi Al, ini berlebihan, bagiku terlalu banyak"


"Itu dari Edward, bukan dariku, kalau mau protes nanti saja kalau kamu ketemu orangnya" jawab Alena sambil tersenyum ke Kaisar


"Kalian ini, pasangan yang kompak" ucap Kaisar lirih membuat pak sopir dan Alena tertawa


*


Daniel tersenyum senang mendapatkan kiriman rekaman Video yang sudah di perbaiki oleh Raka, semua bukti di sana dirasa sudah cukup untuk memberikan pelajaran penting ke Cellin, kemudian menuju keruangan Edward


"Hai Ed, masih sibuk?"

__ADS_1


"Hem, lumayan, ada apa?"


"Lihat ini" ucap Daniel menunjukkan rekaman Video ke Edward


"Bagus, aku rasa bukti ini sudah cukup untuk menjerat mereka" ucap Edward


"Aku akan menempuh jalur hukum, bagaimana menurutmu"


"Itu kurang efektif, mereka orang-orang yang tidak kekurangan uang saat ini, dapat membayar pengacara untuk meringankan beban hukumannya"


"Lalu?"


"Jadikan Video itu ancaman untuk karier mereka, hukuman seperti itu akan membuat mereka berpikir seribu kali untuk mengganggumu lagi"


"Hem, boleh juga, aku akan segera mengurus Cellin, oh iya Ed, orang tuaku akan segera ke Indonesia"


"Oh ya, ada urusan apa?"


"Tentu saja urusan calon menantunya"


"Delia?"


"Siapa lagi Ed, tapi tolong jaga rahasia ini, aku akan memberikan kejutan untuk Delia"


"Aku tidak janji"


"Sialan kau Ed!"


"Hahaha, sorry Niel, kadang aku tidak bisa menahan segala yang aku tau untuk cerita ke istri cantikku itu"


"Dasar kau, menyesal aku memberi tahu mu"


"Tenang, Alena itu paling pintar untuk menjaga rahasia Niel"


"Syukurlah, dia memang Alenaku" ucap Daniel


TAK


Edward melempar sesuatu tepat mengenai kepala Daniel hingga membuatnya meringis kesakitan


"Sh*it, sakit Ed, kau ini posesif sekali"


"Alena milikku jangan berani berkata seperti itu lagi, atau_"


Daniel bersiap lari keluar dari ruangan Edward sambil berkata


"Iya, iya sorry, aku kelepasan, Wanitamu itu membuatku pernah jatuh cinta!" Teriak Daniel


"Daniel, bren*gsek!" Ucap Edward melempar vas bunga ke Daniel dan sayangnya mengenai pintu masuk hingga pecah berantakan di sana


Sekertaris Edward terkejut dan menggelengkan kepala melihat Daniel sudah berlari masuk ke ruangannya setelah membuat Edward terbakar emosi, tak lama sang sekretaris membersihkan semua kekacauan yang ditimbulkan oleh tingkah laku konyol atasannya


Bersambung


Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI


Sampai Novel ini tamat


Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2