
Kirana segera keluar dari kamar dan menuju ke pintu utama untuk membuka pintu, saat terbuka betapa terkejutnya Kirana ternyata sudah ada Arini dan anaknya di depan pintu sambil tersenyum
"Arini?" Tanya Kirana
"Assalamualaikum Kiran"
"Eh, Waalaikumsalam, masuk yok" ucap Kirana yang masih tak percaya kini Arini sudah sampai di sini
"Halo Tante, aku Ambar, apa ini rumah ayah Edward?"
"Apa, Ayah Edward?" Ucap Kirana sangat terkejut
"Maaf Kiran, pak Edward mengijinkan Ambar memanggil nya ayah" ucap Arini
"Oh, jadi begitu, silahkan duduk, aku akan ambil minuman dulu ya" kata Kirana kemudian segera mengambil air minum di dapur, sejenak Kirana berpikir keras kenapa Arini bisa secepat ini berkunjung padahal baru tadi pagi dia memberinya alamat rumah
"Kenapa hatiku jadi gak enak banget ya sama Arini?" Batin Kirana
"Ada apa?" Tanya Alfaro tiba-tiba dan mengagetkan Kirana
"Astagfirullah!, Faro, ngagetin aja, kenapa kamu disini?" Tanya Kirana yang langsung menjauh dari Alfaro
"Harusnya aku yang tanya, kenapa kamu ngelamun disini, bukannya menemui tamu, pengen lagi?"
"Maksudnya?"
"Siapa tau pengen lanjutin yang tadi"
"Dasar me*sum!" Ucap Kirana segera membawa minumannya ke ruang tamu, Alfaro terkekeh melihat Kirana yang ngacir ke depan menghindarinya
Kini Kirana mengajak Arini berbincang di gazebo samping rumah karena Ambar ingin bermain di taman indah yang ada di samping rumah , Arini menanyakan apakah Alena dan Edward masih belum datang, Kirana menjelaskan mungkin mereka akan datang agak terlambat karena menjenguk teman yang ada di Rumah Sakit
Tak berapa lama kemudian Edward dan Alena akhirnya datang juga, dari dalam mobil Alena melihat Arini sudah ada di gazebo samping rumah bersama dengan Kirana, senyuman Alena langsung mengembang kala melihat seorang gadis kecil yang tak lain adalah Ambar sedang bermain berlarian di taman samping rumah
"Honey, ada Ambar, aku kangen sekali dengan anak kecil ini, dia sangat lucu ya" ucap Alena sambil tersenyum dan memandangi Ambar dari dalam mobilnya yang sedang melewati Ambar dan juga Arini
__ADS_1
"Aku juga kangen Bee, gadis kecil itu sangat lucu, lalu ada apa Arini bisa sampai ke sini di sore hari?"
"Entahlah honey, mungkin ada yang hal penting yang ingin dibicarakan dengan Kirana, sekarang mereka bekerja di tempat yang sama
"Hem, semoga saja begitu" jawab Edward yang kemudian keluar dari mobilnya di susul dengan istrinya
Alena menyapa Arini dan bersalaman, sedangkan Edward memilih untuk melangkah pergi menuju ke Ambar dan menggendongnya, tampak disana Edward dan Ambar sedang tertawa dan berpelukan, Arini menatap ke arah mereka kemudian tersenyum sendiri, tanpa di sadari Alena menangkap tatapan aneh Arini saat memandang Edward dan Ambar, begitu juga dengan Kirana yang langsung menoel tangan kanan Alena saat melihat Arini sedang asik menikmati pemandangan Edward dan Anaknya Ambar
"Honey!, Ganti baju dulu!" Teriak Alena mengajak Edward untuk membersihkan badannya dulu sekaligus menyadarkan Arini kembali
Edward segera berjalan mendekati Istrinya kemudian memeluknya di depan Arini dan Kirana, Pemandangan seperti itu sudah biasa bagi Kirana, Namum itu membuat shock hati Arini hingga membuatnya mengalihkan pandangannya, Edward dan Alena segera masuk ke dalam untuk membersihkan diri kemudian beristirahat sebentar di kamar
"Rupanya Arini sangat mengagumimu honey" ucap Alena
"Oh, ya, memangnya apa yang terjadi Bee?" Tanya Edward
"Dia memandangi mu sampai lupa ada aku dan Kirana di dekatnya" ucap Alena
"Lalu apa istri cantikku ini cemburu?" Tanya Edward
"Hahaha, rupanya sedang emosi ya" ucap Edward mendekat ke Alena
Cup Cup Cup
Edward menciumi wajah istrinya kemudian mere**mas bukit kembarnya yang kini semakin berisi, sesaat terdengar desa*han dari bibir Alena dan membuat Edward tersenyum, perlahan Edward menarik istrinya ke dalam pangkuannya
Edward memegang lembut kedua bukit kembar istrinya, di lumatnya puncak bukit itu dengan pelan dan dalam, desa*han bermunculan mulai memenuhi ruangan kamar, Edward membuka kain yang menempel di tubuh istrinya satu persatu hingga kini mereka dalam keadaan polos
"Emh, honey, aku menginginkanmu" ucap Alena lirih
"Bersabar sebentar lagi Bee, shh" jawab Edward
Kini milik Edward sudah tegak berdiri dengan sempurna, Alena tersenyum saat mengusap lembut milik suaminya dan di arahkan pelan masuk ke dalam inti*mnya yang sudah menginginkan penyatuan, Edward membantu Alena mengangkat tubuhnya sebentar untuk memudahkan miliknya masuk perlahan di tempat yang hangat dan nikmat
Perlahan Alena melakukan gerakan tubuhnya untuk membuat gesekan yang memberikan sensasi nikmat yang hebat di bawah sana, gerakan Alena mulai teratur bersama dengan ******* dari suaminya yang terdengar sek**si di telinga Alena, kini Edward mulai merasakan gerakan yang sangat kuat menjepit dan memijit miliknya di dalam sana
__ADS_1
"Oh God, aku selalu puas dengan milikmu Bee, perlahan my love, ada anak kita di sana" ucap Edward lirih
"Honey, oh, aku hampir keluar" ucap Alena
Tubuh Alena makin melonjak-lonjak di atas pangkuan suaminya, hingga kemudian suara teriakan itu lepas bersama dengan puncak kenikmatan yang di dapat bersama-sama, Edward kesulitan memeluk Alena dari depan karena perut istrinya yang membesar, Alena masih duduk dipangkuan Edward yang sudah tersenyum menatapnya
"Bee, punyaku masih mengeras, boleh aku meminta lagi?" Tanya Edward dengan senyuman manisnya
"Benarkah, rupanya suamiku sangat panas sore ini hem?" ucap Alena sambil tersenyum nakal dan kini beranjak dari pangkuan suaminya
Edward langsung memeluk Alena dari belakang, tangannya mengelus perut istrinya dengan lembut dan berulang-ulang, kini bergantian kedua bukit kembar istrinya mendapat sentuhan aktif dari tangannya, desa*han dari bibir Alena mulai terdengar kembali, Edward perlahan memasukkan miliknya dari belakang, tubuh Alena sedikit condong ke depan hingga akses keluar masuk milik suaminya semakin mudah
Edward mendorong perlahan miliknya keluar masuk kedalam int**im Alena, tanpa sengaja aktifitas indah itu terlihat dari cermin yang ada di kamar tidur hingga keduanya menoleh sebentar dan membuat hasr*atnya semakin melambung tinggi, gerakan Edward mengguncang tubuh Alena berulang kali semakin cepat, hingga kemudian keduanya berteriak melakukan pelepasan bersama
"AAH!"
Edward menghentikan gerakannya dan masih memeluk istrinya dari belakang, perlahan Edward membantu Alena merebahkan tubuhnya diatas kasur dan kini mereka berpelukan di sore hari, sebelum akhirnya mandi bersama membersihkan diri
Arini meminta ijin Kirana untuk berkeliling di taman belakang rumah Alena, sedangkan Kirana asik bermain kejar-kejaran dengan Ambar Sambil tertawa bahagia, namun saat dirinya memandang ke arah jendela besar yang di duganya kamar Edward, bagaikan tersambar petir di sore hari, Arini melihat bayangan Edward dan Alena melakukan penyatuan dari balik korden jendela kamarnya, bayangan itu sungguh nyata hingga membuat hatinya begitu sakit, Arini segera pergi dari tempat itu sambil meneteskan air mata menahan sesak di dadanya
Bersambung
Author akan tetap UPDATE SETIAP HARI
Sampai Novel ini tamat
Author minta tolong ya..mampir dong di karyaku"SAHABATKU KEKASIHKU", aku ucapin makasih sekebon buat pembaca setiaku yang udah mampir, yang belum, ayoo buruan,.muach muach
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1