
Edward dan keluarganya sudah tiba di kediamannya, Alex masuk sebentar untuk memastikan semuanya baik-baik saja
"Kalian segera mandi dan beristirahat, apa di tubuh kalian ada luka memar?" Tanya Alex ke si kembar
Ketiganya memeriksa tubuhnya masing-masing dan ada beberapa luka membiru di sana tapi tidak terlalu menyakitkan
"Biar papa Alex bantu menyembuhkan"
"Gak usah pa, ini buat kenang-kenangan kalau kita sudah bisa bertarung dengan hebat melawan orang-orang jahat tadi" ucap Ethan
"Iya pa, aku juga" sahut Evan
"Ailin juga pa"
"Ya sudah, kalian segera bersihkan diri dan segera makan malam lalu beristirahat, okey?"
Ketiga anak kecil itu langsung mengangguk dan kemudian segera masuk ke kamar untuk mandi membersihkan dirinya
Alex segera turun, terlihat Edward dan Alena masih duduk di ruang tengah menunggunya, tampak Edward sangat kelelahan begitu juga Alena, pertarungan yang memakan waktu beberapa jam telah menguras cukup banyak tenaganya
"Kalian segera bersihkan diri juga kemudian beristirahat, wajah kalian tampak sekali kelelahan" ucap Alex
"Kau akan langsung pulang kak?" Tanya Alena
"Tentu saja, Reyna sudah menelpon beberapa kali mengkhawatirkan ku, aku pulang dulu Ed"
"Hati-hati Lex, terimakasih bantuan nya" ucap Edward
"Aku tidak melakukan apapun, ketiga keponakanku sangat hebat, latih mereka terus Ed"
"Tentu saja" ucap Edward
Alena dan Edward segera berdiri mengantar kepergian Alex sampai masuk ke dalam mobilnya, Alex tersenyum ke Alena begitu juga sebaliknya, Edward menatap aneh keduanya, mode cemburu mulai muncul di kepalanya
Akhirnya Alex memeluk Alena dengan penuh kasih sayang, Alena juga membalas pelukan kakaknya
"Bisa tidak pelukannya tidak terlalu lama" ucap Edward jengah
"Aku ini kakaknya Ed!" Ucap Alex kesal dan melepaskan pelukannya
"Jangan lupa aku juga suaminya Lex" jawab Edward tidak mau kalah
"Kau ini_!" Ucap Alex makin kesal
"Apa_!" Bantah Edward nyolot
"Terus saja kalian adu mulut, aku masuk kedalam dulu, capek!" Ucap Alena sambil melangkah pergi begitu saja dengan wajah sebal melihat kelakuan kakak dan suaminya
Alex segera melajukan mobilnya keluar dari area kediaman Alena, sedangkan Edward sudah berlari masuk mengejar istrinya yang sudah berada di dalam kamarnya, terdengar gemericik air yang menandakan Alena sedang mandi, perlahan Edward masuk dan melihat istrinya berendam di bathtub sambil memejamkan mata
Perlahan Edward membuka semua pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub untuk mandi bersama dengan Alena, ada pergerakan yang dirasakan oleh Alena dan membuatnya membuka mata
"Honey, apa yang kamu lakukan?"
"Diam, nikmati saja Bee, aku hanya ingin memeluk dan memandikan mu" ucap Edward yang kini sudah bergerak mengangkat tubuh istrinya untuk di peluk nya dari belakang
"Kau ini, awas saja berbuat yang aneh-aneh, habis ini kita makan malam honey, kasian anak-anak" ucap Alena
__ADS_1
"Iya tenanglah, jangan banyak bergerak, kau membangunkan sesuatu yang ada di bawah sana Bee"
"Honey!" Teriak Alena kesal
"Apa sih, aku hanya bercanda, diamlah, sebentar lagi selesai, kita segera turun kebawah"
Alena langsung terdiam tidak berani menggerakkan tubuhnya, takut dengan kebangkitan pusaka sang suami yang pasti akan menyerangnya
Tak berapa lama kemudian keduanya menyudahi ritual mandinya dan kini sudah rapi untuk turun dan menemani anak-anaknya makan malam
Setelah makan malam selesai, Edward melarang anak-anak nya untuk naik ke atas dulu
"Baik sekarang Daddy akan memberikan hukuman ke kalian Semua"
"Iya Dad" ucap Ketiganya dengan pasrah
"Tau kan salah kalian apa?"
"Iya Dad, kami tidak jujur dengan Daddy, tapi itu keinginan ku sendiri, bukan salah kak Ethan ataupun Ailin, Daddy bisa menghukum ku saja" ucap Evan
"Oh jadi begitu, maksud Evan, Ailin dan Ethan tidak tau akan kekuatan teleportasi mu?" tanya Edward
"Kami tau Dad, maaf, kami sudah merahasiakan dari Daddy, tapi bisakah Daddy hanya menghukum aku dan Evan saja, jangan Ailina, dia perempuan Dad" ucap Ethan
"Memangnya kalau perempuan bisa bebas melakukan kebohongan?" Ucap Edward
"Sorry Dad, kak Ethan dan Kak Evan hanya berusaha melindungi Ailin saja" ucap Ailina
"Melindungi sesuatu yang tidak baik itu tetap saja salah, apa kalian mengerti?"
Semuanya mengangguk dan tidak berani menatap Edward, sebenarnya hati Alena tidak tega, tapi ini demi kebaikan anak-anaknya juga, mendidik mereka bukan hal yang gampang, apalagi dengan kekuatan langka yang mereka miliki, jadi Alena hanya terdiam dan mengamati anak-anaknya
"Sudah tiga bulanan Dad, sama kayak yang lainya" jawab Evan
"Hem, baiklah, Daddy akan menghukum kalian selama seminggu, Evan membersihkan kamar mandi di kamar sendiri, Ailin dan Ethan membersihkan kamar tidurnya sendiri, ingat, selama seminggu tidak ada yang akan membantu kalian, Daddy akan mengecek setiap hari
"Iya Dad, mengerti" ucap ketiganya yang kemudian beranjak dari tempat duduk, mencium pipi kedua orang tuanya dan bersiap untuk tidur
Alena tersenyum lega ternyata Edward memberikan hukuman yang menurutnya tidak terlalu berat bagi ketiga buah hatinya
"Makasih honey, tadinya aku takut kamu akan menghukum mereka terlalu berat"
"Tentu saja tidak Bee, aku hanya ingin memberikan pelajaran ke mereka kalau berbohong dan tidak jujur itu perbuatan yang tidak baik" itu saja
"Hem, aku mengerti Honey, kita harus mengajari dan mendidik mereka dari kecil, apalagi dengan kekuatan dahsyat mereka yang seperti itu, kalau sampai salah langkah, kita akan sudah mengatasinya"
"Iya aku tau, saat mereka tumbuh dewasa, kita saja belum pasti bisa menandingi kekuatan mereka bertiga" ucap Edward
"Iya Honey, aku bahkan sangat terkejut saat melihat Evan memiliki kekuatan Teleportasi yang di miliki oleh kakek, kak Alex juga terkejut mengetahui hal ini"
"Iya Bee, mereka anak-anak kita yang hebat, bersyukur kita bisa membimbingnya dengan baik"
"Aku juga merasa bersyukur Honey, mereka tumbuh dengan kepribadian yang baik walaupun berbeda-beda, Ethan dengan sikap dinginnya seperti dirimu, sedangkan Evan lebih gaul dan suka sekali menggoda cewek "
"Hahaha, heran aku dengan anak itu, rupanya ada sedikit sifat Alfaro di sana" ucap Edward
"Iya benar sekali honey, kita sepertinya harus waspada, jangan sampai dia menjadi Cassanova keblinger seperti pamannya" sahut Alena
__ADS_1
Edward mengangguk dan kemudian melanjutkan pembicaraan nya
"Ailina sangat mirip denganmu Bee dan sepertinya saat dewasa nanti dia akan jadi rebutan para laki-laki"
"Dan kau harus bersiap pusing untuk itu Honey"
"Heh, membayangkannya saja aku malas Bee" sahut Edward
Keduanya saling melempar senyum membayangkan saat anak-anak mereka nanti tumbuh menjadi remaja, kemudian Edward mengajak Alena untuk beristirahat di dalam kamar
Alena merebahkan tubuhnya diatas kasur, dengan tubuh yang dirasa sangat lelah, hampir saja matanya terpejam saat tiba-tiba merasakan sebuah tangan dengan usil masuk ke dalam baju dan menyapa kulitnya
"Honey, apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya ingin menyentuh kulitmu Bee"
"nggak ada, keluarkan tangannya cepat, aku merinding ini ih" ucap Alena
"Cuma tangan saja Bee, belum juga yang lain aku masukkan"
"Jangan berani ya, lagi capek ini"
Edward terdiam sambil tetap memeluk istrinya dari belakang, Alena masih belum bisa terpejam lagi karena waspada, dan seperti dugaannya, Edward mulai bertingkah kembali, mengecup lehernya, menye*sapnya perlahan dan menggigit kecil, sudah di pastikan akan banyak kiss Mark disana
"Honey!" Teriak Alena sambil membalikkan tubuhnya
"Satu kali Bee, aku janji"
"Gak mau, gak percaya aku, kamu pasti mintanya lebih" ucap Akena dan sementara itu di depan matanya Edward memohon sambil menatap matanya lekat
"Beneran ya, satu kali?!"
Edward mengangguk dan kemudian melakukan kewajibannya, di raihnya bibir Istrinya lalu menciumnya dengan lembut yang tak lama kemudian di selingi luma*tan kecil disana, sentuhan Edward selalu mampu membakar tubuh istrinya hingga suara desa*han mulai keluar dari bibirnya
Dengan gerakan memanjakan Alena, Edward pun segera melakukan penyatuan, terdengar pekikan dan desa*han yang berpadu dan terdengar indah di telinga Edward
Beberapa detik kemudian dengan gerakan lembut dan kuatnya, Edward mencari kenikmatan bersama dengan istri tercintanya, penyatuan tubuhnya berlangsung sempurna dan teriakan di ujung kenik*matan pun saling bersahutan dari bibir keduanya
Keringat membanjiri tubuh mereka, nafas masih saling memburu dan Edward tergeletak menatap mata istrinya sambil tersenyum
"Masih kuat Bee?"
"Ampun, kali ini aku menyerah honey"
Edward tertawa sambil menarik tubuh istrinya untuk di peluknya, bisikan sayang dan ucapan terimakasih dari suaminya membuat hatinya selalu menghangat dan merasakan nyaman hingga kemudian mereka tertidur dalam satu selimut yang sama
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE