
Kenan memberikan peringatan ke Alena untuk mengikuti perintahnya
"Jangan melawan lagi, ikut denganku dan wanita ini akan tetap hidup" ucap Kenan yang kini sudah memegang tubuh Ratu
"Jangan berani menyentuhnya, Baji*ngan!, Dia tidak ada hubungannya dengan urusan kita!" Teriak Alena
"Hem, bagus, ikut aku, Serahkan tubuhmu, jangan kau keluarkan lagi perisai mu"
Alena maju dan mendekat ke arah Kenan, mendapati Alena sangat dekat dengannya, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang
"Sh*it, wanita ini benar-benar cantik, hatiku bahkan tergerak hebat saat ini" batin Kenan
Sesaat kemudian Kenan segera menotok syaraf kesadaran Alena hingga Alena tidak sadarkan diri dan di bawa pergi
*
Sampai di Basemen Edward tercengang melihat pemandangan yang sangat mengerikan, semua pengawalnya yang pingsan dan hampir semua tulang kaki dan tangannya patah
Daniel berlari menghampiri sosok laki-laki yang bersimbah darah dan terluka parah
"Ya Alloh, Raka, Raka!" Daniel panik dan melihat denyut nadi di leher Raka sangat lemah
Dengan cepat Daniel segera menghubungi Rumah sakit
"Apa yang terjadi dengan Raka?" Tanya Edward sangat cemas
"Dia sepertinya Coma" Jawab Daniel
"Bang*sat, kita tidak bisa tau apa yang terjadi sebenarnya, semua tidak sadarkan diri, dimana Alena Niel?"
"Tenanglah dulu"
Tiba-tiba saja, ada suara tangisan di sela-sela mobil yang terparkir, Edward langsung menghampirinya, dilihatnya ternyata Ratu dengan tatapan kosongnya, menangis dan menjerit kecil seperti orang gila, Edward segera menolongnya kemudian membawanya keluar
Saat tersadar Edward yang menolongnya, Ratu langsung menjerit, meneriakkan nama Alena
"Jangan, jangan bawa Alena, jangan!"
"Edward Alena, Alena!, Jangan bawa Alena!"
BRUG
Ratu langsung pingsan
Kyi Rahmad dan yang lainya datang bersamaan dan melihat Edward menangis sambil bersujud di lantai, memohon keselamatan untuk istrinya
Alex dan Abraham merangkul Edward dan menguatkannya, pelukan juga di berikan oleh Edoardo dan Aliardo, Alfaro melongo melihat pemandangan mengerikan yang ada di depan matanya
"Bang#sat, siapa yang bisa melakukan hal sekeji ini, dasar kepa*rat!" Ucap Alfaro
Sementara Kyai Rahmad segera berkeliling dan mengetahui siapa pelakunya
"Alena di bawa oleh klan kekuatan hitam ke sarangnya, kita harus berusaha melacaknya, ini tidak akan mudah"
"Semoga putriku tidak apa-apa" ucap Abraham
"Alena baik-baik saja, mereka tidak akan bisa menyakitinya , percayalah" ucap Kyai Rahmad
Alex memberikan tenaga dalamnya untuk membuat keadaan Raka lebih baik dan lebih kuat, sesaat kemudian ambulan sudah berdatangan dan membawa semua orang yang terluka ke Rumah Sakit
Edward terdiam di dalam mobil menuju ke rumahnya bersama dengan rombongan, Edoardo berada di sebelahnya dan berusaha menenangkan nya
"Ed, percayalah, Alena wanita kuat, dia pasti baik-baik saja"
__ADS_1
"Dad, aku tidak akan bisa hidup kalau anak dan istriku Sampai_"
"Sudah jangan diteruskan kata-katamu itu Edward, tidak akan ada yang bisa menyakiti Alena Ku!" Ucap Alfaro los gak sadar diri
"Jangan mengajakku bertarung disaat seperti ini Faro" ucap Edward dingin
PLAK
Aliardo langsung memukul Anaknya
"Sakit Dad" ucap Alfaro meringis kesakitan
"Jaga bicaramu, Edward sedang cemas dengan keadaan Alena"
"Maaf Ed, maksudnya dia kan juga saudaraku"
Semuanya terdiam dan sampai juga di rumah Edward, kini semuanya masih berkumpul di rumah Edward, tak lama kemudian datanglah Jasmine dan juga Reyna
"Di mana Alena, Al, Alena!" Teriak Jasmine mulai panik tidak mendapati Alena di manapun, Reyna yang sudah di beri tahu oleh Alex segera menenangkan Jasmine
"Mom, tenanglah dulu" ucap Reyna
"Apa yang terjadi Rey, katakan yang sejujurnya, apa yang sebenarnya terjadi dengan Alena, Kenapa kalian tidak membawanya pulang!"
Teriak Jasmine begitu Emosi
"Sayang tenanglah, Alena baik-baik saja, tidak akan ada yang bisa menyakiti putri kita"
"Apa maksud mu, mereka membawa Alena?, Katakan Sayang, apa mereka membawa putri kita, apa mereka membawa Alena, katakan, kenapa kalian semua diam?!"
"Iya, mereka membawa Alena, dan kita akan segera mengambilnya kembali sayang"
"Apa?!, Tidak, kalian bohong kan, Alena tidak mungkin bisa mereka bawa, Rey, katakan padaku, mereka bohong kan Rey, Alena tidak mungkin bisa mereka bawa"
"Mom, tenanglah" ucap Alex memeluk Jasmine
BRUG
Jasmine pingsan, Abraham segera membawa tubuh istrinya ke kamar bersama Alex dan Reyna
Edward makin terluka melihat dan berlari keluar melampiaskan kemarahannya, entah apa yang dilakukannya hingga membuat bangunan rumah sedikit bergetar, Alfaro akan berlari keluar menyusul Edward, namun di cegah oleh Alex
"Jangan ke sana, kekuatanmu bukan tandingannya, itu akan membahayakan mu Faro, biar aku yang menenangkan Edward"
Alex segera keluar dan membantu Edward untuk mengendalikan kekuatan dan emosinya, setelah itu mereka duduk bersama
"Jangan kau kira adikku itu wanita lemah Ed, dia sangat kuat, kekuatan batinnya masih terhubung denganku, hanya saja sekarang hubungan itu melemah, mungkin karena adanya penghalang kekuatan hitam"
"Benarkah kamu masih bisa merasakannya Lex?"
"Hem, detakan jantung Alena masih bisa aku rasakan begitu juga dengan ketiga keponakanku yang ada dalam kandungan nya, jadi kamu jangan khawatir, kecemasan yang berlebihan tidak akan menghasilkan sebuah pemikiran yang baik"
"Iya Lex, maaf, aku terlalu emosi tadi, aku takut dan menyesal tidak bisa melindungi Alena dengan baik"
"Sudahlah, kita semua sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Alena"
"Kakek sudah menduga akan terjadi hal ini, kita harus bersiap untuk merebut kembali Alena, kerahkan semua kemampuanmu untuk mencari keberadaan istrimu, bukankah kau punya orang-orang terlatih untuk hal itu"
"Iya Lex, akan segera aku lakukan, terimakasih sudah menenangkan ku"
*
Kabar tentang Alena yang di dengar dari Daniel membuat Delia shock, Delia juga langsung menghubungi Aditama, karena Amaya sedang perawatan kehamilannya yang bermasalah, Aditama mengurungkan niatnya untuk memberitahu Amaya, dan Delia pun memakluminya
__ADS_1
Dokter Bagas yang mendapat kabar dari Daniel tentang keadaan Ratu langsung terbang ke Jakarta, saat ayahnya datang menjenguknya Ratu langsung menangis tak henti-hentinya sambil menceritakan hal yang sangat menakutkan terjadi di depan matanya, dan tangisan itu makin pecah saat mengatakan Alena telah menyelamatkannya dan mengorbankan dirinya
"Lalu bagaimana keadaan Alena sekarang?" Tanya Dokter Bagas
"Belum di ketahui keberadaannya paman, semua masih berusaha melacak tempat persembunyian para penjahat itu"
"Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa Niel, apa yang bisa aku bantu, katakanlah"
"Kita hanya bisa menjaga perusahaan mereka Paman, tidak ada yang bisa kita lakukan"
"Aku merasa berhutang budi dengan Alena Niel, dia sudah mengorbankan dirinya demi keselamatan Ratu"
"Alena memang seperti itu Paman, teman dan keluarga baginya segalanya, beruntung Ratu mempunyai teman seperti Alena"
"Iya, sungguh wanita yang luar biasa"
Tak berapa lama kemudian Delia datang dan Daniel segera menjemputnya di halaman Rumah Sakit
"Dimana Raka Niel?"
"Masih di ruang ICU, tapi masa kritisnya sudah terlewati dengan baik, kalau dia sudah sadar dan membaik akan dipindah ke ruang perawatan"
"Ya Tuhan, apa yang sudah mereka lakukan Niel, aku tidak bisa membayangkannya"
"Sudahlah, aku antar ke tempat Raka ya, kamu boleh menjenguknya"
"Bagaiman kabar sepupu mu Dokter Ratu?"
"Sudah membaik, dan kini sedang bersama paman Bagas"
"Oh, jadi Dokter Bagas ada disini juga?"
"Iya" jawab Daniel sambil terus berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit bersama Delia menuju ke ruang ICU
Delia dan Daniel sangat terkejut ternyata Raka sudah sadar, namun masih berat untuk membuka matanya, Delia masuk dan menggenggam tangan sahabatnya
"Ka, kamu sudah sadar?"
Raka hanya menggerakkan kepalanya, Delia tersenyum
"Semangat ya Ka, kamu kuat, pasti akan segera sembuh, kita akan berkumpul lagi dengan Alena dan yang lainya seperti dulu" ucap Delia sambil menahan tangisnya
Raka menggerakkan kepalanya pelan dan sesaat kemudian terlihat air mata menetes jatuh dari matanya, Delia terkejut dan menghapus Air mata Raka, setelah itu terlihat Raka tertidur kembali karena pengaruh obat yang di berikan ke tubuhnya
Saat Delia keluar, terlihat Daniel sedang memeluk Wanita, yang tak lain adalah Anggel tunangan Raka yang sedang menangis, Delia segera menghampiri dan memeluk Anggel
"Sabar ya, Raka pasti sebentar lagi segera pulih, dia sudah sadar dan keadaanya membaik"
"Terimakasih, lalu bagaimana dengan Alena?"
Delia terdiam dan meneteskan air matanya kembali, Daniel langsung menarik Delia ke dalam pelukannya
"Maaf, Raka tidak bisa melindungi Alena dengan baik, justru Alena yang mengorbankan dirinya demi keselamatan Raka" ucap Anggel
"Hei sudahlah, Raka sudah berusaha yang terbaik, lihatlah, dia hampir kehilangan nyawanya demi melindungi Alena" ucap Daniel
Bersambung
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "SAHABATKU KEKASIHKU", mohon dukungannya ya
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE