Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 38


__ADS_3

Disebuah mansion milik Jordi Setiawan


"Panggil Amelia cepat, aku ingin dia saja yang mengobati lukaku!" ucap Jordi


"Baik tuan" ucap seorang pelayan


Tak lama kemudian Amelia segera datang,


"Apa yang terjadi dad?" ucap Amelia takut


"Jangan banyak tanya, obati lukaku"


Amalia langsung mengobati dan menjahit luka robek pada telapak tangan Jordan, setelah selesai Jordan langsung menampar Amalia dengan keras


Plak


Amelia terjatuh dan terkejut dengan perlakuan Jordan


"Aku sudah menugaskan mu untuk mengatasi Edward di Royal Murrage Hospital, tapi apa yang aku dapat hah, malam ini dia menghajar ku dan mengancam ku dengan ini semua"


Ucap Jordan sambil melemparkan map ke muka Amelia


Amelia terkejut mendapati fakta bahwa kelakuan bejat dady nya terhadap dirinya juga terpampang disana


"Kau tau Amelia, aku mencukupi mu dengan kehidupan yang glamor sesuai keinginanmu, tapi kau juga harus menuruti apa mauku"


"I iya dad, aku akan melakukan apa yang Dady katakan" ucap Amelia ketakutan


"Tutup pintunya!" Ucap Jordi keras


Seketika pelayan keluar dan menutup pintu kamar pribadinya


"Malam ini kau harus dihukum karena ketidak becusan mu mengatasi Edward" ucap Jordi berjalan mendekati Amelia


"Tolong dad, jangan lakukan lagi, kita ini anak dan ayah, Dady jangan melakukan itu lagi padaku, tolonglah dad" ucap Amelia memohon


Namun Jordi tidak memperdulikan permohonan putri angkatnya itu, dengan kasar langsung melucuti pakaian Amelia, dengan posisi berdiri telanj@ng, tubuh alena di dorong ke tembok, dan Amelia teriak kesakitan saat milik dady nya menerobos masuk dari belakang dengan paksa ke dalam tubuh Amelia


Setelah puas melakukanya, Jordi meninggalkan Amelia yang masih menangis dengan semua ancaman yang membuat Amelia ketakutan seperti biasanya


Pagi hari sebelum pulang dari mansion, Amelia dipanggil oleh Jordi


"Katakan apa yang kau ketahui tentang Edward, orang-orang yang dekat dengannya atau apapun itu!"


"Aku hanya tau pak Hari yang selalu bersamanya itu adalah orang terdekatnya"


"Bagaimana dengan wanita, apa tidak ada yang dekat dengannya atau menjadi kekasihnya?"


"Dokter Alena sempat dekat dengan pak Edward, tapi seminggu ini sepertinya mereka tidak pernah kontak lagi"


"Hem, Dokter Alena ya, apa kau punya foto dirinya?"

__ADS_1


Amelia menunjukkan foto Alena yang berada dalam handphonenya


"Hem, Sangat Cantik, aku rasa ini akan semakin menarik" ucap Jordi sambil tersenyum licik


"Kirimkan fotonya ke handphoneku" perintah Jordi ke Amelia


Amelia segera mengirimkan foto Alena dan segera pergi dari mansion Jordi, tidak lama kemudian Jordi menghubungi seseorang dan memerintahkan menculik Alena secepatnya


*


"Al, besok kamu jadi ikutan kita nggak?" ucap Delia


"Memangnya jadi ke pantai Cemara nya?" tanya Alena


"Jadi lah, katanya seru Lo disana, bagus banget pemandangannya, apalagi ada acara pembukaan cafe milik kak Delia, pasti tambah rame tu" ucap Amaya


"Oke,siap, kita berangkat bareng kan?" tanya Alena


"Iya, kita semua suruh ikutan mobil Aditama Al" ucap Delia


"Aduh, gimana ini ya, aku gak enak dekat sama Aditama, apa aku nyusul pakek mobil sendiri aja ya" batin Alena bingung


"Al, kok malah ngelamun sih, ikut rombongan kita nggak?" tanya Amaya


"Eh, kayaknya aku nyusul agak siang aja ya, besok masih ada urusan bentar di Rumah sakit" ucap Alena


"Loh bukannya kamu dah ijin cuti sehari, pengajuan cutinya bareng kita kemaren kan?" ucap Delia heran


"Jangan-jangan mau janjian sama pak Edward ya?" Celetuk Amaya


"Ish, suka nuduh sembarangan, kita dah lama gak ketemu, Edward lagi sibuk ngurus bisnisnya tu" ucap Alena


"Iya ya, seminggu lebih nih, aku nggak lihat pak Edward di Rumah Sakit, biasanya tu bos paling seneng ngerjain kamu Al" sahut Delia


"Kalian gak lagi perang kan?" tanya Amaya


"Kalian ini ngomong apa, kita kan cuma teman biasa, mau ada, gak ada Edward, ya gak da masalah, kecuali kalian yang ngilang dari hidupku, bisa mewek aku"


"Hahaha"


Ketiganya langsung tertawa ngakak bersama


*


Keesokan harinya Delia, Amaya dan Aditama sudah bersiap untuk berangkat ke Pantai Cemara


"Kamu beneran nyusul pakek mobil sendiri Al?" tanya Delia cemas


"Tau ni anak, ikutan kita ajalah Al, perjalanan satu sampai dua jam an Lo, kamu nanti capek" ucap Delia


"Halah, sok perhatian kalian ni, gak ingat tu dulu, kalian ngerjain aku suruh nyetir perjalanan Jakarta Bandung, kalian malah enak tidur mulu di mobil, aku kan yang non stop nyetir" ucap Alena

__ADS_1


Delia dan Amaya hanya saling tatap dan tersenyum nyengir


"Ya sudah, kita berangkat dulu aja, kamu nanti hati-hati di jalan Al, kasih kabar kita kalau kamu dah berangkat, biar kita gak cemas" ucap Aditama sambil tersenyum ke arah Alena


"Ok, siap, sana gih berangkat, hati-hati ya, jangan ngebut" ucap Alena


Setelah kepergian teman-temannya, Alena segera masuk ke dalan kontrakannya lagi dan segera bersiap, saat menutup pintu kamar dan menuju ke mobilnya, terdengar suara panggilan masuk dari Edward, Alena segera mengangkatnya


"Halo, ada apa Ed, apa kau baik-baik saja?"


"Hem, tentu saja, aku pergi ke Rumah Sakit, tapi tidak melihatmu Al?"


"Oh, hari ini aku cuti, ada acara pembukaan Cafe milik kak Delia di pantai Cemara"


"Apa kau sedang bersiap?"


"Iya Ed"


"Baiklah, hati-hati Al"


"Ok"


Tut Tut


Sambungan telepon terputus


Alena segera membawa mobilnya menuju ke pantai Cemara untuk menyusul teman-temannya


Perjalanan sudah hampir satu jam, dengan mendengarkan musik, Alena menikmati perjalanan dengan bersenandung lirih, waktu Alena melihat kaca spion terlihat ada dua mobil yang mencurigakan


Alena segera melajukan mobilnya dengan cepat, mobil dibelakang makin mengejarnya, hingga akhirnya berhasil melewati mobil Alena dan menghadangnya, Alena menghentikan mobilnya dan bersiap untuk kemungkinan terburuk


Dengan cepat Alena menghubungi nomor Edward, entah lah kenapa di benak Alena waktu itu langsung teringat dengan Edward, beberapa kali Alena berusaha menghubungi tapi tidak ada jawaban, Alena semakin panik, pintu mobil Alena di gedor oleh empat orang memakai masker


Detik berikutnya kaca pintu mobil Alena berhasil di hancurkan, Alena membuka pintu dan menendang salah satu dari orang-orang bermasker hingga jatuh, ketiga laki-laki yang masih tersisa segera menyerang Alena, perlawanan Alena sangat kuat hingga mereka di buat kelabakan dengan serangan-serangan Alena


"Dasar Jal@ng, wanita ini benar-benar kuat, ilmu bela dirinya tidak bisa diremehkan" ucap salah satu laki-laki itu


"Hem, sebaiknya kita tembak bius saja, biar tidak memakan waktu" ucap teman satunya


Semua berhenti saat mendengar suara tembakan menggema


"Menyerahlah, atau aku akan menembak mu disini!" Teriak salah seorang penjahat itu


Alena langsung terdiam dan detik berikutnya meloncat berguling-guling jatuh ke bawah untuk melarikan diri masuk ke hutan yang ada di sekitar jalanan itu, semua penjahat mengejarnya


Alena terus berlari menghindari kawanan penjahat yang menembakinya, panggilan handphone ke Edward terus dilakukan berkali-kali sambil berlari, hingga Alena menghentikan larinya dan mengirim pesan singkat ke Edward


Alena merasakan perih di tangan dan kakinya, kemungkinan karena luka akibat dirinya meloncat dan berguling di tanah, Alena merasa sedikit lega ketika tidak mendengar langkah seseorang lagi, namun tiba-tiba Alena mendengar suara tembakan dan sesuatu mengenai tubuhnya


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih, jangan lupa jejak dukungannya (like, komen, vote dll)


__ADS_2