Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 214


__ADS_3

Hari-hari dilalui oleh Alena dengan penuh kebahagiaan bersama dengan ketiga anak kembarnya, kini mereka sudah berusia tiga minggu dan sebentar lagi pamannya Kaisar akan melangsungkan pernikahan


Putri kecil Ailina tampak sangat menyukai gendongan Kaisar di banding dengan yang lain, entah kenapa hanya Kaisar yang bisa membuatnya tidur nyaman saat dirinya gelisah dan rewel di malam hari, hingga kaisar terkadang dengan senang hati menggendong Ailina berlama-lama


"Kai, jangan dibiasakan Gendongan di kamu terus, nanti Ailina manja" ucap Alena


"Tidak apa-apa Al, aku menyukai bau tubuhnya, seger, dia juga nyaman saat ku gendong"


"Itu akan jadi kebiasaan nanti lo, kalau kamu sudah nikah nanti aku harus gimana?, Atau kamu akan tinggal disini juga bersama Ratu?"


"Nggak juga, tapi aku sudah membeli rumah dekat dengan kawasan ini, tinggal jalan saja kalau kesini"


"Apa!, Benarkah Kai?" Tanya Alena terkejut


"Benar, jadi tenang saja Al, aku dan Ratu bisa sering-sering kesini, Kirana juga bisa kerumah ku dan rumah kamu bergantian kapanpun"


"Syukurlah kalau begitu, aku tidak menyangka kamu sudah menyiapkan segalanya Kai"


"Aku sudah berjanji akan menjaga mereka seumur hidupku Al, dan aku sangat mencintai mereka bahkan sebelum mereka lahir" ucap kaisar


Kaisar tersenyum kearah Alena yang sedang menjaga Ethan dan Evan, ketika para pengasuhnya sedang membersihkan kamar anak-anaknya, ada rasa bahagia dalam hati Kaisar saat melihat tiga jagoan Alena kini semuanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja


Tak lama kemudian datanglah Edward mendekat ke arah istrinya lalu mencium kening dan bibirnya


"Apa anak-anak merepotkan mu Bee?"


"Tentu saja tidak, mereka anak-anak yang baik dan pengertian, lihatlah itu, Ailin malah sudah tertidur di gendongan Kaisar"


"Kai, Ailin jangan terlalu dimanjakan, kalau sudah tidur, letakkan saja, kita akan segera berangkat ke kantor, untuk sementara kamu akan bekerjasama dengan Raka menjadi pengawal ku dulu selama Alena belum bisa melakukan kegiatan di luar"


"Aku sudah tau Ed, tapi jangan larang aku menggendong anak-anak mu, mereka adalah hal berharga yang aku punya di dunia ini"


Mendengar perkataan Kaisar, Edward tersenyum sambil menatap kearah istrinya yang sedang bermain dengan Ethan dan Evan


"Kau dengar apa para Kaisar Honey?, Sebaiknya tidak usah kita larang lagi, percuma" ucap Alena


Edward hanya mengangkat bahunya sekejab dan segera bersiap untuk bekerja di perusahaan, begitu juga dengan Kaisar yang kini sudah memberikan Ailina ke gendongan Jasmine neneknya

__ADS_1


kali ini Edward dan Daniel datang ke perusahaan hampir bersamaan, karena ada hal penting yang harus di kerjakan yaitu pertemuan dengan Perusahaan besar dari belanda yang di pimpin oleh seorang wanita bernama Natasya Hodmer, perusahaan ini bernama Hodmer Company, sebuah perusahaan yang di bangun oleh keluarga milyarder Hodmer


"Kita akan menyiapkan segalanya satu jam kedepan Edward, apa kau sudah siap?" Tanya Daniel


"Tentu saja, ini aku sudah menyiapkan semuanya, data yang aku dapatkan sudah di lengkapi oleh sekretaris ku, bagaimana denganmu Niel?"


"Tentu saja sudah" jawab Daniel


Saat Edward menatap Daniel, ada senyuman tipis ketika melihat ada tanda kiss mark di leher Daniel


"Kita sebentar lagi Rapat Niel, sebaiknya atasi dulu tanda bibir istrimu yang ada di lehermu itu, kau bisa membuyarkan konsentrasi semua orang, Dasar!" ucap Edward


Daniel terkejut dan spontan memegang lehernya dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan, antara terkejut, malu dan bahkan berdebar mengingat sentuhan hangat istrinya


"Sorry Ed, memangnya harus dengan apa aku menutupinya, bukankah ini menambah kesan se*ksi, hem?"


"Dasar kau ini ternyata lebih parah, bukan hanya terkesan seksi, tapi terlihat jelas bagaimana keganasan istrimu Niel" kata Edward


"Kau ini, lupa ya gimana ganasnya Alena waktu itu, bahkan telinga dan mataku sering kalian nodai, Dasar!" Ucap Daniel


"Hahaha" keduanya kini tertawa mengingat masa lalu


Edward dan Daniel sengaja datang lebih awal dan bersiap di ruangan itu


"Kau sudah tau siapa Natasya hodmer, Ed?" Tanya Daniel


"Hanya sedikit, profil wanita ini lumayan tertutup, sangat susah menembus data pribadinya, sepertinya sengaja disembunyikan dengan rapat" ucap Edward


"Aku juga tau sedikit tentang wanita ini, dia hanya lebih sering ditemani oleh sekretaris wanitanya yang katanya seorang wanita tangguh" kata Daniel


"Iya, kalau tidak salah namanya Janeta Rush, punya keahlian khusus bela diri lumayan tinggi dan rumornya sangat cantik" ucap Edward


"Hem, tapi aku yakin, tidak mengalahkan kecantikan wanita kita Ed" ucap Daniel


"Tentu saja" jawab Edward singkat sambil tersenyum mengingat wajah cantik istrinya


"Satu lagi Niel, kenapa kita harus sangat berhati-hati dengan perusahan ini dan pemiliknya, aku dengar mereka di topang oleh kelompok Mafia terbesar di Belanda" ucap Edward

__ADS_1


"Apa?!, ****, apa sebaiknya kita mundur saja Ed, rasanya ini sangat berbahaya" ucap Daniel terkejut


"Itu hanya isu Niel, soal kebenarannya seperti apa aku tidak tau pasti" ucap Edward


"Iya juga sih, sebaiknya kita lihat dulu mereka Ed, kalau menguntungkan di perusahaan kita dan rumor soal mafia itu tidak terbukti, kita lanjutkan, tapi bagaiman cara kita tau soal hal itu, kalau info semua tentang Hodmer Company susah sekali kita dapatkan"


"Tenanglah Niel, kita bekerja seperti biasanya dan dalam koridor yang benar, soal kontrak kerjasama kita pelajari lebih teliti, jangan sampai kita terjebak permainan kontrak yang merugikan kita" ucap Edward


*


Tak lama kemudian datanglah tamu yang sudah ditunggu-tunggu, seorang wanita yang luar biasa dengan kecantikan perpaduan antara Belanda dan Asia yaitu Natasya hodmer, sang sekretaris yang bernama Janeta Rush juga tidak kalah cantiknya, wajah yang tegas, tatapan mata yang tajam dan senyuman yang sangat manis, keduanya adalah sosok wanita yang mampu membuat mata laki-laki tak bisa berkutik saat melihatnya


"Good morning, Mr Edward Runcel Eagle, bagaimana kabar anda?"


"Morning Nona Natasya hodmer, kabar saya baik, bagaimana dengan anda?"


"Sama, tentu saja aku juga baik, sudah bisa sampai di depanmu tuan Edward"


Kemudian semua saling bersalaman memperkenalkan diri dan kemudian duduk di kursi yang telah di sediakan, Natasya dan Janeta berkolaborasi menjelaskan keinginan perusahaannya untuk bekerja sama dengan Eagle Company


Sesaat Edward dan Daniel melihat proposal perusahaan yang di bawa oleh mereka untuk di tunjukkan dan di pelajari oleh Edward dan Daniel, tampak beberapa kali Natasya tersenyum tipis melihat kiss mark di leher Daniel, sesekali Natasya juga mencuri pandang ke arah Daniel


"Kendalikan pandangan mu Nat, aku tau tuan Daniel mirip dengan mantan kekasihmu yang sudah meninggal, tapi dia laki-laki yang baru saja menikah" ucap Janeta lirih


"Aku tau, tanda kiss Mark dilehernya menandakan kalau dia sudah ada pemiliknya, kau tenang saja" jawab Natasya lirih


Kedua wanita itu masih terus mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Daniel dan sekretaris Edward, hingga kemudian semua tentang Eagle Company sudah di jelaskan, tampak kedua wanita itu tersenyum senang, untuk saat ini mereka merasa Eagle Company sangat cocok untuk diajak kerja sama dengan perusahaanya, hingga kemudian Natasya memutuskan untuk bekerja sama dengan Eagle Company


BERSAMBUNG


Berikan Dukungan dengan memberikan:


LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2