Dokter ALENA

Dokter ALENA
Episode 63


__ADS_3

Bukan hanya Alena yang kini sangat terkejut, tapi juga Delia dan Amaya yang mendengar suara aneh dalam panggilan handphone Alena saat berbicara dengan Edward, kini mereka sudah berada di dalam Apartemen Edward


"Itu tadi suara cewek kan Al" tanya Amaya pelan


"Kayak mendesah gitu gak ya Al?, Apa aku yang salah dengar ya?" sahut Delia


"Akh!!"


Teriak Alena mengagetkan kedua temannya


"Ya ampun Al, ngapain sih teriak gitu, bikin aku jantungan aja" ucap Delia sambil memegangi dadanya


"Tau ini anak, hobinya mencak-mencak aja, kaget aku ni Al, untung ini nyawa gak ikut keluar dari Raga"


"Kesel aku ni ah, tau gitu aku gak usah telpon Edward, malah dengar suara menjijikkan gitu, Aaakh!" Teriak Alena lagi


"Iya juga sih, itu tadi suara apaan ya Al, kayak orang lagi gituan, oh yes, oh yes gitu, panas banget deh kayaknya" ucap Amaya berpikir keras sambil ngipas-ngipaskan tangannya


"Hah, masak sih pak Edward lagi lihat video porno" ucap Delia nyleneh


"Kurang puas kali sama Alena, gak cepet di kasih jatah" sahut Amaya


"Kalian itu mau aku tendang ya, bikin kuping ma hati panas aja, bukannya nenangin temen, malah ngomporin pakek gas" ucap Alena


"Panas hati nih?" goda Delia


"Bukan lagi kak, Gosong tuh" sahut Amaya


"Sekali lagi kalian ngomong yang enggak-enggak, aku timpuk pakek sendal ni, beneran" ucap Alena dan membuat kedua temannya ngakak


"Tapi beneran kak, aku curiga ni, jangan-jangan Edward ada main sama perempuan yang aku gak tau, mungkin dia dah kangen banget tu, jadi bohongin aku acara rapat, padahal nemuin wanita itu, dan mereka lagi main kuda-kudaan di kamar gitu" ucap Alena makin galau


"Kebanyakan baca novel kamu tu" ucap Delia


"Hooh, yang judulnya, Wanita Pelakor" kata Amaya


"Atau, Suamiku Menghianati ku" sahut Delia


"Bukan, judulnya yang bener, Ku Bunuh Suamiku yang Menghianatiku" jawab Alena dan membuat kedua temanya langsung ketawa terbahak-bahak


"Emosi neng?" Seloroh Amaya


"Udah, jangan salah paham dulu, nanti tanya baik-baik ke pak Edward, maklum Al, pak Edward itu idola kaum hawa dan nilai plusnya ni, taunya Pak Edward masih melajang" ucap Delia sambil mengedipkan mata ke Alena

__ADS_1


"Ih, emang dia doang, aku juga idola kaum Adam, dan nilai plusnya masih perawan dan taunya mereka aku juga lajang" ucap Alena tak mau kalah


"Heleh, yang perawan lobang nya doang, itu badan dah di gerayangi semua sama pak Edward kan?" ucap Delia


"Lihat tuh, bibir kalian aja sampek Jontor semua, mainnya kalem neng, jangan kasar" sahut Amaya


"Oh, gitu ya, ngiri kalian ini kan, gak pernah ngerasain yang hot, tau nggak rasanya tuh nikmat banget, dicium di bibir itu deg deg ser, turun ke leher mulai deh, sangat merangsang, nikmatnya duh, tiada tara, apalagi di peluk, beh, hangatnya serasa menyelimuti seluruh tubuh, shhh, ahhh" goda Alena membuat kedua temannya menganga


"Alena!"


Teriak Delia melempar bantal sofa ke arah Alena yang langsung melesat lari menjauh sambil ngakak


"Si*lan ini bocah!"


Teriak Amaya juga melempar bantal sofa ke Alena


"Rasain Kalian wahai jiwa-jiwa jomblo!" Teriak Alena dari dalam kamarnya


"Dasar bocah sableng, awas kamu ya!" Teriak Delia


"Yok kita balik ke Apartemen kak Delia, makin judeg aku disini sama bocah edan itu, Dasar" ucap Amaya, dan akhirnya mereka berdua meninggalkan Alena sendirian di Apartemen Edward


Alena keluar dan memasukkan barang-barang yang dia bawa ke dalam kamar untuk dirapikan, tak lama kemudian datanglah dua orang dari jasa pindah barang yang membawa semua barang-barang Alena dari Apartemennya, untuk menetralkan kembali pikirannya, Alena membongkar dan menata semua barang-barang Alena ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh Edward selama Alena tinggal di Apartemennya


*


Edward segera keluar dari kantornya di Diamond Eagle Company setelah sholat magrib, Edward sengaja mampir ke perusahaanya karena ada kerjasama perusahaan yang memberikan suplai Berlian jenis baru yang sangat mahal dan banyak diminati kaum jutawan yang ada di dalam dan luar negeri


"Pak hari, saya pulang dulu ya, soal surat-surat kontrak kerjasama, saya serahkan ke pak hari"


"Oh iya tuan, siap, jangan khawatir"


"Bagaimana kabar nona Alena, apa sudah pindah ke tempat anda tuan?"


"Sudah pak hari, ini aku mau pulang dulu, aku agak khawatir dari tadi dia tidak menghubungiku, aku hubungi juga gak diangkat, aku tanya ke temannya katanya lagi sibuk beberes barang-barangnya di Apartemen"


"Oh iya tuan, syukurlah kalau begitu"


"Bagaimana kabar keluarga pak hari, betah tinggal di Surabaya?"


"Mereka sampai saat ini masih enjoy saja tuan, saya harap ini pertanda baik"


"Bagus, salam buat mereka, lain kali aku akan datang berkunjung"

__ADS_1


"Iya tuan, terimakasih"


Edward segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya pulang ke Apartemennya, tiba di Apartemen Edward segera masuk dan mengucap salam, Alena membalas salam Edward dengan cuek dan masih menikmati makan malamnya di meja makan


"Ehem, makan gak ngajak-ngajak ni?" Ucap Edward


"Mari makan pak Edward, makanan sudah siap, silahkan bergabung" jawab Alena dan tentu saja Edward langsung mengerutkan kening mendengar jawaban aneh dari Alena, Edward tidak menyahut dan langsung masuk kamar untuk membersihkan diri, setelah itu keluar bergabung di meja makan


"Kamu ini yang masak Al?" Tanya Edward


"Yes, of course" jawab Alena


"Good, this looks delicious" ucap Edward


"Emang"


"Boleh aku ikut makan?"


"Emang kamu belum makan diluar tadi?" Tanya Alena


"Emang ada yang ngomong aku dah makan diluar?" Tanya Edward lagi


"Aku kira udah kenyang habis, ber oh oh ria tadi" jawab Alena


"Maksudnya, oh oh apa?" Tanya Edward dengan tatapan tidak mengerti


"Sudah, makan dulu, nanti kesedak kalau makan sambil ngomong" ucap Alena


Edward makan dengan lahap, terus terang masakan Alena sangat cocok di lidahnya, bahkan sampai nambah lagi hingga perut Edward terasa penuh


"Ini orang, doyan apa kelaparan, banyak banget makannya" batin Alena memperhatikan Edward


Selesai makan, Alena segera membereskan meja makan dan mengambilkan Edward minum, Alena kembali ke dapur untuk mencuci piring dan peralatan masak yang belum sempat di bersihkan


Edward memperhatikan semua gerak gerik Alena, ada perasaan hangat di hati Edward melihat bagaimana Alena mengerjakan semua pekerjaan rumah, tak disangka seorang Dokter Spesialis Bedah dari keluarga milyarder tampak begitu sederhana dengan semua pesonanya


Perlahan Edward mendekati Alena dan memeluknya dari belakang saat Alena masih mencuci piring, Alena sangat terkejut dan menghentikan kegiatannya


Bersambung


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2